Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Kasus Tapsel, Kajatisu 'muka tembok'

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
  • print Cetak


MEDAN –
Lambannya penuntasan kasus korupsi dana TPAPD (Tunjangan Pendapatan Apratur Pemerintahan Desa) Tapsel senilai Rp1,5miliar yang ditangani pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dengan tersangka Rahudman Harahap saat menjabat Sekda Tapsel 2004-2005 dan dugaan korupsi APBD Pemkap Tapsel senilai Rp13,8 miliar tahun 2005, menyisakan tanda tanya.

Kajati Sumut dibawah pimpinan AK Basuni Masyarif sebagai adhiyaksa terus dikritik oleh berbagai elemen di Sumatera Utara mendesak agar kasus korupsi Rahudman tersebut segera diproses. Namun kenyataannya, Kejatisu ibarat muka tembok. “Kejatisu telah menetapkan, Rahudman sebagai tersangka sejak 29 Oktober 2010 dugaan korupsi TPAPD Rp1,5 miliar, tapi mengapa belum ada peningkatan penyidikan. Sedangkan, kritikan berbagai elemen Kejatisu seperti bermuka tembok. Kalau tidak silakan lanjutkan proses hukum,” ungkap Kabid Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Sumatera Utara, AM. Damanik, siang ini.

Masih Damanik, memang tudingan negatif kepada Kajatisu dalam penangan kasus Rahudaman Harahap adanya permainan. Karena sejak penetapannya sebagai tersangka pada 26 Oktober 2010 lalu oleh Kejatisu sewaktu dijabat Sution Usman Ajdi sampai saat ini Rahudman belum terjamah oleh Kejatisu.

Dalam gelar ekspos kasus TPAPD di Kejagung beberap waktu lalu, Rahudman juga diindikasikan melakukan korupsi lagi senilai Rp13,8 miliar yang menurut Kejatisu menambah panjang jangka waktu pemerosesan Rahudman karena harus menungu Audit BPKP dalam kasus ini.

“Kita harapkan penegakan hukum benar-benar ditegakan, Rahudman Harahap agar segera diperiksa dan ditangkap terkait fakta kasus saat menjabat sebagai sekretaris daerah Tapsel antara lain dana TPAPD Tapsel senilai Rp1,5miliar dan dugaan korupsi APBD Pemkap Tapsel senilai Rp13,8 miliar tahun 2005 ditambah lagi kasus korup proyek fiktif rehabilitasi dan pengorekan saluran drainase serta perbaikanjalan di kota Medan” tegas Damanik
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 18 Mahasiswa RI Ditangkap di Kairo

    18 Mahasiswa RI Ditangkap di Kairo

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KAIRO – Situasi tak menentu di Mesir berimbas ke warga negara Indonesia di negeri tersebut. Seorang mahasiswa melaporkan adanya tindakan kasar yang dilakukan aparat miiter Mesir, mulai dari aksi penodongan pistol hingga penangkapan. “Kemarin seorang teman dekatku asal Garut bernama Syaiful di todong pistol pihak militer dan diturunkan paksa dari taksi. Ia diinterogasi di bawah […]

  • Demokrat Minta Pemilihan Ulang di Muara Batang Gadis

    Demokrat Minta Pemilihan Ulang di Muara Batang Gadis

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Demokrat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta dilakukan pencoblosan ulang di Kecamatan Muara Batang Gadis karena diduga terjadi kejanggalan dan kecurangan oleh penyelenggara pemilu. Surat yang ditujukan kepada KPU dan Panwaslu Madina tertanggal 13 April 2014 yang ditandatangani Ketua DPC Partai Demokrat Madina, Syafaruddin Ansyari dan Sekretaris dan Harminsyah Batubara itu […]

  • Konsistensi Pemda Madina Dipertanyakan.Publik Soroti Pernyataan Bupati Tentang Disiplin

    Konsistensi Pemda Madina Dipertanyakan.Publik Soroti Pernyataan Bupati Tentang Disiplin

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online – Pernyataan H. Saipullah Nasution yang menilai masyarakat kurang disiplin dalam pembukaan tradisi lubuk larangan di Mandailing Natal menuai sorotan keras dari kalangan mahasiswa. Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi, mempertanyakan konsistensi pemerintah daerah dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN). “Pernyataan soal ketidakdisiplinan masyarakat itu sah-sah saja, tetapi publik juga berhak mempertanyakan […]

  • Anggaran Pendidikan 2011 Capai Rp 248 T

    Anggaran Pendidikan 2011 Capai Rp 248 T

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-Pemerintah kembali merilis rancangan porsi pembiayaan untuk pos pendidikan pada 2011. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyatakan bahwa pendidikan tinggi (dikti) mendapat porsi besar dalam perencanaan anggaran 2011 yakni sekitar Rp28 triliun atau sekitar 51 persen anggaran Kemendiknas 2011. “Jumlah tersebut termasuk anggaran dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP),” ujar Mendiknas Mohammad Nuh, Selasa (4/1). Tahun […]

  • 900 guru non PNS menanti tunjangan

    900 guru non PNS menanti tunjangan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sekitar 900-an guru non pegawai negeri sipil yang terdiri guru-guru madrasah di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal menanti realisasi dicairkannya dana tunjangan fungsional dari Kantor Perbendaharaan Negara ( KPN) yang akan ditrasfer ke rekening masing-masing. Keterangan diperoleh dari para guru non PNS ini di Panyabungan, siang tadi mengakui, pihak kantor […]

  • Harga Bahan Pokok Melonjak

    Harga Bahan Pokok Melonjak

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca Natal dan menjelang Tahun Baru 2011, sebagian harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Mandailing Natal, melonjak. Antara lain cabai yang saat sekarang ini harganya mencapai Rp 40-50 ribu perkilogramnya. Pantauan wartawan di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (28/12/2010), salah seorang pedagang bernama Ucok Nasution (35) menjual cabai merah Rp 50 ribu per […]

expand_less