Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


SIPIROK – Satu persatu budidaya dan home industri hasil karya putra-putri Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menemukan pangsa pasar di luar negeri.

Setelah kain songket, kini giliran kopi “ateng” asal Kecamatan Sipirok diminati Malaysia dan Singapura.

Salah seorang petani kopi asal Desa Sigiring-giring Dolok, Kecamatan Sipirok, Chaidir Hasibuan, mengatakan kopi itu sangat disukai, karena aromanya yang harum dan cita rasanya yang enak.

Menurut Chaidir, selain sangat mudah ditanam dan juga cepat panen, kopi ateng ini harganya juga sangat mahal.

Oleh karena itu, kata Chaidir, petani kopi di Kecamatan Sipirok saat ini berlomba-lomba dan lebih banyak menanam kopi ateng. Sebelumnya, warga di daerah itu, paling banyak menanam kopi jenis arabika. “Kopi ateng itu juga sangat mudah laku dan sangat dicari konsumen yang ada di Sumatera Utara,” kata Chaidir, tadi malam.

Chaidir menjelaskan, kopi ateng ini di daerah Sipirok juga disebut sebagai kopi unggulan oleh masyarakat. Warga menamakan kopi ateng, karena tinggi tanaman ini sangat pendek, namun memiliki kelebihan atau unggul dari tanaman jenis kopi lainnya seperti kopi arabika.

“Kopi ateng saat ini merupakan tanaman primadona bagi petani kopi di daerah Sipirok,” kata Chaidir.

Chaidir mengatakan, kopi ateng ini merupakan saingan berat bagi kopi luak (biji kopi yang dimakan musang. Bahkan, kopi ateng yang baru saja selesai dipanen oleh petani langsung dibeli konsumen di kebun dengan harga Rp15.000-Rp20.000 per kilogram.

“Tanaman kopi ateng ini kini sudah merupakan andalan bagi petani di Kecamatan Sipirok menggantikan tananaman warga di daerah itu yang dulunya cengkih. Tananaman cengkih di Kecamatan Sipirok tidak lagi ditanam warga karena banyak yang mati dan merugikan,” katanya.

Chaidir juga menyebutkan, setelah kopi ateng itu dibeli pengusaha atau eksportir kopi, kemudian mereka olah lagi dan dijual ke Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Bahkan, kopi ateng ini menurut beberapa pengusaha memilik kelebihan dibandingkan kopi jenis arabika, sehingga sangat banyak diminati dan laku keras di pasaran Asia.

“Kopi ateng ini bijinya sangat padat dan saat ini paling dicari bagi pecandu minumun kopi di Pulau Jawa dan Sumatera. Tanaman ini juga mudah hidup di Kabupaten Tapanuli Selatan, Dairi, dan Humbang Hasundutan di wilayah Sumatera Utara,” katanya.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Wilayah di Panyabungan Dilaporkan Rawan Kemalingan

    Sejumlah Wilayah di Panyabungan Dilaporkan Rawan Kemalingan

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Beberapa bulan terakhir sejumlah wilayah di kota panyabungan, Mandailing Natal rawan kemalingan. Dikawasan Kelurahan Dalan Lidang tepatnya di Lubuk Sibegun. Sejumlah rumah warga dilaporkan disantronin maling. Hampir tiap pekan warga kehilangan harta bendanya. Feni Irawati Salah seorang penghuni rumah kontrakan dikawasan itu mengatakan, senin lewat rumahnya dibobol maling. Ia kehilangan 1 […]

  • Pedagang dan Parkir Buat Jalan HM Thamrin Semerawut

    Pedagang dan Parkir Buat Jalan HM Thamrin Semerawut

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN –Ramainya para pedagang serta lokasi parkir yang menggunakan badan jalan ditambah lagi angkutan becak bermotor yang menunggu penumpangnya, kerap menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan macet di Jalan HM Thamrin seputaran Pasar Sangkumpal Bonang, Kota Psp. Kondisi itu sudah terjadi sejak sehari mejelang puasa hingga Rabu (1/7). Dan kesemrawutan lalu lintas pun masih saja […]

  • Waspadalah Menjatuhkan Vonis, Wahai Para Hakim!

    Waspadalah Menjatuhkan Vonis, Wahai Para Hakim!

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nandoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Kasus Taipan Djoko Tjandra atau Djoksan Mujur dan Jaksa Pinangki sedang ramai dibincangkan. Pasalnya, masa hukumannya mendapat korting dari hakim Pengadilan Tinggi Jakarta. Pada peradilan tingkat pertama, Djoksan yang bertatus terpidana kasus pengecekan status red notice dan penghapusan namanya dari DPO di Ditjen Imigrasi Kemenkumham, divonis penjara […]

  • Jalinsum Amblas di Titik Maga Lombang Diperbaiki

    Jalinsum Amblas di Titik Maga Lombang Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jalan yang amblas di Lintas Nasional titik Maga Lombang, Mandailing Natal, Sumut, diperbaiki. Titik yang berada di tikungan ini sebelumnya sangat berbahaya karena bahu jalan amblas akibat longsor pada tebing jalan, jika dibiarkan akan memakan mengambrukkan badan jalan. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pemasangan bore file di titik kilometer 17 […]

  • Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Mandailing Natal

    Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Mandailing Natal

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2017
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Acara Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Mandailing Natal masa Khidmat 2016-2017 yang dihadiri Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan beserta unsur SKPD, kejaksaan dan tamu undangan lainnya. Acara ini juga dihadiri Ketua MUI Propinsi Sumatera Utara Prof.Dr.H Abdullahsyah M.A beserta rombongan.

  • Menkopolhukam: Pantau Wikileaks

    Menkopolhukam: Pantau Wikileaks

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring untuk memantau isi laman WikiLeaks. “Saya sudah perintahkan kepada Menkominfo dan Kemenlu untuk melihat apa saja isi dari Wikileaks itu,” kata Djoko Suyanto ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat. […]

expand_less