Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


SIPIROK – Satu persatu budidaya dan home industri hasil karya putra-putri Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menemukan pangsa pasar di luar negeri.

Setelah kain songket, kini giliran kopi “ateng” asal Kecamatan Sipirok diminati Malaysia dan Singapura.

Salah seorang petani kopi asal Desa Sigiring-giring Dolok, Kecamatan Sipirok, Chaidir Hasibuan, mengatakan kopi itu sangat disukai, karena aromanya yang harum dan cita rasanya yang enak.

Menurut Chaidir, selain sangat mudah ditanam dan juga cepat panen, kopi ateng ini harganya juga sangat mahal.

Oleh karena itu, kata Chaidir, petani kopi di Kecamatan Sipirok saat ini berlomba-lomba dan lebih banyak menanam kopi ateng. Sebelumnya, warga di daerah itu, paling banyak menanam kopi jenis arabika. “Kopi ateng itu juga sangat mudah laku dan sangat dicari konsumen yang ada di Sumatera Utara,” kata Chaidir, tadi malam.

Chaidir menjelaskan, kopi ateng ini di daerah Sipirok juga disebut sebagai kopi unggulan oleh masyarakat. Warga menamakan kopi ateng, karena tinggi tanaman ini sangat pendek, namun memiliki kelebihan atau unggul dari tanaman jenis kopi lainnya seperti kopi arabika.

“Kopi ateng saat ini merupakan tanaman primadona bagi petani kopi di daerah Sipirok,” kata Chaidir.

Chaidir mengatakan, kopi ateng ini merupakan saingan berat bagi kopi luak (biji kopi yang dimakan musang. Bahkan, kopi ateng yang baru saja selesai dipanen oleh petani langsung dibeli konsumen di kebun dengan harga Rp15.000-Rp20.000 per kilogram.

“Tanaman kopi ateng ini kini sudah merupakan andalan bagi petani di Kecamatan Sipirok menggantikan tananaman warga di daerah itu yang dulunya cengkih. Tananaman cengkih di Kecamatan Sipirok tidak lagi ditanam warga karena banyak yang mati dan merugikan,” katanya.

Chaidir juga menyebutkan, setelah kopi ateng itu dibeli pengusaha atau eksportir kopi, kemudian mereka olah lagi dan dijual ke Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Bahkan, kopi ateng ini menurut beberapa pengusaha memilik kelebihan dibandingkan kopi jenis arabika, sehingga sangat banyak diminati dan laku keras di pasaran Asia.

“Kopi ateng ini bijinya sangat padat dan saat ini paling dicari bagi pecandu minumun kopi di Pulau Jawa dan Sumatera. Tanaman ini juga mudah hidup di Kabupaten Tapanuli Selatan, Dairi, dan Humbang Hasundutan di wilayah Sumatera Utara,” katanya.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aspan Imbau PNS Madina Sumbang Korban Bencana

    Aspan Imbau PNS Madina Sumbang Korban Bencana

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Penjabat (Pj) Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofyan mengimbau seluruh PNS untuk memberikan sumbangan untuk para korban bencana meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta, tsunami di Mentawai dan banjir di Wasior, Papua. Imbauan Aspan itu disampaikan saat apel pagi, di halaman kantor bupati, Bukit Payaloting Parbangunan, Panyabungan, Senin (1/11), sebagaimana diutaraan Kabag Humas Taufik Lubis. […]

  • Terima Raport Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Ketua Komis I: Terdengar Seperti Ancaman Halus kepada Anak Didik

    Terima Raport Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Ketua Komis I: Terdengar Seperti Ancaman Halus kepada Anak Didik

    • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluarnya surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Disdik) Arbiuddin S. Harahap terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun mendapat perhatian dari Ketua Komisi I DPRD Zubaidah Nasution. Zubaidah menilai surat yang menitikberatkan pada keharusan menunjukkan surat vaksin sebelum menerima raport terkesan seperti ancaman halus kepada anak didik. “Saya tidak paham […]

  • Sebanyak 125 Kepala Sekolah dan Guru Dilantik

    Sebanyak 125 Kepala Sekolah dan Guru Dilantik

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 125 kepala sekolah dan guru, mulai dari tingkat SLTA hingga SD, dilantik oleh Sekda Mandailing Natal (Madina) Yusuf Nasution, Kamis (26/3) di gedung serba guna, Panyabungan. Pengambilan sumpah jabatan itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Madina Sahnan Pasaribu, Kepala BKD Madina, Meinul dan para pejabat di Pemkab Madina. Pelantikan […]

  • Proses CPNS guru harus jujur!

    Proses CPNS guru harus jujur!

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Para tenaga honorer, khususnya guru telah diregistrasi datanya untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, dalam pendataan itu berbagai cara dilakukan, agar bisa diangkat menjadi CPNS. Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Irwanto Tampubolon, mengharapkan agar seleksi dan pengumpulan database yang dilakukan dalam proses pendataan tenaga honorer harus sesuai dengan surat […]

  • Marsisalamatkon Dirina Boto Jolmai

    Marsisalamatkon Dirina Boto Jolmai

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songonimada dihangolunon, pala adongma tando-tando nagiot karom parau ibarat ni namarlayar di laut nabolak, marsisalamatkon dirina mei jolmai, adong namamuhung-muhung songoni baen biarna ia ona jorat, adong antong mamasang kuda-kuda gorarna anso bisa morot sian parau nagiot karomi, adong muse sifat nijolmai nabulus putus asado, hodoma tuhan namangida anggo audo inda adong dayo upayo ningiama […]

  • Ketua KPU Madina Laporkan Uang Hadiah Pernikahannya ke KPK

    Ketua KPU Madina Laporkan Uang Hadiah Pernikahannya ke KPK

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyak menerima hadiah uang dan barang di pesta pernikahannya, Ketua KPU Madina Agussalam Nasution bukannya memanfaatkannya memperkaya diri. Malah membawa uang itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bah fuang !!!. Hadiah berupa uang dan barang itu ia peroleh dari para tamu termasuk sejumlah ketua partai dan caleg ketika pesta pernikahannya di […]

expand_less