Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


SIPIROK – Satu persatu budidaya dan home industri hasil karya putra-putri Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menemukan pangsa pasar di luar negeri.

Setelah kain songket, kini giliran kopi “ateng” asal Kecamatan Sipirok diminati Malaysia dan Singapura.

Salah seorang petani kopi asal Desa Sigiring-giring Dolok, Kecamatan Sipirok, Chaidir Hasibuan, mengatakan kopi itu sangat disukai, karena aromanya yang harum dan cita rasanya yang enak.

Menurut Chaidir, selain sangat mudah ditanam dan juga cepat panen, kopi ateng ini harganya juga sangat mahal.

Oleh karena itu, kata Chaidir, petani kopi di Kecamatan Sipirok saat ini berlomba-lomba dan lebih banyak menanam kopi ateng. Sebelumnya, warga di daerah itu, paling banyak menanam kopi jenis arabika. “Kopi ateng itu juga sangat mudah laku dan sangat dicari konsumen yang ada di Sumatera Utara,” kata Chaidir, tadi malam.

Chaidir menjelaskan, kopi ateng ini di daerah Sipirok juga disebut sebagai kopi unggulan oleh masyarakat. Warga menamakan kopi ateng, karena tinggi tanaman ini sangat pendek, namun memiliki kelebihan atau unggul dari tanaman jenis kopi lainnya seperti kopi arabika.

“Kopi ateng saat ini merupakan tanaman primadona bagi petani kopi di daerah Sipirok,” kata Chaidir.

Chaidir mengatakan, kopi ateng ini merupakan saingan berat bagi kopi luak (biji kopi yang dimakan musang. Bahkan, kopi ateng yang baru saja selesai dipanen oleh petani langsung dibeli konsumen di kebun dengan harga Rp15.000-Rp20.000 per kilogram.

“Tanaman kopi ateng ini kini sudah merupakan andalan bagi petani di Kecamatan Sipirok menggantikan tananaman warga di daerah itu yang dulunya cengkih. Tananaman cengkih di Kecamatan Sipirok tidak lagi ditanam warga karena banyak yang mati dan merugikan,” katanya.

Chaidir juga menyebutkan, setelah kopi ateng itu dibeli pengusaha atau eksportir kopi, kemudian mereka olah lagi dan dijual ke Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Bahkan, kopi ateng ini menurut beberapa pengusaha memilik kelebihan dibandingkan kopi jenis arabika, sehingga sangat banyak diminati dan laku keras di pasaran Asia.

“Kopi ateng ini bijinya sangat padat dan saat ini paling dicari bagi pecandu minumun kopi di Pulau Jawa dan Sumatera. Tanaman ini juga mudah hidup di Kabupaten Tapanuli Selatan, Dairi, dan Humbang Hasundutan di wilayah Sumatera Utara,” katanya.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikah Siri WNI di Malaysia Timbulkan Masalah

    Nikah Siri WNI di Malaysia Timbulkan Masalah

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, (MO) – Kasus nikah tanpa dokumen atau yang biasa dikenal dengan istilah nikah siri banyak terjadi di kalangan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia sehingga menimbulkan banyak permasalahan seperti ketidakjelasan status kewarganegaraan anak-anak mereka. Banyaknya kasus nikah siri tersebut diungkapkan oleh sejumlah narasumber dan para peserta dalam acara talk show bertajuk “Status Perkawinan […]

  • Kasus DBD di Madina Mulai Makan Korban

    Kasus DBD di Madina Mulai Makan Korban

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kasus demam berdarah ( DBD ) di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mulai mengkhawatirkan. Sejumlah warga dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Kekhawatiran akibat jangkitan penyakit yang bersumber dari gigitan nyamuk itu pun mulai menjadi perbincangan khususnya kaum ibu. Derlina, warga Kelurahan Sipolu Polu pada Mandailing Online bercerita, di […]

  • PUPR Madina Pastikan Awal Tahun 2024, Tanggul Sungai Aek Rogas Diperbaiki

    PUPR Madina Pastikan Awal Tahun 2024, Tanggul Sungai Aek Rogas Diperbaiki

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Oline )- Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR Mandailing Natal ( Madina ) tahun depan akan alokasikan anggaran untuk perbaikan tanggul sungai aek rogas di Desa Roburan, Kecamatan Panyabungan Selatan yang jebol. ” diawal tahun 2024 ini PUPR akan perbaiki tanggul itu, karena harus miliki perencamaan yang matang, sebab di atas bendungan air […]

  • Mata Rakyat

    Mata Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : MISRON SAIDI BATUBARA, ST* Pemilu 2019 yang sudah mendekat, haruslah dijamin bahwa secara kualitas akan lebih baik dari pada Pemilu 2014, baik dari jumlah pemilih yang lebih banyak dan jumlah pelanggaran yang harus lebih berkurang. Itu semua menjadi PR penting bagi seluruh elemen baik penyelenggara pemilu bahkan rakyat secara umum untuk menjamin pemilu […]

  • Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah Capai 1,2 Juta

    Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah Capai 1,2 Juta

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Biaya penerbitan sertifikat tanah 1.000.000 hingga 1.200.000 rupiah. Akibatnya warga menjerit. Sejumlah warga Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengungkapkan, aparat desa mematok target rupaiah itu untuk pengurusan satu sertifikat tanah. Padahal, pemerintah pusat sudah menegaskan bahwa biaya penerbitan sertifikat gratis alias tak ada pungutan biaya. “Kami […]

  • Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasat Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) AKP Timbul Sihombing menyatakan, Senin (12/5/2014) pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan terhadap anggota Satuan Narkoba saat melakukan tugas. “Diduga anggota kita dikeroyok pada saat melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika golongan 1 jenis ganja,” sebutnya menjawab wartawan. Anggota Satuan Narkoba Bripka Frans […]

expand_less