Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Korupsi, Adakah Solusi ?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


Di Indonesia, korupsi agaknya telah menjadi persoalan
yang amat kronis. Ibarat penyakit, korupsi dikatakan
telah menyebar luas ke seantero negeri dengan jumlah
yang dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat.
Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga, juga
menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang
penduduknya mayoritas muslim ini termasuk yang paling
tinggi di dunia.
Korupsi tentu saja sangat merugikan keuangan negara. Di
samping itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan
kolusi, juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat
negara menjadi tidak optimal. Korupsi juga makin
menambah kesenjangan akibat memburuknya distribusi
kekayaan. Bila sekarang kesenjangan kaya dan miskin
sudah demikian menganga, maka korupsi makin melebarkan
kesenjangan itu karena uang terdistribusi secara tidak
sehat (tidak mengikuti kaedah-kaedah ekonomi sebagaimana
mestinya). Koruptor makin kaya, rakyat yang miskin makin
miskin. Akibat lainnya, karena uang gampang diperoleh,
sikap konsumtif jadi terangsang. Tidak ada dorongan ke
pola produktif, sehingga timbul inefisiensi dalam
pemanfaatan sumber daya ekonomi.
Sesungguhnya terdapat niat cukup besar untuk mengatasi
korupsi. Bahkan telah dibuat satu tap MPR khusus tentang
pemberantasan KKN, tapi mengapa tidak kunjung berhasil?
Tampak nyata bahwa penanganan korupsi tidak dilakukan
secara komprehensif, sebagaimana ditunjukkan oleh
syariat Islam berikut:
Pertama, sistem penggajian yang layak. Aparat pemerintah
harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Dan itu sulit
berjalan dengan baik bila gaji tidak mencukupi. Para
birokrat tetaplah manusia biasa yang mempunyai kebutuhan
hidup serta kewajiban untuk mencukup nafkah keluarga.
Agar bisa bekerja dengan tenang dan tidak mudah tergoda
berbuat curang, kepada mereka harus diberikan gaji dan
tunjangan hidup lain yang layak. Berkenaan dengan
pemenuhan kebutuhan hidup aparat pemerintah, Rasul dalam
hadits riwayat Abu Dawud berkata, “Barang siapa yang
diserahi pekerjaan dalam keadaan tidak mempunyai rumah,
akan disediakan rumah, jika belum beristri hendaknya
menikah, jika tidak mempunyai pembantu hendaknya ia
mengambil pelayan, jika tidak mempunyai hewan tunggangan
(kendaraan) hendaknya diberi. Dan barang siapa mengambil
selainnya, itulah kecurangan (ghalin)”.
Kedua, larangan menerima suap dan hadiah. Hadiah dan
suap yang diberikan seseorang kepada aparat pemerintah
pasti mengandung maksud agar aparat itu bertindak
menguntungkan pemberi hadiah. Tentang suap Rasulullah
berkata, “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima
suap” (HR. Abu Dawud). Tentang hadiah kepada aparat
pemerintah, Rasul berkata, “Hadiah yang diberikan kepada
para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima
hakim adalah kufur” (HR. Imam Ahmad). Suap dan hadiah
akan berpengaruh buruk pada mental aparat pemerintah.
Aparat bekerja tidak sebagaimana mestinya. Di bidang
peradilan, hukum ditegakkan secara tidak adil atau
cenderung memenangkan pihak yang mampu memberikan hadiah
atau suap.
Ketiga, perhitungan kekayaan. Untuk menjaga dari berbuat
curang, perhitungan kekayaan para pejabat harus
dilakukan di awal dan di akhir jabatannya. Bila terdapat
kenaikan yang tidak wajar, yang bersangkutan harus
membuktikan bahwa kekayaan yang dimilikinya itu
benar-benar halal.Cara inilah yang sekarang dikenal
dengan istilah pembuktian terbalik yang sebenarnya
sangat efektif mencegah aparat berbuat curang. Tapi
anehnya cara ini ditentang untuk dimasukkan dalam
perundang-undangan.
Keempat, teladan pemimpin. Khalifah Umar menyita sendiri
seekor unta gemuk milik puteranya, Abdullah bin Umar,
karena kedapatan digembalakan bersama di padang rumput
milik Baitul Mal Negara. Hal ini dinilai Umar sebagai
bentuk penyalahgunaan fasilitas negara. Demi menjaga
agar tidak mencium bau secara tidak hak, khalifah Umar
bin Abdul Azis sampai menutup hidungnya saat membagi
minyak kesturi kepada rakyat. Dengan teladan pemimpin,
tindak penyimpangan akan mudah terdeteksi sedari dini.
Penyidikan dan penyelidikan tindak korupsi pun tidak
sulit dilakukan. Tapi bagaimana bila justru korupsi
dilakukan oleh para pemimpin? Semua upaya apa pun
menjadi tidak ada artinya sama sekali.
Kelima, hukuman setimpal. Pada galibnya, orang akan
takut menerima risiko yang akan mencelakakan dirinya.
Berfungsi sebagai pencegah (zawajir), hukuman setimpal
atas koruptor diharapkan membuat orang jera dan kapok
melakukan korupsi. Dalam Islam, koruptor dikenai hukuman
ta’zir berupa tasyhir (pewartaan), penyitaan harta dan
hukuman kurungan, bahkan sampai hukuman mati.
Keenam, pengawasan masyarakat. Masyarakat dapat berperan
menyuburkan atau menghilangkan korupsi. Masyarakat yang
bermental instan akan cenderung menempuh jalan pintas
dalam berurusan dengan aparat dengan tak segan memberi
suap dan hadiah. Sementara masyarakat yang mulia akan
turut mengawasi jalannya pemerintahan dan menolak aparat
yang mengajaknya berbuat menyimpang. Demi menumbuhkan
keberanian rakyat mengoreksi aparat, khalifah Umar di
awal pemerintahannya menyatakan, “Apabila kalian
melihatku menyimpang dari jalan Islam, maka luruskan aku
walaupun dengan pedang”. Dengan pengawasan masyarakat,
korupsi menjadi sangat sulit dilakukan. Bila ditambah
dengan teladan pemimpin, hukuman yang setimpal, larangan
pemberian suap dan hadiah, pembuktian terbalik dan gaji
yang mencukupi, insya Allah korupsi dapat diatasi dengan
tuntas.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Narasi Jahat Mengkaitkan Perempuan dengan Terorisme

    Narasi Jahat Mengkaitkan Perempuan dengan Terorisme

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Aksi terorisme belum lama ini kembali terjadi di Indonesia, kali ini menyasar Katedral Makassar dan Mabes Polri, Jakarta. Dari tiga pelaku, dua diantaranya berjenis kelamin perempuan. Peneliti hukum dan HAM LP3ES sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, Milda Istiqomah mengatakan, ada peningkatan tren aksi teror yang melibatkan perempuan dalam beberapa […]

  • Dirjen EBTKE : SMGP Harus Dukung Pemkab Madina Bangun Daerah

    Dirjen EBTKE : SMGP Harus Dukung Pemkab Madina Bangun Daerah

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengimbau PT Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP) bekerjasama dengan Pemkab Madina membangun daerah. Terutama mendukung perekonomian desa-desa sekitar wilayah kerja SMGP. SMGP adalah perusahaan panas bumi yang memiliki Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) di Desa Sibanggor Tonga dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Madailing Natal (Madina), […]

  • Komisi I DPRD Madina Gagal Sidak ke PT.TBS

    Komisi I DPRD Madina Gagal Sidak ke PT.TBS

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        NATAL (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina gagal menjalankan tugas Sidak di lokasi PT. Tri Bahtera Srikandi di Sikara-kara, Natal, Sabtu (9/11/2019). Rombongan Komisi I yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) itu meliputi Asmaruddin Nasution, Ishar Helmi dan H. Amdani serta didampingi pejabat sekretariat Komisi I, Adi. Asmaruddin Nasution menjawab Mandailing Online menyatakan […]

  • Dugaan Korupsi Di Disbun Madina

    Dugaan Korupsi Di Disbun Madina

    • calendar_month Kamis, 26 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Bau korupsi tercium di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dana yang diduga ditilep adalah anggaran Pembukaan Jalan Produksi senilai 500 Juta rupiah dan dana Perluasan Lahan Karet (PLA) seluas 66 Ha bernilai 4 juta rupiah per hektar. Masing-masing program ini di tahun2010, era Pj. Bupati Madina Aspan Sopian Batubara. […]

  • Bantu Korban Kebakaran, Saipullah Sampaikan Hata Sobar-Sobar

    Bantu Korban Kebakaran, Saipullah Sampaikan Hata Sobar-Sobar

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) Saipullah Nasution menyerahkan bantuan beberapa jenis sembako kepada keluarga korban kebakaran di Kelurahan Dalanlidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (1/9/2024). Saat menjeguk keluarga korban kebakaran di Kelurahan Dalanlidang, Bang Ipul – panggilan akrab Saipullah –menyampaikan hata sobar-sobar. “Rasulullah mengajarkan kepada kita agar […]

  • PDAM Tirta Madina Tambah Jalur Pipa  Untuk Masyarakat Gunung Tua Julu

    PDAM Tirta Madina Tambah Jalur Pipa Untuk Masyarakat Gunung Tua Julu

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Lorong H. Zainuddin, Desa Gunung Tua Julu, Kecamatan Panyabungan mengucapkan terimaksi kepada PDAM Tirta Madina karena telah menambah jalur baru pemipaan air bersih untuk kebutuhan air minum warga. “Kami sekarang sudah bisa mengambil air bersih untuk kebutuhan air minum keluarga,” kata Hannum seorang ibu rumah tangga kepada wartawan, Kamis (15/9). […]

expand_less