Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Kota Padang Kekurangan Tenaga Kesehatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
  • print Cetak


PADANG :
Pelayanan kesehatan di Kota Padang Provinsi Sumatra Barat dihadapkan masalah kurangnya tenaga kesehatan, baik dokter, paramedis dan petugas administrasi, kata Walikota Padang, Fauzi Bahar.

Hingga akhir 2010, pelayanan kesehatan di Padang masih kekurangan 14 orang dokter, dari kebutuhan 80 orang baru tersedia 66 orang dokter, kata Fauzi Bahar dalam laporan pertanggungjawaban Walikota 2010 di Padang, Sabtu 16 Juli 2011.

Kemudian, untuk tenaga perawat di Padang baru ada 203 orang, sedangkan kebutuhannya 228 orang sehingga ada kekurangan sebanyak 25 orang perawat.

Tenaga bidan sebanyak 231 orang dari kebutuhan sebanyak 276 orang sehingga ada kekurangan tenaga bidan sebanyak 36 orang.

Selanjutnya, untuk tenaga perawat kesehatan gigi membutuhkan sebanyak 40 orang sedangkan yang tersedia hanya 30 orang sehingga ada kekurangan 10 orang dan tenaga sanitarian dibutuhkan 34 orang, yang tersedia 31 orang hingga kekurangan tiga orang.

Berikutnya, jumlah tenaga petugas gizi yang ada di Padang baru 26 orang dari kebutuhan sebanyak 43 orang dan terjadi kekurangan tenaga mencapai 17 orang.

Begitu pula tenaga rekam medis di Padang baru tersedia sembilan orang dengan kebutuhan sebanyak 20 orang sehingga ada kekurangan tenaga sebanyak 11 orang.

Tenaga tata usaha kesehatan sebanyak 46 orang namun yang tersedia hanya 34 orang dan terjadi kekurangan sebanyak 12 orang.

Selain mengalami kekurangan tenaga kesehatan, perkembangan penambahan jumlah ketersediaan sarana dan prasarana bidang ini di Padang, juga tergolong rendah padahal fasilitas memadai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sarana prasarana kesehatan yang bertambah di Padang hingga akhir 2010 hanya jumlah pos kesehatan keliling (Poskeskel), menjadi 23 unit dari sebelumnya 19 unit pada 2009.

Dari tujuh jenis sarana prasarana kesehatan di Padang selama 2010, hanya satu yang mengalami peningkatan yakni Poskeskel, sedangkan lima item jumlahnya tetap dan satu item berkurang.

Sarana prasarana yang berkurang jumlahnya adalah kendaraan roda-4 layanan kesehatan dari sebelumnya 2009 sebanyak 28 unit turun menjadi 26 unit pada 2010.

Sedangkan sarana prasarana kesehatan yang tidak mengalami perubahan jumlahnya selama 2010 adalah, Puskesmas masih tetap 20 unit, Puskesmas Pembantu tetap sebanyak 62 unit, Puskel bertahan 21 unit.

Jumlah Posyandu masih tetap sebanyak 864 unit dan kendaraan motor roda-2 untuk layanan kesehatan masih bertahan sebanyak 140 unit.(an)
Sumber : eksposnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

    Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliran air dari PDAM Tirta Madina yang sering mati menuai protes dari pengguna di wilayah Parbangunan dan Aek Galoga. Owner Raja Batu Residence (RBR) Irwan H Daulay bahkan menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dengan tembusan kepada Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, […]

  • IPW: Kompol M Hasan Dicopot Karena Kasus SIM

    IPW: Kompol M Hasan Dicopot Karena Kasus SIM

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Medan – Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Hasan, dicopot dari jabatannya dan dimutasi sebagai Perwira Menengah (Pamen) di Rorena Polda Sumut. Hal itu tertuang dalam Telegram Rahasia Kapolda Sumut nomor ST/1208/X/2015, tertanggal 16 Oktober 2015. Menanggapi hal itu Ketua Presidium Indonesi‎a Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan bahwa Kompol M Hasan dimutasi, […]

  • Obyek Wisata yang Dikelola Pemkab Madina Ternyata hanya Pemandian Air Panas Hutaraja. Ini Anggaran Perjalanan Dinas Pariwisata Madina

    Obyek Wisata yang Dikelola Pemkab Madina Ternyata hanya Pemandian Air Panas Hutaraja. Ini Anggaran Perjalanan Dinas Pariwisata Madina

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski destinasi wisata cukup banyak di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata tidak dapt mendongkrak pendapatan asli daerah. pasalnya dari sekian banyak destinasi wisata itu, hanya satu saja yang bisa yang bisa dikelola dan menghasilkan retribusi yakni pemandian air panas yang terletak di Desa Hutaraja Kecamatan Panyabungan Selatan. Kepala Dinas […]

  • Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

    Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) -Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) kembali menyoroti perkembangan Desa setelah 5 tahun berlangsungnya pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Peneliti YRKI, Agus Anwar Sipahutar, SH.I, MH menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan dikeluarkannya UU Desa tersebut adalah untuk memberdayakan agar menjadikan Desa itu menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis, […]

  • Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

    Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Meski baru beberapa bulan berdiri namun pasar Kampoeng Kaos Madina (KKM) sudah merambah ke luar daerah bahkan luar Propinsi Sumatera Utara (Sumut). KKM yang dikelola oleh generasi muda Mandailing Natal (Madina) di Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan ketika dijambangi MedanBisnis, Minggu (21/11) terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari berbagai pihak maupun untuk persediaan. […]

  • Ulang Boto Amang Markusandar di Ayu Naburuk

    Ulang Boto Amang Markusandar di Ayu Naburuk

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dompak mangolu hayu ara nagodang pade nian ibaen parsilaungan dihatiha udan sanga hatiha las niari songon pandokon ni dongan-dongan saro tole, tai anggo madung abis ukur-ukur di ayu nagodangi, bulungnape madung rurus, punggur domai di ginjang, ulang nangkan namarsisandar di batang nagodangibe, sanga linyat itinggang punggur, mapor-por dei boto oli-olii. Pala adong dope nagiot markusandar […]

expand_less