Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum NGO lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal menilai laporan SLP Conservation International Indonesia tak masuk akal.

Forum NGO lingkungan di Madina menilai bahwa laporan Conservation International Indonesia (CII) yang mengklaim sebanyak 4.700 petani Madina mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian yang dilakukan dalam program Sustainable Landscapes Partnership (SLP) CII.

“Mereka membuat laporan kepada petingginya di Jakarta dengan bahasa dan data-data kesuksesan yang berlebihan. Itu tak masuk diakal,” kata Syafruddin Lubis, Koordinator Umum BPGC didampingi pimpinan NGO yang tergabung dalam Forum NGO Lokal Lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal, di Panyabungan, Kamis (1/10).

Hal ini diketahui berdasarkan surat yang dikirimkan Simon Badcock, Chief of Party SLP Conservation International Indonesia kepada Batang Pungkut Green Conservation (BPGC).

Forum NGO ini beranggotakan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC), Serikat Hijau Indonesia (SHI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Mandailing Natal, Sumatra Rainforest Institute (SRI), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sumatera Utara menilai

Dikatakannya,  dalam surat CII yang ditandatangani Simon Badcock menjelaskan kepada BPGC  bahwa 4.700 masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian  yang dilakukan dalam program SLP CII.

“Bagaimana cara menghitungnya?, ini klaim yang berlebihan, jumlah ini tentu saja muncul dari laporan staf CII yang di Madina” ujarnya.

Oleh karenanya, Forum NGO ini akan melakukan investigasi. Hasilnya akan dikirim kepada USAID dan The Wilton Family selaku donator program Sustainable Landscapes Partnership itu.

Sementara itu, Sekretaris HKTI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Mandailing Natal Khairul Anwar Siregar menambahkan bahwa Forum koalisi NGO Lokal Lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal sedang melengkapi data-data kejanggalan program SLP CII di Madina.

“Klaim seperti ini tidak boleh dibiarkan, ini sama saja dengan menjual kepala petani-petani Madina kepada donornya CII, sedang mereka sendiri belum mempunyai peranan yang berarti dalam pembinaan petani di daerah kita” ujarnya.

Anwar memberikan contoh, salah satu hasil investigasi yang telah dilakukan, ditemukan pemakaian cairan kimia dalam pelatihan karet yang dilakukan oleh CII, pemakaian zat tersebut ternyata tidak pernah dilaporkan kepada Pemda Madina.

“Selain klaim 4.700 masyarakat penerima manfaat, masih ada keanehan yang lain dalam program SLP CII di Madina. Dan NGO lokal Madina masih terus melakukan investigasi,” imbunhya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dispenda Sumut Rp9,3 M

    Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dispenda Sumut Rp9,3 M

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Puluhan massa tergabung dalam Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar) melakukan aksi unjukrasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jalan Abdul Haris Nasution, Medan, Selasa (08/03/2011). Dalam aksinya, mereka meminta Kejatisu mengusut tuntas seluruh kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala dan Wakil Kepala Daerah serta mantan Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Sumut tanpa […]

  • Hidayat Masih Punya Kuku

    Hidayat Masih Punya Kuku

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupat i Mandailing Natal (Madina), HM Hidayat Batubara, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan kini telah berstatus terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, ternyata masih memiliki “kuku”. Hidayat disebut-sebut mengatur komposisi Kepala Dinas (Kadis) di jajaran instansti pemerintah Kabupetan […]

  • Pemuda Desa Pidoli Lombang Libatkan diri Cari Pelaku Perkosaan Terhadap Warganya

    Pemuda Desa Pidoli Lombang Libatkan diri Cari Pelaku Perkosaan Terhadap Warganya

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): kasus perkosaan yang dialami SN ( 20 ) warga desa pidoli lombang, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) masih terus jadi tanda tanyak Pasalnya dari 4 orang yang terlibat dari  pengakuan korban. Baru 1 orang yang diamaankan kepolisian dari Polres Madina yakni inisial I bekerja sebagai tenaga […]

  • Jangka Dekat, Jalan Tabuyung – Manuncang Akan Dikerjakan

    Jangka Dekat, Jalan Tabuyung – Manuncang Akan Dikerjakan

    • calendar_month Jumat, 11 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2023 Pemerintah Pusat kucurkan dana Rp. 50 Milyar untuk pembangunan jalan sepanjang 11 Km di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal ( Madina ). Hal ini dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 33 Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR Sumatra II M.Fauzan Azima Lubis saat melaporkan kegiatan itu […]

  • Pembangunan Gedung Markas PMI di Madina Sudah 6 Kali Penganggaran

    Pembangunan Gedung Markas PMI di Madina Sudah 6 Kali Penganggaran

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Komisi III DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menjalankan fungsi pengawasan nya lewat tinjauan lapangan melihat secara langsung progres pembangunan yang sumber dananya dari APBD Kabupaten untuk tahun 2025. Hari ini Komisi III tinjauan lapangan ke pembangunan gedung Markas PMI ( palang merah indonesia ). Dari data yang di dapat […]

  • Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen mahasiswa menilai pernyataan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap yang mengatakan, tidak ada masalah dengan spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H yang memakai logo daerah lain tidak bijaksana. “Pantas saja Kabupaten Palas ini tidak ada majunya. Soalnya rasa cinta terhadap daerah sangat minim sekali. Bahkan, banyak orang yang mengaku tokoh, tapi […]

expand_less