Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

LBH Medan Minta Amnesti Internasional Tangani Penembakan di Sorikmas Mining Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
  • print Cetak


MEDAN: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan terus melawan kebijakan kepolisian dalam menyelesaikan konflik di PT Sorik Merapi Mas,Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina).

Setelah melaporkan kasus ini kepada presiden, kapolri dan pimpinan lembaga tinggi negara,LBH Medan kini meminta bantuan dari lembaga HAM internasional. ”Ya, amnesti Internasional yang mendukung tentang Hak Asasi Manusia (HAM),” ucap Direktur LBH Medan Nuriyono, Sabtu 4 Juni 2011.

Dia menilai tindakan kepolisian yang lebih memilih melakukan cara represif dibanding pendekatan persuasif sudah melanggar kesepakatan tentang HAM.Untuk itu,pihaknya meminta human rights commission yang bertempat di Hongkong membantu menyelesaikan kasus ini.”Sampai kapan pun masyarakat akan kalah dengan lembaga kepolisian. Sebab, mereka legalisasi dari kekuasaan negara,”ucapnya.

Dia menambahkan, pendekatan represif sudah tidak layak dikedepankan di zaman sekarang ini.Jika masih menggunakan pendekatan refresif, berarti reformasi kepolisian yang ramah terhadap masyarakat tidak berjalan. ”Kami berharap tidak hanya dukungan dari berbagai pihak di Indonesia saja, tetapi dari institusi lainnya dari internasional.” ”Tujuannya, agar presiden mengambil kebijakan yang tepat dalam penyelesaian persoalan yang melibatkan kepolisian,”jelasnya.

Dengan reformasi kebijakan itu muaranya diharapkan institusi kepolisian tidak lagi menggunakan cara pola lama, serta menempatkan orang orang yang tepat memimpin institusi kepolisian di daerah. ”Kami melakukan ini karena kami menghargai kepercayaan masyarakat. Selama ini, kami terus mendampingi masyarakat yang meminta perlindungan secara hukum,”pungkasnya.

Sementara itu, Praktisi Hukum Muslim Muis menyatakan, negara harusnya memberikan jaminan perlindungan hukum terhadap warga,bukan malah melakukan tindakan yang melanggar HAM. ”Kalau negara sudah tidak sanggup memberikan perlindungan kepada masyarakat secara hukum,mereka bisa minta suaka ke Amerika,”jelasnya.

Dalam kasus ini, kata Muslim, pemerintah mestinya memberi perlindungan kepada warganya, bukan kepada perusahaan asing.Perbuatan arogansi dengan cara melakukan pengepungan tersebut menunjukan negara tidak membela masyarakat. ”Masih ada pola-pola yang lebih bijak dilakukan dari pada melakukan pengepungan kantor. Apa pola komunikasi dan persuasi sulit atau memang cara militer yang tepat dipakai?” tanya Muslim.

Wadir LBH Medan ini berharap agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kapolri Jenderal Pol Timor Pradopo, Ketua DPR Marzuki Ali,Ketua DPD Irman Gusman, dan Komisi III DPR mengkaji caracara yang dilakukan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dalam menyelesaikan konflik.

Begitu juga dengan amnesti internasional hendaknya mendukung dalam pemberian perlindungan kepada para korban. Sementara itu,Polda Sumut siap mempertanggungjawabkan penangganan kerusuhan pembakaran camp PT Sorikmas Mining.Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso mempersilakan jika ada pihak yang keberatan atas penangganan kasus tersebut, dimana polisi telah menetapkan enam warga Desa Hutagodang Muda,di Kecamatan Siabu, Kab Madina sebagai tersangka.

Dua di antaranya, diserahkan LBH Medan,Jumat 3 Juni 2011,yakni Syafruddin dan Hamdan Lubis. ”Silakan laporkan kalau ada yang merasa keberatan atas penangganan kasus. Itu hak semua warga,” ungkap Heru, Sabtu 4 Juni 2011.

Heru menegaskan bahwa penangganan kasus tersebut sudah sesuai peraturan. Penetapan dan penahanan keenam warga dari 38 yang teridentifikasi sebagai tersangka tersebut berdasarkan barang bukti yang dimiliki petugas. Barang bukti tersebut berupa kamera pengintai (CCTV) di camp PT Sorikmas Mining. Dalam rekaman tersebut terlihat beberapa warga memiliki tindakan berbeda- beda.(si)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Harga Cabe Merah Tembus 40 Ribu/Kg

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam empat hari terakhir harga cabe merah di Mandailing Natal (Madina) terus mengalami kenaikan. Penjualan pada Jum’at (17/5/2013) menembus 40.000 rupiah dari sebelumnya 30.000 rupiah per kilo gram. Pengakuan para pedagang, kenaikan harga cabe merah akibat pasokan dari petani sedang turun, sehingga harga cendrung naik. “Pasokan cabe merah kita terima dari […]

  • Pemkab Madina Drop 11 Ton Bahan Pangan dan Obat

    Pemkab Madina Drop 11 Ton Bahan Pangan dan Obat

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sejauh ini Pemkab Madina telah menyalurkan bantuan 11 ton bahan makanan dan obat-obatan dan selimut. “Kita salurkan ke posko bencana yang sudah kita bentuk di kecamatan Natal dan Kecamatan Muara Batang Gadis,” ujar Subuki dalam keterangan pers, Selasa (21/12/2021). Bantuan sembako itu selanjutnya akan disalurkan oleh pihak kecamatan ke desa-desa yang […]

  • Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor

    Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, (MO) – Seorang TKI yang mengaku diperkosa tiga polisi Malaysia tampil di pengadilan hari ini untuk memberikan kesaksian. Dalam persidangan, wanita berumur 26 tahun itu mengaku telah berhubungan seks dengan kekasihnya sebelum melapor ke polisi mengenai pemerkosaan itu. Wanita Indonesia itu menyampaikan hal tersebut saat ditanyai jaksa Suhaimi Ibrahim dalam persidangan kasus pemerkosaan […]

  • Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak tampak kebanggaan berlebihan pada diri Ayu Kusuma atas keberhasilannya mempengaruhi perilaku orang lain di luar negeri. Ceritanya terkesan datar meskipun sebetulnya ia tak bisa menutupi kebanggaannya itu. Ayu bersama lima teman lainnya, siswa kelas III SMKN 2 Bondowoso, telah berhasil memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni bahasa dan logat Madura. Ayu Kusuma […]

  • Kasus Maga, Usut Gratifikasi Perpanjangan IUP Usaha Panas Bumi

    Kasus Maga, Usut Gratifikasi Perpanjangan IUP Usaha Panas Bumi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam proses hukum, Polres Madina diminta mengedepankan sisi penyebab terjadinya penyerangan massa yang berujung pada pengerusakan serta meninggalnya Ispara Sakti Nasution alias Adek di Maga Lombang, Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina), Selasa (20/1) kemarin. “Kemudian saya juga mengharap agar masyarakat Lereng Sorik Marapi jangan mau lagi diadu domba dengan […]

  • Berantas Pekat, Satpol PP Ambil Langkah Persuasif

    Berantas Pekat, Satpol PP Ambil Langkah Persuasif

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina memilih komunikasi persuasif. Kepala Satpol PP Pemkab Madina Hendra Edisa Putra AP MM mengatakan, untuk menegakkan Perda tentang penanganan penyakit masyarakat, Satpol PP memilih cara berkomunikasi dengan warga itu sendiri dengan membujuk […]

expand_less