Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

M. Kasim Dalimunthe, Pelopor Sastra Indonesia Dari Kotanopan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Sep 2017
  • print Cetak

 

Askolani Nasution

Oleh : ASKOLANI NASUTION
Budayawan

 

Saya kaget ketika beberapa hari yang lalu tahu bahwa rumah M. Kasim ada di ujung jalan Pesanggarahan Kotanopan. Dan saya sempat berbincang-bincang banyak hal tentang beliau dengan cucunya yang masih tinggal di Kotanopan, terutama menyangkut kemungkinan arsip-arsip naskah yang masih tinggal.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa M. Kasim adalah sastrawan besar, pelopor cerpen Indonesia. Karena itu beliau dinobatkan sebagai “Bapak Cerpen Indonesia”. Bahkan Ajib Rosidi menobatkan beliau sebagai peletak dasar lahirnya sastra modern Indonesia.

Bayangkan saja, beliau sudah menerbitkan cerpen sejak tahun 1910, sebelum Perang Dunia I. Beliau tumbuh dalam kekentalan sastra Melayu yang berkembang di Nusantara sebagai Lingua Franca, terutama sastra lisan. Ada dua genre penting Sastra Melayu ketika itu, yakni Sastra Melayu Rendah yang digunakan sebagai bahasa penerbitan dan pers yang didominasi orang-orang Tionghoa, dan sastra Melayu Tinggi yang digunakan sebagai bahasa pendidikan. Karena maraknya penggunakan Sastra Melayu Rendah, pemerintah kolonial menertibkannya dengan pendirian badan penerbit resmi: “Balai Pustaka”.

Kasim adalah bagian dari psoses pem-Balai-Pustakaan naskah-naskah cerita pada awal tahun 20-an. Selain beliau, kita mengenal nama-nama seperti Merari Siregar: Azab dan Sengsara, (1920), Marah Roesli : Siti Nurbaya (1922), Abdul Muis : Salah Asuhan (1928), dan lain-lain.

Rumah keluarga M. Kasim Dalimunte di Kotanopan

Awalnya M. Kasim, sesuai dengan pekerjaannya sebagai guru di SD Kotanopan, banyak menggunakan sastra lisan. Salah satu ceritanya yang terkenal adalah “Si Bisuk Na Oto”. Karena sastra lisan itu pula yang membuat saya gagal menemukan naskah “Si Bisuk Na Oto” yang dikarangnya sebagai sastra literer, sastra lisan.

Banyak memang versi cerita “Si Bisuk Na Oto”, bahkan yang paling konyol sekalipun. Tokoh Si Bisuk Na Oto mungkin lebih dekat dengan prototipe tokoh imajiner Abu Nawas dalam kisah “Seribu Satu Malam” yang tekenal itu. Karena banyak versi itu, dan tak ada yang tertulis, membuat saya tahun 2015 lalu membuat versi sendiri, yang kemudian saya angkat dalam film “Si Bisuk Na Oto” yang diperankan Zulfikar Rambe, Nila Sari, dan lain-lain. Karakternya saya bayangkan saja gaya Robert De Niro dalam film tahun 90-an ketika ia memerankan tokoh dengan keterbelakangan mental, dan Dustin Hoffman dalam film “Rain Man”. Itu bagian dari rasa penasaran saya terhadap tokoh “Si Bisuk Na Oto” yang sering diceritakan M. Kasim. Tentu orang tidak tahu bahwa film tersebut bagian dari upaya saya mengangkat pesona M. Kasim.

Kumpulan cerpen pertama M. Kasim adalah “Teman Duduk” yang terbit tahun 1936, sekaligus sebagai Kumpulan Cerpen Pertama di Indonesia yang diterbitkan Balai Pustaka. Tetapi sebelumnya, M. Kasim sudah menulis novel “Muda Teruna” (1922), Si Samin (1924) yang memenangkan naskah Sayembara Buku Anak-Anak di Balai Pustaka. Kumpulan cerpen lainnya adalah “Bertengkar Berbisik”, “Bual di Kedai Kopi”, dan “Dja Binuang Pergi Berburu”. Beliau juga menulis naskah terjemahan, seperti Niki Bahtera (karya CJ Kieviet, 1920) dan Pangeran Hindi (karya Lewis Wallace, 1931). Cepern-cerpen lainya banyak dimuat di Majalah Pandji Pustaka (1929-1945) dan Pandji Masjarakat (setelah merdeka) yang terbit sebelum merdeka.

Karakter karya-karya M. Kasim banyak bersifat homur dan pendidikan dunia anak-anak. Itu kebalikan dari sastrawan Angkatan 20-an sezamannya yang banyak menulis roman dewasa. Mungkin karena kuatnya pengaruh roman dewasa, maka M. Kasim tidak begitu dikenal secara luas, dibadingkan dengan “Siti Nurbaya”, “Sengsara Membawa Nikmat”, dan “Salah Asuhan” yang diangkat menjadi film oleh TVRI ketika itu.

Tentu bukan hanya M. Kasim yang mewakili sastrawan besar dari Mandailing Natal. Ada Suman Hs yang menjadi murid M. Kasim di Kotanopan, ada Mochtar Lubis dari Muara Soro, Kotanopan.Selain tentu Sutan Takdir Alisjahbana yang lama di Natal.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

    Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat wajib berhati-hati saat melihat Gerhana Matahari Total (GMT) besok, Rabu 9 Maret 2016. Masyarakat diimbau tidak menggunakan mata telanjang saat melihat gerhana. Sebab efek samping yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi mata. Menurut Dokter Spesialis Mata Bayu Sasangko melihat langsung Gerhana Matahari dapat menimbulkan beberapa efek kerusakan pada mata yang disebut solar eclips retinopathy. Gejalanya, […]

  • Polres Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Pemkab Madina

    Polres Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Madina AKBP.Mardiaz Kusin.D,S,iK,M.Hum menegaskan pihaknya saat ini konsen dalam menindaklanjuti kasus tindak korupsi yang ada di Pemkab Madina, terutama persoalan pengerjakan proyek yang tidak sesuai dokumen dengan kondisi di lapangan. “Ada beberapa kasus yang saat kita tangani diantaranya kasus program cetak sawah pada Dinas Pertanian, kasus pabrik es pada […]

  • MAKNA IBADAH HAJI

    MAKNA IBADAH HAJI

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Haura Aktivis/Ibu Rumah Tangga Sebagaimana diketahui, bulan-bulan ini sudah memasuki bulan-bulan haji tahun 1444 H. Jutaan calon jemaah haji telah mulai berangkat dari berbagai penjuru dunia menuju tanah suci, Mekah al-Mukarramah. Jutaan lainnya telah mengantri untuk bisa berangkat tahun depan. Meski tergolong berat dan melelahkan, minat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji ke […]

  • Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam kembali menahan tersangka tindak pidana korupsi pengadaan lahan gardu induk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang berokasi di Dusun V Desa Petangguhan Kecamatan Galang. Kali ini Kejari menahan M Dachi (45) yang merupakan staf Badan Pertanahan Negara (BPN) Deli Serdang, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan itu […]

  • DAK2 Madina 470.230 Jiwa Untuk Pemilu 2014

    DAK2 Madina 470.230 Jiwa Untuk Pemilu 2014

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah DAK2 di Kabupaten Mandailing Natal berjumlah 470.230 orang, terdiri dari laki – laki sebanyak 227.809 dan perempuan 242.421 orang. Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan (DAK2) merupakan data base penduduk untuk kebutuhan Pemilihan Umum 2014 nanti. Data ini merupakan hal mendasar dalam pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD yang didasarkan pada […]

  • Perambahan Hutan Batang Natal dan Lingga Bayu Diduga Dibacking Oknum Aparat dan Dewan

    Perambahan Hutan Batang Natal dan Lingga Bayu Diduga Dibacking Oknum Aparat dan Dewan

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Aktifitas perambahan hutan alias praktek illegal logging di sejumlah kawasan hutan di Kecamatan Batang Natal dan Lingga Bayau Kabupaten Madina terus saja berlangsung secara terang-terangan dan tanpa memperdulikan, lingkungan, aparat dan masyarakat sekitar. Bahkan aktifitas tersebut juga disinyalir merambah sampai ke hutan lindung yang disulap menjadi perkebunan pribadi. Informasi diperoleh Portibi DNP, dari […]

expand_less