Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Mahar Perkawinan di Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
  • print Cetak

Oleh: M.S. Husein Pulungan

Ada yang bilang bahwa biaya perkawinan di tanah Mandailing sangat mahal. Sebenarnya kalau di daerah lain seperti di Pulau Jawa, calon istri hanya diberi mahar seperangkat alat sholat. Tapi kalau di daerah Mandailing, sempat mencapai rata-rata 15 juta untuk biaya satu perkawinan. Saya seorang turunan Minang, Mandailing dan Batak, yang sudah membaur dengan adat Mandailing, merasa biaya perkawinan seperti ini bukan sesuatu yang menyulitkan. Sebab mahar yang disediakan pengantin untuk mempelai wanita, sebenarnya hanya untuk kepentingan mereka juga. Misalnya bila mahar yang disetujui sebesar 15 juta. Uang itu akan dipergunakan untuk membeli tempat tidur buat calon mempelai, lemari, kasur, bantal, peralatan dapur, pakaian calon istri, pokoknya semuanya untuk kebutuhan mereka juga.

Sedangkan bagi adat lain, walaupun ia hanya menyediakan seperangkat alat sholat, tapi setelah menikah, tentu ia masih harus membeli semua keperluan diatas. Jadi kalau dijumlah dengan jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli semua yang dibeli belakangan itu, akan berjumlah sama juga pada akhirnya. Jadi jumlahnya akan menjadi sama mahalnya. Cuma saja dalam adat Mandailing, semua itu akan dianggap merupakan mahar pada calon istri. Begitulah kira-kira mengenai penggunaan mahar pada suku Mandailing di Mandailing Natal Sumatera Utara. Tapi pembaca jangan takut bila tidak bisa menyediakan uang sebanyak itu. Sebenarnya uang mahar 15 juta tadi bukanlah harga pasti. Masih ada nego dalam pembahasan uang mahar atau tuor ini. Kadang kalau si laki-laki hanya punya uang 10 juta atau 5 juta, juga masih bisa dilaksanakan perkawinan ini sesuai adat bija kedua belah pihak sama-sama menyetujui. Bahkan ada yang hanya punya uang 5 juta atau 1 juta, toh perkawinan akhirnya terlaksana juga. Dan yang paling luar biasa menurut pengalaman saya adalah kisah perkawinan paman saya dengan istrinya.

Maharnya hanya sehelai baju yang ia pakai. Tapi tentu harus melalui perjuangan panjang untuk karena ketiadaan uang ini. Sekian. Di lain waktu akan saya lanjutkan bila ada waktu.
(Sumber : kumpulanbudayamandailingpanyabungan.blogspot.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • H. Muhammad Haris Bakal Caleg DPR RI Dapil Sumut II

    H. Muhammad Haris Bakal Caleg DPR RI Dapil Sumut II

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – H. Muhammad Haris, SE,  putra Mandailing yang lama menjadi anggota DPRD Prov. Banten berencana pulang kampung menyumbangkan gagasan dan tenaga membangun daerah. Partai Demokrat telah mendaulatnya untuk pulang kampung dan maju sebagai calon anggota dari Dapil II Sumatera Utara meliputi Tapanuli Bagian Selatan dan sekitarnya. Pria pewaris oto bus […]

  • Sekda Madina Tutup MTQ

    Sekda Madina Tutup MTQ

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tahfizul Qur’an (MTQ) bagi pelajar atau santri tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) secara resmi ditutup oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Alamulhaq Daulay, Sabtu (3/12/2022). Pj Sekda Madina menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berjuang selama tiga hari dalam menyukseskan MTQ tingkat Kabupaten Madina tersebut. Alamulhaq juga mengucapkan selamat kepada […]

  • Malangnya TKI korban perkosaan

    Malangnya TKI korban perkosaan

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR, (MO) – Tiga polisi Malaysia yang memperkosa seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) di dalam Kantor Polisi di Prai, Pinang mendapatkan penangguhan penahanan dari pengadilan dengan menyetor uang jaminan sebesar 25 ribu ringgit setiap orangnya. Dalam persidangan di Pengadilan Sesyen Pulau Pinang, Jumat, Hakim Nabishah Ibrahim membenarkan setiap tertuduh di “ikat jamin” (bayaran […]

  • Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

    Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Tapsel – Usaha budidaya jamur tiram memang sangat menjanjikan. Dilihat dari finansial usaha ini layak untuk dikembangkan sebagai usaha home industri yang dapat menopang ekonomi keluarga. Sudarto (37) warga lingkungan II Kelurahan Sigalangan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini misalnya telah memulai atau merintis budidaya jamur tiram di rumahnya sendiri. Awalnya hanya coba-coba ternyata bisa. […]

  • Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

    Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penyuluh pertanian di era milenial harus fasih teknologi dan melek IT. Bahkan, penyuluh yang mendampingi petani juga diharapkan punya jaringan dengan pengusaha dan pasar, yang akan memudahkan petani untuk menjual hasil panennya. Saat ini bukan era atau zaman Bimas seperti dulu. Artinya, zamanya sudah modern, pasarnya sudah global. Karena itu, untuk mempercepat dan memudahkan pembangunan […]

  • Dua Kursi, Satu Kepala: Di Antara Basa-basi Politik dan Tuntutan Aksi Nyata

    Dua Kursi, Satu Kepala: Di Antara Basa-basi Politik dan Tuntutan Aksi Nyata

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Di Mandailing Natal, panggung politik belakangan ini dipenuhi dua nada yang berjalan beriringan: rekomendasi yang terdengar rapi dari legislatif, dan komitmen yang terdengar siap dari eksekutif. Keduanya tampak sejalan—hingga publik bertanya: di mana titik temu antara kata dan kerja? Di tengah simpul itu, berdiri satu posisi yang tidak biasa: […]

expand_less