Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Mahar Perkawinan di Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
  • print Cetak

Oleh: M.S. Husein Pulungan

Ada yang bilang bahwa biaya perkawinan di tanah Mandailing sangat mahal. Sebenarnya kalau di daerah lain seperti di Pulau Jawa, calon istri hanya diberi mahar seperangkat alat sholat. Tapi kalau di daerah Mandailing, sempat mencapai rata-rata 15 juta untuk biaya satu perkawinan. Saya seorang turunan Minang, Mandailing dan Batak, yang sudah membaur dengan adat Mandailing, merasa biaya perkawinan seperti ini bukan sesuatu yang menyulitkan. Sebab mahar yang disediakan pengantin untuk mempelai wanita, sebenarnya hanya untuk kepentingan mereka juga. Misalnya bila mahar yang disetujui sebesar 15 juta. Uang itu akan dipergunakan untuk membeli tempat tidur buat calon mempelai, lemari, kasur, bantal, peralatan dapur, pakaian calon istri, pokoknya semuanya untuk kebutuhan mereka juga.

Sedangkan bagi adat lain, walaupun ia hanya menyediakan seperangkat alat sholat, tapi setelah menikah, tentu ia masih harus membeli semua keperluan diatas. Jadi kalau dijumlah dengan jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli semua yang dibeli belakangan itu, akan berjumlah sama juga pada akhirnya. Jadi jumlahnya akan menjadi sama mahalnya. Cuma saja dalam adat Mandailing, semua itu akan dianggap merupakan mahar pada calon istri. Begitulah kira-kira mengenai penggunaan mahar pada suku Mandailing di Mandailing Natal Sumatera Utara. Tapi pembaca jangan takut bila tidak bisa menyediakan uang sebanyak itu. Sebenarnya uang mahar 15 juta tadi bukanlah harga pasti. Masih ada nego dalam pembahasan uang mahar atau tuor ini. Kadang kalau si laki-laki hanya punya uang 10 juta atau 5 juta, juga masih bisa dilaksanakan perkawinan ini sesuai adat bija kedua belah pihak sama-sama menyetujui. Bahkan ada yang hanya punya uang 5 juta atau 1 juta, toh perkawinan akhirnya terlaksana juga. Dan yang paling luar biasa menurut pengalaman saya adalah kisah perkawinan paman saya dengan istrinya.

Maharnya hanya sehelai baju yang ia pakai. Tapi tentu harus melalui perjuangan panjang untuk karena ketiadaan uang ini. Sekian. Di lain waktu akan saya lanjutkan bila ada waktu.
(Sumber : kumpulanbudayamandailingpanyabungan.blogspot.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harus Tetap Optimis Wujudkan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    Harus Tetap Optimis Wujudkan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho meminta kepada para pemrakarsa agar tetap optimis mewujudkan Kabupaten Pantai Barat Mandailing. “DPR RI dan Pemerintah belum mencapai kata sepakat terkait jumlah otonomi baru, selanjutnya menyerahkan penyelesaian pembahasan daerah otonomi baru tersebut ke Pemerintah dan DPR yang baru dengan mengikuti undang-undang yang baru,” […]

  • Tempat Maksiat Menjamur, Santri Musthofawiyah Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Madina

    Tempat Maksiat Menjamur, Santri Musthofawiyah Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar seribu santri Pesantren Musthofaiyah Purba Baru melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Senin (30/3) menuntut bupati agar menutup seluruh kafe esek-esek. Mereka berjalan kaki dari pondok pesantren Musthafawiyah menuju kantor bupati berjarak sekira 3 kilo meter. Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution […]

  • Ini Untung Rugi Penggunaan Facebook Bagi Kesehatan Mental

    Ini Untung Rugi Penggunaan Facebook Bagi Kesehatan Mental

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sebuah studi baru menemukan bahwa menggunakan Facebook bisa membantu mengatasi masalah mental seseorang. Namun bagaimanapun juga, platform jaringan sosial ini harus digunakan dengan hati-hati dan strategis karena juga bisa memperburuk kondisi kesehatan seseorang. Keelin Howard dari Buckinghamshire New University melakukan penelitian dengan merekrut 20 orang berusia 23 tahun hingga 68 tahun yang mengalami gangguan kesehatan […]

  • Balita Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan

    Balita Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) : Bayi penderita jantung bocor sejak lahir membutuhkan bantuan biaya operasi di rumah sakit. Bayi itu bernama M. Rizky Halomoan Lubis (1,8 tahun) anak dari pasangan Napjali Lubis dengan Nuriah Siregar warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Madina. Kondisi keluarga ekonomi yang sangat terbatas menyebabkan kendala untuk mengobati Rizky […]

  • BOC Gelar Seminar Kebebasan Finansial

    BOC Gelar Seminar Kebebasan Finansial

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Komunitas Business Owners Community (BOC) kembali mengadakan seminar di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Seminar berlangsung di Cafe Rumah Daun, kawasan Toguda-STAIN, Minggu (31/8/2025). Peserta seminar berasal dari kalangan santri, siswa SLTA, mahasiswa dan masyarakat umum. Seminar ini mengusung tema “Kebebasan Finansial” menghadirkan tiga pemateri. Tiga topik disampaikan pada seminar itu, yakni “Paradigma […]

  • OPUK

    OPUK

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Indikator  Kesejahteraan Pangan Mandailing di Masa Lalu)   Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi   “Bercocok tanam padi itu berkah”. Begitu hal yang sering terdengar bila bincang-bincang dengan petani di pedesaan Mandailing. Bangsa Mandailing memang memiliki hubungan kehidupan yang sangat kuat dengan bercocok tanam padi. Padahal tanaman padi ini, bila di hitung secara matematis, hasilnya […]

expand_less