Rabu, 4 Mar 2026
light_mode

Makna Lambang IMAMI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
  • print Cetak

KUALA LUMPUR (Mandailing Online) – Satu organisasi baru yang menyatukan etnis Mandailing lintas dua negara telah terbentuk. Namanya Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) yang dibentuk di Malaysia oleh para tokoh Mandailing yang ada di Malaysia dan tokoh Mandailing dari Tanah Leluhur, Sumatera, Indonesia, bulan Juni 2014.

Berdasar Anggaran Dasar IMAMI Pasal 18 tentang makna lambang organisasi:

1. Tulisan “Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia” yang membentuk separuh bulatan di bagian atas merujuk kepada nama penuh organisasi ini yang akan memayungi gerakan, usaha dan program-program untuk mempererat hubungan masyarakat kaum Mandailing di Malaysia dan Indonesia.

2. Pecahan dua jalur separuh bulatan yang tercantum di bawah logo ini, yaitu di sebelah kiri terdapat empat jalur yang berwarna biru, kuning, merah dan putih (dari luar ke dalam) serta di sebelah kiri dan di sebelah kanan pula dua jalur berwarna merah dan putih (dari luar ke dalam) melambangkan warna-warna dalam bendera Malaysia dan Indonesia. Ini sekali gus melambangkan tekad organisasi ini untuk mempererat hubungan dan jalinan kerjasama antara kaum Mandailing di Malaysia dan Indonesia.

3. Tiga segi tiga sama, yaitu di bagian atas terdapat segi tiga sama berwarna kuning bertulisan MORA, di bawah kiri segi tiga sama berwarna hitam bertulisan KAHANGGI dan di bagian bawah kanan segi tiga sama berwarna merah bertulisan ANAK BORU dan di tengah-tengah cantuman ketiga-tiga segi tiga sama itu berwarna putih-merujuk kepada konsep Dalihan Na Tolu atau Tungku Yang Tiga dalam kehidupan hakiki masyarakat Mandailing.

Secara abstrak, setiap orang mempunyai peranan atau posisi dalam ketiga-tiganya, iaitu sebagai MORA (keluarga pemberi anak gadis), KAHANGGI (kerabat atau sanak-saudara satu marga/satu nama keturunan keluarga), dan ANAK BORU (keluarga penerima anak gadis). Dalam adat suku kaum Mandailing, kekerabatan/persaudaraan diikat oleh Dalihan Na Tolu membentuk ikatan rasa “sahancit sahasonangan dan sasiluluton sasiriaon” atau “sakit senang dirasakan bersama”.

4. Tulisan “IMAM-I” di bawah ketiga-tiga segi tiga sama itu merujuk kepada kependekan atau akronim untuk Organisasi ini.

5. Latar belakang berwarna biru cantuman separuh bulatan dan separuh anak panah dengan sasaran ke atas, melambangkan kedudukan geografi masyarakat suku Mandailing di Malaysia dan Indonesia yang dipisahkan oleh samudera atau lautan Selat Melaka tetapi mempunyai satu cita-cita, satu matlamat, satu azam, satu tekad dan satu iltizam, iaitu untuk sama-sama bergandingan ke arah kekuatan perpaduan, kemantapan ukhuwah dan kehebatan silarutahim antara kedua-dua pihak selain sasaran untuk memajukan masyarakat di kedua-dua pihak dalam segenap bidang.

Sumber : IMAMI
Redaktur: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sabu-sabu di Mobil, Okunum Camat di Madina Ditangkap Polres Siantar

    Sabu-sabu di Mobil, Okunum Camat di Madina Ditangkap Polres Siantar

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. SIANTAR (Mandailing Online) – Enam pria ditangkap Polres Pematang Siantar karena di dalam mobil yang mereka kendarai ditemukan narkotika jenis sabu-sabu, Sabtu (3/2/2017). Salah satu yang berada di mobil itu berinisial MRL (43) seorang oknum camat di Mandailing Natal. Penangkapan itu terjadi saat Satuan Lalulintas Polres Pematangsiantar menggelar razia di seputaran Jalan Medan, Kecamatan […]

  • Tinggalkan Aceh

    Tinggalkan Aceh

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah pekerja asal Pulau Jawa yang bekerja di Aceh tiba di stasiun bus Kurnia Medan untuk transit ke Jakarta, Jumat (13/1). Sejumlah pekerja pendatang yang mengerjakan sejumlah proyek pembangunan di sejumlah wilayah provinsi Aceh berbondong-bondong pergi meninggalkan Aceh dengan alasan keamanan dan keselamatan jiwa terkait pembunuhan yang terjadi belakangan ini.(antara)

  • BANJIR BANDANG KEMBALI TERJADI DI MADINA
    Tak Berkategori

    BANJIR BANDANG KEMBALI TERJADI DI MADINA

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Belasan Luka, 180 Penduduk Mengungsi, Sejumlah Rumah Hanyut PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banjir bandang kembali menerjang Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (28/4/2013) pukul 18.30 WIB. Banjir bandang akibat meluapnya Sungai Aek Mata dan Aek Rantopuran, menyebabkan tiga belas desa berdampak langsung. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasioanal Penaganggulangann Bencana (BNPB), […]

  • Golkar Harus Menghadirkan Politik yang Beradab

    Golkar Harus Menghadirkan Politik yang Beradab

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usia Partai Golkar yang sudah mencapai 57 tahun harus bisa menjadi pelopor hadirnya politik beradab. Politik yang mementingkan kemaslahatan masyarakat daripada pribadi. Hal itu disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H. Aswin Parinduri saat memberikan sambutan pada acara Tasyakuran HUT ke-57 Partai Golkar, Sabtu (30/10). Aswin mengungkapkan […]

  • Pemerkosaan Inses di Mandailing Natal dan Tinjauan Hukum Pidana

    Pemerkosaan Inses di Mandailing Natal dan Tinjauan Hukum Pidana

    • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rabiah Al-Husna Nasution dan Khofifah Indah Al-Husna Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan Program Studi PAI Kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang terjadi dewasa ini telah membawa perubahan pada pola perilaku manusia di dalam masyarakat. Pola perilaku ini ada yang membawa pada kebaikan dan ada yang membawa pada perilaku yang menyimpang dari norma yang […]

  • Tak Laporkan LHKPN, Anggota DPRD Terpilih Terancam Tertunda Dilantik

    Tak Laporkan LHKPN, Anggota DPRD Terpilih Terancam Tertunda Dilantik

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Dari 40 Orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Periode 2024 – 2029 Kabupaten Natal yang terpilih, hari ini Selasa, (16/07) baru 14 orang yang menyerahkan berkas Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina. Hal itu dikatakan Muhammad Yasir selaku Divisi Tekhnis Penyelenggara KPU Madina. “Sampai dengan hari […]

expand_less