Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Jan 2017
  • print Cetak

Masdoelhak Nasoetion

Siapa Masdoelhak? Masdoelhak adalah anak Padang Sidempoean kelahiran Siboga. Nama lengkapnya Masdoelhak Nasoetion gelar Soetan Oloan, cucu dari Soetan Abdoel Azis dari Goenoeng Toea, Mandailing. Ayah Masdoelhak bernama Nazar Samad Nasoetion gelar Mangaradja Hamonangan (lahir di Padang Sidempoean) dan ibunya bernama Namora Siti Aboer br Siregar (lahir di Padang Sidempoean). Masdoelhak, anak keenam dari tujuh bersaudara ini setelah menyelesaikan pendidikan dasar Belanda (ELS) di Siboga berangkat sekolah MULO di Medan dan kemudian dilanjutkan ke AMS di Jawa dan tinggal bersama abangnya Makmoen Al Rasjid (dokter lulusan STOVIA). Pada tahun 1930, Masdoelhak anak seorang pengusaha di Residentie Tapanoeli ini lulus ujian AMS. Dari 55 kandidat lulus 42 orang dan Masdoelhak salah satu dari lima siswa terbaik yang direkomendasikan melanjutkan ke pendidikan tinggi di Negeri Belanda (lihat, Soerabaijasch handelsblad, 19-05-1930).

Masdoelhak berangkat dari Batavia dengan menumpang kapal s.s. Prins der Nederland’ menuju Amsterdam tanggal 4 Oktober 1930  dengan nama pada manifest kapal,  Masdoelhak Hamonangan (lihat De Telegraaf, 01-10-1930). Di Universiteit Leiden, Masdoelhak mengambil bidang hukum. Selama kuliah Masdoelhak yang terbilang cerdas ini juga aktif dalam organisasi ekstrakurikulir. Masdoelhak dan kawan-kawan di Universitas Leiden menggagas didirikannya himpunan mahasiswa untuk mempromosikan Indonesia dengan nama  Studentenvereniging ter bevordering van de Indonesische Kunst (SVIK). Menurut Pasal 2 Anggaran Dasar organisasi ini dinyatakan bertujuan untuk mempromosikan seni rupa Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran akan seni rupa Indonesia dan ekspresi lain dari budaya Indonesia. Organisasi mahasiswa yang diresmikan tanggal 1 November 1935 ini sebagai ketua disebut Masdoelhak Hamonangan gelar Soetan Oloan (lihat De tribune : soc. dem. Weekblad, 23-11-1935).

Setelah lulus tingkat sarjana di Universiteit Leiden, Masdoelhak tidak pulang melainkan melanjutkan pendidikan ke tingkat doktoral di Utrecht (Rijksuniversiteit). Pada tahun 1943 Masdoelhak lulus ujian doctoral sebagaimana dilaporkan  Friesche courant, 27-03-1943. Masdoelhak berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul ‘De plaats van de vrouw in de Bataksche Maatschappij’ (Tempat perempuan dalam masyarakat Batak).

Setelah berhasil menjadi doktor hukum, Masdoelhak pulang kampung. Pada saat pulang ke tanah air, Indonesia di bawah pendudukan Jepang, Namun tidak lama kemudian, Jepang menyerah kepada sekutu lalu Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, 17 Agustus 1945. Pada tanggal 22 Agustus ditunjuk Mr. M. Hasan sebagai gubernur Sumatra, mewakili pemerintah pusat berkedudukan di Medan (lihat foto: Masdoelhak dan Hasan berdiri berdampingan). Lalu kemudian Sumatra dibagi tiga wilayah: Sumatra Utara, Sumatra Tengah dan Sumatra Selatan. Yang ditunjuk untuk gubernur muda (residen) di Sumatra Utara adalah Mr. S.M. Amin Nasoetion (lahir di Aceh, sekolah rakyat di Manambin, Mandailing, ELS di Siboga dan sekolah hukum di Batavia menyusul dua abangnya di STOVIA, Amir dan Munir). Untuk Walikota Medan (pertama) ditunjuk Mr. Loeat Siregar. Untuk (wakil) Residen Tapanoeli diangkat Abdoel Hakim Harahap (kemudian menjadi Gubernur Sumatra Utara yang ketiga). 

Sedangkan untuk Sumatra Tengah yang beribukota di Bukittinggi ditunjuk Dr. Mr. Masdoelhak Nasoetion. Dalam perkembangannya, Belanda melancarkan agresi dan kemudian pemerintahan sipil Indonesia diganti dengan pemerintahan semi militer (Presiden Ir. Soekarno, Wakil presiden Drs. M. Hatta dan Menteri pertahanan Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap). Untuk gubernur Sumatra Utara ditunjuk Mayor Jenderal dr. Gindo Siregar, sedangkan Masdoelhak dipanggil ke Yogyakarta untuk membantu pemerintahan pusat (menjadi penasehat). Di Sumatra Selatan sendiri wilayah dibagi empat keresidenan, dua diantaranya yakni Palembang dan Lampung (keresidenan Palembang menjadi negara boneka Belanda, keresidenan Lampung tetap independen bagian republik). Untuk keresidenan Lampung, yang diangkat masyarakat menjadi residen adalah Mr. Gele Harun Nasoetion.

Sebagai awal pembentukan pemerintahan, peran ahli hukum saat itu begitu penting. Untuk sekadar diketahui, Amir, Masdoelhak, Amin dan Gele adalah ahli-ahli hukum cemerlang yang berasal dari Mandheling en Ankola dan telah memberi kontribusi yang sangat berarti dalam permulaan republik ini. Amir diakui sendiri oleh Hatta dalam biografinya sebagai orang yang cerdas. Masdoelhak cukup lama menjadi adviser M. Hatta dan selalu disertakan terutama dalam kunjungan rahasia ke luar negeri untuk menemui para pimpinan negara sahabat yang mendukung kedaulatan RI. Masdoelhak adalah doktor hukum pribumi kedua (Utrecht, 1943), sedang doktor hukum pertama adalah Alinoedin Siregar gelar Radja Enda Boemi, anak Batangtoru, Padang Sidempoean (Leiden, 1925). Gele Harun lulus sarjana hukum di Leiden (1938).

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) 1938 adalah anak Batangtoru, Padang Sidempoean, Parlindoengan Loebis. PPI yang waktu bernama Indisch Vereeniging digagas oleh Radjiun Harahap gelar Soetan Casajangan Soripada, anak Batunadua, Padang Sidempoean dan diresmikan tahun 1908 dengan presiden pertama Soetan Casajangan (pribumi kedua yang kuliah di Belanda). Setelah lulus dokter 1940, Parlindoengan Loebis (satu-satunya orang Indonesia) ditangkap Jerman dan dimasukkan ke kamp konsentrasi Jerman karena alasan politik Parlindungan yang menentang fasis. Untuk sekadar diketahui lagi, kakak kandung Gele bernama Ida Loemongga adalah dokter pribumi pertama yang bergelar doktor (Amsterdam, 1932). Satu lagi, Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia kelahiran Padang Sidempuan (sepupu Amir Sjarifoeddin) meraih  gelar PhD bidang pendidikan di Rijks Universiteit pada tahun 1933 yang menjadi anggota Volksraads bersama-sama dengan Husni Tamrin (pahlawan Betawi) memperjuangkan pendidikan pribumi di parlemen. Last but not lease: A.F.P. Siregar gelar M.O. Parlindoengan, anak Sipirok satu-satunya mahasiswa pribumi yang kuliah di Jerman (1938) dan mendapat gelar insinyur teknik kimia yang semasa agresi menjadi satu-satunya ahli bom di pihak republik (bergerilya di Jawa Timur). Di Surabaya dan Jawa Timur M.O. Parlindungan bahu membahu dengan dr. Radjamin Nasoetion (lulusan STOVIA), anak Barbaran Djoeloe, Mandailing (Walikota Pertama Surabaija–dari era Belanda, Jepang hingga Republik). Setelah pengakuan kedaulatan Kolonel M.O. Parlindungan diangkat menjadi direktur pertama (peninggalan Belanda) Pabrik Sendjata dan Mesioe (PSM) di Bandung (cikal bakal PINDAD).

***

Dalam buku 'Gele Harun: Residen Perang' (2014) yang ditulis Mulkarnaen Gele Harun Nasution, Kaidir Asmuni, Umar Bakti dan Nihara Dalimonthe, disebutkan bahwa Dr. Mr. Masdoelhak Nasoetion gelar Soetan Oloan pada tahun 2008 mendapat gelar Pahlawan Nasional. Dr. Mr. Masdoelhak adalah sepupu Letkol Mr. Gele Harun dan satu lagi sepupu mereka yakni Mr. Egon Hakim berjuang di Sumatera Barat yang ketiganya adalah cucu dari Soetan Abdoel Azis Nasoetion di Padang Sidempoean. Kapan Gele Harun, Residen Pertama Lampung  menjadi pahlawan nasional? Mari kita tunggu. (*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan berbagai sumber tempo doeloe / Tapanuli Selatan Dalam Angka)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Mahasiswa dan Pers Berdemo di DPRD Madina

    Aliansi Mahasiswa dan Pers Berdemo di DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Puluhan orang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pers mendatangi Kantor DPRD Mandailing Natal ( Madina ), Senin 5/6/23. Mereka meminta agar DPRD mengevaluasi kinerja Inspektorat Madina karena dinilai arogan. Selain itu pengunjuk rasa meminta Bupati mencopot Kepala Kantor Inspektur Rahmad Daulay karena dinilai tertutup memberikan informasi ketika dikonfirmasi. Usai melakukan orasi, Wakil […]

  • Menyedihkan, Pembelajaran Anak  Didik Dimasa Pandemi

    Menyedihkan, Pembelajaran Anak  Didik Dimasa Pandemi

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nur Fadilah Mahasiswi STAIN Madina Dunia ini sedang ditimpa oleh penyakit yang dinamakan covid 19 sehingga dunia pendidikian pun harus meliburkan anak yang sekolah supaya tidak tertular, sekolah pun tidak bisa dijalankan seperti biasanya mereka menyuruh orang-orang untuk tidak mengadakan keramaian dan supaya jangan sampai terkena pada generasi penerus bangsa karena mereka adalah masa […]

  • LPSE Langkah Peningkatan SDM Pengadaan Barang dan Jasa

    LPSE Langkah Peningkatan SDM Pengadaan Barang dan Jasa

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Langkah awal dari sebuah proses pembelajaran terhadap peningkatan sumber daya manusia dibidang pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Mandailing Natal adalah dengan kehadiran Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Demikian disampikan Kepala bagian Layanan Barang dan Jasa Madina Jufri Anthoni ST Msi kepada Mandailing Online, Kamis (9/2) diruang kerjanya usai melakukan acara Launcing LPSE dan […]

  • Pembahasan Alokasi Anggaran Pilkades di Madina Hampir Selesai

    Pembahasan Alokasi Anggaran Pilkades di Madina Hampir Selesai

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Alokasi anggaran untuk pelaksanaan pemilihan Kepala Desa di 256 Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sudah hampir selesai, untuk pelaksanaan sendiri alokasi anggaran di ambil dari anggaran ADD, sementara oengamanan di alokasikan di APBD Madina. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Madina Ahmad Mainul Lubis pada Mandailing Online […]

  • Puting Beliung Sapu 7 Rumah

    Puting Beliung Sapu 7 Rumah

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL; Angin puting beliung melanda Dusun Siregar Matogu dan Dusun Tor Godang, Desa Pal XI dan Desa Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (17/3) sekira pukul 17.00 WIB. Akibatnya, tujuh rumah rusak karena ditimpa pohon dan diterpa angin kencang. Camat Angkola Timur Darwin Dalimunthe SPd kepada METRO, Kamis (17/3) menuturkan, ketujuh rumah yang […]

  • Caleg PKB Teken Fakta Integritas

    Caleg PKB Teken Fakta Integritas

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menandatangani fakta integritas untuk komit pada partai dan rakyat Madina. Para calon legislatif PKB juga harus lebih dekat dengan kalangan ulama, pesantren serta guru mengaji. Penandatanganan ini berlangsung Selasa (25/6/2013) di Hotel Rindang, Dalan Lidang, Panyabungan yang diselenggarakan Lembaga Pemenangan Pemilu […]

expand_less