Senin, 11 Mei 2026
light_mode

Massa M-Four Demo Insfektorat Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
  • print Cetak


Sekdes Jadi CPNS Penuh Kecurangan
MADINA-

Sekitar 20-an orang yang menamakan diri dari Dewan Pengurus Pusat Majelis Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (DPP M-Four), Kamis (26/5) mendemo Kantor Inspektorat Pemkab Madina. Mereka meminta pertanggung jawaban Inspektorat Madina sebagai verifikasi dan validasi data pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Dasarnya, menurut demonstran, pengangkatan Sekdes menjadi CPNS tersebut diduga banyak manipulasi dan tak sesuai dengan fakta sebenarnya. Karenanya, DPP M-Four Inspektur atau Kepala Inspektorat beserta tim verifikasi data harus mempertanggung jawabkan kepada masyarakat dan hukum atas perbuatannya.
Amatan METRO di lokasi, massa M-Four berangkat dari sekretariat DPP M-Four di Jalan Willem Iskandar, Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan dengan menaiki sepeda motor dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.
Koordinator aksi, Faisal Ardiyansyah saat menyampaikan orasinya dengan pengawalan puluhan personil Polres Madina ditambah puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyampaikan, menurut DPP M-Four hasil verifikasi dan validasi data Sekdes untuk diangkat menjadi CPNS diduga data yang manipulatif. DPP M-Four khawatir persoalan tersebut bisa memicu terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di tengah-tengah masyarakat.
“DPP M-Four telah banyak menerima laporan mengenai data Sekdes banyak yang dimanifulasi. Artinya dari data Sekdes yang menjadi CPNS itu banyak yang manipulasi dan tak sesuai dengan mekanisme pengangkatan, dan kami lihat hasil verifikasi dan validasi juga tak sesuai dengan yang diharapkan,” sebut Faisal.
Faisal juga mengatakan, banyak nama-nama yang diumumkan sebagai Sekdes yang diangkat menjadi CPNS diduga bukanlah Sekdes yang asli, yang sesuai dengan peraturan pengangkatan menjadi CPNS. Dan yang menyakitkan hati, Sekdes yang diangkat menjadi CPNS itu adalah orang luar desa. Artinya, yang menjadi Sekdes di desa itu bukan sekdes yang asli tetapi yang dimanipulasi.
Kepada Polisi dan kejaksaan DPP M-Four meminta melakukan penyidikan dan menangkap kepala Inspektorat Kabupaten Madina sebagai penanggung jawab atas terjadinya rekayasa dan skandal manipulatif proses verifikasi dan validasi data pengangkatan sekdes menjadi CPNS.
Pernyataan sikap ini ditambahi oleh koordintor Lapangan, Akhir Lubis. Dalam orasinya Akhir menyampaikan bahwa pihaknya sebagai mahasiswa akan terus mengawal persoalan pengangkatan sekdes jadi CPNS tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan perlawanan hukum apabila ternyata sekdes yang diangkat itu bukanlah sekdes yang sebenarnya.
Sejak awal melakukan unjuk rasa, tak ada seorangpun yang menyahuti tuntutan dan pernyataan sikap dari mahasiswa dan terlihat seluruh pegawai dan pejabat di kantor Insfektorat hanya menonton aksi pengujuk rasa itu tanpa memberitahu dimana keberadaan Inspektur.
Sayuti : Tanya Amnesti
Inspektur Pemkab Madina, Sayuti Lubis saat ditemui METRO usai pengunjuk rasa bubar menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa menentukan sikap atas pernyataan sikap yang disampaikan massa M-Four. Namun katanya, verifikasi dan validasi data pengangkatan sekdes itu telah dilakukan dan hasilnya juga telah direkomendasikan kepada Pj Bupati Madina.
”Kami telah melakukan verfikasi data calon sekdes untuk diangkat menjadi CPNS dan hasilnya telah kami sampaikan ke Bupati, dan tugas kami hanya sebatas verifikasi data saja, bahkan yang kami verifikasi pada tahun lalu itu ternyata calon sekdes itu telah menerima Nomor Induk Pegawai (NIP),” beber Sayuti.
Saat disinggung mengenai dugaan adanya penyalahgunaan jabatan dalam hal ini tim verifikasi saat melakukan tugas dan diduga menerima uang atau imbalan, Sayuti tak menampik hal itu, tetapi dikatakan Sayuti bahwa dirinya tak tahu mengenai soal adanya permainan uang saat verifikasi berlangsung.
”Kalau masalah itu silahkan tanyakan Amnesti Lubis. Dia yang melakukan permainan uang itu,” tegas Sayuti.
Amnesti : Saya Tak Paham Apa Maksud Sayuti
Sementara itu, Amnesti Lubis yang saat ini bertugas di Sekretaris Disperindagkop UKM dan Pasar Pemkab Madina dan sebelumnya sebagai Sekretaris di Inspektorat Pemkab Madina saat ditemui METRO di ruang kerjanya menegaskan kalau dirinya tak faham atas tuduhan yang dimaksudkan oleh Inspektur yakni Sayuti Lubis mengenai tuduhan dirinya menerima uang saat bekerja melakukan verifikasi dan validasi data Sekdes menjadi CPNS.
”Saya tak ada menerima uang sepeserpun dalam persoalan sekdes itu, saya tak paham apa maksud Sayuti berbicara demikian, dan saya bekerja juga atas instruksi dan perintah dia,” tegasnya secara singkat. (wan/mer)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Tewas Dikroyok di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal Diketahui Warga Panyabungan Tonga

    Pria Tewas Dikroyok di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal Diketahui Warga Panyabungan Tonga

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online- Pria yang tewas diduga di kroyok dilokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal ( tong ) di Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat diketahui bernama Pardi Warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan Kota. Sejauh ini belum ada keterang resmi dari Kepolisian terkait kasus ini. Diberitakan sebelumnya seorang pria paruh baya tewas diduga dihajar di […]

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (3-selesai)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (3-selesai)

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Peninggalan Masa Lalu dan Pelestariannya Di Mandailing cukup banyak terdapat peninggalan masa lalu, namun terlihat kurang diperhatikan dan dirawat. Di kawasan Mandailing Godang, sekitar kota kecil bernama Panyabungan, terdapat peninggalan dari zaman pra-sejarah berupa menhir dan lumpang batu. Peninggalan dari zaman Hindu-Buddha juga banyak terdapat di kawasan tersebut, […]

  • Lagi, 5 Hektar Ganja Ditemukan di Panyabungan Timur

    Lagi, 5 Hektar Ganja Ditemukan di Panyabungan Timur

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ladang ganja seluas 5 hektar ditemukan di perbukitan Tor Simartawa Desa Huta Tinggi Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Selasa (19/4). Ladang itu ditemukan tim gabungan Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Kabupaten Mandailing Natal, Badan Narkotika Provinsi dan Polres Madina yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNK, AKBP Edi Mashuri Nasution SH.MH. Dari ladang […]

  • APBD Madina 2023 Disetujui 1,6 Triliun

    APBD Madina 2023 Disetujui 1,6 Triliun

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2023 Mandailing Natal (Madina), Sumut, disetujui sebesar Rp 1.635.517.021.632. Pengesahan persetujuan bersama antara DPRD Madina dengan Pemkab Madina berlangsung pada rapat paripurna DPRD Madina, Selasa (29/11/2022). Badan Anggaran DPRD Madina dalam dokumen laporan pembahasan Badan Anggaran yang dibacakan di rapat paripurna tidak merinci sumber-sumber […]

  • REKAM JEJAK (LINTAS SEJARAH) KEDAULATAN KERAJAAN “MARGA NASUTION” DI MANDAILING GODANG

    REKAM JEJAK (LINTAS SEJARAH) KEDAULATAN KERAJAAN “MARGA NASUTION” DI MANDAILING GODANG

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    1. Pada abad ke X Arkeologi memperkirakan bangsa Hindu (Hindia Belakang masuk e wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Termasuk Mandailing Natal saat ini) yang berpusat di 3 daerah sebagai bukti sejarah yaitu adanya candi bahal diportibi, biara dipijor koling, serta biara dipidoli dan artepak disimangambat (Mandailing Godang) dari polulasi masyarakat Hindu inilah beranak pinak dan berkembang […]

  • Sarjana yang Menganggur Meningkat

    Sarjana yang Menganggur Meningkat

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menyatakan bahwa besarnya nilai ekspor tidak serta merta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, jumlah pengangguran terdidik di Indonesia justru meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Agustus 2010, tingkat pengangguran lulusan universitas sebesar 11,92 persen. Sedangkan pengangguran lulusan sekolah dasasr ke bawah hanya 3,81 persen. Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Syahrial […]

expand_less