Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

“Mengintip” Peta Persaingan Akhir Seleksi Calon Anggota KPID Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Dahlan Batubara
pemerhati media komunikasi massa dan media sosial

 

Proses Seleksi Calon Anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sumut 2021-2024 sudah mendekati klimaks. Dalam tiga bulan terakhir, telah berlangsung empat tahap. Tim Seleksi yang terdiri dari lima orang dan dipimpin Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd itu sudah menyerahkan hasil kerjanya berupa daftar 21 orang peserta (dua orang inkamben) yang akan mengikuti proses uji publik dan fit and proper test di Komisi A DPRD Sumut (waspada.co.id , 7/12/2021).

Sesuai dengan Peraturan KPI Nomor: 01/P/KPI/07/2014 tentang Kelembagaan Komisi Penyiaran, Pasal 23 dan Pasal 24, Komisi A DPRD Sumut akan melaksanakan uji publik, juga uji kelayakan dan kepatutan untuk menyaring hingga tinggal tujuh orang terbaik yang akan menjadi komisioner pada periode selanjutnya.

Bagaimana gambaran peta persaingannya?

Harapannya, tulisan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak terkait dalam menilai siapa yang paling layak dan paling pantas.

Kali-kali Komisi

Tentu saja, anggota Komisi A DPRD Sumut nantinya akan menjalankan satu mekanisme dengan apik dan mungkin saja alot. Masing-masing anggota komisi akan membawa kepentingan fraksi dan partai politik (parpol). Komposisinya, jelas sesuai dengan jumlah kursinya.

Bagi anggota (parpol) yang tidak punya fraksi sendiri, mungkin akan lebih bersikap abstain atau ikut suara dominan di fraksi. Saat ini, DPRD Sumut memiliki sebanyak 9 fraksi: PDI Perjuangan (19 kursi) , Gerindra (15 kursi), Golkar (15 kursi) Nasdem (12 kursi), PKS (11 kursi), Demokrat (9 kursi), PAN (8 kursi), Hanura (6 kursi), dan Nusantara (gabungan, 5 kursi).

Namun, lebih dari itu, saya menilai, posisi pimpinan DPRD Sumut lebih menentukan. Di posisi pimpinan, ada PDI Perjuangan (Ketua, Drs. Baskami Ginting), Gerindra (Wakil Ketua, H. Harun Mustafa Nasution), Golkar (Wakil Ketua, Irham Buana Nasution), Nasdem (Wakil Ketua, Rahmansyah Sibarani) dan PKS (Wakil Ketua, Misno Adisyah Putra).

Dengan asumsi, dua kandidat inkamben masih mendapat prioritas, ditambah satu orang yang mutlak perempuan, maka sisa kursi kosongnya tinggal empat.

Siapa kira-kira yang menjadi penentu untuk mengisi keempat kursi itu?

Karena logikanya salah satu atau dua dari lima pimpinan DPRD Sumut itu sangat berkepentingan dengan inkamben dan kuota perempuan, maka tinggal tiga atau empat orang pimpinan lainnya yang mungkin menentukan siapa kandidat yang bakal menjadi empat komisioner lainnya.

Saya lihat, kursi kosong itu tergantung pada pilihan Gerindra, Golkar, Nasdem dan PKS. Apa yang menjadi pertimbangan bagi keempat pimpinan itu? Istilah “titipan” mungkin saja bukan rahasia lagi dan menjadi salah satu poin.

Yang mana pun pimpinannya, juga menghadapi problem yang sama: Siapa kandidat yang dijagokan untuk menguatkan KPID Sumut di satu sisi dan institusi parpolnya di sisi lainnya?

Lalu, kalau semua kandidat potensial membawa “pesan”, tentu surat dukungan atau sanggahan dari masyarakat yang muncul dalam kesempatan uji publik juga menjadi poin penting.

Apa lagi yang menjadi faktor penentunya?

Logis juga rasanya, kalau masing-masing pimpinan menimbang komitmen politis berbau 2024.

Pilihan Model

Setelah masing-masing melakukan komunikasi politik dengan fraksi dan parpolnya, Komisi A  DPRD Sumut yang terdiri dari 16 personil dan dipimpin Hendro Susanto (PKS) mungkin akan memunculkan beberapa alternatif pilihan metode atau formula fit and proper test yang dapat digunakan sebagai teknik penilaian dan perangkingan.

Alternatif paling mungkin dan kiranya paling jitu:

1. Membuat penilaian dan menyusun sendiri peringkatnya, mulai dari 1 – 7, 8 – 14 dan 15 – 21.

2. Menyerahkan kembali sepenuhnya soal penilaian dan perangkingan kepada Pimpinan DPRD Sumut, sehingga Pimpinan DPRD Sumut nantinya langsung membuat peringkat 1 – 21.

Kedua alur uji kelayakan dan kepatutan tersebut menghasilkan kualifikasi tujuh terbaik pertama (1 – 7) ditetapkan sebagai calon terpilih, tujuh terbaik kedua (8 – 14) jadi calon pengisi Pengganti Antar Waktu dan tujuh terbaik ketiga (15 – 21) menjadi calon yang tereliminasi.

Seperti apa pun alotnya akhir seleksi ini, sejatinya  mengedepankan penilaian yang ideal untuk menempatkan orang terbaik dalam menguatkan jaminan negara atas hak masyarakat untuk mendapatkan konten siaran radio dan televisi yang sehat mencerdaskan, berkeadilan dan bermartabat, sekalipun tak bisa mengabaikan kentalnya nuansa politik yang ada di dalamnya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagalnya Revisi UU ITE

    Gagalnya Revisi UU ITE

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi tinggal di Medan “Iklim demokrasi pasti mati” begitulah ungkapan Muslim Arbi sebagai pengamat sosial politik dalam menanggapi hasil survey Indikator Politik Indonesia yang memperlihatkan bahwa 53,7 persen anak muda setuju UU ITE direvisi. Ungkapan seperti ini adalah wajar. Kita bisa melihat semakin banyak masalah yang muncul dan demokrasi tidak […]

  • Harga TBS Sawit Terjun Tak Terkendali

    Harga TBS Sawit Terjun Tak Terkendali

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit turun drastis menjadi Rp 2.000 hingga Rp 1.000 per kg di tingkat petani di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sumatera Utara. Hal itu imbas dari larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng oleh Presiden Jokowi yang akan diberlakukan sejak 28 April 2022 sampai dengan […]

  • Alasan Tolak Umumkan Kelulusan CPNS Dinilai Aneh

    Alasan Tolak Umumkan Kelulusan CPNS Dinilai Aneh

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Forum Honorer Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, menyatakan alasan kedua daerah itu belum mengumumkan kelulusan tes CPNS jalur umum dikarenakan putra daerah yang lulus tidak sesuai keinginan elit Pemda, sangatlah aneh. Alasan lain yakni takut didemo oleh peserta yang tak lulus, juga dinilai tidak logis Ketua Forum CPNS […]

  • Masih Layakkah Bacaleg Bekas Napi Koruptor Dipilih?

    Masih Layakkah Bacaleg Bekas Napi Koruptor Dipilih?

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj. Nuryati Apsari, S.Hut, MM Aktivis Muslimah dan Pemerhati Generasi Pesta Demokrasi tidak akan lama akan digelar. Di seluruh penjuru kota, ramai baliho sosok bacaleg (bakal calon legislatif) sebagai bentuk promosi diri. Bermunculan wajah baru namun masih banyak juga wajah lama yang meramaikan pesta rakyat lima tahunan ini. Bahkan banyak juga bacaleg bekas napi […]

  • Pilkada Madina Diantara Euporia dan Sengketa

    Pilkada Madina Diantara Euporia dan Sengketa

    • calendar_month Sabtu, 2 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Herman Birje Nasution Mantan Ketua Umum DPP Ima Madina Periode 2015-2020   Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak yang dilaksanakan pada 09 Desember 2020 berdasarkan tahapan yang sudah dilalui oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Mandailing Natal (KPUD Madina) sudah sampai kepada tahap rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten oleh KPUD Madina pada 17 Desember […]

  • Hadapi Bencana Alam, Satpol PP Madina Dilatih 

    Hadapi Bencana Alam, Satpol PP Madina Dilatih 

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musim penghujan telah berlangsung, dan bencana alam di bulan bulan depan tidak dapat diprediksi, tetapi harus diantisipasi. Saat ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Linmas di Mandailing Natal (Madina) dilatih menghadapi bencana alam. Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution membuka pelatihan itu di lapangan masjid agung Nur Ala Nur, […]

expand_less