Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

“Mengintip” Peta Persaingan Akhir Seleksi Calon Anggota KPID Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Dahlan Batubara
pemerhati media komunikasi massa dan media sosial

 

Proses Seleksi Calon Anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sumut 2021-2024 sudah mendekati klimaks. Dalam tiga bulan terakhir, telah berlangsung empat tahap. Tim Seleksi yang terdiri dari lima orang dan dipimpin Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd itu sudah menyerahkan hasil kerjanya berupa daftar 21 orang peserta (dua orang inkamben) yang akan mengikuti proses uji publik dan fit and proper test di Komisi A DPRD Sumut (waspada.co.id , 7/12/2021).

Sesuai dengan Peraturan KPI Nomor: 01/P/KPI/07/2014 tentang Kelembagaan Komisi Penyiaran, Pasal 23 dan Pasal 24, Komisi A DPRD Sumut akan melaksanakan uji publik, juga uji kelayakan dan kepatutan untuk menyaring hingga tinggal tujuh orang terbaik yang akan menjadi komisioner pada periode selanjutnya.

Bagaimana gambaran peta persaingannya?

Harapannya, tulisan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak terkait dalam menilai siapa yang paling layak dan paling pantas.

Kali-kali Komisi

Tentu saja, anggota Komisi A DPRD Sumut nantinya akan menjalankan satu mekanisme dengan apik dan mungkin saja alot. Masing-masing anggota komisi akan membawa kepentingan fraksi dan partai politik (parpol). Komposisinya, jelas sesuai dengan jumlah kursinya.

Bagi anggota (parpol) yang tidak punya fraksi sendiri, mungkin akan lebih bersikap abstain atau ikut suara dominan di fraksi. Saat ini, DPRD Sumut memiliki sebanyak 9 fraksi: PDI Perjuangan (19 kursi) , Gerindra (15 kursi), Golkar (15 kursi) Nasdem (12 kursi), PKS (11 kursi), Demokrat (9 kursi), PAN (8 kursi), Hanura (6 kursi), dan Nusantara (gabungan, 5 kursi).

Namun, lebih dari itu, saya menilai, posisi pimpinan DPRD Sumut lebih menentukan. Di posisi pimpinan, ada PDI Perjuangan (Ketua, Drs. Baskami Ginting), Gerindra (Wakil Ketua, H. Harun Mustafa Nasution), Golkar (Wakil Ketua, Irham Buana Nasution), Nasdem (Wakil Ketua, Rahmansyah Sibarani) dan PKS (Wakil Ketua, Misno Adisyah Putra).

Dengan asumsi, dua kandidat inkamben masih mendapat prioritas, ditambah satu orang yang mutlak perempuan, maka sisa kursi kosongnya tinggal empat.

Siapa kira-kira yang menjadi penentu untuk mengisi keempat kursi itu?

Karena logikanya salah satu atau dua dari lima pimpinan DPRD Sumut itu sangat berkepentingan dengan inkamben dan kuota perempuan, maka tinggal tiga atau empat orang pimpinan lainnya yang mungkin menentukan siapa kandidat yang bakal menjadi empat komisioner lainnya.

Saya lihat, kursi kosong itu tergantung pada pilihan Gerindra, Golkar, Nasdem dan PKS. Apa yang menjadi pertimbangan bagi keempat pimpinan itu? Istilah “titipan” mungkin saja bukan rahasia lagi dan menjadi salah satu poin.

Yang mana pun pimpinannya, juga menghadapi problem yang sama: Siapa kandidat yang dijagokan untuk menguatkan KPID Sumut di satu sisi dan institusi parpolnya di sisi lainnya?

Lalu, kalau semua kandidat potensial membawa “pesan”, tentu surat dukungan atau sanggahan dari masyarakat yang muncul dalam kesempatan uji publik juga menjadi poin penting.

Apa lagi yang menjadi faktor penentunya?

Logis juga rasanya, kalau masing-masing pimpinan menimbang komitmen politis berbau 2024.

Pilihan Model

Setelah masing-masing melakukan komunikasi politik dengan fraksi dan parpolnya, Komisi A  DPRD Sumut yang terdiri dari 16 personil dan dipimpin Hendro Susanto (PKS) mungkin akan memunculkan beberapa alternatif pilihan metode atau formula fit and proper test yang dapat digunakan sebagai teknik penilaian dan perangkingan.

Alternatif paling mungkin dan kiranya paling jitu:

1. Membuat penilaian dan menyusun sendiri peringkatnya, mulai dari 1 – 7, 8 – 14 dan 15 – 21.

2. Menyerahkan kembali sepenuhnya soal penilaian dan perangkingan kepada Pimpinan DPRD Sumut, sehingga Pimpinan DPRD Sumut nantinya langsung membuat peringkat 1 – 21.

Kedua alur uji kelayakan dan kepatutan tersebut menghasilkan kualifikasi tujuh terbaik pertama (1 – 7) ditetapkan sebagai calon terpilih, tujuh terbaik kedua (8 – 14) jadi calon pengisi Pengganti Antar Waktu dan tujuh terbaik ketiga (15 – 21) menjadi calon yang tereliminasi.

Seperti apa pun alotnya akhir seleksi ini, sejatinya  mengedepankan penilaian yang ideal untuk menempatkan orang terbaik dalam menguatkan jaminan negara atas hak masyarakat untuk mendapatkan konten siaran radio dan televisi yang sehat mencerdaskan, berkeadilan dan bermartabat, sekalipun tak bisa mengabaikan kentalnya nuansa politik yang ada di dalamnya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Molor Sejak April, LKPJ Bupati Madina Dibahas Selasa Depan

    Molor Sejak April, LKPJ Bupati Madina Dibahas Selasa Depan

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Molor sejak April lalu, akhirnya Badan Musyawarah DPRD Madina menetapkan jadwal pembahasan LKPJ Bupati Madina TA 2018. Penetapan jadwal itu menandai berakhirnya kebekuan di tubuh Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Mandailing Natal (Madina). Rapat Bamus DPRD Madina, Kamis (1/8/2019) berhasil menetapkan jadwal pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madina Tahun Anggaran […]

  • Guru Menari di Hardiknas

    Guru Menari di Hardiknas

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekitar 30 orang guru di Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal menari bersama, Senin (2/5) di pelataran parkir Terminal Pasar Kotanopan. Mereka membawakan berbagai tarian etnis di Sumatera Utara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2016. Foto     : Lokot Husda Lubis Editor  : Dahlan Batubara  

  • Merasa Dirugikan, Tim Danger FC Tuding Ada Mafia Bola di Bupati Cup I

    Merasa Dirugikan, Tim Danger FC Tuding Ada Mafia Bola di Bupati Cup I

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Madina Cup I tahun 2023 yang diadakan di Lapangan Kompi Senapan B Mangga Dua dinilai penuh kontroversi. Pasalnya salah satu Tim peserta mengaku dirugikan. Hal tersebut diungkapkan Official Tim dan Manager Danger Fc Samsul Bahri kepada media saat melakukan konfrensi Pers di Markas Danger Fc di […]

  • Organik Terjal

    Organik Terjal

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menelusur Perusahaan yang Didirikan Petani (bagian 3) Oleh : Dahlan Iskan Ternyata Indonesia memang sudah bisa ekspor beras. Ironi tapi nyata. Dan ekspor itu ternyata dari Desa Kebon Agung, Sidoharjo, Wonogiri. ”Tadi malam kami kerja sampai larut malam. Menaikkan beras ke kontainer,” ujar Mahmudsyah dalam WA-nya kepada saya kemarin. Mahmudsyah adalah staf PT Pengayom Tani […]

  • Penerimaan CPNS Tebing Terancam Gagal

    Penerimaan CPNS Tebing Terancam Gagal

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI–Pelaksanaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 Kota Tebing Tinggi terancam gagal. Sampai kemarin, Badan Kepegawaian Daerah (KBD) Tebing Tinggi belum juga mengumumkan rincian formasi penerimaan CPNS. Padahal, rapat koordinasi BKD se provinsi Sumatera Utara sudah menetapkan pengumuman dilaksanakan paling lama Selasa (16/11) yang lalu. Ketua BKD Tebing Tinggi, Amas Muda, berdalih, pengumuman […]

  • Banjir Bandang Malintang Terparah Dibanding Hutabargot

    Banjir Bandang Malintang Terparah Dibanding Hutabargot

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing natal, Selain di Kecamatan Bukit Malintang, banjir bandang juga melanda Kecamatan Hutabargot. Berdasar data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina yang diperoleh, Senin, jumlah kerusakan lebih besar di Kecamatan Bukit Malintang. Di Kecamatan Bukit Malintang, 3 unit rumah hanyut, sebelas unit rumah rusak berat dan 100 unit […]

expand_less