Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

“Mengintip” Peta Persaingan Akhir Seleksi Calon Anggota KPID Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Dahlan Batubara
pemerhati media komunikasi massa dan media sosial

 

Proses Seleksi Calon Anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sumut 2021-2024 sudah mendekati klimaks. Dalam tiga bulan terakhir, telah berlangsung empat tahap. Tim Seleksi yang terdiri dari lima orang dan dipimpin Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd itu sudah menyerahkan hasil kerjanya berupa daftar 21 orang peserta (dua orang inkamben) yang akan mengikuti proses uji publik dan fit and proper test di Komisi A DPRD Sumut (waspada.co.id , 7/12/2021).

Sesuai dengan Peraturan KPI Nomor: 01/P/KPI/07/2014 tentang Kelembagaan Komisi Penyiaran, Pasal 23 dan Pasal 24, Komisi A DPRD Sumut akan melaksanakan uji publik, juga uji kelayakan dan kepatutan untuk menyaring hingga tinggal tujuh orang terbaik yang akan menjadi komisioner pada periode selanjutnya.

Bagaimana gambaran peta persaingannya?

Harapannya, tulisan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak terkait dalam menilai siapa yang paling layak dan paling pantas.

Kali-kali Komisi

Tentu saja, anggota Komisi A DPRD Sumut nantinya akan menjalankan satu mekanisme dengan apik dan mungkin saja alot. Masing-masing anggota komisi akan membawa kepentingan fraksi dan partai politik (parpol). Komposisinya, jelas sesuai dengan jumlah kursinya.

Bagi anggota (parpol) yang tidak punya fraksi sendiri, mungkin akan lebih bersikap abstain atau ikut suara dominan di fraksi. Saat ini, DPRD Sumut memiliki sebanyak 9 fraksi: PDI Perjuangan (19 kursi) , Gerindra (15 kursi), Golkar (15 kursi) Nasdem (12 kursi), PKS (11 kursi), Demokrat (9 kursi), PAN (8 kursi), Hanura (6 kursi), dan Nusantara (gabungan, 5 kursi).

Namun, lebih dari itu, saya menilai, posisi pimpinan DPRD Sumut lebih menentukan. Di posisi pimpinan, ada PDI Perjuangan (Ketua, Drs. Baskami Ginting), Gerindra (Wakil Ketua, H. Harun Mustafa Nasution), Golkar (Wakil Ketua, Irham Buana Nasution), Nasdem (Wakil Ketua, Rahmansyah Sibarani) dan PKS (Wakil Ketua, Misno Adisyah Putra).

Dengan asumsi, dua kandidat inkamben masih mendapat prioritas, ditambah satu orang yang mutlak perempuan, maka sisa kursi kosongnya tinggal empat.

Siapa kira-kira yang menjadi penentu untuk mengisi keempat kursi itu?

Karena logikanya salah satu atau dua dari lima pimpinan DPRD Sumut itu sangat berkepentingan dengan inkamben dan kuota perempuan, maka tinggal tiga atau empat orang pimpinan lainnya yang mungkin menentukan siapa kandidat yang bakal menjadi empat komisioner lainnya.

Saya lihat, kursi kosong itu tergantung pada pilihan Gerindra, Golkar, Nasdem dan PKS. Apa yang menjadi pertimbangan bagi keempat pimpinan itu? Istilah “titipan” mungkin saja bukan rahasia lagi dan menjadi salah satu poin.

Yang mana pun pimpinannya, juga menghadapi problem yang sama: Siapa kandidat yang dijagokan untuk menguatkan KPID Sumut di satu sisi dan institusi parpolnya di sisi lainnya?

Lalu, kalau semua kandidat potensial membawa “pesan”, tentu surat dukungan atau sanggahan dari masyarakat yang muncul dalam kesempatan uji publik juga menjadi poin penting.

Apa lagi yang menjadi faktor penentunya?

Logis juga rasanya, kalau masing-masing pimpinan menimbang komitmen politis berbau 2024.

Pilihan Model

Setelah masing-masing melakukan komunikasi politik dengan fraksi dan parpolnya, Komisi A  DPRD Sumut yang terdiri dari 16 personil dan dipimpin Hendro Susanto (PKS) mungkin akan memunculkan beberapa alternatif pilihan metode atau formula fit and proper test yang dapat digunakan sebagai teknik penilaian dan perangkingan.

Alternatif paling mungkin dan kiranya paling jitu:

1. Membuat penilaian dan menyusun sendiri peringkatnya, mulai dari 1 – 7, 8 – 14 dan 15 – 21.

2. Menyerahkan kembali sepenuhnya soal penilaian dan perangkingan kepada Pimpinan DPRD Sumut, sehingga Pimpinan DPRD Sumut nantinya langsung membuat peringkat 1 – 21.

Kedua alur uji kelayakan dan kepatutan tersebut menghasilkan kualifikasi tujuh terbaik pertama (1 – 7) ditetapkan sebagai calon terpilih, tujuh terbaik kedua (8 – 14) jadi calon pengisi Pengganti Antar Waktu dan tujuh terbaik ketiga (15 – 21) menjadi calon yang tereliminasi.

Seperti apa pun alotnya akhir seleksi ini, sejatinya  mengedepankan penilaian yang ideal untuk menempatkan orang terbaik dalam menguatkan jaminan negara atas hak masyarakat untuk mendapatkan konten siaran radio dan televisi yang sehat mencerdaskan, berkeadilan dan bermartabat, sekalipun tak bisa mengabaikan kentalnya nuansa politik yang ada di dalamnya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Payabungan-Natal Longsor

    Jalur Payabungan-Natal Longsor

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalan jalur Panyabungan-Natal, Kabupaten Mandailing Natal baru saja dihantam tanah longsor. Titik longsor berada di antara Desa Bulu Soma dengan Desa Tarlola Kecamatan Batang Natal. Longsor terjadi sekira pukul 17.00 WIB, Senin (9/5/2016). Informasi yang dihimpun dari beberapa penduduk Bulu Soma via telefon selular pukul 17.25 WIB, tebing di atas […]

  • Empat Hari Pasca Lebaran, Korban Lakalantas Penuhi RSU Panyabungan

    Empat Hari Pasca Lebaran, Korban Lakalantas Penuhi RSU Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Empat hari pasca lebaran, Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menampung sedikitnya 49 pasien dengan berbagai penyakit. Namun, didominasi pasien korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas), yakni berjumlah 18 orang. Hal ini disampaikan Direktur RSU Panyabungan, Hj Bidasari, melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Rusdi Nasution Aptk, saat ditemui METRO, Selasa (14/9). Menurut Rusdi, […]

  • Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ?  Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

    Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ? Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hanya terhitung jari putra Mandailing Natal yang lahir dan berdomisili di Mandailng Natal yang berani masuk gelanggang Pemilu 2019 untuk DPR-RI. Bahkan Pemilu sebelum-sebelumnya juga begitu. Akibatnya, dalam beberapa priode terakhir tidak ada tokoh yang berdomisili di Mandailing Natal yang duduk di DPR-RI. Akibatnya, perjuangan bagi pembanguan Mandailing Natal di DPR-RI menjadi lemah. “Ini ironis […]

  • Ini Untung Rugi Penggunaan Facebook Bagi Kesehatan Mental

    Ini Untung Rugi Penggunaan Facebook Bagi Kesehatan Mental

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sebuah studi baru menemukan bahwa menggunakan Facebook bisa membantu mengatasi masalah mental seseorang. Namun bagaimanapun juga, platform jaringan sosial ini harus digunakan dengan hati-hati dan strategis karena juga bisa memperburuk kondisi kesehatan seseorang. Keelin Howard dari Buckinghamshire New University melakukan penelitian dengan merekrut 20 orang berusia 23 tahun hingga 68 tahun yang mengalami gangguan kesehatan […]

  • Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

    Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pemerintah Indonesia telah menerbitkan hak paten bagi kopi Mandailing, yakni Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Sertifikat hak paten itu diserahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly  kepada Bupati Madina di gedung Graha Pengayom Kemenkum HAM RI, Jakarta, Kamis (3/11). Demikian diungkap Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Georafis […]

  • Pilkada ulang Madina 2011

    Pilkada ulang Madina 2011

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA – Penetapan jadwal pemilihan kepala daerah (Pilkada) ulang, Kabupaten Mandailing Natal, harus sinergis dengan ketersedian anggaran untuk membiayai semua rangkaian tahapan. “Jadwal pelaksanaan pemungutan suara ulang Pilkada Madina akan dilaksanakan pada tahun 2011, yang diupayakan dibiayai dengan APBD Madina 2011,” tegas, Pejabat Bupati Madina, Aspan Sofyan Batubara, siang ini. Dikatakan, pengalokasian anggaran pemungutan suara […]

expand_less