Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Menyingkap fakta hilangnya MH370

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Dunia masih mencari, di mana gerangan keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370. Sejak lepas landas dari Bandara Kuala Lumpur, 8 Maret 2014, pesawat itu tak diketahui rimbanya.

Di tengah perjalanan ke Beijing, pesawat yang membawa 239 orang itu hilang kontak. Pesawat yang dikemudikan Kapten Pilot Zaharie Ahmad Shah itu melenceng dari rute seharusnya.

Hingga kini, pencarian dari berbagai negara masih terus dilakukan. Teori bermunculan. Petunjuk demi petunjuk mulai didapatkan. Tim penyidik bekerja ganda: mencari keberadaan MH370 sekaligus mengetahui fakta di balik hilangnya pesawat itu.

Kenyataan terbaru yang muncul, mengandung kemajuan yang cukup berarti. Sebab, penyidik menemukan fakta bahwa Kapten Pilot Shah menerima telepon sesaat sebelum lepas landas.

Mengutip laman Strait Times, percakapan itu berlangsung singkat: dua menit. Menariknya, setelah ditelusuri, nomor yang dipakai menghubungi Shah saat itu ternyata dibeli dengan identitas palsu.

Untuk diketahui, pembelian kartu seluler di Malaysia harus disertai pengisian data soal identitas atau nomor paspor. Jika identitas itu palsu, jelas akan ketahuan. Namun, tidak serta merta pembeli kartu seluler dengan identitas palsu berkaitan dengan teroris.

Menurut penelusuran, kartu itu dibeli di sebuah sudut kota Kuala Lumpur. Pemilik toko mengaku, kartu seluler itu dibeli dengan mencantumkan identitas seorang wanita.

Penyidik lantas melakukan sejumlah wawancara untuk mencari fakta lebih lengkap. Istri Shah, Faizah Khan, juga dimintai keterangan. Namun, tidak ada detail yang bisa kembali diungkap karena pasangan yang dikaruniai tiga anak itu telah pisah ranjang. Meski, keduanya masih satu rumah.

Selain Faizah, penyidik juga sudah mewawancarai seluruh orang yang berkomunikasi dengan Shah melalui telepon selulernya di hari nahas hilangnya MH370. Begitu pula dengan orang-orang yang ditelepon maupun menelepon Kopilot MH370, Fariq Abdul Hamid.

Satu yang belum dimintai keterangan: si wanita misterius dengan identitas palsu.

Pilot dicurigai
Setelah memetakan berbagai teori dan kemungkinan, kecurigaan tim penyidik hilangnya MH370 mau tak mau juga mengarah pada keterlibatan pilot. Rumah Shah digeledah, beberapa barang disita.

Salah satu yang menyita perhatian penyidik, adalah adanya simulator terbang di rumah Sang Pilot. Soal pemesanan alat itu, tercatat dalam rekam jejak surat elektroniknya dengan vendor online.

Namun, itu saja tak bisa lantas membuktikan Shah bersalah karena terlibat pembajakan pesawat. Sebab, memasang simulator terbang kini menjadi hal umum di kalangan pilot.

Tujuannya, apa lagi kalau bukan meningkatkan kemampuan terbang secara virtual. Jika bangga dengan hasilnya, mereka akan mengunggah ke forum online.

“Banyak pilot menghubungi saya dan tertarik membuat simulator terbang di rumah,” kata Thanos Kontogiannis, penggemar penerbangan di California. Biasanya, para pilot, termasuk Shah, menggunakan pengendali gerak untuk meningkatkan sensasi nyata dari simulator terbang mereka.

Selain simulator, penyidik juga menyita perangkat lunak X-Plane seri terbaru yang begitu sering dimainkan Shah. Mengutip Reuters, Shah bahkan sering membanggakannya melalui forum online.

Pada 17 November 2012, ia mengunggah simulator baru sekaligus spesifikasinya. Shah menyebutnya “mengagumkan” dan mengakui itu sebagai “gairahnya”. Diperkirakan, ia menghabiskan US$7 ribu untuk peralatan itu.

Penyidik menilai, temuan itu juga merupakan kemajuan yang signifikan. Sebab, perangkat yang dimainkan begitu mirip dengan kondisi nyata.

“Menarik, karena ini permainan seri terbaru yang paling maju dan punya segala macam situasi darurat serta skenario tempur,” ungkap seorang pejabat kepolisian Malaysia.

Permainan yang difavoritkan Shah, memungkinkan ia seperti mendaratkan pesawat di lebih dari 33 ribu bandara, kapal induk, rig minyak, air berombak, sampai helipad di atas gedung.

“Ia juga menyimulasikan banyak kerusakan, kondisi darurat, serta bagaimana menerapkan prosedur yang tepat,” imbuh Naoya Fujiwara, ahli simulator asal Jepang.

Cuaca, angin, dan suhu juga bisa diunduh melalui alat itu. Namun, soal menghindar dari radar seperti yang diduga dilakukan MH370, tidak bisa disimulasikan.

FBI telah dilibatkan dalam hal itu. Mereka mencoba untuk mengembalikan histori permainan. Uniknya, ada data-data yang dihapus pada 3 Februari. Belum jelas, apa alasan data bisa terhapus. Yang jelas, memori permainan masih cukup besar, sehingga tak mungkin ada kesalahan teknis.

Namun, tudingan bahwa pilot dan kopilot pesawat terlibat langsung dibantah mantan penerbang Boeing 777, Stephen Buzdygan. Sebab, dari percakapan 54 menit terakhir yang tertangkap menara kontrol, tidak ada tanda-tanda Shah maupun Hamid menyembunyikan sesuatu.

Ditemukan ‘puing’
Sementara itu, pencarian fisik pesawat MH370 juga membuahkan petunjuk baru. Mengutip CNN, Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, menyebutkan satelit Tiongkok menangkap objek yang diduga puing pesawat.

Benda dengan panjang 22,5 meter dan lebar 13 meter itu ditemukan di bagian Selatan Samudera Hindia. Tim dari Australia dan negara lain langsung bertindak menyisir lokasi sesuai koordinat satelit.

Menurut kantor berita di Tiongkok, citra satelit diambil pada Selasa siang, 18 Maret 2014. Posisinya 120 km dari dua objek besar yang ditemukan satelit Australia sebelumnya. Lokasi itu termasuk “ganas”.

Perairan jarang digunakan untuk lalu lintas laut. Anginnya kencang, dan ombaknya tinggi. Bahkan, saat laut tenang, kata Eri Van Sebille, ahli kelautan di University of New South Wales, suhu dingin kutub Utara berembus.

“Kondisinya sangat keras. Saat tiba di sana, pengaruh antartika langsung terasa di lautan,” katanya, dilansir Channel News Asia.

Nathan Bindoff, profesor oseanografi di Universitas Tasmania menambahkan, ombak ganas dan angin kencang bisa membawa puing-puing lebih jauh lagi. Bahkan, hingga seribu kilometer dari lokasi semula.

Namun, Minggu, 23 Maret 2014, pesawat sipil Australia melaporkan adanya objek kecil yang tampak di Samudra Hindia. Menurut PM Australia, Tony Abbott dalam keterangan persnya, benda itu bisa dilihat dengan mata telanjang dalam radius lima kilometer di selatan Samudra Hindia.

Satu unit Royal New Zealand Air Force P3 Orion langsung dikerahkan ke lokasi. Namun, yang ditemukan hanya rumput laut. Mengutip Sydney Morning Herald, salah satu objek juga hanya berupa palet kayu.

Menurut pihak berwenang, palet kayu merupakan hal yang umum digunakan di industri penerbangan. Biasanya, itu dikemas dalam wadah lain, lalu dimasukkan dalam perut pesawat.

Pesawat Royal New Zealand Air Force P3 Orion pun akhirnya menjatuhkan pelampung penanda untuk melacak pergerakan material. Sebuah kapal dagang juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu mencari dan mengidentifikasi objek kecil yang dimaksud.

Otoritas Keselamatan Maritim Australia pun mengerahkan delapan pesawat untuk menjelajahi dua daerah yang mencakup luas 59 ribu kilometer persegi. Itu dilakukan menyusul temuan satelit Tiongkok.

Selain Australia, Jepang, dan India juga mengirimkan pesawat untuk membantu pencarian. Senin mendatang, kapal-kapal Tiongkok pun tiba di zona yang dicurigai ditemukan puing.

Meski semua pencarian menemui kemajuan, hal sebaliknya terjadi pada perasaan keluarga penumpang pesawat. Ditemukannya puing di lautan, justru menciutkan harapan mereka untuk melihat anggota keluarganya kembali dalam keadaan hidup.

Mengutip laman ABC News, istri dan empat anak Patrick Gomes, kepala pelayan di MH370 langsung lemas begitu mendengar kabar yang seharusnya menggembirakan itu. Sebab, ketika ditemukan puing artinya pesawat jatuh ke laut dan hancur. Kabar itu mengakhiri seluruh harapan yang ada.

Kecil kemungkinan pesawat masih utuh dan para penumpang serta awak kabinnya selamat. “Mereka menyebut adanya pembajakan. Jika benar begitu, artinya ada harapan keluarga kami masih hidup dan akan kembali,” ujar Jacquita Gonzales, istri Patrick.

Harapan itu, meski kini begitu kecil, tetap ia jaga. Pada cucunya yang baru berusia 2 tahun, Rafael, Jacquita menyebut suaminya masih pergi bekerja. Ia bahkan memasang lilin di kamar Patrick agar jiwanya menemukan jalan pulang.

“Mungkin Tuhan masih punya rencana yang baik. Dia membutuhkan Patrick di sana, mungkin untuk memasak atau apa,” ungkapnya lirih.(viva).

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadisbun Madina: Pemberian Izin PT.ALN Sesuai Prosedur

    Kadisbun Madina: Pemberian Izin PT.ALN Sesuai Prosedur

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengakuan Bupati Mandailing Natal non aktif Hidayat Batubara bahwa dia tidak pernah mengeluarkan izin lokasi perkebunan kepada PT. Agro Lintas Nusantara (ALN), membuat Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Mara Ondak membela diri. Kepada wartawan di sela-sela pembahasan R.APBD Madina, Selasa (10/12/2013) Mara Ondak membantah pemberian izin kepada PT.ALN sebagai prosedur terburu-buru. […]

  • Jakfar Sukhairi : Potensi Zakat Mampu Dorong Ekonomi Rakyat

    Jakfar Sukhairi : Potensi Zakat Mampu Dorong Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal calon bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution menyatakan potensi zakat di Madina sejatinya sangat besar yang mampu mendorong ekonomi ummat. Itu diungkapkannya menjawab wartawan usai menyampaikan visi misi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di aula hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/1/2020). Dari potensi zakat saja, katanya, pembiayaan […]

  • BK Imbau Angota DPRD Madina Taati Kode Etik

    BK Imbau Angota DPRD Madina Taati Kode Etik

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Badan kehormatan DPRD Mandailing Natal (Madina) mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan pada setiap fraksi agar dapat memperingati anggotanya supaya bekerja sesuai dengan aturan dan kode etik. Surat tersebut bernomor 170/018/BKD/2010 dan diteken Ketua BK H Sariful Lubis. Dalam surat itu diutarakan bahwa untuk mewujudkan DPRD sebagai lembaga yang bermartabat, maka para anggotanya harus menjungjung […]

  • Menang di Hari Kemenangan

    Menang di Hari Kemenangan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ummu Taqiyya   Sebulan penuh Allah beri kesempatan bagi ummat muslim untuk sayembara memperoleh limpahan berkah, rahmat dan ampunan di bulan suci Ramadhan. Di penghujung ramadhan mencapai garis finish kemenangan, semakin banyak rintangan, godaan dari hawa nafsu untuk lengah, hampir menyerah dan kembali berleha-leha dalam ibadah. Tak mudah untuk menang melawan hawa nafsu […]

  • Tambang Emas Hutabargot Longsor, 50 Orang Tertimbun

    Tambang Emas Hutabargot Longsor, 50 Orang Tertimbun

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Tambang emas tradisional di Desa Hutabargot Julu, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut), Senin dini hari (5/2) longsor. Dikabarkan, sedikitnya 50 orang penambang emas tradisional tertimbun longsor, dan hingga Senin sore, masih belum dapat dievakuasi. Lomo Lubis, salah seorang warga yang turut melakukan evakuasi, saat diwawancarai wartawan, mengatakan, kejadian […]

  • Pejabat Pamkab Madina Dimutasi

    Pejabat Pamkab Madina Dimutasi

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah kepala dinas dan asisten di Pemkab Mandailing Natal (Madina) dimutasi pada pelantikan yang dipimpin Sekda Yusuf Nasution, Jum’at (22/8/2014) di aula kantor Bupati Madina. Sembilan pejabat eselon II yang dilantik adalah H.Samad Lubis,SE.MM diangkat menjadi Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kab.Madina. Sedangkan kadis sebelumnya Murnady Pasaribu, AP diangkat […]

expand_less