Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Merdeka 100 Persen ala Tan Malaka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
  • print Cetak

Tan Malaka

Oleh: Hengky Datuk Tan Malaka VII

Lahir sebagai Ibrahim bergelar Datuk Tan Malaka, di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Sumatra Barat pada 2 Juni 1894. Seorang pejuang nasionalis dan pemikir yang begitu revolusioner, radikal dan militan. Bahkan pemikiran-pemikirannya begitu berbobot dan didukung sikapnya yang konsisten.

Dia adalah tokoh pencetus Republik Indonesia.

Menjelang peristiwa yang begitu sakral itu, Proklamasi 17 Agustus 1945, tokoh-tokoh pemuda seperti dari Kelompok Menteng 31 banyak dipengaruhi dengan pemikiran-pemikiran Tan Malaka, melalui diskusi-diskusi yang dilakukan diantara mereka. Bahkan karya pemikiran Tan Malaka yang berjudul Massa Aksi, kemudian dijadikan sebagai rujukan oleh para tokoh pejuang kemerdekaan, termasuk Bung Karno sendiri.

Hingga suatu waktu: “Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Sukarno sahabatku Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka, karena merdeka haruslah 100 persen. Hari ini aku melihat bahwa kemerdekaan hanyalah milik kaum elit, yang mendadak bahagia menjadi borjuis, suka cita menjadi ambtrnaar…kemerdekaan hanyalah milik kalian, bukan milik rakyat.

Kita mengalami perjalanan yang salah tentang arti merdeka, dan apabila kalian tidak segera memperbaikinya maka sampai kapanpun bangsa ini tidak akan pernah merdeka! Hanya para pemimpinnya yang akan mengalami kemerdekaan, karena hanya merdeka adil dan makmur itu dirasakan.

Dengarlah perlawanan ku ini…karena apabila kalian tetap bersikap seperti ini, maka inilah hari terakhir aku datang sebagai seorang sahabat dan saudara. Esok, adalah hari dimana aku akan menjelma menjadi musuh kalian, karena aku akan tetap berjuang untuk merdeka 100 persen.”

Itulah kalimat yang Tan Malaka ucapkan tatkala bertemu dengan Sukarno, Hatta dan Agus Salim pada 24 Januari 1946.

Dicopy dari: page facebook Suduik Minang

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum IMPM Ahmad Husein Nasution: Perjuangan terhadap Kepentingan Masyarakat Harus Diutamakan

    Ketua Umum IMPM Ahmad Husein Nasution: Perjuangan terhadap Kepentingan Masyarakat Harus Diutamakan

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua umum Ikatan Masyarakat Peduli Madina (IMPM) Ahmad Huzein Nasution menyatakan perjuangan organisasi terhadap kepentingan masyarakat merupakan yang utama sehingga memiliki poin-poin tujuan sebagai katalisator terhadap semua kebijakan pemerintah daerah. Demikian disampaikan Ketua umum Ikatan Masyarakat Peduli Madina (IMPM) Ahmad Huzein Nasution kepada Analisa Jumat, (5/11) di Panyabungan sehubungan baru terbentuknya wadah kebersamaan dalam […]

  • Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

    Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Falah Nasution Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan Kawasan Mandailing pada abad ke-14 sudah disebut dalam kitab Negarakertagama, ditulis Mpu Prapanca, sejarawan dari Majapahit. Mandailing menjadi salah satu daerah eksvansinya di luar pulau Jawa. Masuknya Majapahit di kawasan Mandailing menunjukkan bahwa pada masa itu Mandailing sudah memiliki peradaban, bahkan jauh sebelum Majapahit datang. […]

  • Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan yang muncul dalam pengelolaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Mandailing Natal (Madina) Miswaruddin Daulay menjawab Mandailing Online terkait adanya pungutan pengambilan SK guru honor TKS. “Pada hakikinya ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Pendidikan ini harus kita awasi bersama,” ujarnya. Dewan Pendidikan, jelas Miswar, […]

  • Yamaha Gandeng Wartawan Rencanakan Touring Tertib Lalu Lintas

    Yamaha Gandeng Wartawan Rencanakan Touring Tertib Lalu Lintas

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Yamaha Padangsidimpuan wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menggandeng wartawan untuk diikutkan dalam acara touring tertib berlalu-lintas. Ini dilakukan pihak Yamaha guna mendukung pemerintah terutama pihak kepolisian, untuk menyosialisasikan UU No 22/2009 tentang Lalulintas dan Jalan. Pimpinan perwakilan Yamaha wilayah Tabagsel Jhonny Tuerah, kepada MedanBisnis, Minggu (8/1), menyebutkan touring direncanakan melibatkan komunitas wartawan yang ada […]

  • Kenapa Tidak Ada Kata Fir’aun dalam Kisah Nabi Yusuf as?

    Kenapa Tidak Ada Kata Fir’aun dalam Kisah Nabi Yusuf as?

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Banyak kisah yang disebut dalam Al-Quran. Kebanyakan adalah kisah para nabi. Di antaranya adalah Nabi Yusuf as. Namun kisah beliau tergolong istimewa karena dikhususkan dalam satu surat. Nama suratnya pun memakai nama pribadi beliau. Sebanyak 13 halaman mushaf hanya bercerita tentang beliau dari kecil hingga berkuasa di Mesir. Sebanyak 11 halaman khusus bercerita saat […]

  • Istri Otak Pembunuhan Suami, Pembunuh Bayaran Dibekuk

    Istri Otak Pembunuhan Suami, Pembunuh Bayaran Dibekuk

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN –  Petugas dari Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan, Sumut, bergerak cepat setelah Nurhayani Siregar, ibu tiga anak, mengakui telah membayar orang untuk membunuh suaminya, Armansyah Harahap (39). Dalam hitungan jam, setelah Nurhayani mengakui perbuatannya, sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (8/9), polisi menangkap tiga pelaku lainnya. Ironisnya, ketiga pelaku yang ditangkap itu diketahui satu keluarga yang […]

expand_less