Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

MPC Pemuda Pancasila: Pemkab Madina Harus Inisiasi Perda Cagar Budaya

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menanggapi rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk merevitalisasi Pasanggarahan Kotanopan, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Mandailing Natal (MPC PP Madina) meminta Pemkab untuk menginisiasi perda cagar budaya.

Revitalisasi itu akan menjadi sebuah upaya meneguhkan nilai-nilai kebangsaan yang berdampak signifikan bagi penguatan nilai kepeloporan (heroisme), perjuangan (patriotisme) dan kesejarahan (historis).

Demikian disampaikan Sekretaris Dewan Pakar Pemuda Pancasila Mukhtar Nasution dalam diskusi di sekretariat MPC PP Madina, Jl. Willem Iskander, Pidolo Dolok, Sabtu (15/1).

“Ini juga wujud nasionalisme dalam menumbuhkembangkan kesadaran publik terhadap sejarah perjuangan para founding father Republik Indonesia khususnya Ir. Soekarno di tanah Mandailing,” katanya.

Nasution menerangkan, Presiden Soekarno pada tahun 1948 berkunjung ke Kotanopan menghadiri rapat raksasa menyemangati masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan.

“Kotanopan juga pernah menyimpan segudang sejarah pergerakan melawan penjajah,” sebut alumni Program Studi Sejarah UNIMED ini.

Nasution mengungkapkan gegap gempita dan pekikan merdeka membahana di seluruh Kotanopan untuk menyambut kedatangan Ir Soekarno.

“Soekarno berpidato di teras Pesanggarahan Kotanopan supaya terlihat oleh masyarakat yang sudah menantikan kehadirannya,” jelasnya.

Pelestarian warisan sejarah ini seperti, lanjut Nasution, menjadi urgen di tengah revolusi industri 4.0 sebagai penguatan kepribadian dan identitas bangsa.

Keuntungan yang lain dengan adanya revitalisasi ini, sebut Mukhtar, bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang baru dan bisa berpeluang untuk dijadikan sebagai historical heritage ketika dikelola secara profesional.

“Ini juga menjadi keuntungan bagi UKMK dan masyarakat sekitar karena daerah Kotanopan dikelilingi situs bersejarah seperti Tugu Perintis Kemerdekaan,Tugu Pahlawan, Tiang Bendera di Pasar Kotanopan yang dibangun tahun 1945, dan SDN 01 Kotanopan yang tetap utuh dengan bangunan kolonialnya,” ungkap ASN di lingkungan Pemkab Madina ini.

Dewan Pakar PP Madina berharap Pemkab Madina segera menginisiasi lahirnya Perda Cagar Budaya sebagai upaya proteksi terhadap peninggalan bersejarah yang ada di Madina.

Nasution juga memberikan apresiasi positif atas langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang menggandeng Beranda Warisan Sumatera (BWS), sebuah organisasi nirlaba yang memiliki misi berupa menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian warisan budaya.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTQ Tingkat Sumut akan Digelar di Sergai

    MTQ Tingkat Sumut akan Digelar di Sergai

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINGKISAN Bupati Sergai Ir H T Erry Nuradi MSi didampingi Sekdakab Drs H Haris Fadillah MSi menyerahkan bingkisan kepada rombongan tim LPTQ Propinsi Sumatera Utara usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Sergai di ruang rapat Wabup Sergai kompleks Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (10/1). ( medanbisnis/jhonni sitompul)

  • TRANSFORMASI SOSIAL ADAT DAN BUDAYA MANDAILING (1)

    TRANSFORMASI SOSIAL ADAT DAN BUDAYA MANDAILING (1)

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sebuah Perfleksi dan Reorientasi Oleh: Askolani Nasution*   Prolog Amat sulit untuk mendeskripsikan sejarah atau tipikal adat dan budaya Mandailing. Terutama karena adat dan budaya daerah ini tidak diwariskan melalui literasi. Sekalipun kita sudah mengenal huruf tulak-tulak 1), tetapi aksara tersebut tidak digunakan untuk tradisi literer. Tetapi, hanya ditulis untuk mantera, ramalan, perjanjian antardesa, […]

  • Kilang Padi di Panyabungan Utara Terendam Banjir

    Kilang Padi di Panyabungan Utara Terendam Banjir

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kilang padi milik Abdul Halim Siregar di Desa Sukaramai, Kecamatan Panyabunga Utara, Kabupaten Mandailing Natal, dilanda banjir, Selasa (07/02/2012). Akibat banjir setinggi 90 cm tersebut, beras sebanyak 40 goni (1,2 ton), terendam. Sebagian lapangan jemuran amblas diterjang arus parit Aek Panuncangan. Banjir dan angin kencang disertai hujan deras melanda Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa petang. Belasan […]

  • Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIV tingkat kabupaten. Berlangsung dari 21 hingga 24 Februari 2025, dan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-26 Madina serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Madina, Bahrudin Juliadi, mengatakan bahwa MTQ merupakan agenda tahunan untuk menanamkan nilai-nilai […]

  • Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 15 Desember 1847, Belanda menggalakkan kebijakan tanaman kopi di kawasan Mandailing Angkola. Asisten Residen A.P. Godon melibatkan pemerintahan raja-raja tradisional untuk memobilisasi budi daya kopi secara massal. Pemerintah kolonial memaksa setiap penduduk untuk menanam kopi dan hasilnya wajib dijual kepada Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi sampai […]

  • 5.712 PNS Tapsel Terima Tunjangan Beras

    5.712 PNS Tapsel Terima Tunjangan Beras

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Hari Ini, Selasa (12/5), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mencairkan tunjangan beras Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dirapel per 1 Januari 2014 hingga April 2015. Hal tersebut sesuai dengan tindaklanjut dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor per-3/PB/2015 tentang perubahan atas kelima atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-67/PB/2010 tentang tunjangan […]

expand_less