Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Mudik Dilarang, Silahkan Pesan Online Bipang Ambawang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Risdanur, S.Pd
Anggota Komunitas Madina Menulis

Pemerintah resmi membuat aturan terkait dengan larangan mudik pada lebaran tahun 2021 dengan alasan menekan penularan virus Covid-19 di Indonesia.

Larangan mudik ini dimulai dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 dengan memberlakukan beberapa penyekatan mudik di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Pada beberapa titik penyekatan mudik tersebut terdapat banyak kendaraan yang dipaksa polisi putar balik karena nekad mudik.

Tak habis pikir, setelah rakyat Indonesia khususnya kaum muslimin dikecewakan dengan aturan pemerintah terkait pelarangan mudik lebaran dengan alasan menekan penularan Covid-19. Namun disisi lain, pemerintah membuka pintu masuk selebar-lebarnya yang dapat menimbulkan kerumunan, seperti pusat-pusat perbelanjaan dan pariwisata.

Kini publik dikejutkan lagi dengan himbauan Presiden  Joko Widodo pada sebuah tayangan di stasiun televisi swasta, Sabtu 8 Mei 2021. Pada tayangan tersebut Presiden Joko Widodo membahas mengenai larangan mudik demi kebaikan bersama untuk menekan penularan Covid-19 dan mengatakan jika para pemudik yang tidak bisa mudik tersebut rindu akan kuliner khas daerah masing-masing maka boleh untuk memesannya via online.

Dalam tayangan video tersebut Presiden Joko Widodo juga menyebutkan berbagai makanan khas daerah yang biasa dibawa pemudik sebagai oleh-oleh.

“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya tinggal pesan dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah”, ucap Presiden Joko Widodo dalam videonya. (KOMPASTV, 8 Mei 2021).

Namun yang mencengangkan adalah pernyataan “Bipang Ambawang dari Kalimantan” yang disebutkan oleh Presiden Joko Widodo tidak lain adalah babi panggang Ambawang dari Kalimantan.

Tentu saja hal ini sontak menjadi perbincangan publik karena dalam suasana menyambut lebaran notabenenya yang merayakan adalah kaum muslim namun di sisi lain presiden Jokowi seolah mempromosikan bipang Ambawang sebagai kuliner lebaran.

Pernyataan tersebut langsung viral di jagat maya karena umat Islam sendiri tidak menyangka bahwa seorang pemimpin negara yang beliau juga beragama Islam bisa menyebutkan bipang atau babi panggang direkomendasikan sebagai kuliner lebaran yang bisa dipesan secara online.

Di dalam Al-Quran jelas sekali disebutkan bahwasanya babi adalah haram.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَ الدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَاۤ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ ۚ 

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah…..” (QS. An-Nahl 16: Ayat 115).

Maka jelas sekali pernyataan Presiden Joko Widodo ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam karena babi sendiri adalah haram untuk dimakan, namun sebaliknya Presiden Jokowi malah merekomendasikan babi panggang atau bipang Ambawang boleh dipesan secara online sebagai kuliner lebaran.

Wallaahu’alam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Mahasiswa Desak Bupati Madina Minta Maaf

    Forum Mahasiswa Desak Bupati Madina Minta Maaf

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Forum Mahasiswa Mandailing Natal di Sumatera Barat  mendesak Bupati Madina meminta maaf kepada masyarakat Mandailing Natal (Madina). Itu dinyatakan Forum Mahasiswa Mandailing Natal-Sumbar  dalam rilis pers yang dikirim kepada Mandailing Online, Senin (29/4/2019), terkait surat Permohonan Berhenti Dari Jabatan Bupati oleh bupati Madina kepada Presiden Jokowi. Rilis pers itu dikirim Haris […]

  • Kentang Hutanagodang Sangat Digemari

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Jika ada produk lokal Mandailing Natal (Madina) yang pasarnya tidak bisa dipengaruhi produk dari luar daerah, pastinya kentang Hutanagodang produknya. Meskipun harga kentang di seluruh pelosok negeri ini merosot, namun harga kentang kebanggaan orang Mandailing ini tetap stabil di atas Rp.10.000 per kilo gram. Kentang Hutanagodang masih menjadi primadona bagi masyarakat […]

  • Kejamnya Dunia Menghantam Generasi Muda

    Kejamnya Dunia Menghantam Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Barus Hari ini kita sering mendengar dan melihat pemberitaan para pemuda generasi bangsa ini. Begitu banyak kasus demi kasus dan maksiat demi maksiat yang mereka lakukan. Bukan hanya satu atau dua orang mereka yang selalu bermaksiat kepada Allah tetapi berjamaah mereka berbondong-bondong melakukan itu. Terkadang […]

  • Teror Beruang di Ulu Pungkut

    Teror Beruang di Ulu Pungkut

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Warga di Desa Simpang Duhu Dolok, Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal merasa terancam oleh kehadiran beruang dalam dua pekan terakhir. Beruang yang diperkirakan berusia dewasa ini kerap muncul berkeliaran di perkebunan warga sehingga membuat warga resah dan takut. Pihak Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Resort 4 Alahan Kae telah […]

  • Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 2)

    Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 2)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Tanobato: Desa Kecil yang Pernah Menyalakan Obor Pendidikan Bumiputera Hari ini Tanobato mungkin tampak seperti desa biasa di Mandailing. Tetapi pada abad ke-19, tempat itu pernah menjadi salah satu titik paling penting dalam sejarah pendidikan bumiputera di Sumatra. Di desa itulah Willem Iskander mendirikan Kweekschool Tanobato tahun 1862.[1] Bayangkan […]

  • Ibu-ibu DPRD Madina Kunjungi LP Panyabungan

    Ibu-ibu DPRD Madina Kunjungi LP Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Rukun keluarga anggota DPRD (Rukad) Mandailing Natal (Madina) melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakat (LP) Sipaga-Paga, Panyabungan, Jumat (13/1). “Sebagai organisasi ibu-ibu anggota DPRD Madina yang juga punya peran untuk memberikan pengayoman terhadap masyarakat, baik itu yang berkelakukan baik juga buruk.Anak-anak yang berada di LP perlu mendapat perhatian khusus,” kata Ketua Rukad Madina Marayani Siregar, […]

expand_less