Jumat, 29 Mei 2026
light_mode

Narkoba Menyasar Remaja, Salah Siapa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Hadi Kartini

Polisi kembali mengungkap hal sangat memprihatinkan yang menyangkut remaja. Dari hasil penggerebekan yang dilakukan oleh polisi di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, sebanyak 15 pelajar SMP positif menggunakan narkoba setelah melakukan tes urine.

Menurut Walikota Surabaya Eri Cahyadi, penyalahgunaan narkoba merupakan kenakalan remaja yang salah satunya karena salah pola asuh orang tua. Untuk itu, orang tua harus mengevaluasi diri dan sadar akan perannya dalam mengasuh anak masing-masing.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan pengurus tingkat RW dan tokoh masyarakat untuk mengamankan Jalan Kunti. Dan bekerjasama dengan BNN menggelar uji dumpling acak ke siswa. (Suarasurabaya.net, 14-11-25)

Masa Depan Nagara Berada di Tangan Generasi

Peredaran narkoba sudah merambah pelajar SMP menandakan Indonesia darurat narkoba. Ini adalah hal yang sangat mendesak untuk segera diatasi. Jika keadaan seperti ini terus berlanjut, maka masa depan bangsa dan negara akan terancam.

Maju dan hancurnya suatu bangsa berada di tangan generasi muda. Jika remajanya berkualitas maka akan membawa bangsa dan negara mencapai kemajuan. Sebaliknya, jika remajanya rusak maka kehancuran suatu bangsa dan negara sudah di depan mata.

Narkoba merupakan barang haram yang akan membawa generasi kepada kehancuran. Mengkonsumsi narkoba akan merusak fisik maupun akal secara perlahan. Bagaimana mungkin generasi yang bermasalah akan membawa bangsa dan negara ini mencapai kemajuan?

Salah Siapa?

Terjeratnya remaja dalam lingkaran barang haram ini tidak sepenuhnya salah orang tua dan keluarga. Pasti setiap orang tua tidak menginginkan anak-anak mereka terlibat barang haram ini. Berbagai usaha telah dilakukan, seperti mengontrol pergaulan anak, menanamkan kepada anak bagaimana efek negatif mengkonsumsi narkoba. Menjelaskan bahwa narkoba adalah barang haram yang tidak boleh diedarkan, dikonsumsi, dan juga melanggar hukum.

Tetapi pengaruh lingkungan sangat berperan membentuk kepribadian remaja. Di mana lingkungan tempat mereka tumbuh, narkoba dan hal-hal negatif lainnya menjadi hal yang biasa mereka indra, seperti di Jalan Kunti dengan julukan kampung narkoba. Peluang untuk mecoba lebih besar sehingga tidak mengherankan jika mereka menjadi konsumen aktif, bahkan bisa jadi sebagai pengedar.

Saat ini kita tidak bisa berharap banyak pada masyarakat untuk menjaga anak kita dari hal-hal negatif. Karena lingkungan sosial masyarakat kehilangan fungsinya sebagai pengontrol. Masyarakat hari ini tidak peduli dengan kehidupan orang lain karena hidup di sistem ini membuat orang jadi serba salah. Jika ditegur kita berada dalam masalah, tidak ditegur semakin parah. Prinsip orang sekarang adalah  selagi tidak keluarga sendiri yang terlibat maka jangan ikut campur. Akibatnya, peredaran narkoba semakin merajalela dan korbannya sudah merambah anak-anak di bawah umur.

Yang patut disalahkan dari peredaran narkoba ini adalah pengaruh sistem kapitalisme sekuler liberal dalam mengatur kehidupan saat ini. Sistem ini memisahkan aturan kehidupan dari aturan agama. Secara tidak langsung, sistem ini juga memberikan kebebasan dalam berusaha sehingga bisnis haram pun bisa berkembang dengan pesat.

Peran Agama

Untuk mengatasi peredaran narkoba kuncinya adalah ketakwaan individu. Ketakwaan individu dibentuk melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Tetapi pendidikan hari ini lebih mengutamakan keberhasilan secara materi daripada keberhasilan pendidikan karakter. Pendidikan agama dipandang sebelah mata karena tidak akan membawa manfaat besar bagi kehidupan yang berorientasi pada materi.

Abai terhadap pendidikan agama menyebabkan sebagian besar remaja bertingkah laku semaunya dan salah arah. Mereka tumbuh menjadi generasi yang cuek, tidak berfikir apakah perbuatan mereka di larang agama atau tidak. Yang penting mereka merasa senang dan bahagia menjalankan hidup sesuka mereka. Terkadang perbuatan tersebut merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Keberhasilan pendidikan dunia tanpa dibarengi dengan pendidikan agama, maka keberhasilan tersebut akan membawa kepada kerusakan. Di sinilah pentingnya peran pendidikan agama. Agama menjadi pedoman untuk melakukan suatu perbuatan, sehingga semua perbuatan akan terarah dan bermanfaat bagi kehidupan.

Negara Gagal  Melindungi Generasi

Melihat situasi dan kondisi peredaran narkoba yang sudah menyasar pelajar, sepertinya negara gagal dalam melindungi generasi muda dari hal-hal negatif. Padahal negara tidak kekurangan aparat dan mempunyai aturan untuk menjerat orang-orang yang terlibat dalam bisnis haram ini. Tetapi peredaran narkoba semakin masif di masyarakat.

Negara seolah tidak berdaya dalam memberantas mafia-mafia narkoba. Bandar-bandar besar tidak tersentuh hukum dan masih bebas menjalankan bisnis haramnya. Jika pun ada yang terjaring dan mendekam di jeruji besi, tetapi tidak membuat pelaku jera dan mengulangi lagi perbuatan yang sama.

Ini membuktikan bahwa hukuman yang diberikan tidak berefek bagi pelaku. Dan banyak hukuman yang dijatuhkan tidak sesuai dengan kejahatan yang dilakukan. Hal seperti ini terjadi karena adanya oknum-oknum aparat yang mengambil keuntungan dari masalah yang ada dan ini adalah fakta di lapangan. Para bandar dan oknum sama-sama diuntungkan dan yang menjadi korban adalah generasi bangsa ini.

Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan-kebijakan yang terkait dengan narkoba. Serta semua kebijakan yang berpeluang menyeret generasi ke dalam pusaran narkoba. Karena kebijakan yang sudah ada terbukti tidak efektif memutus peredaran narkoba. Jangan sampai negara ini hancur karena narkoba.

Islam Memberantas Peredaran Narkoba

Masalah serius ini terjadi akibat dari pengaruh sistem kapitalisme sekuler liberal dalam mengatur kehidupan. Sistem yang menimbulkan permasalahan di semua lini kehidupan. Untuk memberantas narkoba sampai ke akarnya, Islam mempunyai aturan yang tegas dan jelas.

Sistem Islam akan mengembalikan peran dan fungsi semua lapisan masyarakat.  Seperti keluarga, keluarga adalah tempat pertama anak mendapatkan pendidikan. Pendidikan dalam keluarga menanamkan ketakwaan kepada Allah. Sehingga anak mengetahui semua tindakan dan tingkah lakunya sesuai dengan syariat ataukah melanggar syariat. Mereka faham bahwa semua perbuatan yang mereka lakukan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti.

Kemudian lingkungan sosial masyarakat, lingkungan sosial berfungsi sebagai pengontrol tingkah laku seseorang dalam masyarakat. Masyarakat akan selalu melakukan amar makruf nahi munkar. Karena masyarakat dalam Islam mempunyai pemikiran, perasaan, dan aturan yang sama. Sehingga semua lapisan masyarakat terjaga dari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan syariat Islam.

Dan yang paling penting adalah peran negara. Negara bertanggungjawab penuh atas seluruh rakyatnya, baik kesejahteraan, keamanan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw. bahwa, “Imam itu adalah pemimpin dan dia diminta pertanggungjawaban atas orang yang ia pimpin.”(HR Bukhari dan Muslim).

Negara akan menyelesaikan semua persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Seperti kasus narkoba, pemerintah akan memutus semua rantai yang bisa menyebabkan peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat.

Ini bisa dimulai melalui sistem pendidikan. Negara akan menerapkan pendidikan yang berbasis akidah sehingga remaja dan generasi mempunyai ketakwaan. Dengan adanya ketakwaan maka semua perbuatan dan tingkah laku generasi selalu terjaga dan tidak ke luar dari jalur yang telah ditentukan syariat. Selain sistem pendidikan yang berbasis akidah, negara juga akan memberlakukan sanksi tegas kepada orang-orang yang melakukan tindakan dan perbuatan yang melanggar syariat.

Khatimah

Akar dari semua permasalahan yang terjadi saat ini adalah kesalahan dari penerapan sistem yang mengatur kehidupan. Untuk itu negara wajib menerapkan sistem yang mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada sehingga manusia bisa hidup sesuai fitrahnya. Sistem itu tidak lain adalah sistem Islam yang diterapkan dalam naungan Daulah Islamiyah.

Wallahu’alam bissawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahma Mengharapkan Bantuan Pemerintah

    Rahma Mengharapkan Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejam Ibu Kota Lebih Kejam Ibu Tiri PANYABUNGAN (Berita): Kejamnya ibu kota lebih kejam ibu tiri, ayah aku tak punya ibu pun tak punya siapapun aku tak punya hanya airmatalah yang selalu bercerita, kata pepatah dan lagu ini sangat tepat apa yang dialami Rahma boru Lubis (28) kelahiran Desa Tangga Bosi II Kecamatan Siabu Kabupaten […]

  • Meneladani Politik Para Nabi dan Rasul

    Meneladani Politik Para Nabi dan Rasul

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          Oleh : HM Jakfar Sukhairi Nasution   Politik dalam pandangan Islam bagian dari ibadah. Bagian dalam memperbesar kebaikan dan meminimalisir keburukan. Memudahkan urusan yang baik dan mempersempit ruang gerak keburukan. Intinya semua harus dalam panji amar ma’ruf dan nahi munkar melalui kekuasaan. Nabi Daud dan Sulaiman, mereka sebagai prototipe seorang penguasa yang […]

  • Berantas Judi, Kapoldasu Diminta Turun ke Palas

    Berantas Judi, Kapoldasu Diminta Turun ke Palas

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Ketua DPK Masyarakat Pancasila Indonesia Paluta, Nuhrom Ahadi Siregar meminta Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Satro agar turun ke Padang Lawas Utara karena Kapolres di daerah itu dinilai gagal memberantas judi dan togel di wilayah hukumnya. “Kepada Kapoldasu yang baru, turun langsung ke Paluta menyaksikan maraknya peredaran judi togel dan kim,” harap Nuhrom didampingi Kordinator […]

  • Oknum Petugas LP Siborongborong Diduga Cabuli Tahanan

    Oknum Petugas LP Siborongborong Diduga Cabuli Tahanan

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siborongborong, Oknum petugas Lembaga Permasyarakatan (LP) Siborongborong berinisial RS diduga melakukan pencabulan terhadap tahanan wanita Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) yang dititipkan di LP Siborongborong. Informasi yang diperoleh Senin (25/04/2011), kejadian tersebut terjadi pada Ahad sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah RS mengeluarkan tahanan dari ruang tahanan, lalu dibawa ke ruang tamu selanjutnya disuruh masuk ke kamar […]

  • DCS Dapil 3 Hanura Madina

    DCS Dapil 3 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 Hanura Madina.

  • Pemkab Madina: Gedung Penangkaran Walet di Panyabungan Tak Berizin. Satpol PP Akan Lakukan Penertiban

    Pemkab Madina: Gedung Penangkaran Walet di Panyabungan Tak Berizin. Satpol PP Akan Lakukan Penertiban

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengaku belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait gedung penangkaran sarang burung walet. Namun Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 tentang Standar Usaha dan Standar Produk ada. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Satu Pintu Pemkab Madina Ahmad Faisal Lubis mengatakan, hari ini senin […]

expand_less