Minggu, 8 Mar 2026
light_mode

Objek Wisata Sampuraga Mengecewakan, Perlu Perhatian Pemerintah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Agt 2012
  • print Cetak

wisata sampuraga 300812PANYABUNGAN (MO) – Tokoh masyarakat Kecamatan Panyabungan Barat, Salamuddin mendesak Pemkab Madina, Kamis (30/8) untuk lebih memperhatikan kesinambungan objek wisata Sampuraga yang terletak di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat.

Kondisi fisik objek wisata Sampuraga sudah bertahun-tahun memprihatinkan akibat kurang penanganan menyebabkan banyak pengunjung kecewa dan tak mau kembali mengunjunginya.

“Lokasinya bersemak, becek, tempat untuk duduk-duduk pun tak ada yang layak. Pengunjung bingung, titik-titik air panas tak terawat dibiarkan kayak kubangan kerbau. Tak ada yang menarik untuk menjadi kesan pengunjung,” ungkap Salamuddin.

“Sampuraga ini merupakan salah satu kekayaan wisata alam Kabupaten Mandailing Natal yang telah mempunyai cerita melegenda Sampuraga yang menasional, jadi kita sangat mengharapkan Pemkab Mandailing Natal dapat melestarikan objek wisata ini,” ujarnya.

Kalau memang sampuraga ini dipoles dengan baik maka akan menjadi salah satu objek wisata yang sangat terkenal karena cerita tentang sampuraga sudah terkenal di seluruh pelosok tanah air ini dan akan menjadi salah satu pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Mandailing Natal ini.

“Selama ini setiap hari libur maupun hari raya idul fitri sampuraga ini merupakan salah satu tujuan objek wisata para perantau yang telah lama di rantau orang, karena disamping untuk membawa anak-anaknya serta pamilinya berlibur juga dapat memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka,” ujarnya.

“Konon zaman dahulu bahwa munculnya air panas dari dalam perut bumi akibat salah seorang anak yang bernama durhaka kepada Ibunya karena si sampuraga ini telah kaya dan mendapatkan kedudukan yang sangat baik di kerajaan pada zaman itu,” ucapnya mengulangi cerita Sampuraga.

“Ini kan bisa menjadi pelajaran bagi para generasi muda kita agar tidak durhaka kepada orang tua, inilah salah satu daya tarik objek wisata ini sehingga memang sudah waktunya pemerintah memperhatikan kekayaan alam madina ini untuk dapat menghasilkan PAD kepada Pemkab Mandailing Natal,” harapnya.

Memang katanya, beberapa tahun yang lalu Pemerintah telah melakukan renopasi dan perbaikan beberapa pasilitas yang ada di objek wisata sampuraga tersebut, namun sekarang ini pasilitas tersebut terlihat kurang perawatan dan terkesan dibiarkan saja sehingga tidak tertata rapi.

“Ini memang selalu keluhan para pengunjung sampuraga selama ini, termasuk diantaranya tidak tertata rapinya objek wisata tersebut dan kurangnya pasilitasnya sehingga pada waktu bukan hari raya idul fitri lokasi ini menjadi semak yang tidak dirawat,” jelasnya.

Keluhan juga muncul dari Karsahman Nasution, perantau yang mudik dari Jawa. Dia mengeluh ketika dia pada lebaran kemarin membawa keluarganya ke lokasi wisata Sampuraga.

“Anak-anak sering mendengarkan tentang sampuraga ini yang konon katanya durhaka kepada orang tuanya, sehingga anak-anak saya kepingin melihat secara langsung bagaimana air panas sampuraga ini. Namun, kita kecewa karena lokasi wisata ini tak menawarkan apa-apa. Yang ada justru semak dan tanah becek, kawah-kawah air panas juga tak menakjubkan,” ungkapnya.(mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Kebebasan Pers Sedunia dan Kondisi Pers di Indonesia

    Hari Kebebasan Pers Sedunia dan Kondisi Pers di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dirangkum: Dahlan Batubara Jurnalis   Sejarah Hari Kebebasan Pers Sedunia Majelis Umum PBB mendeklarasikan 3 Mei sebagai Hari Pers Sedunia atau Hari Kebebasan Pers Sedunia pada 1993 menyusul diangkatnya Rekomendasi sesi ke-26 pada Konferensi Umum UNESCO di 1991. Hari Pers Sedunia diperingati sebagai upaya guna mendorong dan mengembangkan insiatif dalam mendukung kebebasan pers. Sekaligus bertujuan untuk […]

  • Bupati Madina Diminta Tertibkan Kendaraan Dinas

    Bupati Madina Diminta Tertibkan Kendaraan Dinas

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Penjabat (Pj) Bupati Mandailing Natal (Madina) Ir Aspan Sofyan diminta menertibkan penggunaan kendaraan dinas. Pasalnya, kendaraan dinas itu,baik roda dua maupun roda empat beroperasi di luar jam kantor, bahkan dipakai bukan orang yang berhak menggunakannya. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPC PKB Madina Abdul Waris Ray kepada MedanBisnis, Senin (25/10), di Panyabungan. “Kita berharap agar […]

  • 1058 Mengungsi, 20 Rumah Rusak, 444 Rumah Terrendam
    Tak Berkategori

    1058 Mengungsi, 20 Rumah Rusak, 444 Rumah Terrendam

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Rizpan Zuliardy ST, Selasa (30/4/2013) mengungkapkan sekitar 1058 jiwa yang mengungsi. Sementara jumlah rumah rusak dan terrendam akibat banjir bandang Sungai Aek Mata dan anak sungai Sigalapang dan luapan Sungai Rantopuran mencapai sekitar 464 unit. Di sepanjang aliran Sungai Aek Mata, terdapat sejumlah desa […]

  • 60 Instansi tak Rekrut CPNS Baru

    60 Instansi tak Rekrut CPNS Baru

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Waspadai Strategi untuk Raih Remunerasi JAKARTA- Tuntas sudah pengajuan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2011. Berdasar data dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB), hingga batas akhir pengajuan, terdapat 60 intansi yang tak memasukkan data kebutuhan pegawai baru. Ke-60 instansi tersebut terdiri atas instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan […]

  • Benarkah Orang Indonesia Harus Bayar Suap untuk Layanan Publik?

    Benarkah Orang Indonesia Harus Bayar Suap untuk Layanan Publik?

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Apa kabar pelayanan publik di Indonesia? Masihkan harus mengeluarkan uang suap untuk mendapatkan kemudahan dan proses cepat? Data Transparency International dalam global corruption barometer 2013 menyebutkan 4 dari 10 orang Indonesia harus mengeluarkan suap untuk layanan publik. Dalam data TI yang sudah dirilis tahun ini dan dikutip detikcom, Selasa (17/9/2013), disebutkan bahwa responden Indonesia yang […]

  • Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Warga Desa Tor Banua Raja (Bulu Mario) dan Sopo Sorik, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) puluhan tahun masih menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Batang Gadis menuju Jalan Lintas Sumatera dalam rangka melakukan aktivitas. Nur Asiyah Nasution (39), warga Desa Bulu Mario mengatakan, sebenarnya ada jembatan gantung pundasi beton dibangun. Namun sudah puluhan […]

expand_less