Selasa, 2 Jun 2026
light_mode

Orang Miskin Terus Disalahkan, Kenapa Tidak Mengevaluasi Sistem yang Sudah Memiskinkan?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamatan Politik

UYM kembali menjadi perbincangan jagat sosial media. Pasalnya, UYM mengeluarkan komentar yang dianggap nitizen tidak layak untuk diucapkan oleh seoarang penceramah. Seperti dilansir dari @geloranews, Jumat (16/04/2021) menyebutkna bahwa pernyataan Ustaz Yusuf Mansur  menuai kontroversi. Pasalnya UYM menyebut bahwa orang miskin pasti kurang ibadah. Kisruh ini berawal dari cuitan Feby Indriani subuh tadi. Di mana ia lebih dulu mengomentari pernyataan UYM di salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Feby menuilskan, UYM mengatakan di Metro tv jika orang miskin, pasti ibadahnya kurang. Menyatakan rasa kasihan  dengan orang miskin yang ditindas struktur lalu menyalahkan ustaz yang kaya raya. Menurut Feby, yang dikatakan UYM tersebut di atas berbeda dengan visi Rasulullah yang berusaha mewujudkan keadilan. Sementara UYM malah menjadi agen kapitalisme yang melulu menyalahkan orang miskin.

Padahal lanjut Feby, orang miskin kerap tidak bisa keluar dari kemiskinan karena kebijakan-kebijakan dan sistem belum berpihak pada mereka. Tak hanya Feby, tokoh Nahdlatul Ulama juga turut mengomentari pernyataan Ustaz Yusum Mansur barusan. Pengurus Cabang Istimewa NU Akhmad Sahal, ia membandingkannya dengan doa Nabi Muhammad SAW. Lebih lanjut, Gus Sahal menilai UYM keliru dalam membuat pernyatan tersebut. Sebab menurut Gus Sahal, orang miskin tidak semata-mata karena kurang ibadah.

Kenapa Harus Menyalahkan Orang Miskin?

Banyak orang yang salah paham melihat suatu fenomen kehidupan. Bahkan menakwil dalil juga tidak segan-segan demi membenarkan argumennya. Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan demikian. Adanya suatu peristiwa/kejadian di alam semesta tidak selalu berkaitan dengan kaidah kausalitas (sebab – akibat). Karena kehidupan manusia tidak hanya dikendalikan oleh dirinya sendiri, melainkan juga ada Zat yang mengendalikan.

Oleh karena itu, terkait ucapan UYM tersebut perlu untuk didudukkan sesuai dengan konteks ajaran Islam yang benar.

Pertama, kondisi kemiskinan yang disebutkan sebagai akibat kurangnya beribadah, kurang tepat. Sebab, banyak yang kaya tetapi ibadahnya hancur-hancuran bahkan tidak mengerti soal ibadah. Kenapa? Karena tidak mendapatkan pelajaran ibadah atau cara beribadah sesuai ajaran agamanya sejak kecil. Mungkin mereka dari kalangan keluarga yang super sibuk dengan aktifitas duniawi sehingga orangtuanya lupa atau bahkan tidak peduli dengan masa depan agama anak-anaknya. Maka jadilah kelompok yang ibadahnya kurang tetapi kaya harta.

Kedua, hakikatnya antara kaya, miskin, dan ibadah tidak memiliki korelasi langsung. Sehingga orang yang rajin ibadah akan serta merta mendapatkan kekayaan. Dan yang ibadahnya kurang, langsung diberikan kemiskinan oleh Allah. Karena jika kaya-miskin diartikan dalam konsep rezeki, maka rezeki itu minallah. Artinya, jika Allah berkehendak, akan diberikan. Jika  tidak, ya tidak.

Kerja dan ibadah hanyalah usaha yang menjadi ikhtiar wilayah manusia. Namun bukan mutlak menjadi asbab yang menjadikan manusia kaya.  Allah memang telah berjanji tidak akan menyalahi usaha. Artinya, hasil selalu berbading lurus dengan usaha, dan hasil tidak pernah menyalahi proses. Bagi yang berusaha untuk mendapatkan rezeki, semisal mengumpulkan harta, tegantung usahanya seperti apa, ya dikasih, baik halal maupun haram. Karena kelak yang dihisab adalah usaha yang ditempuh dalam menjemput rezekinya bukan jumlah yang didapat.

Ketiga, fenomen kaya-miskin adalah pelengkap kehidupan. Dan sudah suannatullahnya diciptakan Allah. Ada yang kaya untuk berbagi dengan si miskin. Karena sebagian harta kita adalah milik orang lain. Adanya orang miskin jadi ujian bagi orang kaya, apakah memahami hakikat harta kekayaannya. Bisa membawanya ke surga atau ke neraka. Adanya yang miskin juga ujian, apakah terus akan berusaha di jalan yang benar dan terus beribadah, atau malah merasa bosan lalu menghalalkan yang diharamkan.

Idealnya, begitulah konteks memahami kaya-miskin dalam  kehidupan ini menurut perpesktif Islam. Namun, ada satu hal yang harus dipahami lagi dan tidak kalah penting. Bahwa setiap keadaan baik miskin maupun kaya bisa berubah. Dan Allah telah berjanji akan mengubah kondisi suatu kaum jika mau mengubahnya. Artinya, dari kacamata konsep kaidah kausalitas, dan dikaitkan dengan situasi hari ini, kita dapat melihat bahwa kemiskinan yang terjadi bukanlah karena turun dari langit alias tanpa sebab.

Fenomena banyaknya orang miskin di zaman modern ini tidak lepas dari program atau upaya untuk memiskinkan secara struktutal atau sistemik. Sebaba apa? Sebab kesalahan dalam mengelola sumber kekayaan alam milik rakyat. Allah swt menciptakan manusia di bumi lengkap dengan potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran hidup makhluk hidup di dalamnya, khususnya manusia. Sayang, potensi sumber daya alam tersebut telah dikelola oleh segelintir elit politik, penguasa, dan para cukong asing yang bekerjasama. Walhasil, sumber dirampok, yang menikmati hanya segelintir elit, sementara rakyat tinggal gigit jari.

Itulah akar masalah kemiskinan yang ada di negeri ini. Kalau dikaitkan dengan ibadah, bukan rakyat harusnya yang disalah. Tetapi tanyalah para penguasa yang memimpin bagaimana ibadah mereka kepada Sang Pencipta? Apakah menjual aset rakyat itu ibadah? Apakah mengeruk uang rakyat itu ibadah? Tapi kenapa mereka kaya raya dengan gelimangan materi?

Tidak bisa dipungkiri, kaum muslimin hampir di seluruh wilayah penjuru negeri muslim dalam keadaan miskin. Seperti Indonesia, dijajah dan dirampok secara politik oleh ekonomi kapitalis. Ada yang miskin karena negerinya dibombardir hingga luluh lantak lalu terlunta-lunta. Apakah mereka kurang ibadah? Justeru sebaliknya.  Mereka adalah umat Islam yang rajin beribadah dan ingin terus beribadah secara sempurna yang membuat mereka ditindas dan dijajah serta dimiskinkan. Sebab jika mengelola aset negara sesuai dengan perintah yang mereka ibadahi yaitu Allah swt, mewajibkan pemimpin untuk mengiktui aturan Sang Mudabbir. Tetapi justru karena itulah yang membuat penguasa-penguasa kapitalisme enggan.

Dengan demikian, sebagai seorang yang memahami agama, UYM seharusnya mencerdaskan umat dengan memahamkan antara ibadah dan fenomen kehidupan kaya-miskin. Dan harus dijelaskan bahwa kaya tidak selalu didefenisikan dengan harta materi. Kaya hati, kaya pikiran dan kaya ilmu serta iman juga merupakan kekayaan yang bahkan tidak dapat dinilai materi. Sementara miskin, juga sebaliknya. Miskin hati, miskin ide, miskin ilmu dan iman adalah kondisi miskin yang sangat menyedihkan dari miskin harta materi.

Sehingga jelas dengan gamblang, jika kemiskinan yang terjadi adalah karena sebab-akibat, maka tentu bisa diubah dan diperbaiki. Caranya, dengan mengganti aturan dan kebijakan yang telah memiskinkan rakyat dengan aturan yang menjanjikan bahkan sudah membuktikan mampu memberikan kesejahteraan. Saking sejahteranya, tidak ada yang layak menerima zakat.

Itulah standar kaya-miskin secara maal (harta materi) dalam perspektif Islam. Disebut kaya jika sudah tidak layak menerima zakat.  Dan hal itu sudah terjadi di masa kejayaan peradaban Islam. Pemimpin dan rakyat sama–sama memiliki kesadaran iman untuk mengamalkan/mengimplementasikan Islam secara totalitas. Walhasil, miskin secara materi karena dimiskinkan oleh peraturan/ kebijakan adalah mimpi yang dianggap tidak bisa jadi kenyataan jika aturan Islam diimplementasikan secara keseluruhan. Wallahu a’alam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Survey Mulai Memeta Pembukaan Jalur Madina-Palas

    Tim Survey Mulai Memeta Pembukaan Jalur Madina-Palas

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          PALAS (Mandailing Online) – Pembukaan jalur Madina-Palas bakal diteruskan kembali. Tim survey akan melakukan kegiatan pemetaan mulai hari ini, Selasa (10/6/2025). “Tim hari ini turun ke lokasi untuk bisa mengkaji dan memetakan berupa jarak tempuhnya, panjang keseluruhan dan beberapa jembatan nanti yang akan dibangun,” ungkap Bupati Madina Saipullah Nasution di Sibuhuan, Padang […]

  • Akar Persoalan Keterpurukan Bangsa

    Akar Persoalan Keterpurukan Bangsa

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PERTANYAAN mendasar yang sering muncul ke permukaan adalah: apakah negara yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya 65 tahun lalu ini, benar-benar sudah merdeka? Merdeka dalam arti berdaulat dalam segala aspek kehidupan bernegara? Untuk menjawab pertanyaan sederhana tersebut, tentu kita harus melihat situasi global dan nasional saat ini. Situasi global saat ini ditandai pertarungan bangsa-bangsa dalam membangun pengaruh […]

  • Tahanan Tewas Mendadak

    Tahanan Tewas Mendadak

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KARO- Bangun Ginting tahanan Polres Karo, tewas Kamis (24/3) sekira pukul 23.00 WIB. Padahal, tahanan kasus pencurian angkutan umum jurusan Sigantang Sira ini, baru saja ditangkap anggota Sat Reskrim Tanah Karo, Kamis (23/3) sekira pukul 12.30. Sebelum ditangani polisi, Bangun Ginting sudah dikeroyok oleh supir angkot yang tidak senang atas perbuatan Bangun Ginting. Penyebab kematian […]

  • Pemkab Diminta Umumkan Hasil Tes CPNS Honorer K2!

    Pemkab Diminta Umumkan Hasil Tes CPNS Honorer K2!

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Masyarakat Kabupaten Palas mendesak Pemkab  segera mengumumkan hasil tes CPNS Honorer Kategori 2. Karena belum adanya kejelasan jadwal pengumuman, masyarakat khawatir akan terjadi hasil yang dimanipulasi. Demikian disampaikan aktivis penggiat pembangunan Palas, Unggul Fahmi kepada METRO, Rabu (5/3). Menurutnya, banyak tenaga honor yang menanti-nanti kepastian pengumuman itu. Disamping itu, sebagian besar masyarakat juga […]

  • USU Buka Ranking CPNS

    USU Buka Ranking CPNS

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – USU bersedia membeberkan nilai dan perankingan peserta ujian CPNS Pemko Medan jika terbukti ada kecurangan. “Lagipula kan nanti akan ketahuan ada kecurangan saat pembuatan NIP. BKN akan meminta seluruh datanya kepada USU,” ujar Bisru. Kepala BKD Pemko Medan, Lahum, Selasa, menuturkan, jika ada peserta ujian CPNS yang tak puas pada hasil pengumuman atau […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang II. (Sesi I) Hari :  Rabu, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 10 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 2 52133000186 AHMAD.SUHERI NASUTION 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 2 […]

expand_less