Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Parkir di Panyabungan Semrawut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak

MADINA-Lokasi parkir kendaraan di sekitar Parkir di Panyabungan Semrawut semrawut terutama di Pasar Lama dan Pasar Baru Panyabungan. Kenderaan baik roda 2, 3 dan roda empat parkir di sembarang tempat dan sejauh ini pemerintah belum mampu menertibkannya.
Amatan METRO, Senin (19/9) banyak warga khususnya warga Panyabungan mengeluhkan kondisi lokasi parkir yang tak jelas di Panyabungan. Misalnya di Pasar Lama, di sepanjang jalan protokol dijadikan sebagai lokasi parkir.

Bahkan satu-satunya bangunan megah yakni Madina Square tertutup akibat kendaraan yang parkir di badan jalan nasional. Bukan itu saja, kurangnya ketegasan dari pemerintah, para pedagang juga terlihat bebas berjualan di sepanjang jalan protokol sehingga merusak keindahan kota.
Sudirman, warga Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan kepada METRO mengesalkan tidak adanya lokasi parkir yang jelas di Panyabungan. Setiap kendaraan bebas parkir dimana saja. Ironisnya, ada juga tukang parkir yang memunguti pengendara yang parkir di jalan protokol.
”Kita tak tahu dimana sebenarnya parkir yang jelas, dan tak adanya parkir ini sangat mengganggu tatanan dan keindahan Panyabungan karena di sepanjang pinggir badan jalan nasional ini setiap kendaraan bebas parkir bahkan menjadi foel bagi angkutan umum. Akibatnya sering terjadi kemacetan lalu lintas,” sebut Dirman, Senin (19/9).
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Baru Panyabungan, pinggir jalan keliling pasar yang hanya memiliki lebar sekitar 3 meter itu dipadati semua jenis kendaraan. Bukan itu saja, para pedagang kaki lima di sepanjang parkir itu hingga kini masih tetap beroperasi. Akibatnya badan jalan yang hanya dipakai melintas tak sampai lagi 2 meter tersebut menimbulkan macet setiap waktu dan terjadi desak-desakan, melewati jalan keliling yang hanya sekitar 100 meter butuh waktu setengah jam.
Harapan masyarakat, Pemkab Madina segera mengatasi kondisi ini dengan mengalokasikan anggaran pembangunan lokasi parkir di Panyabungan baik parkir angkutan maupun parkir di lokasi pasar terutama di pasar baru Panyabungan. Karena, sejak pasar baru Panyabungan dibangun pada tahun 2004 lalu hingga kini belum tertata dan masih semrawut.
Kepala Dinas Perhubungan Madina, Harlan Batubara SH saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya telah berulang kali mengupayakan mengatasi hal ini namun pihaknya sangat kesulitan, mengingat belum adanya lokasi parkir yang dimiliki Pemkab Madina. Alasan yang lain disebutkan Harlan mengenai parkir di pasar baru Panyabungan karena para pedagang kaki lima tidak mau pindah ke lokasi berjualan yang telah disediakan.
”Bukan kita biarkan kondisi ini, tetapi telah sering kita upayakan untuk ketertiban kota Panyabungan, namun pemerintah kita belum memiliki lahan untuk dijadikan lokasi parkir. Dan kalaupun membeli lahan kita harapkan untuk anggaran 2012 akan bisa tertampung, dan mengenai pasar baru Panyabungan itu sudah kita lakukan upaya penertiban dan sampai saat ini tak akan bisa ditertibkan. Hanya satu caranya yaitu dengan memindahkan pedagang yang jualan di pinggir jalan agar pindah ke pasar belakang,” pungkas kadis. (wan/mer)

Sumber : metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teman Sekelas Harun di SMA N 1 Panyabungan Siap Bersaksi Soal Laporan Henri Husein

    Teman Sekelas Harun di SMA N 1 Panyabungan Siap Bersaksi Soal Laporan Henri Husein

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Terkait pengaduan Henri Husein Nasution ke Bawaslu dan Gakumdu soal dugaan menggunakan surat keterangan palsu dan ijazah palsu saat mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Mandailing Natal (Madina). Teman sekelas Cabup Harun Mustafa Nasution bersuara. Nis’at Sidik Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Madina pun siap bersaksi bahwa Harun Mustafa Nasution merupakan […]

  • Dana Pekerjaan Relokasi Pasar Baru Panyabungan Masih Misteri

    Dana Pekerjaan Relokasi Pasar Baru Panyabungan Masih Misteri

    • calendar_month Selasa, 24 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengerjaan pematangan lahan untuk relokasi Pasar Baru Panyabungan sudah berjalan sekitar sebulan. Namun, sember dananya hingga kini masih misteri. Kepala Dinas Keuangan Kabupaten Mandailing Natal, Kamal Rangkuti mengaku belum ada pencairan dana untuk biaya relokasi sementara Pasar Baru Panyabungan itu. Estimasi biaya untuk relokasi ini juga belum diumumkan Pemkab Madina. Namun, […]

  • Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlunya dukungan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan dan peningkatan kuantitas maupun kualitas Kopi Mandailing tidak bisa lagi ditawar-tawar. Hal itu disampaikan salah satu pengusaha yang bergerak di bidang Kopi Mandailing Palit Hanafi Lubis usai menerima sertifikat nilai (cupping score) dari panitia Jogja Coffee Week (JCW). “Dengan persiapan apa adanya sudah bisa […]

  • Letakkan batu pertama pembangunan irigasi

    Letakkan batu pertama pembangunan irigasi

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Kadis Pertanian Kabupaten Mandailing Natal  M Taufik Zulhendra Ritonga, Asisten Tata Praja Zulkarnaen Siregar, Dandim 0212/TS Letkol Inf Uyat Harahap serta jajaran saat peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi di Desa Sitinjak Kec.Batang Natal Kab.Mandailing Natal (9/2). (hol)

  • Legal Standing Penggugat Gubernur Sumut Belum Jelas

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Sidang gugatan citizen law suit terhadap Gubernur Sumut dan penyelenggara negara lainnya di tingkat provinsi dan pusat oleh 25 warga Kota Medan kembali ditunda setelah kuasa hukum warga tidak dapat menunjukkan keseluruhan bukti identitas resmi para penggugat. “Dari 25 warga yang menggugat mungkin tadi hanya ada delapan orang yang datang dan menunjukkan kartu […]

  • Guru bukan lagi panggilan jiwa

    Guru bukan lagi panggilan jiwa

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. “Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini. Dia menilai guru yang mengajar […]

expand_less