Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Partuturan di Dalam Masyarakat Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
  • print Cetak

Bahasa adalah refleksi dan identitas yang paling kokoh dari sebuah budaya. Bahasa Mandailing merupakan identitas orang Mandailing yang dipelihara dan dikembangkan sebagai pengemban kebudayaan dan tata kemasyarakatan Mandailing.

Asal bahasa Mandailing merupakan perkembangan dari Proto- Malayo-Polinesia yang selanjutnya diklasififikasikan ke dalam sub kelompok Malayo Polinesia Barat (Western Malayo-Polynesia) menurut Robert Blust.

Fungsi bahasa Mandailing menurut penulis adalah:
1. Melambangkan kebanggaan dan identitas daerah serta masyarakat penutur dan pendukung bahasa Mandailing.
2. Merupakan alat ekspresi dan komunikasi keluarga.
3. Sebagai media dari kebudayaan daerah Mandailing dan Agama Islam.
4. Sebagai bahasa dan aksara yang digunakan dalam desa adat dan lembaga adat.
5. Sebagai bahasa yang dapat memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia yang saling menunjang dan menghidupi satu dengan yang lainnya.
6. Mengungkapkan budaya dan unsur kreativitas masyarakat penutur serta pendukungnya.
7. Merupakan muatan lokal untuk pendidikan sekolah seperti: SD, SMP dan lainnya.

Dalam kehidupan berkomunikasi sehari-hari di dalam masyarakat Mandailing rasa kekeluargaan dan keakraban diucapkan lewat partuturan. Partuturan biasanya berdasarkan hubungan darah dan perkawinan serta kekerabatan. Partuturan yang berlaku dalam masyarakat Mandailing diciptakan oleh nenek moyangnya sebagai sistem tutur sapaan yang dipergunakan dalam berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari orang Mandailing.

Keunikan bahasa Mandailing terdiri tujuh (7) macam ragam adalah:
1. Bahasa adat (ata adat) bahasa yang dipergunakan pada waktu upacara adat.
2. Untuk bahasa sehari-hari dipergunakan jenis bahasa yang dinamakan ata somal atau ata na biaso.
3. Untuk bahasa ratapan (lamentasi) dipergunakan jenis bahasa yang dinamakan ata andung, ragam bahasa ini tergolong bahasa sastra.
4. Untuk bahasa yang dipergunakan untuk pemyembuhan atau kegiatan yang berkaitan dengan dunia gaib, yang dinamakan ata sibaso.
5. Untuk bahasa yang digunakan ketika berada dalam hutan, yang dinamakan ata parkapur.
6. Untuk bahasa yang digunakan ketika bertengkar berkelahi, yaitu ragam bahasa caci maki yang dinamakan ata bura dohot jampolak.
7. Untuk bahasa yang menggunakan dedaunan sebagai lambang untuk istilah-istilahnya, yang dinamakan ata bulung-bulung.

Pertuturon adalah berisi aturan hubungan antar perorangan atau unsur dalam Dalihan Na Tolu (etika bertutur), dimana tutur menjadi perekat bagi hubungan kekerabatan. Dengan menyebut tutur terhadap seseorang diketahuilah jalur hubungan kekerabatan diantara mereka yang menggunakan dan sekaligus menentukan prilaku atau etika apa yang pantas dan tidak pantas diantara mereka yang bergaul.

Partuturon mengatur dan menentukan bagaimana seseorang bersikap, berbicara terhadap orang lain dan demikian juga sebaliknya. Dari partuturon akan diketahui sejauhmana hubungan seseorang dengan orang lain berdasarkan hubungan darah, hubungan kekerabatan atau hubungan berdasarkan perkawinan.

Pada prinsipnya partuturon merupakan etika, sikap, dan tingkah laku seseorang jika berkomunikasi dengan orang lain, yang bertujuan untuk saling menghormati, semangat persaudaraan, rasa persatuan dan semakin eratnya ikatan kekeluargaan yang harmonis. (H. Pandopotan Nasution, SH, Tabloid Sinondang Mandailing 24/01/08).

Masyarakat Mandailing mempunyai gaya bicara yang khas, yaitu gaya bicara dengan lagu kalimat yang membujuk, memikat (yang disebut gaya bicara pantis) dengan logat, aksen lemah lembut dengan suara yang halus dan sopan santun. Gaya bicara tersebut bersifat diplomatis, sering tidak langsung kepada pokok pembicaraan.

Secara kultural Pemerintah Kolonial Belanda membiarkan masyarakat setempat hidup dengan bahasa mereka sendiri, dengan kesusastraan mereka sendiri dan bahkan dengan pola interaksi mereka yang sudah ada (Edy Effendy, Membaca kembali realitas sastra pasca kolonial, Media Indonesia, 2 Juni 2007).

Setelah Republik Indonesia sampai saat ini khusus Bahasa Daerah hampir di seluruh Indonesia khususnya bahasa Mandailing tersisih akibat dominasi dari Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Maka perlu generasi muda melestarikan Bahasa Mandailing, Tata cara/etika interaksi di masyarakat Mandailing dan kesusastraan Mandailing agar tidak punah dalam era globalisasi pada saat ini maupun akan datang.

Menurut Penulis punahnya bahasa (tutur) daerah berarti hilangnya sebagian kebudayaan dan nilai serta kearifan local yang terkandung di dalamnya. (Patuan Dolok III/blog patuan dolok raja panusunan tamiang)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Breaking News! Kantor Dalihan Natolu Grup di Padangsidimpuan Disegel KPK

    Breaking News! Kantor Dalihan Natolu Grup di Padangsidimpuan Disegel KPK

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN-( Mandailing Online ): Warga di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), tiba-tiba heboh melihat segel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu kantor kontraktor. Kantor tersebut berada di Jalan Teratai, Kelurahan Pintu Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. Menurut pantauan wartawan, segel dengan bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK” itu terpajang di depan pintu masuk kantor berwarna […]

  • Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

    Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd   Akhir-akhir ini masyarakat dicengangkan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut negara-negara yang menganut pemerintahan otokrasi atau oligarki lebih efektif menangani pandemi virus corona (Covid-19). (CNNIndonesia.com) Tito menyebut negara dengan pemerintahan seperti itu mudah mengendalikan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi karena kedaulatan negara dipegang oleh satu atau […]

  • Perkeman e-KTP di Madina Masih 51 Persen

    Perkeman e-KTP di Madina Masih 51 Persen

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Realisasi capaian perekaman e-KTP di Madina masih sekitar 51,02 % atau 170.542 orang. Agar seluruh penduduk usia ber-KTP memperoleh KTP elektronik, Pemkab Madina sudah memperpanjang jadwal perekaman hingga 30 April 2012. Kadis Kependudukan Catpil Sonnakertrans Muhammad Jamil, S.sos bersama Kabid Catpil Ibrahim Lubis kepada Mandailing Online, diruang kerjanya Senin (13/2) mengungkapkan, jumlah […]

  • Pasca Mengadu ke Polisi, Korban Pencabulan Kena Teror

    Pasca Mengadu ke Polisi, Korban Pencabulan Kena Teror

    • calendar_month Selasa, 18 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu keluarga korban pencabulan di Muara Batang Gadis, Madina, Sumut, saat ini menghadapi teror dan penganiayaan. Teror diduga berasal dari pihak pelaku pencabulan. Sekelompok orang yang melakukan penganiayaan tersebut diduga tidak terima karena salah satu keluarganya dilaporkan oleh korban ke polisi terkait kasus pencabulan di bawah umur. Satu rekaman video berdurasi […]

  • Terkait Penemuan Jasat Bayi,  Kapolres Madina Belum Dapat Laporan Perkembangan Dari Kapolsek

    Terkait Penemuan Jasat Bayi, Kapolres Madina Belum Dapat Laporan Perkembangan Dari Kapolsek

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Kapolres Mandailing Natal AKBP.H.M Reza Chairul mengaku belum mendapatkan laporan dari Kapolsek Panyabungan AKP. Syaripuddin terkait perkembangan penemuan jasad bayi di Lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ). Hal itu diakui Kapolres saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Kamis 6/7/2023 terkait perkembangan penanganan kasus penemuan jasad bayi […]

  • Pemerintah Jamin Keamanan Kapal Penjemput TKI

    Pemerintah Jamin Keamanan Kapal Penjemput TKI

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Serang – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan pemerintah menjamin keamanan pelayaran kapal penjemput para TKI “overstay” di Arab Saudi, karena dikawal anggota Marinir dan Kopassus sehingga bebas dari kemungkinan pembajakan. “Kapal pengangkut TKI tersebut dikawal ketat anggota Kopassus dan Marinir, kita berharap dan berdoa mudah-mudahan saudara-saudara kita selamat sampai tanah air,” […]

expand_less