Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Pejabat Berjudi Kok Bisa Bebas, Ya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
  • print Cetak

BERITA bebasnya enam pejabat Pemkab Simalungun yang kepergok main judi cukup membuat nai Hepppot merasa terpukul. Meski tak kenal dengan mereka tapi nai Heppot merasa harus atau wajib terpukul mau pun memukulkan diri. Saat membaca berita ‘bebas ooii…’ itu, tangannya sontak memukul jidatnya yang tampak mulai mengerut.

Mengapa demikian? Ia merasa sudah dilecehkan oleh yang namanya atas nama hukum di atas negeri yang gemah ripah loh jinawe ini. Beberapa waktu lalu, maennya, amani Carla, dijebloskan ke penjara akibat nulis Togel. Ia merengek-rengek kepada Hakim dan Jaksa agar maen kesayangannya itu jangan dimasukkan ke penjara. Sepetak sawah peninggalan almarhum suaminya, amani Heppot nahinan, rela ia gadaikan asal maennya itu bisa bebas menghirup udara segar. Tapi apa boleh buat, tahi kambing bulat-bulat, ganjaran hukum tak bisa digugat. Enam bulan, amani Carla yang kerjanya kuli bangunan itu, terpaksa meringkuk di penjara. Padahal kegiatan tambahan yang bernuansa kelam itu hanya demi menambah perbaikan gizi gadis kecilnya si Carla. Sejak borongan bangunan mulai sepi, ‘Indomilk’ tak lagi bisa dicicipi anaknya itu saban berangkat ke sekolah.

Nai Heppot merasa dirinya terhina atas penjelasan pak Kapolres yang berdalih bahwa keenam pejabat tersebut sangat dibutuhkan tenaganya. Meski pun dulu ia ‘Singkola Sore’, dan rapornya selalu kebanyakan ikan mas, ia masih tahu bahwa hukum tak pernah membeda-bedakan siapa pun di muka bumi ini. Meski seorang Presiden pun.

Yang membuat nai Heppot menitikkan air mata, sebulan setelah menghuni lapas, maennya itu juga tak bisa menghadiri perkawinan adiknya. Terlalu banyak prosedur yang berbelit-belit. Masak hanya sehari saja tak bisa. Macam teroris aja. Lagi pula untuk apa melarikan diri. Bukankah maennya itu juga jalannya pincang akibat semasa SD jatuh memanjat pohon mangga?

“Bah, apa pula yang kau tangisi, nai Heppot?,” teguran amani Edu itu membuat nai Heppot sadar.

“Tak tahu lagi aku, amang. Rasanya orang hina-dina seperti kami ini sudah tak berarti lagi di mata hukum. Ah, andaikata si Heppot jadi pejabat mungkin nasib kami tak seperti ini. Masak enam pejabat di Pemkab Simalungun bisa bebas padahal sudah terbukti main judi. Di mana lagi keadilan kalau begini,” ujar nai Heppot makin tersedu-sedu.

“O, itu tak perlu kau pikiri, nanti bisa stress sendiri. Ingat kata orangtua dulu, lomo ni na gogo do di harangan. Artinya, macam di hutan, yang kuat seperti harimaulah yang berkuasa,” tanggap amani Edu.

“Tak bisa begitulah, bapauda. Besan Pak SBY aja dijebloskan meski tenaganya juga sangat dibutuhkan di negeri ini. Berarti kedudukan Pak Kapolres lebih tinggi ya dari Presiden?,” tanya amani Jumongkas yang hanya sempat mengenyam kelas tiga SD.

“Kalau soal itu, jelas tak tahulah aku. Seim-seimnya kita,” jawab amani Edu. Maksudnya, sama-sama tak ngerti.

“Yang aku tahu hanyalah, ijuk di para-para, hotang di parlabian. Nabisuk nampuna hata, na oto tu pargadisan. Yang artinya, yang bodoh tetap jadi makanan orang pintar. Maka itu aku jadi menyesal kenapa dulu aku tak sekolah. Habis uang bapakku kufoya-foyakan. Uang penggaris, belebas, rol, meter, sekali kuminta padahal semua sama. Nah, soal hukum, sebetulnya nurani yang bicara. Dulu tak ada fasal-fasal tapi keadilan tetap berjalan. Ratu Tribuana Tungga Dewi pada masa Kerajaan Majapahit dengan tegas memotong tangan anaknya yang mencuri. Juga Justice Bao sebagaimana yang kita tonton dalam film silat. Nah, ada kah nurani para pejabat kita seperti itu?,” lirih amani Edu
Sumber : Batak Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Kepala Daerah harus Berjuang Bentuk Sumteng

    Tujuh Kepala Daerah harus Berjuang Bentuk Sumteng

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Usulan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara di Komisi II DPR RI tidak akan berjalan maksimal jika kepala daerah tidak satu kata. Untuk itu, empat kabupaten dan satu kota di wilayah Tabagsel plus Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan harus bersatu memperjuangkan percepatan pembentukan provinsi ini. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Pengurus Pusat […]

  • Derliana Siregar Kunjungi Wisata Viral di Panyabungan

    Derliana Siregar Kunjungi Wisata Viral di Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Wisata tiga dimensi Silangit Koi Hutasiantar yang sedang viral di kalangan masyarakat Mandailing Natal menarik perhatian Ketua TP PKK Pemkot Padang Sidempuan Derliana Siregar. Perempuan yang juga anggota DPRD Tapsel ini mengunjungi Silangit Koi Hutasiantar di Kotasiantar, Panyabungan pada Selasa (21/9/21). Ia mengaku tertarik mengunjungi tempat wisata yang menyuguhkan makanan khas […]

  • Warna warni Hut Kabupaten Mandailing Natal ke 16

    Warna warni Hut Kabupaten Mandailing Natal ke 16

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sebanyak 48 orang ambil bagian dalam perlombaan makan durian yang dilaksananan oleh Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kab, Mandailing Natal dalam rangka  memeriahkan Hari ulang Tahun Kabupaten Mandailing Natal yang ke 16, Senin, (09/3) di arena utama Lokasi pameran pembangunan. (hol)    

  • Sengkarut Sengketa Lahan di Sumut Makin Kusut

    Sengkarut Sengketa Lahan di Sumut Makin Kusut

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah Pegiat Literasi Islam Kota Medan Sengkarut sengketa lahan di Sumut tak ada habis-habisnya. Setelah daerah Helvetia, kini berlanjut daerah Selambo di Kecamatan Percut Sei Tuan. Negara butuh solusi tuntas untuk sengketa lahan dimanapun berada. Bagaimanapun keamanan dan kenyamanan adalah hal utama bagi warga di tempat tinggalnya. Beredar video singkat di media […]

  • Massa Geruduk Poldasu Desak Pemilik PT Sago Nauli Ditangkap

    Massa Geruduk Poldasu Desak Pemilik PT Sago Nauli Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN – Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Hukum Indonesia melakukan unjuk rasa di Poldasu, Kamis (28/5) siang. Mereka menuntut Kapoldasu Irjen Eko Hadi Sutedjo menangkap IS selaku pemilik PT Sago Nauli, yang dinilai melakukan propaganda dan teror terhadap Paijan dan keluarganya di Desa Muara Pertemuan, Kecamatan Batahan, Mandailing Natal. Tindakan hukum yang […]

  • Madina Lagi-lagi Mutasi: Sinergi Birokrasi atau Kolaborasi Kekuasaan?

    Madina Lagi-lagi Mutasi: Sinergi Birokrasi atau Kolaborasi Kekuasaan?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Mutasi sebanyak 166 pejabat di lingkungan Pemkab Mandailing Natal, Rabu (20/5/2026) bukan lagi sekadar berita pelantikan. Reposisi ini sudah naik kelas menjadi pesan politik birokrasi. Mutasi terlalu besar untuk disebut rutinitas. Terlalu luas untuk dianggap sekadar penyegaran. Dan, terlalu cepat untuk dilepaskan dari agenda konsolidasi kekuasaan pemerintahan baru. Di […]

expand_less