Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Pemkab Madina Minta BPSB Teliti Padi Siganteng

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2014
  • print Cetak

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Pemkab Mandailing Natal (Pemkab Madina) sudah mengajukan ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) agar padi Siganteng diakui sebagai satu varietas tersendiri.

Demikian diungkapkan Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution, kemarin terkait salah satu upaya pengembangan padi Siganteng di Mandailing Natal.

Padi Siganteng merupakan varietas padi yang memiliki tingkat produksi bulir tinggi dan mampu menghasilkan produksi gabah sebanyak 9 ton per hektar, jauh diatas varietas lain di Indonesia yang masih di angka 7,2 ton per hektar.

Padi Siganteng ini ditemukan oleh seorang petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Madina yakni almarhum Erwin Hasibuan pada tahun 2009 lalu. Padi Sigenteng ini dikembangkan melalui sistem galur dari varietas Mira 1.

Sebagai pengormatan kepada Almarhum Erwin Hasibuan ini salah satu upaya yang dilakukukan Pemkab Madina adalah pengakuan oleh lembaga resmi atas keberadaan varietas Siganteng ini.

Plt Bupati juga menyatakan pihaknya tengah memprogramkan pemakaian padi Siganteng secara massal di kalangan petani Madina mengingat tingkat produksinya teramat tinggi.

“Kita dari Pemkab Mandailing Natal sangat berterimakasih kepada Alm Erwin Hasibuan salah seorang petani di Desa Huraba yang telah dapat menemukan bibit padi yang dianggap unggul di Kabupaten mandailing Natal ini, bahkan bibit padi yang ditemukan tersebut berdasarkan informasi yang kita terima hasil panennya dapat mengalahkan hasil panen secara nasional,” sebut Dahlan.

Lebih lanjut disapaikan Dahlan bahwa pemakaian varietas Siganteng ini diproyeksi mamp mendongkrak produksi gabah di Madina secara luar biasa jika varietas ini dipakai mayoritas petani di Madina.

“Untuk itu kita sangat berharap dalam waktu dekat ini pihak BPSB dapat sesegera mungkin turun ke Kabupaten Mandailing Natal untuk melakukan penelitian sehingga padi Siganteng ini menjadi varietas unggulan dari Kabupaten Mandailing Natal ini,” harap Dahlan.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lanjutan Pembangunan Mesjid Al Muhajirin Tabuyung Butuh Dana

    Lanjutan Pembangunan Mesjid Al Muhajirin Tabuyung Butuh Dana

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Masjid Al-Muhajirin di Km18, Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) butuh dana pembangunan lanjutan. bangunan masjit selama ini jenis kayu, warga berinisiatif melakukan rehab berat dan mengganti fisik kayu dengan beton atas swadaya masyarakat. Tetapi pengerjaan terhambat, lantaran tak mencukupinya biaya. Karena itu, masyarakat berharap adanya […]

  • Ketua Bawaslu Madina Tegaskan Rekomendasi Terkait TMS Saipullah Bukan Keputusan

    Ketua Bawaslu Madina Tegaskan Rekomendasi Terkait TMS Saipullah Bukan Keputusan

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Aga Hasibuan menjelaskan rekomendasi Bawaslu Madina nomor 098 bukan sebuah keputusan. “Rekomendasi yang dikeluarkan itu adalah hak mutlak KPU Madina untuk menindaklanjuti, dan itu bukan bagian dari keputusan,” kata Ali Aga Hasibuan saat dihubungi wartawan, Sabtu (23/11/2024) malam. Rekomendasi […]

  • LKPJ Bupati Madina Molor, Diduga Belum Tuntas Negosiasi Setoran Uang

    LKPJ Bupati Madina Molor, Diduga Belum Tuntas Negosiasi Setoran Uang

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati Mandailing Natal (Madina) di rapat rapat paripurna DPRD, Senin (9/6/2014) hingga pukul  12.21 WIB belum juga dibuka.   Sejatinya jadwal pembukaan pukul 9.00 WIB, tetapi satu pun anggota DPRD Madina belum ada yang nongol di ruang paripurna, sementara pihak eksekutif sejak jam 9.00 sudah hadir. […]

  • PP Gabema Madina Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PP Gabema Madina Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution mengatakan, sebetulnya banyak sekali dampak negatif dari kehadiran geothermal, diantaranya pengeboran sumur geothermal menghasilkan berbagai macam limbah. Hal itu disampaikan Agussalam di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (25/03/2011). Dijelaskannya, dalam eksplorasi geothermal jumlah limbah […]

  • Penyebab Medis Kelainan Bayi Mata Satu Masih Diteliti

    Penyebab Medis Kelainan Bayi Mata Satu Masih Diteliti

    • calendar_month Jumat, 14 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Faktor penyebab kelainan pada bayi mermata satu di Panyabungan, Mandailing Natal belum diketahui. Pihak Dinas Kesehatan Mandailing Natal masih akan membawa sampel ke Medan untuk diteliti di laboratorium. Meski bayi malang itu telah meninggal dunia pada Kamis malam (13/9/2018), namun, penelitian masih akan dilakukan melalui sampel. “Karena kita di Madina […]

  • Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabid Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Madina, Sahri Ahmad KDT Harahap, Jum’at (4/1) mengakui pihaknya telah membayar 100 persen pada setiap paket proyek yang dikerjakan tahun anggaran 2012. Pengakuan Sari Ahmad ini kontan mengejutkan, karena masih banyak proyek yang masih terbengkalai alias tidak selesai dikerjakan 100 persen hingga limit […]

expand_less