Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Penerima Raskin di Panyabungan Dikutip Baiya Transpor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan. Warga Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluhkan harga beras bagi keluarga miskin (Raskin) pada November 2010 sebesar Rp 2.000/kg. Padahal, harga sebelumnya Rp 1.600/kg. Naiknya harga karena warga dibebani biaya transportasi Rp 400/kg.
“Kita merasa keberatan karena yang kita tahu harga Raskin hanya Rp 1.600/Kg. Kalau alasannya untuk biaya operasional dari titik distribusi, masak sampai Rp 400/Kg. Daerah kami kan masih dalam kawasan ibukota kabupaten,” ujar salah satu warga, Kamis (25/11).

Akhiruddin, Lurah Panyabungan II mengakui bahwa pada November ini harga raskin naik menjadi Rp 2.000/kg. Ia mengklaim masalah harga raskin itu sudah yang mereka sampaikan sebelumnya kepada LPM dan masyarakat penerima.

“Yang kita bagikan ini merupakan jatah tambahan, sehingga pada malam Selasa yang lewat kita musyawarahkan mengenai harga raskin tersebut dan semua sepakat karena ini merupakan jatah tambahan,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa pihaknya membayar raskin Rp 1.700/kg kepada pihak kecamatan. “Jadi, hanya Rp 300 aja yang kita ambil untuk biaya operasional kita disini. Jatah tambahan ini kita terima akibat kita selalu tepat waktu membayar raskin ke kecamatan,” imbuhnya.

Kabag Perekonomian Pemkab Madina melalui Kasubbag Produksi Abdul Hamid mengatakan, harga raskin sampai titik distribusi Rp 1.600/Kg. Akibat tidak tertampungnya lagi biaya perongkosan ke desa/kelurahan, maka masyarakat harus dibebani biaya angkut, sesuai dengan hasil musyawarah masyarakat penerima raskin.

“Memang setiap desa maupun kelurahan pasti ada perbedaan harga raskin sesuai dengan hasil rapat mereka yang mempunyai notulen rapat secara resmi yang dinamakan swadaya masyarakat. Kalau mengenai besarannya berapa itu masyarakat sendiri yang menentukannya. Memang per bulannya setiap kepala desa maupun lurah kita berikan biaya operasionalnya untuk pembagian raskin sebesar Rp 100.000. Namun untuk jatah tambahan ini kita tahu menahu dan tidak pernah dilaporkan,” terangnya. (henri)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahirnya Generasi Stres

    Lahirnya Generasi Stres

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN :Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, ketidaktahuan orang tua dalam mendidik anak sering menyebabkan lahirnya “generasi stres”. “Karena melupakan hak anak, tanpa sadar kita melahirkan `generasi stres`,” katanya dalam seminar “Anakku Masa Depanku” yang diselenggarakan Blessing Community dan Dinas Pendidikan Kota Medan di di Medan, Sabtu 27 November 2010. Sebenarnya, kata dia, […]

  • Penderita Tumor Dibantu Anggota DPRD Sumut

    Penderita Tumor Dibantu Anggota DPRD Sumut

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Nurhabinah Ritonga, penderita tumor payudara mendapat bantuan dari anggota DPRD Sumut, Hj. Rahmianna Pulungan. Warga Desa Bulu Payung, Sipirok, Tapanuli Selatan itu pun difasilitasi menjalani operasi pengangkatan tumor di RSU Adam Malik, Medan. Kepada wartawan di rumahnya, Minggu (14/7) usai pulang dari Medan pasca menjalani operasi, Nurhabinah menyatakan bahwa dia telah […]

  • 7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina 1 Orang Diantaranya Pemilik

    7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina 1 Orang Diantaranya Pemilik

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Polres Mandailingnatal ( Madina) telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus tambang emas ilegal di Kecamatan Kota Nopan. Ke 7 tersangka itu 1 diantaranya sebagai pemilik alat berat. Mereka saat ini di tahan di Mapolres Madina. Ketujuh tersangka adalah SB sebagai pemilik alat berat, JH ( 33 th) warga desa […]

  • Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus spanduk di kota Panyabungan tahun 2012 lalu yang menuduh bupati Madina pemakai narkotika jenis sabu-sabu dan sempat masuk ranah hukum hingga kini tak diketahui akhir penanganannya. Kasus spanduk ini menyeret Ketua Umum Gemmpar (Gerakan Masyarakat Mahasiswa Pemantau Aparatur Negara), Ramlan T Daulay, S.Sos sebagai pihak yang dituduh menghasut pembuatan dan […]

  • Tolak Eksekusi Aset UOB, KPKNL Medan Dilaporkan ke KPK

    Tolak Eksekusi Aset UOB, KPKNL Medan Dilaporkan ke KPK

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Penolakan eksekusi dan pelelangan oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan terhadap dua aset milik UOB Singapura di Medan, berbuntut panjang. Pihak PT Abdi Rakyat Bhakti (ARB) segera membuat pengaduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan Humas PT ARB Edi Sutrisno kepada wartawan, Rabu (16/03/2011) sore, usai […]

  • Manduda Bulung Gadung di Kerangai, Malaysia

    Manduda Bulung Gadung di Kerangai, Malaysia

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah kaum ibu manduda bulung gadung (menumbuk pucuk daun ubi) di Kampung Kerangai, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia, Sabtu (4/11/2017). Gulai bulung gadung naiduda (pucuk daun ubi tumbuk) merupakan masakan khas etnis Mandailing di Sumatera Utara. Gulai tradisi ini masih tetap lestari di kalangan kaum Mandailing di Malaysia sejak bermigrasi ke Tanah Semenanjung pada tahun 1800-an. […]

expand_less