Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Pengukuhan Pengurus Paguyuban Zona 70

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
  • print Cetak


Chairuman: Jadikan Paguyuban Perkumpulan Berikan Kontribusi
TAPSEL- Komunitas paguyuban tersebut mampu berpartisipasi dalam pembangunan daerah serta berbagai aspek kehidupan baik sosial budaya, ekonomi dan lain-lain.
Demikian sambutan Chairuman Harahap selaku Dewan Pembina Paguyuban Zona 70 pada acara mengukuhkan kepengurusan Paguyuban Zona 70 Tabagsel periode 2011-2016, di aula Tor Sibohi Nauli Hotel Sipirok, Kabupatena Tapsel, Minggu (2/1) lalu. “Jadikan paguyuban ini sebagai perkumpulan yang mampu memberikan kontribusi bagi pemerintah dan masyarakat daerah,“ ungkap Ketua Komisi II DPR-RI itu
Sementara itu, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu Harahap mengungkapkan dukungannya atas terbentuknya paguyuban era 70 -an tersebut.
“Saya mendukung sepenuhnya, dan apresiasi tinggi atas terbentukinya paguyuban ini. Semoga kedepan paguyuban ini bisa eksis dalam mengawal dan memberikan kontribusi bagi percepatan pembangunan di daerah ini,“ ujar Bupati.
Terpisah, Ketua Paguyuban H Khoiruddin Harahap didampingi Ketua I, H Ibrahim Pasaribu mengatakan, cikal bakal terbentuknya paguyuban ini berawal dari pertemuan antara sejumlah putra-putri Tabagsel yang selama ini sibuk dengan aktivitas pekerjaan masing-masing di sejumlah kota di tanah air. Bahkan luar negeri yang telah puluhan tahun merantau dan kembali lagi ke kampung halaman.
Dalam pertemuan beberapa waktu lalu sejumlah putra daerah yang masa remajanya di Kota Psp antara tahun 1970-1979 munculah ide untuk membentuk paguyuban yang anggotanya terdiri dari putra-putri Tabagsel era 70-an. “Setelah mendapatkan respon positif dari para putra-putri daerah era 70-an tersebut, maka dibentuklah paguyuban ini yang tujuan berdirinya selain menjalin silaturrahmi dikalangan putra-putri Tabagsel era 70-an juga untuk memberikan kontribusi positif bagian percepatan pembangunan daerah diberbagai sector,” tutur Khoiruddin Harahap.
Adapun susunan kepenguruan Paguyuban Zona 70 Tabagsel diantaranya Dewan Pembina, Pelindung dan Penasehat, Bupati Tapsel, Walikota Psp, Ketua DPRD Tapsel, Ketua DPRD Kota Psp dan Anggota DPR-RI, H Chairuman Harahap SH MH. Untuk jabatan Ketua Paguyuban Zona 70 Tabagsel diduduki H Khoiruddin Harahap, Ketua I, H Ibrahim Pasaribu, Ketua II, Zulkifli SSos, Sekretaris, Drs Arbein Harahap dan Bendahara, Hj Yunaety Lubis dan dibantu para bidang-bidang. (neo)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama Puasa, Pasar Pabukoan Masih Sepi

    Hari Pertama Puasa, Pasar Pabukoan Masih Sepi

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari pertama pasar parbukoan yang digelar di Kota Psp tepatnya di areal City Walk, Senin (1/8) belum terlalu ramai, baik itu pedagang maupun pembeli yang datang. Bahkan sebagian lapak masih belum juga diisi oleh pedagang. Borneo-Tapsel “Masih hari pertama, pedagang juga masih banyak yang belum mengisi lapaknya, makanya hari pertama ini masih agak sunyi,” kata […]

  • Pemkab Madina Ungkap Fakta-Fakta Ketidakberesan KP USU

    Pemkab Madina Ungkap Fakta-Fakta Ketidakberesan KP USU

    • calendar_month Selasa, 16 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina) mengungkap fakta-fakta ketidakbersan KP USU dalam kegiatan Investasi di Madina. Fakta-fakta itu yang menjadi dasar bagi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina mencabut izin KP USU dalam investasi perkebunan sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis pada bulan Juni lalu. Fakta-fakta yang ditamukan pada Koperasi […]

  • Lagu Mandailing Tak Seistiqomah Lagu Toba

    Lagu Mandailing Tak Seistiqomah Lagu Toba

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOLOM Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Para pencipta lagu-lagu Toba itu sangat setia kepada bahasa Toba, bahasa mereka, bahasa leluhur, jati diri mereka. Kesetiaan mereka kepada bahasa mereka itu sebagai sebuah keistiqomahan pada kebudayaan mereka, budaya Toba. Para pencipta lagu-lagu Minangkabau itu sangat setia kepada bahasa Minang, bahasa mereka, bahasa leluhur, jati diri mereka. […]

  • Di Sidimpuan, Satu Keluarga Hanyut Diterjang Banjir Bandang

    Di Sidimpuan, Satu Keluarga Hanyut Diterjang Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online)  – Sejauh ini, data banjir bandang di Sidimpuan, satu keluarga terdiri dari suami, istri dan dua putri mereka meninggal dunia setelah hanyut diterjang arus deras. Berdasar informasi di Mapolsek Hutaimbaru, keluraga ini terdiri dari suami istri dan dua putri mereka. Mereka hanyut pada Minggu malam (26/3/2017) di perladangan dalam peristiwa banjir bandang […]

  • Generasi Muda, Jadilah Penyebar Tauhid

    Generasi Muda, Jadilah Penyebar Tauhid

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Pegiat Literasi Islam Kota Medan Tragedi di Itaewon dan beberapa tragedi lain dengan hilangnya ratusan nyawa dalam acara-acara hiburan yang melibatkan generasi muda semakin mengkhawatirkan. Hilangnya ratusan nyawa itu tak dianggap masalah oleh negara. Kasusnya pun tidak terlalu diseriusi untuk diselesaikan. Peluang untuk terjadi lagi selalu ada. Masyarakat tak punya kepastian akan […]

  • Nasib Penangkar Kopi Luwak ‘Gelap’, Sehitam Kopinya

    Nasib Penangkar Kopi Luwak ‘Gelap’, Sehitam Kopinya

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah boleh bangga dengan kehebatan Kopi Luwak Indonesia yang mampu ‘menghipnotis’ para pecinta kopi di seluruh dunia seperti di ajang World Expo Shanghai China 2010. Namun kondisi ini justru berlawanan dengan nasib para produsen kopi luwak Liwa Lampung Barat. Setidaknya sepanjang tahun 2010 ini, para produsen kopi luwak Liwa Lampung Barat mengeluh sulitnya menjual produk […]

expand_less