Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Peserta PNS Lulus 3 Jam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


KEBANGGAAN dan kegembiraan Poltak Dobdy Purbatua Manik, pelamar Penyuluh KB di Pemko Medan, hanya bertahan tiga jam.

Hari Rabu dini hari pukul 01.00 WIB, dia melihat pengumuman kelulusan CPNS melalui komputer di kosnya bersama seorang temannya. Sekaligus, untuk mengecek kelulusan teman-teman dan adiknya yang mengikuti ujian CPNS di Sibolga dan Siantar. Ketika login nama dan password di www.pcpns.pemkomedan.go.id, ia dinyatakan lulus.

Poltak berteriak kegirangan yang membangunkan penghuni kos sebelah kamarnya. Spontan Poltak memberitahukan berita kelulusannya pada teman-teman dan orangtuanya di Siantar. Tak lupa ia mentraktir teman sekamarnya.

Waktu berlalu hingga menunjukkan pukul 04.00, Poltak memeriksa kembali kelulusannya. Setelah melalui proses loading yang lambat, akhirnya kekecewaannya membuncah ketika di website yang sama, namanya dinyatakan tidak lulus. “Bukan hanya malu dengan keluarga dan tetangga, aku pun down dan malu dengan diri sendiri. Padahal keluarga sudah sempat doa ucapan syukur bersama,” katanya.

Teman satu kosannya pun heran dengan hasil yang muncul di layar komputer. Poltak sempat menyimpan dan mencetak print pengumuman via website tersebut. Sayang Poltak tak seberani Inri dan Fahmi. Dia tidak mendatangi BKD Medan, tapi memilih mencurahkan unek-uneknya pada Tribun.

“Aku sebenarnya optimistis ujian kali ini bersih. Aku percaya dengan sistem yang digunakan. Tapi, kalau hasilnya seperti ini, kok, penyelenggaranya tak serius. Menganggap bahwa ini hal sepele,” tutur anak pertama dari lima bersaudara ini. Ini adalah kali kedua, Poltak mengikuti ujian CPNS, setelah sebelumnya tahun 2004. Demi ujian CPNS, ia sengaja mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai collection di satu bank swasta.

“Untuk persiapanlah, mundurnya sejak awal November. Sempat ikut try out juga. Dan, sejujurnya aku berharap kali lulus,” ujar alumni Ilmu Komunikasi Fisip USU stambuk 2007 extension ini.
Berdasarkan data yang diberikan BKD Medan, Poltak memang tidak lulus dana hanya menempati ranking 50 dengan nilai 68 dari 352 peserta yang ikut ujian.(mom)(*).
Sumber : Tribun

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Madina, Warga Temukan Alat Hisap Sabu dan Warga Serbu Rumah Diduga Sarang Narkoba

    Di Madina, Warga Temukan Alat Hisap Sabu dan Warga Serbu Rumah Diduga Sarang Narkoba

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online ):Warga desa Hutabargot Lombang di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) dihebohkan dengan penemuan belasan bekas alat hisap narkoba jenis sabu sabu di tumpukan sampah saat warga melaksanakan gotong royong. Kamis 20/11/2025. Kepala Desa Hutabargot Lombang, Muhammad Said Pulungan membenarkan informasi tersebut. Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Kecamatan Hutabargot […]

  • SIKOLA

    SIKOLA

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Willem Iskander (Sati Nasution) Di aduma bagas kibul Marbangku marmeja-meja Di sima iba undul Anso marsipoda-poda Tombal danak dot jop basa Job roana di bagas i Dibaon madung dibotosa Dapotan poda iba di si Ise na marolong roa Di bagas parsipodaan i Ia na ummora Umpado Sutan, na mangincai i Ise na ringgas tu […]

  • Pembangunan Minim, Pakantan Ancam Pindah ke Sumbar

    Pembangunan Minim, Pakantan Ancam Pindah ke Sumbar

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PAKANTAN (Mandailing Online) – Merasa dianak-tirikan Pemkab Mandailing Natal (Madina), warga Kecamatan Pakantan mengancam akan pindah ke Provinsi Sumatera Barat. “Kalau Pemkab Madina dan Provinsi Sumatera Utara masih tetap tidak memperhatikan daerah Pakantan, kita berencana akan mengusulkaan  pindah ke Provinsi Sumatera Barat,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Besar Pakantan (IKP) Kota Medan, Indra Surya Lubis, […]

  • Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sejumlah wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami intimidasi dari oknum kepolisian. Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim mengatakan, intimidasi itu terkait video yang dipunyai oleh Komnas HAM mengenai kasus kekerasan yang dilakukan kepolisian saat membubarkan paksa pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, pada 24 Desember 2011. “Situasi yang berkembang sekarang menimpa rekan-rekan wartawan. […]

  • Ratusan Kader PP Unjukrasa, Desak Pencabutan Izin PT Sago Nauli

    Ratusan Kader PP Unjukrasa, Desak Pencabutan Izin PT Sago Nauli

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Sekitar 800 kader Pemuda Pancasila (PP) melakukan unjukrasa ke DPRD Mandailing Natal, Senin (10/2/2020) menuntut pencabutan izin PT Sago Nauli. Unjukrasa yang mulai berlangsung pukul 11.50 WIB itu dipenuhi orasi dan pemampangan poster mengungkap catatan catatan buruk perusahaan perkebunan kelapa sawit di Pantai Barat Madina itu dan dugaan tindakan […]

  • Membandingkan Ideologi Islam, Kapitalisme dan Komunisme

    Membandingkan Ideologi Islam, Kapitalisme dan Komunisme

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dicopy dari : hizbut-tahrir.or.id   Dunia secara umum hari ini berpijak pada dua ideologi besar, ideologi Kapitalisme-Liberalisme dan ideologi Sosialisme-Komunisme. Ideologi lainnya, yakni ideologi Islam, belum begitu tampak. Ideologi Islam masih berada dalam individu-individu Muslim dan belum diwujudkan dalam satu pun negara di dunia. Dalam Kamus Oxford, Kapitalisme (Capitalism) dimaknai sebagai sistem ekonomi […]

expand_less