Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Nov 2012
  • print Cetak

DPRD dan PTPN IV 311012
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PTPN IV mengaku kesulitan mengadakan lahan perkebunan plasma sawit yang akan diperuntukkan bagi warga sekitar. Sebab, banyak lahan yang berstatus tumpang tindih.

Hal itu terungkap pada acara dengatr pendapat antara DPRD Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak PTPN IV di gedung dewan, Selasa (1/11). DPRD memanggil manajemen PTPN IV terkait mencuatnya keluhan warga peserta plasma karena belum terrealisasinya kebun plasma untuk warga.

Kabag Hukum dan Pertanahan PTPN IV, Abdul Wahit Rambe mengungkapkan bahwa PTPN IV pada awalnya merencanakan pembangunan plasma seluas 9.000 hektar untuk warga peserta dengan rincian KUD Maju Bersama seluas 1. 400 hektar, KUD Setia Abadi 2.400 hektar, KUD Bangko Jaya 2.000 hektar dan KUD Pasar Baru Batahan seluas 3.000 Ha.

“Untuk KUD Maju Bersama bisa dikatakan sudah selesai. Sementara untuk KUD Setia Abadi dirubah menjadi 1000 hektar, KUD Bangko Jaya dikurangi menjadi 1.500 Ha dan KUD Pasar Baru Batahan dikurangi menjadi 2.351 Ha,” katanya.

Pengurangan itu, katanya, disebabkan oleh beberapa hal, termasuk diantaranya sebahagian lahan masyarakat yang akan dijadikan lahan plasma berada dalam kawasan hutan lindung.

“Seperti KUD Bangko Jaya dimana lahan masyarakat masuk dalam kawasan hutan. Dan banyak masyarakat yang tidak mau menyerahkan lahannya untuk dijadikan menjadi plasma sehingga sesuai dengan hasil musyawarah dengan masyakat plasma untuk KUD Bangko Jaya tidak bisa dilanjutkan,” terang Wahid.

Pada KUD Setia Abadi pihak PTPN IV kesulitan dalam memperoleh lahan akibat banyak yang tumpang tindih dengan perusahaan perkebunan lain yang ada sehingga terjadi klaim mengklaim.

“Untuk KUD Pasar Baru Batahan terkendala akibat lahan kadastral PTPN IV seluas 850 Ha saat ini digarap oleh masyarakat dan perusahaan perkebunan yang lain,” ungkapnya.

Parahnya, pada KUD Pasar Baru Batahan terdapat anggotanya yang sudah menjadi peserta plasma di lain perusahaan, akibatnya lahan yang sudah diganti rugi oleh PTPN IV ternyata diklaim oleh perusahaan lain itu.

“Ini rumit, untuk itu kita sangat mengharapkan dukungan dari DPRD untuk menyelesaikan sengketa ini sehingga plasma kepada masyarakat dapat dipenuhi dengan baik,” pinta Wahid.

Dana revitalisasi yang diperuntukkan untuk pembangunan plasma bagi 4 KUD tersebut sebesar 298 milyar, namun tidak langsung dibayarkan oleh Bank Mandiri kepada PTPN IV. Pihak PTPN IV harus lebih dulu mengeluarkan uang sendiri, setelahnya Bank Mandiri mencairkan dana terhadap berapa luas yang dikerjakan PTPN IV.

“Sampai sekarang ini dana revitalisasi tersebut yang dicairkan baru mencapai 58 Milyar sesuai dengan yang sudah kita kerjakan,” ungkap Wahid.

Pihak DPRD Madina menyatakan dalam waktu dekat akan mengupayakan pertemuan antara PTPN IV dengan pihak Pemkab Madina dimana di dalam pertemuan itu nantinya akan diikuti oleh tim TP3K untuk mencari solusi lahan Plasma PTPN IV.

Rapat dengar pendapat itu dihadiri Ketua Komisi II, Saripul Sarling Lubis; Sekrataris Komisi II, Ir. Ali Mutiara Rangkuti dan anggota Jafar Rangkuti, Ilyas Siswadi. Pihak PTPN IV dihadiri antara lain oleh Kabag Hukum dan Pertanahan Abdul Wahid Rambe; Manager GRUU IV, M Dedi Pratopo dan Manager Kebun Plasma, Eddy Usman.(mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • CPNS tak Harus Putra Daerah

    CPNS tak Harus Putra Daerah

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 2Komentar

    JAKARTA – Banyaknya protes dari daerah lantaran yang lolos tes CPNS bukan putra asli daerah, mendapat tanggapan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang juga Ketia Panselnas Pengadaan CPNS 2013, Eko Sutrisno. Dikatakan, sebagai abdi masyarakat, seorang pegawai negeri harus bersedia ditempatkan di mana saja. Selain itu, lanjutnya, pegawai negeri juga menjalankan peran sebagai penyatu […]

  • Sampai Malam ini Pemancing Ikan yang Hanyut Disungai Batang Gadis Belum Ditemukan

    Sampai Malam ini Pemancing Ikan yang Hanyut Disungai Batang Gadis Belum Ditemukan

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – seorang pemancing ikan sungai warga desa kampung baru, kecamatan Panyabungan Utara dinyatakan hilang.  Agung Situmeang (26th) sebelum dinyatakan hilang, sempat melakukan aktifitas memancing ikan di sungai batang gadis tepatnya di daerah kampung baru. Ia saat mancing tidak sendiri. Ada rekannya bernama Mendra Hutapea. ” kronologisnya kejadiannya, sekitar pukul 15.30 wib. Agung […]

  • 11 Anak Dapat Sunatan Gratis

    11 Anak Dapat Sunatan Gratis

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      GUNUNG BARINGIN (Mandailing Online) – Sebanyak 11 anak-anak dikhitan secara gratis oleh Puskemas Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Minggu (15/11). Khitanan massal gratis ini sangat membantu para keluarga mengingat kelesuan ekonomi saat ini akibat menurunnya harga karet penyebab menurunnya pendapatan kepala keluarga yang mayoritas petani penyadap karet alam. Anak-anak sunatan massal ini semuanya berasal dari Desa […]

  • Harimau Muncul, 4 Kepdes Gunungtua Raya Surati BKSDA

    Harimau Muncul, 4 Kepdes Gunungtua Raya Surati BKSDA

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Terkait kemunculan harimau yang meresahkan petani, sebanyak 4 kepala desa di Gunungtua raya Kecamatan Panyabungan menyurati pihak kepolisian dan balai konservasi alam Madina. Kepala Desa Gunungtua Lumban Pasir, Zulham Riadi menjawab Mandailing Online, Jum’at (21/6/2019) menyatakan sebanyak 4 kepala desa telah menyurti pihak polisi dan Balai Taman Nasioanl Batang Gadis […]

  • Lampu Jalan di Kecamatan Panyabungan Barat Tidak Beres

    Lampu Jalan di Kecamatan Panyabungan Barat Tidak Beres

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiap Bulan Rakyat Bayar PPJ, Kemana Dananya? PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Lampu penerangan jalan di sepanjang jalur utama Kecamatan Panyabungan Barat banyak tak hidup akibat bola yang mati tak diganti. “Kita tak tahu manajemen pengelolaan lampu jalan ini, sebab para pelanggan listrik tiap bulan membayar Pajak Penerangan Jalan, tapi lampu jalan tak nyala” kata […]

  • Warga Aceh Didakwa Lakukan Pencucian Uang Narkoba

    Warga Aceh Didakwa Lakukan Pencucian Uang Narkoba

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, M Jaffar (43) warga Desa Namploh Krueng, Samalanga, Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (22/02/2011) diajukan ke persidangan Pengadilan Negeri Medan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Masni SH karena didakwa melakukan pencucian uang yang berasal dari tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu seberat 590 gram. Dalam persidangan yang diketuai Majelis hakim Drs H Panusunan Harahap SH […]

expand_less