Kamis, 18 Jun 2026
light_mode

Rahudman Ragukan Survei Perawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Medan, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, meragukan validitas hasil survei BKKBN yang menunjukkan 52 persen remaja wanita Medan tidak perawan.

“Waduh, lihat-lihat dulu survei-nya, valid tidak datanya. Jangan sembarangan ungkapkan hasil seperti itu,” katanya seusai rapat pembahasan RAPBD 2011, di DPRD Medan, Senin (29/11).

Senada Kabag Humas Pemko Medan, Hanas Hasibuan, mengatakan hasil survei tersebut perlu diuji menggunakan instrumen yang bisa dipertanggungjawabkan.
Hanas juga mempertanyakan sampel representatif dan variabel serta parameter yang digunakan dalam survei BKKBN.

Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Medan Prof DR Mohammad Hatta mengatakan survei BKKBN ini membuat masyarakat kita resah.

”Sungguhpun demikian, ini adalah sebuah fenomena yang harus kita tanggulangi,” katanya dalam Silaturahmi Wali Kota Medan dengan Para Ulama/Tokoh-Tokoh Agama di rumah dinas wali kota Medan, Jl Wali Kota, Medan, Senin malam.
Kepala BKKBN, Sugiri Syarief, mengungkapkan, dari data yang dimiliki BKKBN, dalam tahun 2010 diketahui bahwa sebanyak 52 persen remaja perempuan di Medan sudah tidak perawan lagi.

Medan hanya kalah dari Surabaya yang mencapai 54 persen remaja perempuan tak lagi perawan (Tribun, 28/11).Meski demikian, Hanas mengatakan kepala lingkungan (kepling) paling berperan memantau “kos remang-remang” yang menjadi transaksi seks bebas.

“Sebenarnya yang menjadi lini depan pemantauan adalah kepling, khususnya keberadaan kos remang-remang. Kan sudah ada kegiatan babinsa (koramil), babinkamtibnas hingga linmas, mereka leading sector-nya,” kata Hanas.
Kadis Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri, mengatakan hasil survei BKKBN tersebut secara tak langsung menunjukkan pergeseran nilai virginitas, yang mungkin dianggap tak sepenting dulu lagi.

Ia mengatakan orangtua punya peranan penting terhadap hasil survei.
“Bukan berarti melemparkan tanggung jawab sepenuhnya pada orangtua, tapi pendidikan di keluarga memiliki andil besar,” katanya kemarin.

Hasan mengatakan pendidikan seksual dini lebih baik ditanamkan pada anak oleh orangtua. Guru dan sekolah nantinya tinggal mengontrol. “Operasi Kasih Sayang bukan tindakan kuratif, ini hanya tindakan preventif, melihat dan mencegah anak-anak bolos sekolah dan tidak berada di tempat-tempat nongkrong seperti mal atau warnet,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan Rismaria Hutabarat mengkhawatirkan hasil survei tersebut. Menurutnya, pembinaan keluarga memegang kunci utama pencegahan.

“Semuanya tetap dimulai dari keluarga. Saya punya putra dan putri usia remaja, kuliah di luar kota. Yang saya tekankan adalah pembekalan iman agar mereka punya dasar kuat,” ujar Rismaria.

Ibu Waswas
Nita, pegawai BKD Pemko Medan, spontan menyebutkan hasil survei BKKN itu sebagai sesuatu yang sadis. Ia menuding lingkungan pergaulan dan canggihnya teknologi yang telah merasuki remaja Medan menjadi penyebab tingginya nilai hasil survei tersebut.

“Saya was-was sekali, meskipun anak saya masih kelas tiga SD. Sadis dan memprihatinkan hasilnya,” kata Nita. Meskipun belum memiliki anak, Sri Hartati, pegawai Humas Pemko Medan mengatakan dirinya khawatir dengan hasil survei ini, terlebih karena usia keponakannya yang rata-rata berada di usia rawan tersebut.
“Internet, handphone, Facebook, itu yang membuat pergaulan remaja sekarang lebih bebas. Harus ekstra waspadalah, misalnya wajib menjemput anak sehabis pulang sekolah dan mengontrol ke mana saja kegiatannya,” tuturnya.

Syawal Ritonga, guru olahraga SMA Negeri 1 Medan terkejut dan mempertanyakan sistem survei BKKBN.
“Bagaimana pula sistem mereka mensurvei itu. Hal Itu kan sangat pribadi. Apa dipanggil semua remaja perempuan dan di ajak untuk berkata jujur. Kalau narkoba bisa saja, kan bisa diambil data-datanya dari tempat mereka berobat,” kata Syawal,
yang mengajar sejak tahun 1992 di sekolah itu.

Syawal mengatakan sebagai guru mereka akan selalu mengingatkan kepada para siswa agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas.”Yang paling berperan itu kan orangtuanya, kalau di sekolah mereka kan cuma delapan jam,” katanya. Rosa Rika (46), orangtua siswa SMAN 1 Medan mengaku terkejut mendengar hasil survei BKKBN tersebut.

“Kaget saya mendengarnya, kok bisa begitu,” ujarnya.Sebagai ibu dari dua putri, Rosa khawatir jangan-jangan putrinya juga seperti yang disebutkan survei BKKBN itu. Ia mengaku lebih mengutamakan keterbukaan pada kedua putrinya.

”Kita harus bisa dianggap sebagai teman oleh anak. Agar setiap ada masalah anak mau curhat kepada orangtua. Tapi harus tetap diberi kepercayaan kapada anak,” katanya.
Sumber : Tribun Medan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan di Desa Angin Barat Tambangan Sesuai dengan Harapan

    Pembangunan di Desa Angin Barat Tambangan Sesuai dengan Harapan

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Progres capaian pembangunan dibiayai Dana Desa di Desa Angin Barat, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) TA. 2020 terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Capaian itu terbukti dengan selesainya pembangunan jalan rabat beton menuju sentra produksi, begitu pula dengan pembangunan drainase jalan desa. Hal tersebut membuat tokoh masyarakat menyampaikan terimakasih kepada seluruh unsur […]

  • Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Puluhan petugas dari Satpol PP, tentara dan polisi menertibkan lapak pabukoan di pinggir Jalan Merdeka, Simpang Empat Gunung Tua hingga dekat BRI Gunung Tua, Senin (1/8) siang. Pedagang yang menyaksikan lapaknya ditertibkan hanya bisa pasrah dan melongo. Penertiban ini dilakukan karena pedagang pabukoan ngotot menggelar lapak dagangannya di pinggir jalan, simpang empat. Padahal, pasar pabukoan […]

  • Warga Madina : “Kami ke Pasar Panyabungan Bagaikan Pergi ke Sawah”

    Warga Madina : “Kami ke Pasar Panyabungan Bagaikan Pergi ke Sawah”

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Oisdah…pasar…!!!. Songon na kehe tu saba doma iba tu pasar on”. (Aduhhh….pasar. Bagaikan pergi ke sawah lah aku yang ke pasar ini). Itu umpatan seorang perempuan pengunjung relokasi Pasar Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut yang didengar Mandailing Online, Senin (12/10/2020). Perempuan berumur sekira 57 tahun itu merepet-repet sambil melihat sepatunya sudah […]

  • Nurin Futsal bangkitkan sepak bola di Madina

    Nurin Futsal bangkitkan sepak bola di Madina

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Dengan diresmikannya Nurin Futsal di Kelurahan Pidoli Lombang Komplek STAIM Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bisa dijadikan stard bagi dunia sepakbola di daerah itu. “Kahadiran lapangan futsal untuk pertama kali di daerah kita bisa dijadikan suatu start bagi bangkitnya dunia olah raga bidang sepakbola. karena saya melihat banyak terdapat bakat-bakat terpendam di […]

  • Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat

    Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online ): bentuk kekecewaan terhadap Kepolisian, emak emak di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batanggadis, Kabupaten Mandailing Natal terus bersuara. Mereka menilai polisi tidak mampu memberantas para pelaku pengedar narkoba di wilayah nya. ” bagai mana kami yakin pada polisi, para pelaku pengedar narkoba terus merusak anak anak kami di desa […]

  • 12 Orang Wafat di Banjir Bandang Ulupungkut

    12 Orang Wafat di Banjir Bandang Ulupungkut

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

      ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Hingga Sabtu, korban yang ditemuakan wafat sebanyak 12 orang akibat banjir bandang di Desa Muara Saladi, Ulupungkut, Mandailing Natal. Seluruh korban wafat dimakamkan hari ini di pemakaman umum di desa itu, hari ini. Mereka tak dapat menyelamatkan diri saat banjir bandang tiba-tiba menerjang gedung madrasah tempat mereka sedang belajar. Berdasar […]

expand_less