Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Rahudman Ragukan Survei Perawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Medan, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, meragukan validitas hasil survei BKKBN yang menunjukkan 52 persen remaja wanita Medan tidak perawan.

“Waduh, lihat-lihat dulu survei-nya, valid tidak datanya. Jangan sembarangan ungkapkan hasil seperti itu,” katanya seusai rapat pembahasan RAPBD 2011, di DPRD Medan, Senin (29/11).

Senada Kabag Humas Pemko Medan, Hanas Hasibuan, mengatakan hasil survei tersebut perlu diuji menggunakan instrumen yang bisa dipertanggungjawabkan.
Hanas juga mempertanyakan sampel representatif dan variabel serta parameter yang digunakan dalam survei BKKBN.

Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Medan Prof DR Mohammad Hatta mengatakan survei BKKBN ini membuat masyarakat kita resah.

”Sungguhpun demikian, ini adalah sebuah fenomena yang harus kita tanggulangi,” katanya dalam Silaturahmi Wali Kota Medan dengan Para Ulama/Tokoh-Tokoh Agama di rumah dinas wali kota Medan, Jl Wali Kota, Medan, Senin malam.
Kepala BKKBN, Sugiri Syarief, mengungkapkan, dari data yang dimiliki BKKBN, dalam tahun 2010 diketahui bahwa sebanyak 52 persen remaja perempuan di Medan sudah tidak perawan lagi.

Medan hanya kalah dari Surabaya yang mencapai 54 persen remaja perempuan tak lagi perawan (Tribun, 28/11).Meski demikian, Hanas mengatakan kepala lingkungan (kepling) paling berperan memantau “kos remang-remang” yang menjadi transaksi seks bebas.

“Sebenarnya yang menjadi lini depan pemantauan adalah kepling, khususnya keberadaan kos remang-remang. Kan sudah ada kegiatan babinsa (koramil), babinkamtibnas hingga linmas, mereka leading sector-nya,” kata Hanas.
Kadis Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri, mengatakan hasil survei BKKBN tersebut secara tak langsung menunjukkan pergeseran nilai virginitas, yang mungkin dianggap tak sepenting dulu lagi.

Ia mengatakan orangtua punya peranan penting terhadap hasil survei.
“Bukan berarti melemparkan tanggung jawab sepenuhnya pada orangtua, tapi pendidikan di keluarga memiliki andil besar,” katanya kemarin.

Hasan mengatakan pendidikan seksual dini lebih baik ditanamkan pada anak oleh orangtua. Guru dan sekolah nantinya tinggal mengontrol. “Operasi Kasih Sayang bukan tindakan kuratif, ini hanya tindakan preventif, melihat dan mencegah anak-anak bolos sekolah dan tidak berada di tempat-tempat nongkrong seperti mal atau warnet,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan Rismaria Hutabarat mengkhawatirkan hasil survei tersebut. Menurutnya, pembinaan keluarga memegang kunci utama pencegahan.

“Semuanya tetap dimulai dari keluarga. Saya punya putra dan putri usia remaja, kuliah di luar kota. Yang saya tekankan adalah pembekalan iman agar mereka punya dasar kuat,” ujar Rismaria.

Ibu Waswas
Nita, pegawai BKD Pemko Medan, spontan menyebutkan hasil survei BKKN itu sebagai sesuatu yang sadis. Ia menuding lingkungan pergaulan dan canggihnya teknologi yang telah merasuki remaja Medan menjadi penyebab tingginya nilai hasil survei tersebut.

“Saya was-was sekali, meskipun anak saya masih kelas tiga SD. Sadis dan memprihatinkan hasilnya,” kata Nita. Meskipun belum memiliki anak, Sri Hartati, pegawai Humas Pemko Medan mengatakan dirinya khawatir dengan hasil survei ini, terlebih karena usia keponakannya yang rata-rata berada di usia rawan tersebut.
“Internet, handphone, Facebook, itu yang membuat pergaulan remaja sekarang lebih bebas. Harus ekstra waspadalah, misalnya wajib menjemput anak sehabis pulang sekolah dan mengontrol ke mana saja kegiatannya,” tuturnya.

Syawal Ritonga, guru olahraga SMA Negeri 1 Medan terkejut dan mempertanyakan sistem survei BKKBN.
“Bagaimana pula sistem mereka mensurvei itu. Hal Itu kan sangat pribadi. Apa dipanggil semua remaja perempuan dan di ajak untuk berkata jujur. Kalau narkoba bisa saja, kan bisa diambil data-datanya dari tempat mereka berobat,” kata Syawal,
yang mengajar sejak tahun 1992 di sekolah itu.

Syawal mengatakan sebagai guru mereka akan selalu mengingatkan kepada para siswa agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas.”Yang paling berperan itu kan orangtuanya, kalau di sekolah mereka kan cuma delapan jam,” katanya. Rosa Rika (46), orangtua siswa SMAN 1 Medan mengaku terkejut mendengar hasil survei BKKBN tersebut.

“Kaget saya mendengarnya, kok bisa begitu,” ujarnya.Sebagai ibu dari dua putri, Rosa khawatir jangan-jangan putrinya juga seperti yang disebutkan survei BKKBN itu. Ia mengaku lebih mengutamakan keterbukaan pada kedua putrinya.

”Kita harus bisa dianggap sebagai teman oleh anak. Agar setiap ada masalah anak mau curhat kepada orangtua. Tapi harus tetap diberi kepercayaan kapada anak,” katanya.
Sumber : Tribun Medan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonom Faisal Basri: Percepatan Pembangunan Madina Harus Melalui FGD

    Ekonom Faisal Basri: Percepatan Pembangunan Madina Harus Melalui FGD

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) –  Ekonom Faisal Basri menyebut sejumlah gagasan para tokoh Madina secara grafik sudah lengkap dalam skema percepatan pembangunan Mandailing Natal (Madina), Sumut. Poin-poin gagasan antara lain persoalan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, perkebunan, pertanian, transportasi dan perkotaan. Hanya saja, seluruh proposal itu harus ditindaklanjuti dengan membentuk Forum Group Discussion (FGD). “Ini tidak mungkin bisa […]

  • Warga Madina Dihimbau Menunda “Horja”

    Warga Madina Dihimbau Menunda “Horja”

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Segenap warga Mandailing Natal yang sudah merencanakan resepsi pernikahan atau “Horja” agar ditunda. Penundaan “mambaen horja” ini satu dari 8 poin himbauan yang tertuang dalam Keputusan Bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tertanggal 27 Maret 2020. Himbauan itu diterbitkan Forkopimda Mandailing Natal mencermati perkembangan terkini Covid-19. Tujuh […]

  • Maret, Sumur Minyak Pertama Padang Lawas Berproduksi

    Maret, Sumur Minyak Pertama Padang Lawas Berproduksi

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Bupati Madina Didesak Tuntaskan Defisit Rp43 Miliar

    Bupati Madina Didesak Tuntaskan Defisit Rp43 Miliar

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puluhan pengunjukrasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2 Madina) berunjuk rasa ke Kantor Bupati dan DPRD Madina, Selasa (05/07/2011). Massa menuntut Bupati Hidayat Batubara dan Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution merealisasikan janji politik pada saat kampanye yakni pendidikan gratis, kesehatan gratis dan pembukaan lapangan kerja baru. “Seperti pendidikan gratis, […]

  • Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pematangsiantar, Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus SE meminta masyarakat agar melaporkan dugaan kecurangan database honorer. Jika terbukti ada kecurangan akan diberikan sanksi tegas bagi pejabat yang terlibat. “Saya akan menerima seluruh aspirasi dan laporan tentang adanya dugaan permainan “kotor” dalam pembuatan database sementara honorer yang akan diangkat menjadi CPNS,” kata Walikota Hulman Sitorus SE melalui […]

  • Video: Umar Abduh Nyatakan Prabowo Unggul 54%, Fakta Hasil Pilpres 2014 Ditangan TNI Dan Polri

    Video: Umar Abduh Nyatakan Prabowo Unggul 54%, Fakta Hasil Pilpres 2014 Ditangan TNI Dan Polri

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pengamat intelijen dan kepolisian dari Center for Democracy And Social Justice Studies (CeDSoS) Umar Abduh membeberkan data penghitungan atau rekapitulasi suara Pilpres 2014 diduga berasal dari rekapitulasi TNI dan Polri. Dalam data perolehan suara yang dimilikinya, Umar mengungkapkan pemenang pilpres adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Hal itu terungkap dari video Youtube yang […]

expand_less