Kamis, 11 Jun 2026
light_mode

Rahudman Ragukan Survei Perawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Medan, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, meragukan validitas hasil survei BKKBN yang menunjukkan 52 persen remaja wanita Medan tidak perawan.

“Waduh, lihat-lihat dulu survei-nya, valid tidak datanya. Jangan sembarangan ungkapkan hasil seperti itu,” katanya seusai rapat pembahasan RAPBD 2011, di DPRD Medan, Senin (29/11).

Senada Kabag Humas Pemko Medan, Hanas Hasibuan, mengatakan hasil survei tersebut perlu diuji menggunakan instrumen yang bisa dipertanggungjawabkan.
Hanas juga mempertanyakan sampel representatif dan variabel serta parameter yang digunakan dalam survei BKKBN.

Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Medan Prof DR Mohammad Hatta mengatakan survei BKKBN ini membuat masyarakat kita resah.

”Sungguhpun demikian, ini adalah sebuah fenomena yang harus kita tanggulangi,” katanya dalam Silaturahmi Wali Kota Medan dengan Para Ulama/Tokoh-Tokoh Agama di rumah dinas wali kota Medan, Jl Wali Kota, Medan, Senin malam.
Kepala BKKBN, Sugiri Syarief, mengungkapkan, dari data yang dimiliki BKKBN, dalam tahun 2010 diketahui bahwa sebanyak 52 persen remaja perempuan di Medan sudah tidak perawan lagi.

Medan hanya kalah dari Surabaya yang mencapai 54 persen remaja perempuan tak lagi perawan (Tribun, 28/11).Meski demikian, Hanas mengatakan kepala lingkungan (kepling) paling berperan memantau “kos remang-remang” yang menjadi transaksi seks bebas.

“Sebenarnya yang menjadi lini depan pemantauan adalah kepling, khususnya keberadaan kos remang-remang. Kan sudah ada kegiatan babinsa (koramil), babinkamtibnas hingga linmas, mereka leading sector-nya,” kata Hanas.
Kadis Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri, mengatakan hasil survei BKKBN tersebut secara tak langsung menunjukkan pergeseran nilai virginitas, yang mungkin dianggap tak sepenting dulu lagi.

Ia mengatakan orangtua punya peranan penting terhadap hasil survei.
“Bukan berarti melemparkan tanggung jawab sepenuhnya pada orangtua, tapi pendidikan di keluarga memiliki andil besar,” katanya kemarin.

Hasan mengatakan pendidikan seksual dini lebih baik ditanamkan pada anak oleh orangtua. Guru dan sekolah nantinya tinggal mengontrol. “Operasi Kasih Sayang bukan tindakan kuratif, ini hanya tindakan preventif, melihat dan mencegah anak-anak bolos sekolah dan tidak berada di tempat-tempat nongkrong seperti mal atau warnet,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan Rismaria Hutabarat mengkhawatirkan hasil survei tersebut. Menurutnya, pembinaan keluarga memegang kunci utama pencegahan.

“Semuanya tetap dimulai dari keluarga. Saya punya putra dan putri usia remaja, kuliah di luar kota. Yang saya tekankan adalah pembekalan iman agar mereka punya dasar kuat,” ujar Rismaria.

Ibu Waswas
Nita, pegawai BKD Pemko Medan, spontan menyebutkan hasil survei BKKN itu sebagai sesuatu yang sadis. Ia menuding lingkungan pergaulan dan canggihnya teknologi yang telah merasuki remaja Medan menjadi penyebab tingginya nilai hasil survei tersebut.

“Saya was-was sekali, meskipun anak saya masih kelas tiga SD. Sadis dan memprihatinkan hasilnya,” kata Nita. Meskipun belum memiliki anak, Sri Hartati, pegawai Humas Pemko Medan mengatakan dirinya khawatir dengan hasil survei ini, terlebih karena usia keponakannya yang rata-rata berada di usia rawan tersebut.
“Internet, handphone, Facebook, itu yang membuat pergaulan remaja sekarang lebih bebas. Harus ekstra waspadalah, misalnya wajib menjemput anak sehabis pulang sekolah dan mengontrol ke mana saja kegiatannya,” tuturnya.

Syawal Ritonga, guru olahraga SMA Negeri 1 Medan terkejut dan mempertanyakan sistem survei BKKBN.
“Bagaimana pula sistem mereka mensurvei itu. Hal Itu kan sangat pribadi. Apa dipanggil semua remaja perempuan dan di ajak untuk berkata jujur. Kalau narkoba bisa saja, kan bisa diambil data-datanya dari tempat mereka berobat,” kata Syawal,
yang mengajar sejak tahun 1992 di sekolah itu.

Syawal mengatakan sebagai guru mereka akan selalu mengingatkan kepada para siswa agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas.”Yang paling berperan itu kan orangtuanya, kalau di sekolah mereka kan cuma delapan jam,” katanya. Rosa Rika (46), orangtua siswa SMAN 1 Medan mengaku terkejut mendengar hasil survei BKKBN tersebut.

“Kaget saya mendengarnya, kok bisa begitu,” ujarnya.Sebagai ibu dari dua putri, Rosa khawatir jangan-jangan putrinya juga seperti yang disebutkan survei BKKBN itu. Ia mengaku lebih mengutamakan keterbukaan pada kedua putrinya.

”Kita harus bisa dianggap sebagai teman oleh anak. Agar setiap ada masalah anak mau curhat kepada orangtua. Tapi harus tetap diberi kepercayaan kapada anak,” katanya.
Sumber : Tribun Medan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembahasan Alokasi Anggaran Pilkades di Madina Hampir Selesai

    Pembahasan Alokasi Anggaran Pilkades di Madina Hampir Selesai

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Alokasi anggaran untuk pelaksanaan pemilihan Kepala Desa di 256 Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sudah hampir selesai, untuk pelaksanaan sendiri alokasi anggaran di ambil dari anggaran ADD, sementara oengamanan di alokasikan di APBD Madina. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Madina Ahmad Mainul Lubis pada Mandailing Online […]

  • Gaji SBY naik, daerah bangkrut

    Gaji SBY naik, daerah bangkrut

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana menaikkan gaji presiden dipandang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap anggaran keuangan daerah. Kenaikan gaji presiden yang akan diikuti dengan kenaikan sekitar 8000 pejabat negara lainnya hingga ke daerah akan menguras anggaran daerah. “Kalau presiden naik gaji, pejabat naik juga, akan bebani APBD karena kepala daerah juga akan ikut naik,” ujar Koordinator Investigasi […]

  • Misteri dan Sejarah Goa Boralla di Hutapungkut, Kotanopan-Madina

    Misteri dan Sejarah Goa Boralla di Hutapungkut, Kotanopan-Madina

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mendengar nama desa Hutapungkut, kita akan teringat dengan Almarhum Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Betapa tidak, desa yang hampir berpenduduk 2500 jiwa ini adalah tempat kelahiran beliau. Namun siapa sangka, selain desa ini tempat kelahiran putra terbaik bangsa juga desa ini menyimpan Goa yang mempunyai nilai historis bagi perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Goa ini disebut […]

  • Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bertemu Gubsu

    Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bertemu Gubsu

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bersilaturrahmi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Silaturrahmi berlangsung Kamis pagi (1/8/2019) di rumah kediaman Edy Rahmayadi itu bernuasa santai, penuh tawa, dan saling bernostalgia. Keduanya tercatat sama-sama Akmil (Akademi Militer) Angkatan 1985. Juga sangat akrab sejak di pendidikan sampai sekarang. Menurut […]

  • Inspektorat : Perobohan Kantor Kepala Desa Gunung Tua Jae Melanggar Hukum

    Inspektorat : Perobohan Kantor Kepala Desa Gunung Tua Jae Melanggar Hukum

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perobohan gedung kantor kepala desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Panyangan dinilai melanggar ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam rangkaian pemeriksaan menyimpulkan bahwa kepala desa Gunung Tua Jae tidak menempuh prosedur saat merobohkan gedung tersebut tahun 2019 lalu. “Jelas melanggar. Prosedur tidak dilalui kepala desa,” ujar Ketua […]

  • Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Dekat Kantor Polsek

    Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Dekat Kantor Polsek

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN – (Mandailing Online) – Aneh, Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Jambur Tarutung, Kecamatan Kota Nopan, Madina leluasa beraktivitas meski hanya sekitar ratusan meter dari polsek, Kantor Camat dan bahkan Kantor Koramil Kecamatan Kotanopan. Bebasnya aktifitas tambang emas ilegal menggunakan alat berat jenis excavator itu diduga memiliki jaringan kuat sehingga kelas Polisi dan […]

expand_less