Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode

Rahudman Ragukan Survei Perawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Medan, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, meragukan validitas hasil survei BKKBN yang menunjukkan 52 persen remaja wanita Medan tidak perawan.

“Waduh, lihat-lihat dulu survei-nya, valid tidak datanya. Jangan sembarangan ungkapkan hasil seperti itu,” katanya seusai rapat pembahasan RAPBD 2011, di DPRD Medan, Senin (29/11).

Senada Kabag Humas Pemko Medan, Hanas Hasibuan, mengatakan hasil survei tersebut perlu diuji menggunakan instrumen yang bisa dipertanggungjawabkan.
Hanas juga mempertanyakan sampel representatif dan variabel serta parameter yang digunakan dalam survei BKKBN.

Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Medan Prof DR Mohammad Hatta mengatakan survei BKKBN ini membuat masyarakat kita resah.

”Sungguhpun demikian, ini adalah sebuah fenomena yang harus kita tanggulangi,” katanya dalam Silaturahmi Wali Kota Medan dengan Para Ulama/Tokoh-Tokoh Agama di rumah dinas wali kota Medan, Jl Wali Kota, Medan, Senin malam.
Kepala BKKBN, Sugiri Syarief, mengungkapkan, dari data yang dimiliki BKKBN, dalam tahun 2010 diketahui bahwa sebanyak 52 persen remaja perempuan di Medan sudah tidak perawan lagi.

Medan hanya kalah dari Surabaya yang mencapai 54 persen remaja perempuan tak lagi perawan (Tribun, 28/11).Meski demikian, Hanas mengatakan kepala lingkungan (kepling) paling berperan memantau “kos remang-remang” yang menjadi transaksi seks bebas.

“Sebenarnya yang menjadi lini depan pemantauan adalah kepling, khususnya keberadaan kos remang-remang. Kan sudah ada kegiatan babinsa (koramil), babinkamtibnas hingga linmas, mereka leading sector-nya,” kata Hanas.
Kadis Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri, mengatakan hasil survei BKKBN tersebut secara tak langsung menunjukkan pergeseran nilai virginitas, yang mungkin dianggap tak sepenting dulu lagi.

Ia mengatakan orangtua punya peranan penting terhadap hasil survei.
“Bukan berarti melemparkan tanggung jawab sepenuhnya pada orangtua, tapi pendidikan di keluarga memiliki andil besar,” katanya kemarin.

Hasan mengatakan pendidikan seksual dini lebih baik ditanamkan pada anak oleh orangtua. Guru dan sekolah nantinya tinggal mengontrol. “Operasi Kasih Sayang bukan tindakan kuratif, ini hanya tindakan preventif, melihat dan mencegah anak-anak bolos sekolah dan tidak berada di tempat-tempat nongkrong seperti mal atau warnet,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan Rismaria Hutabarat mengkhawatirkan hasil survei tersebut. Menurutnya, pembinaan keluarga memegang kunci utama pencegahan.

“Semuanya tetap dimulai dari keluarga. Saya punya putra dan putri usia remaja, kuliah di luar kota. Yang saya tekankan adalah pembekalan iman agar mereka punya dasar kuat,” ujar Rismaria.

Ibu Waswas
Nita, pegawai BKD Pemko Medan, spontan menyebutkan hasil survei BKKN itu sebagai sesuatu yang sadis. Ia menuding lingkungan pergaulan dan canggihnya teknologi yang telah merasuki remaja Medan menjadi penyebab tingginya nilai hasil survei tersebut.

“Saya was-was sekali, meskipun anak saya masih kelas tiga SD. Sadis dan memprihatinkan hasilnya,” kata Nita. Meskipun belum memiliki anak, Sri Hartati, pegawai Humas Pemko Medan mengatakan dirinya khawatir dengan hasil survei ini, terlebih karena usia keponakannya yang rata-rata berada di usia rawan tersebut.
“Internet, handphone, Facebook, itu yang membuat pergaulan remaja sekarang lebih bebas. Harus ekstra waspadalah, misalnya wajib menjemput anak sehabis pulang sekolah dan mengontrol ke mana saja kegiatannya,” tuturnya.

Syawal Ritonga, guru olahraga SMA Negeri 1 Medan terkejut dan mempertanyakan sistem survei BKKBN.
“Bagaimana pula sistem mereka mensurvei itu. Hal Itu kan sangat pribadi. Apa dipanggil semua remaja perempuan dan di ajak untuk berkata jujur. Kalau narkoba bisa saja, kan bisa diambil data-datanya dari tempat mereka berobat,” kata Syawal,
yang mengajar sejak tahun 1992 di sekolah itu.

Syawal mengatakan sebagai guru mereka akan selalu mengingatkan kepada para siswa agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas.”Yang paling berperan itu kan orangtuanya, kalau di sekolah mereka kan cuma delapan jam,” katanya. Rosa Rika (46), orangtua siswa SMAN 1 Medan mengaku terkejut mendengar hasil survei BKKBN tersebut.

“Kaget saya mendengarnya, kok bisa begitu,” ujarnya.Sebagai ibu dari dua putri, Rosa khawatir jangan-jangan putrinya juga seperti yang disebutkan survei BKKBN itu. Ia mengaku lebih mengutamakan keterbukaan pada kedua putrinya.

”Kita harus bisa dianggap sebagai teman oleh anak. Agar setiap ada masalah anak mau curhat kepada orangtua. Tapi harus tetap diberi kepercayaan kapada anak,” katanya.
Sumber : Tribun Medan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt. Bupati: Polemik Tambang Rakyat Akibat Kesalahan Pemerintah

    Plt. Bupati: Polemik Tambang Rakyat Akibat Kesalahan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati mengakui, bahwa selama ini pemerintah lah yang salah terkait maraknya tambang rakyat liar serta tidak tertatanya lokasi-lokasi gelondongan emas (galundung) yang menyebar di pemukiman-pemukiman penduduk. Dilema tambang rakyat di Madina selama ini terkait belum adanya penghunjukan WP yang diperlukan bagi tahapan awal bagi proses legalitas usaha tambang mineral maupun […]

  • 2 Otak Kerusuhan Madina, Ketangkap Di Jakarta

    2 Otak Kerusuhan Madina, Ketangkap Di Jakarta

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Petugas reskrim Polda Sumatera Utara dipimpin Kompol Andry Setiawan dan AKP Syafrijal berhasil meringkus dua orang diduga kuat sebagai otak pelaku terjadinya kerusuhan di Madina. Kedua tersangka diamankan petugas dari lokasi persembunyian mereka di daerah Jakarta. Informasi berhasil dihimpun wartawan, Jum’at (13/1) , para tersangka berhasil yang diamankan petugas masing-masing, Drs. H. Izuddin Marzuki […]

  • Kondisi Batahan Sudah Mulai Tenang Pasca Dihantam Puting Beliung

    Kondisi Batahan Sudah Mulai Tenang Pasca Dihantam Puting Beliung

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kondisi kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal usai dihantam puting beliung pada Senin (1/11) sore terlihat sudah mulai tenang dan warga pelaksanakan aktivitas bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak dengan swadaya masyarakat. Salah seorang warga Ramadi kepada wartawan, Selasa (2/11) mengakui puting beliung yang menimpa 4 Desa di Kecamatan Batahan mengakibatkan 80 rumah rusak berat […]

  • Dana BOS Untuk Beli Kijang?

    Dana BOS Untuk Beli Kijang?

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Humbahas, Beberapa oknum kepala sekolah di Kabupaten Humbang Hasundutan diduga mengalihkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk kepentingan pribadi. Hal tersebut dikatakan masyarakat Desa Naga Saribu, L Silaban di Naga Saribu, Senin (03/01/2011). Silaban menjelaskan, salah satu SD yang diduga menggunakan BOS untuk kepentingan pribadi adalah SD 174535 Sitonggi-tonggi. SD tersebut merupakan yang paling banyak […]

  • Panyabungan Berduka, Pasar Baru Panyabungan Hangus

    Panyabungan Berduka, Pasar Baru Panyabungan Hangus

    • calendar_month Sabtu, 16 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panyabungan berduka. Komplek Pasar Baru Panyabungan Mandailing Natal terbakar. Kebakaran terjadi sekira pukul 2.50 WIB Sabtu dini hari (16/6/2018) atau hari kedua Lebaran. Menurut para pedagang, api berasal dari loods di bagian belakang komplek, lalu menyebar ke bagian tengah komplek pasar. Mayoritas pedagang tak mampu menyelamatkan barang dagangan, karena kebakaran terjadi […]

  • DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 1)

    DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 1)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution Peredaran narkoba di Sumut sudah mencapai tingkat yang mengkhawatikan bahkan Wakil Gubernur HT.Ery Nuradi dalam satu kesempatan pernah menyebutkan sudah berada di lampu merah. Pernyataan orang nomor dua ini bukan tanpa alasan mengingat peredaran narkoba sudah menyentuh seluruh sektor kehidupan masyarakat tanpa terkecuali. Mulai dari pejabat yang tertangkap mengkonsumsi narkoba […]

expand_less