Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Dana BOS Untuk Beli Kijang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
  • print Cetak


Humbahas, Beberapa oknum kepala sekolah di Kabupaten Humbang Hasundutan diduga mengalihkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk kepentingan pribadi. Hal tersebut dikatakan masyarakat Desa Naga Saribu, L Silaban di Naga Saribu, Senin (03/01/2011).

Silaban menjelaskan, salah satu SD yang diduga menggunakan BOS untuk kepentingan pribadi adalah SD 174535 Sitonggi-tonggi. SD tersebut merupakan yang paling banyak jumlah siswanya, akan tetapi di sekolah tersebut masih banyak dilakukan kutipan-kutipan bagi siswa. Padahal untuk kepentingan peralatan sekolah tidak dibenarkan lagi dilakukan pengutipan.

“Kita melihat selama ini, fasilitas sekolah tidak ada yang dibenahi dari dana BOS. Akan tetapi yang dibenahi kepala sekolah tersebut adalah kepribadiannya, antara lain membeli mobil Kijang Kapsul. Untuk itu, kita meminta penegak hukum agar melakukan pemeriksaan dan juga kepada Bupati Humbang Hasundutan agar memutasi oknum kepala sekolah tersebut, sebab metode kepala sekolah tersebut bukan meningkatkan mutu pendidikan siswa melainkan diduga untuk meningkatkan pendapatan pribadinya,” beber Silaban.

Hal senada dikatakan beberapa guru yang mengaku mengajar di SD Negeri 174535 Sitonggi-tonggi yang tidak mau disebut jati dirinya. Para guru mengaku tidak mengetahui kemana dana BOS mulai Tahun 2005 sampai saat ini, digunakan kepala sekolah.

Jumlah siswa di SD Sitonggi-tonggi kurang lebih 400 siswa dan dana BOS yang diterima setiap triwulan sebesar Rp 30 juta. Apabila dihitung mulai Tahun 2005 sampai saat ini jumlah dana BOS sebesar Rp 600 juta. Apabila dana tersebut digunakan sesuai peruntukannya kemungkinan besar sekolah tersebut tidak terbebani lagi dan fasilitas sekolah sudah sangat lengkap. Akan tetapi, kenyataannya sekolah tersebut masih banyak kekurangan.

“Yang jelasnya, dana BOS Tahun 2005 sampai saat ini diduga kuat diperuntukkan untuk kepentingan pribadi kepala sekolah membeli mobil Kapsul. Untuk itu kita meminta penegak hukum agar mengaudit penggunaan dana BOS dan siapa yang membelanjakan dana BOS. Kepala sekolah atau bendahara sekolah? Yang jelas, bendahara diduga hanya sebagai alat untuk pencairan dana BOS dari bank dan yang membelanjakan adalah kepala sekolah,” terang guru yang mengaku mengajar di SD Sitonggi-tonggi.

Kepala SDN 174535 Sitonggi-tonggi Br Sianipar, saat dijumpai baru-baru ini, membantah menggunakan dana BOS untuk kepentingan pribadi. Apalagi dikatakan dana BOS ia gunakan untuk membeli mobil Kijang Kapsul. “Itu tidak benar, semua kita jalankan sesuai prosedur,” ujarnya.

Saat ditanya apakah bisa menunjukkan Dana Penggunaan Anggaran (DPA) BOS? Br Sianipar menjelaskan, itu tidak bisa ditunjukkan. Sebab DPA rahasia dan tidak boleh dipublikasikan. Namun yang jelas pihaknya tidak ada melakukan penyimpangan dana BOS selama ia menjabat kepala sekolah mulai Tahun 2005 sampai saat ini. (BS-027)
Sumber : Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Disorot Gegara Banyak Mobdis tak Bayar Pajak Kendaraan

    Pemkab Madina Disorot Gegara Banyak Mobdis tak Bayar Pajak Kendaraan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Giat operasinal kepatuhan pajak kendaraan bermotor yang dilakukan tim gabungan Samsat dan Kepolisian terhadap kendaraan bermotor di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) penuh kejutan. Ratusan kendaraan terjaring. Paling mengejutkan ditemukan belasan kendaraan dinas pemkab madina yang tidak bayar pajak kendaraan padahal pajak kendaraan dinas itu dibayar oleh Anggaran Pendapatan […]

  • Hak Lahan di IKN 180 Tahun, Dikhawatirkan Rakyat Makin Sengsara

    Hak Lahan di IKN 180 Tahun, Dikhawatirkan Rakyat Makin Sengsara

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Vita Sari Ibu peduli negeri Menteri Investasi Kepala BKPM Bahlil Hadalia buka suara terkait revisi Undang-undang Ibukota Negara (IKN) mengenai kepemilikan hak guna lahan bagi investor selama 90 tahun hingga 180 tahun. Bahlil mengatakan kebijakan tersebut hanya sebagai pemanis untuk menarik perhatian investor agar mau menanamkan modal pada IKN Nusantara di Kalimantan tersebut. “Ini […]

  • Bupati Madina Minta Pemerintah Pusat Hentikan SMGP

    Bupati Madina Minta Pemerintah Pusat Hentikan SMGP

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Jafar Sukhairi Nasution menyatakan bahwa sejak awal telah meminta pemerintah pusat menghentikan operasional SMGP di Sibanggor. Itu dikatakan Sukhairi didampingi Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution dan Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis usai menjenguk para korban di ruang UGD RSU Panyabungan, Selasa malam […]

  • Warga Desa Lancat di Lingga Bayu Dikejutkan Penemuan Mayat Ditimpa Batu Besar

    Warga Desa Lancat di Lingga Bayu Dikejutkan Penemuan Mayat Ditimpa Batu Besar

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Linggabayu ( Mamdailing Online ): warga desa Lancat di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal dihebohkan dengan penemuan mayat yang tertimpa batu di pinggiran sungai batangnatal. Penemuan mayat itu sontak membuat warga sekitar mendatangi lokasi. Dalam video yang beredar di media sosial sekujur tubuh korban tertimpa batu kecuali bagian kepala korban. Belum diketahui pasti identitas […]

  • Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 200 guru TKS SMA dan SMK melakukan unjukrasa ke DPRD Madina mengadukan nasib soal gaji yang belum diterima selama 11 bulan. Mereka berjalan kaki dari lapangan Aek Godang menuju gedung DPRD Madina, Senin (27/11/2017). Sejumlah spanduk diusung. Salah satu bertulis “Gimana mau paten kalau gaji guru belum cair”. Bisri […]

  • Diduga Pakai Kulit Babi, Kickers Tarik Produk

    Diduga Pakai Kulit Babi, Kickers Tarik Produk

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pihak Distributor sepatu dan sandal Merk Kickers langsung menarik barang dagangannya yang dijual di salah satu mal di kawasan Jakarta Selatan. Hal tersebut lantaran adanya laporan masyarakat yang menemukan label halal dengan tanda ‘pig skin lining’. “Dari keterangan distributor, mereka sudah menarik semua barang yang berlabel seperti itu,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, […]

expand_less