Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Ramadhan Meraih Ketakwaan Hakiki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Sri Handayani ST
Guru tinggal di Padangsidempuan

Ramadhan tiba semua bahagia
Tua dan muda bersuka cita
Bulan ampunan bulan yang berkah
Bulan terbebas api neraka

Andaikan saja Ramadhan semua
Bulan yang tiba bulan yang ada
Karena besarnya setiap pahal
(lirik lagu opick)

Tak terasa ramadhan tinggal menghitung hari. Setiap muslim tentunya mempersiapkan diri secara optimal menyambut bulan penuh maghfirah (ampunan) yaitu bulan suci ramadhan yang penuh berkah.

Ditengah pandemi Covid-19 tak berujung dan derita umat makin berkepanjangan setelah 100 tahun tiada kepemimpinan umat islam maka ramadhan kali ini harus istimewa dalam perjuangan.

Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan, berkah, rahmat dan ampunan akan hadir di tengah kita. Allah swt telah menjanjikan pahala berlipat ganda bagi siapa saja yang menunaikan amal salih yang dilandasi oleh keimanan dan ikhlas semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.

Di bulan suci nan agung ini umat islam harus berlomba-lomba untuk memupuk ketakwaan pada diri sendiri terutama dalam hal ibadah puasa. Kalimat indah dari Allah swt untuk hambanya.

Hai Orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa (Qs. Al Baqarah : 183)

Ketakwaan dapat direalisasikan oleh setiap hambaNya dengan senantiasa terikat dengan aturan Allah swt dalam seluruh aspek kehidupan. Menjadikan syariah islam standar kehidupan. Menunaikan perkara yang wajib maupun sunnah

dan meninggalkan segala perkara yang sia-sia. Memperbanyak ibadah ber-taqarrub kepada Allah swt dengan mengharapkan Ridho Allah swt.

Puasa itu perisai. Karena itu janganlah seseorang berkata keji dan jahil. Jika ada seseorang yang menyerang atau mencaci, katakanlah “sungguh aku sedang berpuasa” sebanyak dua kali. Demi jiwaku yang berada dalam genggamanNya. Bau mulut orang berpuasa lebih baik di sisi Allah ketimbang wangi kesturi, ia meninggalkan makanannya, minumannya dan syahwatnya demi Diri-Ku. Puasa itu milik-Ku. Akulah yang langsung akan membalasnya. Kebaikan (selama bulan puasa) dilipatgandakan sepuluh kali dari yang semisalnya (HR. AL Bukhari)

Ketakwaan bukan hanya harus diwujudkan pada tatanan individu, juga diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Allah swt berfirman

Jika saja penduduk negeri beriman dan bertakwa niscaya kami akan membukakan bagi mereka pintu – pintu keberkahan dari langit dan bumi. (QS. Al – A’raf : 96)

Ketakwaan hakiki akan terwujud dengan penerapan islam kaffah yang mengatur segala aspek kehidupan masyarakat. Pintu-pintu ketakwaan terbuka lebar sementara pintu maksiat ditutup. Dalam kehidupan sekularistik, kapitalistik, dan hedonistik saat ini pintu ketakwaan dipersempit dan pintu kemaksiatan dibuka lebar.

Allah swt telah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk kembali kepada aturan Allah swt yang penuh dengan rahmatanlil’alamin. Yang menjaga ketakwaan individu maupun masyarakat. Wallahu’alam bishowwab

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (QS. Al Maidah :50)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nias Selatan juga diterjang banjir

    Nias Selatan juga diterjang banjir

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Hidayat Nasution mengatakan, Desa Hilisimaetano Ndruso, Kecamatan Manjamolo, Kabupaten Nias Selatan dilanda banjir, akibat meluapnya Sungai Eho di daerah tersebut. “Peristiwa banjir yang terjadi di Kepulauan Nias Selatan (Nisel), sejak Minggu (11/11) sekitar 09.00 WIB, juga mengevakuasi puluhan penduduk ke tempat yang […]

  • Isu Hantu Kolor Resahkan Warga

    Isu Hantu Kolor Resahkan Warga

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

        Para Anak Gadis Diungsikan ke Kota PALUTA – Warga desa yang berada di Kecamatan Padang Bolak dan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sejak tiga bulan belakangan ini resah dengan maraknya isu hantu kolor. Akibatnya sejumlah keluarga yang memiliki anak gadis pun langsung mengungsikannya ke luar kota, sebab keluarganya tidak ingin anak gadisnya […]

  • TKW Asal Batubara Diterlantarkan di Malaysia

    TKW Asal Batubara Diterlantarkan di Malaysia

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Tenaga kerja wanita asal Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Nurmadaniyah (16) mengaku ditelantarkan di Malaysia, meski telah empat bulan berada di negara itu. Pengakuan tersebut disampaikan orang tua kandung Nurmadaniyah, Effendi penduduk Dusun 7 Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, di Medan, Senin 29 November 2010. Sebenarnya, kata Effendi, cukup banyak masalah dengan keberangkatan […]

  • Pemkab Madina Bagikan Bea siswa

    Pemkab Madina Bagikan Bea siswa

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pemkab Mandailing Natal membagikan Beasiswa bagi mahasiswa Putra Daerah yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang ada, Rabu (5/2) di lapangan SMA Negeri I panyabungan. penyerahaan beasiswa ini langsung diserahkan oleh oleh Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution.Pada kesempatan itu jumlah mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Pemkab Madina pada tahun anggaran 2013 sebanyak 280 orang.(hol)

  • Pertokoan di Pasar Baru Panyabungan Banyak Tutup

    Pertokoan di Pasar Baru Panyabungan Banyak Tutup

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Puluhan pedagang di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) memilih menutup toko nya karena sepinya pembi. Selain faktor sepi pembeli, masalah tempat juga menjadi alasan pedagang menutup dagangannya. Kebanyakan mereka yang menutup tokonya adalah pedagang kain dan assesoris, akibatnya puluhan toko di pasar baru sementara itu bagaikan pasar kelas […]

  • Moderasi Beragama, Antara Harapan dan Kenyataan

    Moderasi Beragama, Antara Harapan dan Kenyataan

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Moderasi beragama terdengar kencang di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, istilah moderasi maupun moderasi beragama tidak dikenal. Karena yang lebih sering muncul adalah istilah multikulturalisme, pluralisme dan toleransi dalam menggambarkan kemodernan beragama (Islam). Terkait asal munculnya paham moderasi sebenarnya banyak versi. Hanya saja, istilah ini mulai diperkenalkan […]

expand_less