Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Rombongan NNB Diamuk Massa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Agt 2011
  • print Cetak


Tuntut Pelaku Ditangkap, Warga Sisipa Blokir Jalan
Warga Desa Siloung, Sialang, dan Parindoan atau Sisipa, Kecamatan Batang Toru, Tapsel, memblokir jalan dengan mendirikan tenda dan menanam pohon karet, Minggu (31/7) pagi. Aksi ini menyebabkan kemacetan sekitar 3 kilometer selama 6 jam.

Menurut Kades Sisipa Ikhlas Rambe, pemblokiran jalan tersebut merupakan buntut dari aksi pengeroyokan yang dilakukan sekitar 50 pemuda Desa Hutaraja, Kecamatan Muara Batang Toru, Minggu (24/7) lalu. Massa mengeroyok rombongan Naposo Nauli Bulung (NNB) Sisipa yang pulang berlibur dari Pantai Barat Muara Upu.
Diceritakan kades, rombongan NNB Sisipa pergi dengan menggunakan tiga angkot. Salah satu angkot terkena amuk warga Desa Hutaraja. Dan, angkot yang dimassa itu bernomor polisi BB 1124 HC dengan sopir Indra Syahwani Rambe (28). Di dalam angkot, ada sekitar 20 NNB Sisipa, dan 15 di antaranya wanita.
Awalnya, kata kades, rombongan NNB bermain bola di pantai. Lalu, tanpa sengaja salah seorang warga Desa Hutaraja terkena bola. Selanjutnya, rombongan NNB meminta maaf.
Sekitar pukul 19.30 WIB, rombongan hendak pulang ke Sisipa, tiba-tiba saja rombongan terakhir yang menaiki angkot BB 1124 dicegat beberapa orang yang tidak mereka kenal. Selanjutnya, tanpa ada ucapan apa pun bersama dengan puluhan massa lainnya, langsung melakukan aksi kekerasan dengan menghancurkan mobil dan memukuli penumpang yang ada di dalam menggunakan kayu dan botol. Akibat aksi ini, angkot hancur dan penumpang di dalamnya mengalami luka-luka serius.
Kades menambahkan, beberapa penumpang yang mengalami luka adalah Indra Syahwani Rambe (sopir), Rita Siregar (18), Dodi (18), Mita (20), Mujur Siregar (22), Asda (17), Tilom (17), Lasmi (17), Iman Rambe (17), Saddam (17) dan lainnya.
Setelah diamuk massa, rombongan ini melanjutkan perjalanan pulang. Lalu, melaporkan kejadian tersebut kepada warga Desa Sisipa. Lantas, oleh warga kejadian ini dilaporkan ke Polsek Batang Toru. Dan, para korban dirawat di klinik Ryiski Batang Toru.
Namun, sambung kaeds, seminggu setelah dilaporkan tidak ada tanda-tanda pelaku pengeroyokan akan diproses oleh Polsek Batang Toru. Selanjutnya, perwakilan Desa Sisipa diutus ke Desa Hutaraja untuk membicarakan masalah tersebut, tetapi tidak mendapatkan respon dari pihak Desa Hutaraja.
Akhirnya, karena tidak ada respon dari warga dan polisi, masyarakat Sisipa memutuskan memblokir jalan agar persoalan mereka ditanggapi. “Itu lah alasan mengapa kita sampai melakukan aksi blokir jalan. Harapan kita persoalan yang sedang kami hadapi ditanggapi oleh pemerintah. Dan, pihak kepolisian segera menangkap pelaku kekerasan, lalu diproses secara hukum dan kerugian yang kami alami diganti,” tegas kades.
Setelah dilakukan mediasi antara Polres Tapsel yang dipimpin Kompol Zainuddin P dengan tokoh masyarakat Desa Sisipa dan Camat Batang Toru A Raja Nasution, disepakati dalam surat perjanjian persoalan ini akan diserahkan kepada muspida plus. Akhirnya, masyarakat membuka blokir jalan sekitar pukul 14.00 WIB.
Wakapolres Tapsel Kompol Zainuddin didampingi Kabag Ops Kompol J Siregar mengatakan, pihaknya sudah mengetahui identitas para pelaku kekerasan. Jumlahnya lebih dari satu orang. Namun, sejauh ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk bisa menyeret para pelaku ke ranah hukum. “Secepatnya para pelaku akan kita tangkap,” tegas keduanya.
Sementara itu, soal permintaan ganti rugi yang diajukan warga Desa Sisipa, pihaknya akan membantu kecamatan untuk melakukan mediasi antara warga Sisipa dengan Hutaraja. “Kita berada di jalur hukumnya. Soal ganti rugi jadi ranah pemerintah. Namun, kita akan bantu mediasi,” sebut keduanya.
Camat Batang Toru A Raja Nasution menegaskan, pihaknya akan berupaya melakukan mediasi dengan Camat Muara Batang Toru agar persoalan ini segera selesai. (phn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Stunting, Atika Minta Calon Pengantin Diedukasi Sebelum Menikah

    Cegah Stunting, Atika Minta Calon Pengantin Diedukasi Sebelum Menikah

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution meminta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Madina menyampaikan secara humanis kepada calon pasangan pengantin (catin) cara mendapatkan izin menikah dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Madina. Hal ini guna menekan risiko keluarga stunting. “Untuk menikah saja pemerintah ikut mengurusnya agar […]

  • HAMAS MENYERAH, BAGAIMANA GAZA SELANJUTNYA?

    HAMAS MENYERAH, BAGAIMANA GAZA SELANJUTNYA?

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen dan Pegiat Opini Islam   Sungguh mengejutkan! Hamas dikabarkan telah menyerahkan kekuasaan yang telah dipertahankan selama 2 dekade di Gaza. Berita tersebut telah banyak dirilis oleh berbagai media massa. Menurut laporan Al-Jazeera News (07/07/2026), keputusan Hamas adalah bagian dari proses kesepakatan damai dengan AS yang menghasilkan gencatan senjata tahun lalu. […]

  • Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    • calendar_month Senin, 28 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Pemerintah Mandailing Natal dan pihak keamanan diminta segera melakukan langkah-langkah penting dalam upaya mengamankan warga dari serangan buaya di Sungai Kunkun. Peristiwa serangan buaya terhadap Desimawati Halawa, warga Dusun Bulung Gadung, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Minggu (27/5) sore sangat memprihatinkan. Korban meninggal dunia akibat serangan buaya di sungai itu. […]

  • Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan pemerhati umat Siang malam berjuang di jalan untuk mengais rupiah yang kian hari kian susah. Driver ojol makin menderita nasibnya saat potongan besar yang dilakukan oleh aplikator berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Ibarat sapi perah, para driver ojol tersebut menjadi pelaksana teknis yang menghasilkan uang untuk disetorkan pada perusahaan aplikatornya. […]

  • Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

    Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Masyarakat  kota Panyabungan, Mandailing Natal setiap bulan Ramadhan selalu ramai mengunjungi tempat-tempat penjualan menu buka puasa (parbuko), baik yang di pinggir jalan maupun di pasar dadakan. Yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah Pasar Baru Panyabungan untuk membeli toge dan pakkat (pusuk ni otang) sebagai makanan yang tidak pernah tinggal jika waktu berbuka tiba. […]

  • Masyarakat Harus Punya Ruang untuk Kelola Tambang Rakyat

    Masyarakat Harus Punya Ruang untuk Kelola Tambang Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai harus punya ruang lebih untuk mengelola tambang rakyat sehingga perlu sikap serius pemerintah dalam melahirkan solusi terkait pertambangan rakyat. Hal itu disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Akhmad Arjun Nasution di Panyabungan, Sabtu (1/12). Arjun mengatakan, sesuai tagline pemerintah H. M. Ja’far Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi […]

expand_less