Minggu, 9 Agu 2026
light_mode

Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
  • print Cetak

 

Sungai Batang Gadis

 

SIABU (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat memiliki potensi penghasil listrik puluhan Mega Watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Volume arus air di sungai ini sangat besar karena adanya pertemuan dua suangi besar yang menyatu,yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola.

Berdasar data Mandailing Online, Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat yang berada di kawasan Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, dapat menghasilkan arus listrik 20 hingga 30 mega watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Data itu berdasar hasil kajian Pemkab Madina pada tahun 2012 pada masa kepala Dinas Pertambangan dan Energi Madina dijabat Ir.Arpan Harapan Siregar bersama Kabid kelistrikan Budi Rahmat ST. Kajian dilakukan bersama sejumlah perusahaan swasta yang sudah melirik Madina dalam rencana investasi energi listrik.

PLTA salah satu energy yang ramah akan lingkungan dengan memanfaatkan aliran sungai yang mempunyai daya tinggi dan juga sebagai sumber energi alternatif.

Di tahun 2012 itu, selain aliran Sungai Batang Gadis, study juga dilakukan pada Sungai Batang Natal  serta kawasan Mandailing Julu. Sungai Batang Natal juga dipastikan mampu menghasilkan sekitar 20 MW, sementara aliran Sungai Batang Gadis di kawasan Mandailing Julu mampu menghasilkan 15 MW.

Pengamat Madina, Sutan Batang Hari yang juga tokoh penting di kawasan Siabu dan Malintang kepada Mandailing Online, Rabu (17/10/2018) menyatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Madina sudah saatnya melakukan langkah-langkah bagi investasi pembangunan PLTA di Sungai Batang Gadis.

Selain turut membantu memenuhi kebutuhan listrik di Sumut, kehadiran PLTA di Batang Gadis juga akan berdampak bagi pertambahan Pendapatan Asli Daerah.

Selain itu, serapan tenaga lokal juga akan terjadi yang tentunya akan mengurangi jumlah pengangguran usia produktif di Siabu dan Madina secara Umum.

“Kehadiran PLTA di sana juga akan berdampak bagi pertumbuhan infrastruktur di kawasan desa-desa Tano Tiris dan Muara Batang Angkola, ini tentu akan mendorong perbaikan mobilitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berakhirnya Masa Jabata Kada Madina dan Peluangnya

    Berakhirnya Masa Jabata Kada Madina dan Peluangnya

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Oleh : Irwan Daulay Merujuk Putusan MK No 18/PUU-XX/2022 terhadap pengujian pasal 201 ayat (7) UU no 10 tahun 2016 yang dimohonkan oleh Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Utara. Putusan tersebut menolak Permohonan Pemohon membatalkan pasal 201 ayat (7) UU No 10 tahun 2016 yang membatasi masa jabatan pasangan Kada yang mengikuti Pilkada tahun 2020 hanya […]

  • Gordang Sabilan Ensembel Musik Etnis Terbesar Kedua di Dunia

    Gordang Sabilan Ensembel Musik Etnis Terbesar Kedua di Dunia

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gordang Sambilan merupakan ensembel musik etnis terbesar kedua di dunia setelah musik tradisi lain di belahan Benua Afrika. Itu diungkapkan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Jakfar Sukhairi Nasution dalam pidato sambutannya pada pembukaan Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing di Taman Raja Batu, Panyabungan, Rabu (27/9/2017). “Gordang sambilan merupakan ensembel […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 7)

    MARSIDAO-DAO (episode 7)

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Apea na tingon Mandailing pe inda sarupo dohot apea na tingon Siantar. Harana apea na tingon Mandailing antong apea seling do bahatan, ngada sadia bahat apea kulasi, pala na tingon Siantar apea kulasi bahatan. Hum deges do gota ni apea seling umpado gota ni kulasi, harana gota ni […]

  • Gordang Sambilan Kebanggan Masyarakat Mandailing

    Gordang Sambilan Kebanggan Masyarakat Mandailing

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gordang Sambilan adalah warisan budaya bangsa Mandailing dan tidak ada duanya dalam budaya etnis lainnya di Indonesia. Pertunjukan budaya/tradisi Gordang ini sudah sangat jarang dijumpai didaerah mandailing.

  • Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Didorong rasa kecewa sekaligus untuk protes terhadap kondisi jalan yang berlubang, warga memasang kayu dan bendera merah di lobang badan jalan Lintas Sumatera titik Desa Aek Marian, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). pemasangan kayu dan bendera itu juga berguna sebagai rambu-rambu bagi para supir agar menghindari lobang yang […]

  • IPML Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Linggabayu

    IPML Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Linggabayu

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LINGGABAYU (Mandailing Online) – Ikatan Persaudaraan Mahasiswa Linggabayu (IPML)  Padangsidimpuan menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Linggabayu, Rabu (17/10/2018). Bantuan disalurkan ke desa-desa yang dilanda banjir, meliputi Desa Aek Garingging, Batu Loting,  Kelurahan Tapus dan Simpanggambir. Pengumpulan bantuan dilakukan beberapa titik jalan di Padangsidimpuan, antara lain Simpang Silandit dan Alun-alun Kota Padangsidimpuan dalam […]

expand_less