Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
  • print Cetak

 

Sungai Batang Gadis

 

SIABU (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat memiliki potensi penghasil listrik puluhan Mega Watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Volume arus air di sungai ini sangat besar karena adanya pertemuan dua suangi besar yang menyatu,yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola.

Berdasar data Mandailing Online, Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat yang berada di kawasan Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, dapat menghasilkan arus listrik 20 hingga 30 mega watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Data itu berdasar hasil kajian Pemkab Madina pada tahun 2012 pada masa kepala Dinas Pertambangan dan Energi Madina dijabat Ir.Arpan Harapan Siregar bersama Kabid kelistrikan Budi Rahmat ST. Kajian dilakukan bersama sejumlah perusahaan swasta yang sudah melirik Madina dalam rencana investasi energi listrik.

PLTA salah satu energy yang ramah akan lingkungan dengan memanfaatkan aliran sungai yang mempunyai daya tinggi dan juga sebagai sumber energi alternatif.

Di tahun 2012 itu, selain aliran Sungai Batang Gadis, study juga dilakukan pada Sungai Batang Natal  serta kawasan Mandailing Julu. Sungai Batang Natal juga dipastikan mampu menghasilkan sekitar 20 MW, sementara aliran Sungai Batang Gadis di kawasan Mandailing Julu mampu menghasilkan 15 MW.

Pengamat Madina, Sutan Batang Hari yang juga tokoh penting di kawasan Siabu dan Malintang kepada Mandailing Online, Rabu (17/10/2018) menyatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Madina sudah saatnya melakukan langkah-langkah bagi investasi pembangunan PLTA di Sungai Batang Gadis.

Selain turut membantu memenuhi kebutuhan listrik di Sumut, kehadiran PLTA di Batang Gadis juga akan berdampak bagi pertambahan Pendapatan Asli Daerah.

Selain itu, serapan tenaga lokal juga akan terjadi yang tentunya akan mengurangi jumlah pengangguran usia produktif di Siabu dan Madina secara Umum.

“Kehadiran PLTA di sana juga akan berdampak bagi pertumbuhan infrastruktur di kawasan desa-desa Tano Tiris dan Muara Batang Angkola, ini tentu akan mendorong perbaikan mobilitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanah Ulayat Bukan Tanah Nagara, Patuan Mandailing Siapkan Konsolidasi

    Tanah Ulayat Bukan Tanah Nagara, Patuan Mandailing Siapkan Konsolidasi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih banyak masyarakat berasumsi tanah ulayat telah menjadi tanah negara. Padahal tidak demikian. Kajian hukum yang dilakukan Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Kabupaten Mandailing Natal (FPPAB Madina) bahwa negara tidak pernah mengabaikan perkara ini. Negera jelas mengakui. “Bahkan negara memfasilitasi inventarisasi tanah ulayat itu,” kata Raja Panusunan Mandailing […]

  • Tunjangan Non Sertifikasi Guru Masih Misterius

    Tunjangan Non Sertifikasi Guru Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    gambar grafis logo tut wuri handayani PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Tunjangan guru non sertifikasi belum semuanya dicairkan oleh pihak Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) padahal saat ini sudah memasuki akhir tahun anggaran. Parahnya, selain tahun ini, sebanyak 6 bulan tahun 2012 juga belum diterima guru, meski LKPJ bupati tahun anggaran 2012 sudah dipertanggungjawabjan di gedung DPRD […]

  • Sering Dampingi Atika Penyantunan Anak Yatim, Ini Alasan Yazid Dukung SAHATA

    Sering Dampingi Atika Penyantunan Anak Yatim, Ini Alasan Yazid Dukung SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Drs. Muhammad Yazid Nasution yang terlihat sering mendampingi calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution dalam rangka penyantunan anak yatim membeberkan alasan mendukung pasangan calon Saipulllah-Atika (SAHATA). Pensiunan PNS Kementerian Agama ini di sela-sela pengajian di Banjar Sehat, Panyabungan, Jumat (7/11/2024), menjelaskan bahwa keputusannya dan keluarganya mendukung […]

  • Demi Sukses Pilkada, Mendagri Larang Satpol PP Cuti, Kecuali…

    Demi Sukses Pilkada, Mendagri Larang Satpol PP Cuti, Kecuali…

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Pemilihan Kepala Daerah serentak di 269 wilayah provinsi, kabupaten, kota se-Indonesia, Desember 2015 sudah semakin dekat. Seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah diminta untuk berpartisipasi mensukseskan pesta demokrasi yang baru pertama kali digelar sepanjang sejarah berdirinya republik ini. Suksesnya Pilkada juga tak terlepas dari peran aparat Satpol PP. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan […]

  • Disdik Madina Tidak Tolerir Guru PPPK yang Jadi Anggota BPD Desa Hutarimbaru

    Disdik Madina Tidak Tolerir Guru PPPK yang Jadi Anggota BPD Desa Hutarimbaru

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gempar Alam Oknum PPPK yang bertugas di SDN 378 Sikara Kara, Kecamatan Natal ( Madina ) yang rangkap sebagai BPD Hutarimbaru, Panyabungan Timur dapat teguran keras dari Kadis Pendidikan Madina. Plt Kadis Pendidikan Rahmat Hidayat nyatakan tidak mentolerir Guru PPPK yang tidak mengutamakan proses pembelajaran. Setelah mengetahui ada Oknum PPPK rangkap […]

  • Kita Belum Merdeka

    Kita Belum Merdeka

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sudah 71 tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Namun, sesungguhnya bangsa ini belum benar-benar merdeka. Indonesia sejatinya masih terjajah. Lihat, misalnya, tingkat kesejahteraan rakyat yang masih jauh dari apa yang dicita-citakan dalam konstitusi. Pendapatan perkapita Indonesia pada tahun 2015 hanya menempati urutan ke-115 dari 185 negara yang ada di dunia, dengan jumlah US$ 3,362 pertahun. Angka itu […]

expand_less