Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Syamsul Hobi Beli Berlian

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
  • print Cetak


JAKARTA-
Masih ingat berita mengenai penggeledahan rumah pribadi Syamsul Arifin, yang beralamat di Jalan STM Suka Darma Nomor 12, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Medan Johor, Sumut pada 15 Nopember 2010? Saat itu, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang cash ratusan juta rupiah, ratusan juta uang asing, serta sejumlah emas dan berlian. Untuk uangnya saja kalau dirupiahkan total mencapai sekitar Rp1 miliar.

Nah, rupanya, Syamsul memang hobi menyimpan perhiasan. Hal ini terungkap dalam persidangan perkara dugaaan korupsi APBD Langkat dengan terdakwa Gubernur Sumut nonaktif, Syamsul Arifin, di pengadilan tipikor, kemarin (18/4)

Dari delapan saksi yang dihadirkan, dua diantaranya adalah pemilik toko emas, yakni Kurniati Kartika dan Erwin Sukamto.

Kurniati Kartika terang-terangan mengaku menerima pembayaran dari terdakwa Syamsul untuk pembelian perhiasan emas. Pembayaran perhiasan berupa kalung emas dan berlian itu dilakukan melalui transfer ker rekening BCA. Hanya saja Kurniati mengaku lupa.

berapa nilai pembayaran maupun berat perhiasan emas yang dibeli mantan Bupati Langkat tersebut.
“Saya ada transaksi jual barang di toko emas. Saya hanya terima laporan bapak ini (Syamsul,Red) yang beli,” ujar Kurniati sembari melihat ke arah Syamsul. Dia memberikan kesaksian bersamaan dengan tujuh saksi lainnya.
Anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Muhibuddin, menyebutkan keterangan Kurniati saat diperiksa penyidik KPK dan dituangkan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Uang yang ditransfer Syamsul antara lain Rp74 juta dan Rp12 juta.

Hal yang sama diterangkan saksi Erwin Sukamto di depan majelis hakim yang dipimpin Tjokorda Rai Suamba itu. Dia membeber pernah menjual perhiasan emas kepada terdakwa Syamsul dan keluarga, yang nilainya sekitar Rp40 juta.
“Seingat saya yang ditransfer Rp40 juta, melalui bank BCA untuk membayar perhiasan bros,” ungkap Erwin.
Syamsul tidak membantah keterangan kedua penjual emas itu. Hanya saja, Syamsul yang kemarin mengenakan baju warna biru cerah itu menyatakan, uang yang dipakai untuk membeli emas merupakan uang dari kantongnya sendiri.
“Pembelian emas-emas itu, saya sangkal dari APBD. Itu uang saya sendiri,” kata Syamsul.

Buyung Jadi Bulan-bulanan

Lagi-lagi, mantan Bendahara Umum Pemkab Langkat, Buyung Ritonga, menjadi bulan-bulanan para saksi yang dihadirkan di persidangan perkara dugaaan korupsi APBD Langkat dengan terdakwa Gubernur Sumut nonaktif, Syamsul Arifin, kemarin (18/4). Buyung disebut sebagai pihak yang mengeluarkan uang APBD, yang antara lain diberikan ke sejumlah pihak. Pihak penerima mengaku sebagai uang pinjaman.

Eswin Sukardja, aktivis FKPPI, mengaku pinjam uang Rp100 juta ke Buyung. Tapi, uang sudah dikembalikan. Begitu pun Akiat, seorang direktur sebuah perusahaan travel. Dia mengaku pinjam ke Buyung Rp200 juta dan sudah dikembalikan Rp100 juta cash dan Rp100 juta dalam bentuk giro.

Pengakuan bahwa aliran dana merupakan uang pinjaman, juga disampaikan Direktur Lembu Andalas, Djois Aryani. Dia mengaku perusahaan pinjam uang Rp2 miliar ke istri Syamsul, Fatimah. “Sebagai perusahaan, kita pinjam,” ujarnya di depan majelis hakim yang dipimpin Tjokorda Rai Suamba itu.

Sementara, Mantan Dandim Langkat, Amir Husein Siregar, mengaku pihaknya menerima bantuan mobil Kijang LGX, yang dipergunakan untuk tugas-tugas pengamanan.

Saat diberi kesempatan menanggapi keterangan saksi, Syamsul menjelaskan, bantuan mobil ke Kodim untuk mengamankan 10 ribuan warga Jawa yang diusir dari Aceh saat konflik bergolak dan berada di Langkat selama dua tahun. “Hukum sih hukum, tapi kepentingan negara di atas segala-galanya,” ujar Syamsul.

Mengenai uang Rp67 miliar yang dikembalikan ke kas Pemkab Langkat, Syamsul menjelaskan, keputusan diambil setelah menggelar rapat, yang juga dihadiri Buyung, untuk menindaklanjuti temuan BPK. “Di rapat saya katakan, okelah, macam mana ngatasinya? (Diputuskan) Bapak atasi dulu, nanti kita cari penyelesaiannya. Itulah maka saya setor Rp67 miliar,” kata Syamsul.

Usai sidang, kuasa hukum Syamsul, Rudy Alfonso, juga memojokkan Buyung. Dia katakan, Buyunglah yang mengetahui adanya penyimpangan anggaran setiap tahunnya, namun tidak pernah dilaporkan ke Syamsul. “Sehingga baru ketahuan, ada (penyimpanga) sejak 2002 hingga 2007 dan diungkap saat Pak Syamsul sudah menjadi gubernur,” kata Rudy.

Dia mengatakan, kliennya sudi mengembalikan uang Rp67 miliar lantaran tidak mau anak buahnya jadi korban. Meski demikian, Rudy berjanji akan mengejar pengakuan Syamsul yang mengaku pernah mendapat ancaman dari Buyung. Dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa nantinya, Rudy akan meminta Syamsul membeberkan mengenai ancaman Buyung itu.

“Beliau (Syamsul, red) mau diancam Buyung, waktu itu sudah jadi gubernur, akan dihabisi karirnya,” kata Rudy.
Sebelumnya, pada persidangan 21 Maret 2011, Syamsul mengatakan, dirinya pernah diancam Buyung. “Buyung mengancam,” ujarnya kala itu. Hanya saja, kalimatnya sulit dipahami.

Usai sidang 21 Maret itu, wartawan minta penegasan maksud ancaman itu. “Pernah ada ancaman Buyung ke saya melalui Surya. Dia akan hancurkan saya,” kata Syamsul singkat.

Kemarin, sebelum sidang ditutup Syamsul meminta izin ke hakim bahwa pada 23 April mendatang akan melakukan medical check up. “Pak hakim, saya izin Sabtu check up karena sudah 1,5 bulan tak check up,” kata mantan bupati Langkat itu. Hakim Tjokorda mengizinkan, dengan meminta agar segera mengajukan surat izin.
Rudy Alfonso kepada koran ini mengatakan, memang pihak tim pengacara lupa hingga 1,5 bulan Syamsul belum cek kesehatan. Rencanannya, check up akan dilakukan di RS Thamrin, Jakarta Pusat, yang jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer dari rutan Salemba.

Sidang kemarin sendiri berlangsung singkat, hanya sekitar satu jam. Delapan saksi dari kalangan swasta yang dihadirkan hanya diajukan pertanyaan singkat-singkat. Selain yang sudah disebutkan di atas, saksi lainnya adalah Elly Syahrini, Erwin Sukamto, Kurniati Kartika, dan Leo Harmen.(sam)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cok Simbara Dukung Sofwat-Beir

    Cok Simbara Dukung Sofwat-Beir

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dukungan dari para perantau untuk kemenangan pasangan H.M. Sofwat Nasution dan Ir. H. Zubeir Lubis terus berdatangan. Kali ini, aktor senior Cok Simbara bersuara. “Au Sofwat Nasution do u dukung,” katanya. Dihubungi melalui telpon seluler, Kamis pagi (24/9-2020), Cok Simbara yang lahir dan besar di Pasar Jonjong, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), […]

  • RKLA Resmi Hadir di Madina

    RKLA Resmi Hadir di Madina

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) secara resmi hadir di Mandailing Natal (Madina). Peresmian organisasi yang bergerak di bidang kerukunan umat beragama dan sosial ini langsung dihadiri oleh Ketua Umum Hajjah Bunda Indah. Peresmian yang diselenggarakan di gedung serbaguna Parbangunan, Rabu (2/2) turut dihadiri Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution, Kapolres Reza, […]

  • Ichwan Persada Luncurkan Buku “101 Movie Guide”

    Ichwan Persada Luncurkan Buku “101 Movie Guide”

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Produser film Ichwan Persada tak berhenti berkarya. Setelah menelurkan 2 film dalam waktu berdekatan, yakni La Tahzan dan Cinta/Mati, kini ia bersiap mengeluarkan karya lagi. Tapi kali ini bukan film, melainkan buku. Pria kelahiran Makassar ini memang juga dikenal aktif menulis seputar film di sejumlah media. Karenanya rencananya merilis buku perdananya tak terlalu mengherankan. “Sebenarnya […]

  • DEBAT PILKADA MADINA MINIM SUBTANSI

    DEBAT PILKADA MADINA MINIM SUBTANSI

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ali Isnandar, SH Penggiat HAM di KontraS Sumut Dalam  rangka  menyelenggarakan  Pilkada  2020,  KPUD  Madina  memfasilitasi  Debat  Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina Tahun 2020 dengan Tema “Menyelesaikan Persoalan Daerah,  Memajukan  Daerah,  dan  Menanggulangi  Covid-19”  yang  telah  dilaksanakan  pada Jumat, (13/11/20) lalu di Convention Hall Pia Hotel, Pandan, Tapanuli Tengah serta disiarkan […]

  • Bersama Ketua IMI Indonesia, Cabup Madina Harun Mustafa Bahas Kejurnas dan Rally Championship di Jakarta

    Bersama Ketua IMI Indonesia, Cabup Madina Harun Mustafa Bahas Kejurnas dan Rally Championship di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online) : Disela sela sela kesibukannya sebagai calon bupati di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Harun Mustafa Nasution yang juga ketua IMI Sumut masih menyempatkan diri untuk menghadiri pertemuan organisasi Ikatan Mitor Indonesia ( IMI) yang dilaksanakan di rumah recardo gelael Jakarta Jum’at 25/10/2024. Pertemuan yang dihadiri ketua IMI Indonesia Bambang Soesatyo […]

  • Warga Dihimbau Waspadai Banjir dan Longsor di November-Desember

    Warga Dihimbau Waspadai Banjir dan Longsor di November-Desember

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diingatkan agar mewaspadai terjadinya banjir dan tanah longsor di bulan November dan Desember yang diprediksi akan terjadi hujan yang berlebihan. Drmikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Rizfan Juliardi, Rabu (29/10). Untuk kategori banjir berada di kawasan-kawasan yang dilintasi aliran sungai. Banjir bisa […]

expand_less