Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Tragedi KRI Nanggala, Indonesia Harus Ambil Pelajaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Rusliana,SPd.I
Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal

KRI Nanggala 402 secara resmi dinyatakan tenggelam pada Sabtu 24 April 2021 setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat melaksanakan misi latihan penembakan torpedo di perairan utara pulau Bali pada Rabu,  21 April 2021 (Tempo.com,26/4/2021).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, berdasarkan bukti bukti otentik dapat dinyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awaknya gugur.

Upaya pencarian dan pertolongan atau SAR berskala besar dilakukan dengan melibatkan unsur unsur dari TNI, Polri, Basernas, BPPT, KNKT dan perkuatan bantuan dari negara negara sahabat antara lain Singapura, Malaysia, Australia serta Amerika.

Kebijakan Industri Maritim Masih Dianaktirikan

Pakar maritim, Prof. Daniel M. Rosyid Ph.D menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tenggelam nya KRI Nanggala. Dengan gugurnya para awak kapal, ia berharap ada evaluasi jika secara teknis terkait penyebab “kecelakaan” bukan sekedar persoalan patriotisme.

Tenggelamnya Nanggala 402 bukanlah peristiwa pertama di KRI Indonesia. Sudah ada peristiwa sebelumnya yang telah menimpa KRI lainnya. Pertama KRI Rencong 622 terbakar dan tenggelam di Papua Barat pada tahun 2018 kemudian KRI Teluk Jakarta 541 tenggelam di Jawa timur pada tahun 2020 lalu.

Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan satuan KRI yang memadai. Dilihat dari kondisi alutsista Indonesia saat ini yang sangat memprihatinkan baik  dari sisi umur begitu pula jumlahnya yang sangat terbatas.

Dari sisi umur alutsista Indonesia yang sudah tua tentu tidak bisa optimal dalam pengaplikasiannya, bahkan justru mengakibatkan kecelakaan yang menelan banyak nyawa TNI AL, seperti kondisi KRI Nanggala. Hal ini patut disayangkan.

Begitu pula dengan jumlah kapal selam Indonesia, dibanding dengan negara lain seperti korea Utara  yang memiliki 83 buah kapal selam, Cina 74, AS 66, Rusia 62. Dan Indonesia hanya memiliki 5 kapal. Padahal fungsi kapal selam adalah sebagai Alat Utama Sistem Senjata (Alustista), seharusnya mencapai jumlah yang dibutuhkan untuk pertahanan maritim Indonesia yang memadai. Bagaimana mungkin Indonesia bisa menjaga ketahanan militer di bidang maritim jika kondisi pertahanannya saja seperti itu? Hal ini tentunya menjadi pelajaran bagi negeri ini.

Renungan untuk indonesia

Kondisi Indonesia saat ini yang hanya memiliki lima kapal selam yang telah beroperasi sejak tahun 1980-an, sangat jauh dari ideal melihat  laut indonesia yang luasnya 62% dengan panjang pantai 81 ribu kilometer.

Diperlukan upgrade politik islam yang memiliki pengaturan terhadap pertahanan secara detail. Militer ini sangat dipengaruhi visi politik luar negri khilafah yaitu dakwah dan jihad ke suluruh penjuru dunia. Dengan penerapan ekonomi Islam, maka negara akan memiliki angaran besar dari pos pos penerimaan dari kepemilikan umum dan pos lainya sehingga memudahkan negara khilafah dalam pembangunan struktur pertahanan yang kuat.

Dalam Daulah Islam adanya depertemen industri yang mengurusi semua masalah yang berhubungan dengan perindustrian, baik yang berhubungan dengan industri berat seperti industri mesin dan peralatan, pembuatan dan perakitan alat transportasi (kapal, pesawat, mobil dsb) industri bahan mentah dan industri elektronik maupun yang berhubungan dengan industri ringan baik industri itu berupa pabrik pabrik yg menjadi milik umum maupun pabrik pabrik milik pribadi yg memiliki hubungan dengan industri  militer (perperangan) industri dengan berbagai jenisnya itu semuanya harus dibangun dengan berpijak pada politik perang. Sebab jihad dan perang memerlukan pasukan, agar mampu berperang harus memiliki persenjataan. Agar persenjataan itu terpenuhi bagi pasukan secara memadai hingga pada tingkat yang optimal tentu harus ada industri persenjataan di dalam negeri. Khususnya industri perang karena hubungannya yg begitu kuat dengan jihad.

Daulah islam diharuskan mendirikan industri persenjataannya sendiri dan mampu mengembangkan persenjataan sendiri. Dengan begitu Daulah akan tetap memiliki kendali atas dirinya sendiri untuk mengukuhkan kekuatannya. Daulah juga harus sanggup memiliki dan menguasai persenjataan yang paling canggih dan paling kuat.

Dengan begitu semua bentuk dan tingkat kecanggihan yang dibutuhkan Daulah dapat dikuasai hingga akhirnya menggentarkan musuh musuh Daulah. Baik musuh wujud nyata maupun laten sebagaimana firman Allah SWT

Siapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yg kalian sanggupi dan dari kuda kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian mengentarkan musuh Allah, musuh kalian  dan orang orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya” (TQS al- Anfal : 60)

Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Landa Ranto Baek

    Banjir Landa Ranto Baek

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Bencana banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (29/11/2010) sekira pukul 17.00 WIB. Bencana banjir terjadi di 120 km dari Kota Panyabungan, Ibukota Kabupaten Madina. Banjir di Ranto Baek terjadi akibat meluapnya Sungai Simpang Talap, setelah wilayah tersebut diguyur hujan disertai angin kencang sejak pukul 12.00 WIB. Dari keterangan […]

  • Keadilan Islam dan Demokrasi?

    Keadilan Islam dan Demokrasi?

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Enni Etika Mardia, S.Pd Aktivis Peduli Ummat / tinggal di Padangsidempuan   Baru- baru ini media di hebohkan dengan beredar kabar tewasnya enam orang laskar Front Pembela Islam(FPI). Diketahui, enam orang laskar pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) meninggal dunia setelah ditembak aparat. Menurut keterangan dari pihak kepolisian bahwa pada saat di […]

  • FKUB Sosialisasikan Permenag & Permendagri

    FKUB Sosialisasikan Permenag & Permendagri

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madina, Untuk mewujudkan tokoh-tokoh lintas agama yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas serta toleran dalam menyikapi segala permasalahan, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Madina menyosialisasikan peraturan bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam memelihara kerukunan umat beragama. Sosialisasi bertempat di […]

  • Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Busyro MUqoddas mengklaim pihaknya menyita Rp6,2 triliun dari tindak pidana korupsi. “Uang sebanyak itu cukup jika digunakan untuk membangun 91.000 rumah sederhana bagi warga miskin,” katanya di Yogyakarta kemarin. Menurut dia, berdasarkan data KPK ada beberapa bidang yang rawan tindak pidana korupsi, di antaranya minyak dan gas, pendidikan, […]

  • Kandungan Klorin di Pembalut Berbahaya? Ini Tanggapan Kemenkes

    Kandungan Klorin di Pembalut Berbahaya? Ini Tanggapan Kemenkes

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kaum perempuan, tampaknya, harus ekstrahati-hati dalam memilih pembalut atau pantyliner. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) baru saja merilis temuan terkait dengan penggunaan bahan berbahaya pada pembalut atau pantyliner. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyampaikan, pihaknya melakukan penelitian sejak Januari hingga Maret 2015 mengenai masalah itu. Ada sembilan merek pembalut dan tujuh […]

  • Pengakuan Warga 2 Tahun Terahir Kantor Desa Tanjung Julu Tak Berfungsi

    Pengakuan Warga 2 Tahun Terahir Kantor Desa Tanjung Julu Tak Berfungsi

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Ternyata sudah 2 Tahun Kantor Desa Tanjung Julu di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina tak difungsikan. Warga mengaku apabila ada urusan warga mendatangi rumah Kepala Desa Azwardi Lubis. ” Sekitar 2 tahun sudah tidak pernah buka, kalo ada urusan harus ke rumahnya. Sepengetahuan saya semua warga yang punya kepentingan harus mendatangi […]

expand_less