Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Ulasan Konfercab PDIP Madina, Visi Pengembangan Hantar Iskandar Jadi Ketua

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
  • print Cetak

 

Catatan: Muhammad Ludfan Nasution

Konferensi Cabang Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrasi Iindonesia Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal (Konfercab PDI-Perjuangan Madina) yang dilaksanakan secara serentak di Kota Ranto Prapat pada Selasa, 10 Maret kemarin memang sudah usai. Ketua baru untuk periode 2015-2020 pun sudah terpilih. PAC yang menjadi peserta Konfercab pun boleh merasa lega karena sudah lepas dari rasa cemas.

Namun, sebagai sebuah perhelatan yang menegangkan dan menentukan, beberapa riak dan alur Kongfercab layak menjadi catatan, bukan saja bagi kader PDI Perjuangan. Ada magnitute yang patut dicatat sebagai hikmah demokrasi.

Tak bisa diabaikan, Konfercab PDI Perjuangan se-Sumut ini sudah menjadi mekanisme dialogis yang hidup, ketika kebesaran partai membaca dan memetakan potensi personal dan leadership (kepemimpinan) kader-kader terbaiknya.

Tinggalkan Tradisi Voting

Seperti kebiasaan sejumlah partai pada kurun 5-10 tahun lalu, peletakan kekuasaan tertinggi dalam kepengurusan kabupaten di tangan pengurus kecamatan diterima sebagai cara pengambilan keputusan terbaik. Makanya, momentum seperti Konfercab menjadi ajang menegangkan dan unjuk kebolehan bagi setiap PAC.

Maka, logikanya, momentum Konfercab dengan sendirinya menjadikan PAC sebagai primadona, barang mahal dan rebutan sengit bagi petarung-petarung yang masuk bursa Calon Ketua di kepengurusan, termasuk level kabupaten (DPC). Sebaliknya, para Calon Ketua memainkan strategi, taktik dan jurus masing-masing untuk memikat dan mengikat komitmen pimpinan PAC dalam menjatuhkan pilihan. Ujungnya, terkadang dengan segala cara, termasuk metode karantina, jebakan dan iming-iming materi, ketua terpilih adalah yang paling banyak dapat suara PAC.

Sekalipun bisa saja diyakini sebagai metode yang paling elegan, tata cara voting suara PAC itu akhirnya mengesampingkan dan mengecilkan kualitas personal para calon ketua, lebih-lebih yang tidak memiliki dukungan finansial (termasuk dengan mengandalkan pendana dari luar partai). Yang bisa memenangkan pertarungan adalah mereka yang punya banyak uang dan strategi-taktik yang dapat mematikan rasionalitas petinggi PAC-nya.

Bagi PDI Perjuangan, dominasi angka atau jumlah suara dalam pemilihan, misalnya Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, menjadi relatif. Personalitas, kapasitas dan kepemimpinan Calon Ketua DPC harus lebih di-explor, diapresiasi dan dikompetisikan. Sehingga kemungkinan salah pilih itu jadi kecila. Selain itu, politik dalam menentukan pemimpin partai politik itu menjadi lebih signifikan, elegan, santun.

Dengan begitu, kader dan pimpinan di level PAC lebih mengenal kapasitas ketua-nya dan tentu saja lebih percaya diri, apalagi kalau ternyata kedekatan Ketua Terpilih dengan pimpinan PAC itu terjalin karena kualitas personal masing-masing (bukan money politic).

Tajamnya Visi Sang Ketua

Sebelum Konfercab, DPC PDI Perjuangan Madina membuka pendaftaran balon ketua. Maka, melalui PAC, masing-masing pengurus ranting mengajukan usul dan muncullah 7 nama kader terbaik, yaitu: 1) H. Kari Hasan Daulay (inkamben); 2) Anas Suheri; 3) Ali Anafiyah; 4) Iskandar Hasibuan; 5) Khairul Amri; 6) Khairil Anwar; dan 7) M Rahim Nasution.

Selanjutnya, Panitia bersama HIMSI Pusat menyaring ketujuh calon tersebut hingga tinggal lima nama melalui uji kelayakan dan kepatutan (vit and proper test) . Kelima calon yang sudah diranking inilah yang kemudian dibawa ke Kongfercab: 1) Iskandar Hasibuan; 2) H. Kari Hasan Daulay (ketua); 3) Ali Anafiyah; 4) Anas Suheri; 5) Khairul Amri.

Di Konfercab, kelima nama disaring kembali dengan metode khusus untuk mengambil tiga nama berdasarkan poin (ranking) tertinggi, yaitu: Iskandar Hasibuan, Ali Anafiyah dan Anas Suheri. Lalu, yang lebih menarik karena terbilang unik, ketiga tokoh itu musyawarah untuk menjajaki siapa yang paling berpeluang menjadi ketua. Bisa dibayangkan jika kultur timur yang ogah unjuk diri bicara soal ketua. Padahal, sebelumnya, mereka maju sebagai calon sudah tentu punya keinginan jadi ketua terpilih.

Hasilnya? Ternyata, ketiganya belum dapat memadukan pendapat. Kesan tarik-menarik dan tolok-menolak sesama calon terjadi. Tetapi, hingga berembuk dalam dua babak, tetap berakhir deadlock. Tak ada kata sepakat. Makanya, mereka butuh pendapat pihak lain. Maka, panelis kembali melibatkan beberapa PAC.

Setelah mendengar dengan seksama opini lima dari 17 PAC yang hadir, panelis yang terdiri dari unsur pengurus DPD Sumut dan DPP PDI Perjuangan menentukan ending musyawarah pemilihan Sang Ketua.

Sebagaimana penyampaian panelis dalam kesempatan itu, potensi dan kapasitas seorang kader diukur berdasarkan visi, konsepsi dan sinergi.

Selaku representasi dari DPP PDI Perjuangan, Prof. Rahmawi menyampaikan, "Maka bersadarkan sejumlah pertimbangan, terutama tiga kriteria tersebut, kami memutuskan bahwa yang paling layak untuk memimpin DPC PDI Perjuangan pada periode 2015-2020 adalah Iskandar Hasibuan, SE."

Di kesempatan selanjutnya, panelis juga menyampaikan, hal lain yang tak kalah penting adalah kemampuan kader, terutama di posisi ketua, adalah membaca posisi dan kedudukan PDI Perjuangan sekarang ini. Tentu saja ada keunggulan dan ada juga kelemahan.

Karena itu, selaku ketua terpilih, Iskandar Hasibuan menyampaikan dalam pidato perdananya, selain mempertahankan keunggulan tersebut, setiap kader harus mampu berpikir mewujudkan pengembangan partai.

"Sebagai Ketua, saya punya visi untuk terus mengembangkan PDI Perjuangan di Mandailing Natal. Saya juga yakin mampu mewujudkan visi besar ini. Tentu saja, dengan dukungan dari semua kader, terutama kawan-kawan yang sudah maju sebagai calon ketua," tegas Iskandar Hasibuan yang langsung disambut dengan tepuk tangan dan sorak-sorai sempatik.

Dia mengakui, akan mendapat tantang sangat berat jika saja dia sebagai ketua gagal merangkul. "Bagaimana saya bergandengan dengan pihak-pihak yang lebih luas jika kawan-kawan yang sudah di dalam justeru menjauh? Lebih-lebih karena saya hendak membawa PDI Pejuangan kembali ke tengah-tengah masyarakat Mandailing Natal," ungkapnya bersemangat.

Konfercab sudah usai. Iskandar Hasibuan langsung kerja. Sehari setelah kambali ke Panyabungan, Iskandar langsung beres-beres dan bersih-bersih. Wajah Kantor DPC PDI Perjuangan Madina pun langsung berubah. Makin bersih, makin merah dan makin semangat.

Selamat memimpin Abanganda. Semoga makin sukses. Terus asah visi, kembangkan PDI Perjuangan di Bumi Madina.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demokrasi Suburkan Korupsi, Islam Punya Solusi

    Demokrasi Suburkan Korupsi, Islam Punya Solusi

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Anita Safitri, S.Pd Aktivis dakwah & anggota komunitas Madina Menulis     Korupsi di Indonesia saat ini sudah tidak terkendali, dari tahun ke tahun semakin meningkat seolah menjadi tren dimana-mana. Di tahun 2021 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi sebanyak 3.708 laporan dugaan korupsi sejak Januari hingga November 2021. Dari 3.708 laporan tersebut, […]

  • KSU Kopi Mandailing Berperan Penting di Ulupungkut

    KSU Kopi Mandailing Berperan Penting di Ulupungkut

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Koperasi Serba Usaha Kopi Mandailing memiliki peran penting di Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal. Selain upaya menstabilkan harga kopi. Koperasi ini juga sebagai benteng penolakan terhadap eksplorasi alam oleh perusahaan  pertambangan di kecamatan itu. “Sebelum koperasi ini didirikan, harga jual gabah kopi petani jauh seperti yang diharapkan, meskipun kopi terbaik di […]

  • Besok Pemkab Madina Akan Lakukan Tes Kompetensi Dasar Seleksi CPNS

    Besok Pemkab Madina Akan Lakukan Tes Kompetensi Dasar Seleksi CPNS

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mandailing Natal (Madina) akan menyelenggarakan Tes Kompetensi Dasar (TKD) seleksi CPNS, mulai besok, Rabu (10/12/2014) hingga 21 Desember. TKD seleksi CPNS ini akan diikuti 6.703 orang memperebutkan 90 formasi, diantaranya bidang kesehatan, pendidikan dan tenaga tekhnis. Demikian disampaikan Kepala BKD Madina, Ahmad Meinul Lubis kepada wartawan […]

  • Kesbangpol Madina Peringati HUT Dharma Wanita

    Kesbangpol Madina Peringati HUT Dharma Wanita

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN – Dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), pengurus serta anggota DWP Unit Bakesbangpol Madina memperingati HUT Dharma Wanita sekaligus arisan bulanan, Jumat (13/12/2019). Dalam arahannya Ketua DWP Bakesbangpol menekankan tentang pentingnya silaturrahmi sesama pengurus/anggota DWP karena bisa merekatkan semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan dan jika hal […]

  • MENUJU PENGUATAN MANAJEMEN PERUSAHAAN DAERAH

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara (Pemimpin Redaksi Mandailing Online) “TIDAK SINERGISNYA BUMD ITU, OLEH BANYAK PENGAMAT AKIBAT LEMAHNYA MANAJEMEN. KONDISI INI DISEBABKAN POLA REKRUTMEN PIMPINAN BUMD YANG SALAH KAPRAH. FIGUR-FIGUR PIMPINAN YANG BERLATAR BELAKANG POLITISI YANG KURANG MEMILIKI JIWA BISNIS MENYEBABKAN PERUSAHAAN ITU JALAN DI TEMPAT” Pemkab Mandailing Natal kabarnya akan kembali menghidupkan Badan Usaha Milik Daerah […]

  • Jerat Baasyir, Kejaksaan Gunakan Tujuh Pasal

    Jerat Baasyir, Kejaksaan Gunakan Tujuh Pasal

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang Kasus Terorisme JAKARTA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan telah melimpahkan berkas terdakwa kasus teroris Abu Bakar Ba’asyir ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Rabu (2/2). Saat disidang nanti, pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, ini akan dijerat tujuh pasal yang terkait aksi terorisme sekaligus. “Dari kajian jaksa, akan ada tujuh pasal […]

expand_less