Rabu, 4 Mar 2026
light_mode

Untuk Industri Tapioka, Nagajuang Siapkan 14 Ha Lahan Ubi Kayu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
  • print Cetak

 

H. Yais Nasution

NAGAJUANG (Mandailing Online) – Kecamatan Nagajuang diproyeksikan menyiapkan 14 hektar lahan budidaya ubi kayu untuk kebutuhan bahan baku industri tepung tapioka di Mandailing Natal (Madina).

Dari 14 hektar itu, seluas 7 hektar diproyeksikan akan disediakan semua pemerintah desa yang ada di kecamatan itu. Sedangkan 7 hektar lainnya akan disediakan pihak pemerintah Kecamatan Nagajuang dengan Dinas Pertanian Madina.

Karena hanya berjumlah 7 desa di kecamatan itu, sehingga masing-masing desa menyiapkan 1 hektar per desa.

Persiapan lahan itu dilakukan menyusul adanya rencana 3 investor Sumut yang berencana menanamkan modal di industri pengolahan tepung tapioka plus perkebunan ubi kayunya di Madina.

Rencana investasi itu dibicarakan ketiga investor dengan Pemkab Madina dalam pertemuan di rumah dinas bupati Madina, Jumat (1/11/2019) lalu.

Belum diketahui pasti sudah sejauh mana tahap perencaaan investasi itu.

Camat Nagajuang, H. Yais Nasution menjawab Madina Bisnis via telefon selular, Selasa (5/11/2019) mengatakan saat ini pihak kecamatan sedang melakukan konsolidasi dengan desa-desa di kecamatan itu.

Hingga posisi Selasa, sudah dua desa yang menyatakan kesiapan menyiapkan lahan itu.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, Jumat (1/11/2019) lalu menyebutkan lokasi yang direncanakan untuk mendukung perkebunan ubi kayu sebagai bahan baku tapioka ini berada di Kecamatan Naga Juang, Siabu dan Kecamatan Bukit Malintang.

“Lokasi yang memenuhi syarat untuk perkebunan untuk ubi ini ada tiga sasaran yakni Naga Juang, Bukit Malintang, Siabu, dengan luas 6.492 ha yang semuanya lahan masyarakat,” kata kadis.

Pihak investor memang meminta syarat ketersediaan lahan sekitar 6.500 hektar lahan ubi kayu.

Surianto satu dari 3 investor Sumut Jumat (1/11/2019) menjelaskan, untuk bahan baku pabrik tapioka proyeksinya paling minimum  membutuhkan 500 ton ubi kayu perhari. Tentu dengan jumlah ini harus didukung dengan bahan baku yang cukup. Sedangkan untuk lahan yang dibutuhkan adalah seluas 6.500 hektar.

“Kita lihat dulu persiapan lahan apakah sesuai atau mencukupi dengan kapasitas minimum yang diharapkan,” ujar pengusaha yang sudah 30 tahun bergerak dalam bidang tapioka itu.

 

Sumber : Madina Bisnis

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontektualitas PKI di Mandailing

    Kontektualitas PKI di Mandailing

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Budayawan Di Tugu Perintis Kotanopan, ada tulisan tentang Pemberontakan Rakyat tahun 30-an. Tak banyak yang tahu kalau pemberontakan yang meluas di nyaris semua wilayah Hindia Belanda itu berkaitan dengan Pemberontakan Silungkang malam tahun baru 1927 di Sumatera Barat. Lalu menjalar ke berbagai wilayah, termasuk ke kawasan Mandailing. Ada tiga kelompok perjuangan penting […]

  • Limbah PMKS Diduga Biang Kerok Sungai Pisusuk di Batahan Berubah Warna dan Bau

    Limbah PMKS Diduga Biang Kerok Sungai Pisusuk di Batahan Berubah Warna dan Bau

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATAHAN( Mandailing Online ) Sungai batang pisusuk di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal ( Madina ) diduga tercemar limbah pabrik PMKS, kondisi sungai berubah warna kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap, disepanjang sungai terlihat banyak ikan mati diduga akibat limbah pabrik kelapa sawit yang ada di sekitar nya. Senin 2/10/2023. Menurut keterangam warga, kondisi air sungai […]

  • Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

    Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait pelaporan GAR ITB terhadap Prof Dr. Drs. KH. Din Syamsuddin, MA sebagai tokoh radikal tidak hanya membuat warga Muhammadiyah khususnya yang gerah dan keberatan namun juga dari ormas Islam lainnya. “Tudingan terhadap beliau sebagai tokoh radikal dinilai tidak beralasan dan merupakan fitnah yang bertujuan untuk memecah belah persatuan diantara sesama […]

  • PPKM Level 4, Akhmad Arjun: Masyarakat Harus Tenang

    PPKM Level 4, Akhmad Arjun: Masyarakat Harus Tenang

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (MPC PP Madina) Akhamd Arjun Nasution meminta masyarakat tetap tenang selama penerapan PPKM level 4 di Madina. Hal itu disampaikan Arjun di kantor MPC PP Madina, Panyabungan, Jumat (10/9). “Masyarakat harus tetap tenang dengan situasi ini. Beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan protokol […]

  • 4 Desa di Muara Batang Gadis Terendam, 2 Rambin Putus

    4 Desa di Muara Batang Gadis Terendam, 2 Rambin Putus

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Foto: Rizfan Juliardy PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 4 desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) terrendam sejak Kamis (5/6/2014). Demikian dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina. Banjir ke pemukiman ini akibat meluapnya satu ruas sungai disebabkan tingginya curah hujan sejak Rabu (4/6) yang melanda kawasan itu. Sejauh ini belum diketahui nama […]

  • Pilkades di Madina Akan Berlangsung 30 November 2016

    Pilkades di Madina Akan Berlangsung 30 November 2016

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pilkades serentak di Kabupaten Mandailing Natal sudah ditetapkan, yakni tanggal 30 November 2016. Jumlah desa yang akan melakukan Pemilihan Kepala Desa itu sebanyak 264 desa tersebar di 23 kecamatan di Mandailing Natal (Madina). Kepastian itu diungkapkan Plt Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Madina, Junaidi menjawab Mandailing Online, Jum’at (14/10/2016) via seluler. […]

expand_less