Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Walikota Putuskan Kontrak 31 Proyek

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

Padangsidimpuan. Walikota Padangsidimpuan Zulkarnaen Nasution memutuskan kontrak 31 proyek yang tidak selesai hingga 30 Desember 2012 kemarin. Pemutusan ini dilakukan berdasarkan ketentuan yang terkandung dalam Perpres No. 54 tahun 2010.
Sebelumnya walikota Padangsidimpuan telah memonitoring pelaksanaan proyek di lapangan. Monitoring tersebut juga disertai Inspektorat dan dinas terkait. Saat itu ditemukan berbagai masalah, seperti kurangnya kualitas pekerjaan, terlambatnya pelaksanaan pekerjaan. Bahkan ada yang sama sekali belum melaksanakan pekerjaannya seperti Pengadaan Laboratorium Bahasa SMP.

Diantara proyek yang mendapatkan pemutusan kontrak adalah 28 paket proyek dari Dinas PUD dan tiga paket dari Dinas Pendidikan.

Walikota Padangsidimpuan yang didampingi Kabag Pembangunan Husni Thamrin Nasution kepada Medan Bisnis, seusai monitoring (4/1) mengatakan klasifikasi sangsi keterlambatan ada dua macam.

Untuk keterlambatan yang melampaui batas tahun anggaran, pemerintah kota Padangsidimpuan melakukan pemutusan kerja dengan pihak penyedia jasa. Sedangkan yang terlambat tapi tidak melampaui batas tahun anggaran, hanya dikenakan sangsi sebesar 1/1000 dari nilai kontrak kerja.

“Tidak ada toleransi kepada mereka (pemborong-red), daripada beresiko tinggi lebih baik kita putuskan kontraknya dan mengenakan denda kepada rekanan yang belum menyelesaikan pekerjaannya sebelum tanggal 30 Desember kemarin. Memang kita menyadari keterlambatan itu disebabkan oleh kekosongan hotmix di AMP, namun sesuai Perpres No. 54 tahun 2010, wajib melakukan sangsi karena semua itu juga karena tidak profesionalnya pemborong,” ujar Zulkarnaen.

Proyek yang kualitasnya kurang memuaskan terlihat di samping kantor camat Angkola Julu, pasir yang dihampar tidak sesuai dengan ketentuan kontrak. Selain itu pembangunan jalan menuju pekuburan Aek Tuhul, aspalnya lembek seperti bubur dan mudah anjlok. Demkian pula dengan pembagunan jalan Baginda Soaloon juga memakai pasir bulan yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.

”Bagi pekerjaan yang kwalitasnya kurang bagus, kami juga akan menyurati pihak rekanan dengan mengharuskan perbaikan, sebelum masa pemeliharaan habis,” jelas Walikota.

Dari hasil monitoring, juga ditemukan beberapa proyek multi years (tahun jamak) dari Dana Insentif Daerah (DID) dikhawatirkan tidak mampu diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan. Pemisimisme walikota terhadap keterlambatan itu jatuh pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan RKB di SMP Negeri 1 dan SMP N 6.

Menurutnya hingga kemarin, dimana tinggal 35 hari masa pekerjaan, pekerjaan kedua proyek ini masih di bawah 60%. Namun walikota terus akan melakukan pemantauan.

Menurut Walikota, setelah melakukan monitoring, beliau akan melakukan evaluasi kerja terhadap beberapa SKPD terkait hasil monitoring di lapangan. Kedepan, setiap pelaksanaan proyek, pemerintah kota akan menyerahkan tugas perencanaan dan pengawasan kepada konsultan. Hal ini belajar dari hasil monitoring dimana petugas pengawas lapangan dari beberapa instansi tidak ada di lokasi saat dilakukannya pekerjaan berat seperti mengecor lantai. “Saya tidak melihat pengawas saat pengecoran itu,” kata walikota. ( ck 03.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekjen DPP Partai Demokrat : “Pak SBY Titipkan Muhammad Haris”

    Sekjen DPP Partai Demokrat : “Pak SBY Titipkan Muhammad Haris”

    • calendar_month Kamis, 26 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris DPP Partai Demokrat, DR. Inca Ip Panjaitan melakukan kunjungan kerja ke DPC Partai Demokrat Mandailing Natal di Panyabungan, Kamis (26/4). Dia disambut Ketua DPC Partai Demokrat Madina, Harminsyah Batubara serta pengurus DPC lainnya dan para pimpinan PAC serta kader. Kunjungan ini dalam rangka konsolidasi partai. Selain ke […]

  • Bupati Madina Mengaku Selalu Dapat Info Siapa Dibelakang Setiap Aksi Demo Perkebunan

    Bupati Madina Mengaku Selalu Dapat Info Siapa Dibelakang Setiap Aksi Demo Perkebunan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Aneh, gelombang demo terkait perkebunan diwilayah  Pantai Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara muncul drastis disaat Bupati Saipullah Nasution menjadi Bupati. Dua pekan trakhir sejumlah aliansi mendatangi Kantor DPRD Madina dan Kantor Bupati. Mulai dari Masyarakat dari Kecamatan Natal, Batahan, Sinunukan dan Muara Batang gadis serta Rantobaek bahkan kalangan mahasiswa seolah agenda ini […]

  • Buntut Laporan Polisi Kades Sirambas, 7 Warganya Diperiksa Polisi

    Buntut Laporan Polisi Kades Sirambas, 7 Warganya Diperiksa Polisi

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus 7 orang warga Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat yang dilaporkan Kadesnya sebab rusak kantor Desa masih terus bergulir di kekepolisian. Warga Desa sebut Kades tak obyektif. Selasa Kemarin, (15/10) 3 (Tiga) Warga Desa itu diperiksa kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hal itu disampaikan Taufik salah seorang suami terduga pelaku. […]

  • Massa Satma PP Unjuk Rasa di Kejari Sidimpuan

    Massa Satma PP Unjuk Rasa di Kejari Sidimpuan

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Puluhan massa yang mengatasnamakan PC Satma Pemuda Pancasila (PP) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan, Jumat (7/1). Mereka meminta Kejari tidak tebang pilih dalam penangan berbagai kasus korupsi didaerah ini.”Kami minta Kejari Sidimpuan tegas dan jangan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi,” teriak mereka. Pantauan Analisa, puluhan massa […]

  • Distribusi Guru Tidak Merata, Pembelajaran Kelas Rangkap Akan Diterapkan

    Distribusi Guru Tidak Merata, Pembelajaran Kelas Rangkap Akan Diterapkan

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA: Kemdiknas bersama sejumlah instansi akan melakukan penataan guru terkait dengan pendistribusian yang tidak merata antar wilayah melalui kebijakan pembelajaran kelas rangkap (multigrade teaching) untuk guru mata pelajaran serumpun. “Sebenarnya Indonesia tidak kekurangan guru, persoalan hanya pada pendistribusian guru yang tidak merata, bahkan dapat dikatakan kelebihan pasokan guru sebesar 20 persen atau sekitar 500 ribu […]

  • IPPNU Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

    IPPNU Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)  Madina mendesak Pemkab Madina mengaktifkan kembali Beasiswa Miskin Berprestasi yang sempat mati beberapa tahun terakhir. Desakan itu disampaikan Ketua IPPNU Madina, Hapsoh Nasution didampingi pegurus IPPNU Madina lainnya kepada Mandailing Online, Jum’at (13/9/2019) di Panyabungan. Aktivis mahasiswi yang masih duduk di semester 7 Sekolah […]

expand_less