Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Produksi Padi Sumut 2012 Ditargetkan 4,02 Juta Ton

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
  • print Cetak

Medan. Propinsi Sumatera Utara (Sumut) menargetkan produksi padi tahun 2012 mencapai 4.027.301 ton atau naik dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai 3.659.683 ton.
Kepala Dinas Pertanian Sumut, Muhammad Roem mengatakan, kebutuhan beras dari tahun ke tahun meningkat seiring dengan banyaknya jumlah penduduk. Untuk itu, target produksi padi ditingkatkan menjadi 4.027.301 ton. “Kita optimis dapat mencapainya. Karena banyak kebijakan yang sudah disiapkan. Karena di tahun 2011 saja, produksi yang diperoleh melebihi dari target,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/1) di Medan.

Dikatakannya, pencapaian produski tersebut didukung dengan pembuatan lahan sawah baru di daerah Nias Selatan, dan Mandailing Natal (Madina). Sedangkan untuk daerah pantai Timur seperti Kabupaten Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai (Sergai), Batu Bara sudah tidak memiliki lahan. “Kita menjurus ke daerah lain, sedangkan untuk pantai timur sudah tidak ada lagi lahan yang tersedia,” ucapnya.

Selain itu, program irigasi dari Sungai Ular yang mampu mengairi sekitar 18.500 hektare di daerah Sergai dan sekitarnya, dapat menambah produksi dari beras dari lahan tersebut. “Rencana proyek irigasi dari sungai ular akan terealisasi pada 2012, jadi kita harap dapat mendongkrat target tersebut,” tambahnya.

Sedangkan untuk lahan aktif yang saat ini sekitar 750 hektare dan produktivitas tanaman juga ditingkatkan dari 477 ton per hektare menjadi 550 ton per hektare. Program lain yang diharapkan untuk mencapai program ini adalah membangun infrastruktur, distribusi pupuk bersubsidi lancar, bantuan pupuk cepat terealisasi, dan program pemerintah untuk sekolah terealisasi. “Pertanian akan menyerap tenaga kerja, jadi sebuah program yang dicanangkan tersebut cepat untuk terealisasi, sehingga target juga tercapai,” tambah Roem.

Saat ini, para petani di Sumut sedang memanfaatkan musim yang tidak stabil ini, dengan menanam padi secara bersama. Sehingga di prediksi, panen raya terjadi pada Februari, Maret, dan April mendatang. “Kita optimis, panen ini akan berhasil. Inisiatif kita melalui pemantauan di daerah selalu memperhatikan perkembangan, begitu ada hama datang, kita langsung bertindak,” jelasnya.

Meski memang, dengan perubahan iklim saat ini sangat mencolok dengan panas pada pagi dan siang hari, dingin pada malam hari, tidak bagus karena hama wereng akan cepat datang. Untuk itu, pemerintah, swasta dan petani diminta mendukung peningkatan produksi tanaman padi. Ini perlu dilakukan agar bisa bekerjasama untuk menjaga tren positif yang terjadi sekarang ini. Dengan begitu, Sumut bisa menjadi salah satu daerah penyumbang gabah untuk ketahanan pangan nasional.

Petani juga harus cermat memilih benih yang unggul, pola tanam yang teratur dan proses budidaya yang baik sehingga produktivitas padi lebih tinggi lagi.

Sementara produksi padi di Sumut hingga Desember 2011 berdasarkan Angka Ramalan (Aram) III telah mencapai 3.610.941 ton. “Angka ini bukanlah angka tetap (Atap), angka ini bisa berubah dan kemungkinan bisa mencapai target,” tuturnya.

Pencapaian target produksi padi tahun ini, selain didukung dengan kondisi iklim, juga berhasilnya program Sekolah Lapang Pengelola Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang telah diterapkan sejak 2006 lalu, sehingga menambah produktivitas tanaman pangan di Sumut.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno mengatakan Atap produksi padi tahun 2010 di Sumut yang mencapai sebesar 3.582.302 ton, meningkat sebesar 54.403 ton dibandingkan Atap produksi padi tahun 2009. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya hasil per hektare sebesar 1,56 kwintal per hektare atau 3,40%, meski luas panen mengalami penurunan sebesar 13.733 hektare atau 1,79%.

Untuk Aram III produksi padi pada tahun 2011 diperkirakan sebesar 3.611.244 ton atau naik sebesar 28.942 ton dibanding produksi Atap tahun 2010. Peningkatan produksi disebabkan peningkatan luas panen sebesar 2.520 hektare atau 0,33%. “Sedangkan hasil per hektare mengalami kenaikan sebesar 0,22 kwintal per hektare atau 0,46%,” tandasnya. (yuni naibaho.mrdan bisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irigasi Sering Rusak, Belasan Petani Gagal Panen

    Irigasi Sering Rusak, Belasan Petani Gagal Panen

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Irigasi sering rusak, belasan petani di Desa Muara Siambak, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal gagal panen. tepatnya di desa Muara Siambak dan Muara Pungkut Kab. Mandailing Natal gagal Panen. Kondisi ini tentunya membuat petani pasrah di tengah himpitan ekonomi saat ini. Informasi yang di himpun dari sejumlah petani, irigasi bondar Bariba Tamiang  […]

  • Pemilih Siluman Diduga Bermain di TPS 002 Simangambat Untuk Salah Satu Paslon

    Pemilih Siluman Diduga Bermain di TPS 002 Simangambat Untuk Salah Satu Paslon

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – 5 orang warga Kota Medan diduga menjadi pemilih siluman di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 002 di Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ke 5 orang tersebut diketahui ikut mencoblos dan sengaja datang untuk memilih salah satu pasangan Calon Bupati Madina. Padahal kelima orang itu tidak tercatat dalam […]

  • Setahun Pengganti Jakfar Sukhairi Tak Ada, PKB Kebiri Hak Politik Rakyat

    Setahun Pengganti Jakfar Sukhairi Tak Ada, PKB Kebiri Hak Politik Rakyat

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nyaris setahun sudah PKB tak bergeming menetapkan pengganti Jakfar Sukhairi Nasution di DPRD Madina. Sikap PKB itu dinilai mengkebiri hak politik konstituen PKB. Akibatnya, dari lima orang kader PKB di DPRD, kini hanya 4 orang yang duduk setelah Jakfar Sukhairi Nasution mundur dari DPRD karena mencalonkan diri sebagai wakil bupati Madina […]

  • Lokasi Pembangunan Polsek Panyabungan Timur

    Lokasi Pembangunan Polsek Panyabungan Timur

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Disinilah rencananya Kantor Polsek Panyabungan Timur dibangun. Lahan seluas 500 meter ini diserahkan oleh masyarakat Kelurahan Gunung Baringin bulan Maret 2013 kepada Pemda Mandailing Natal untuk tempat pendirian kantor Polsek Panyabungan Timur yang tempatnya di Kelurahan Gunung Baringin. (hol/mo).

  • Stok Pupuk di Madina Aman, Harga Masih Normal

    Stok Pupuk di Madina Aman, Harga Masih Normal

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Harga berbagai jenis pupuk baik subsidi dan non subsidi di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) diharga normal. Dari data yang didapat dari salah satu distributor pupuk di Kota Panyabungan PT Mitra Tani Sari menyebutkan pupuk subsidi jenis Urea normal diharga Rp.112.000.Per sak nya dengan ukuran 50kg, dan NPK Phonska […]

  • Ternyata, Al Quran dibakar di Amerika!

    Ternyata, Al Quran dibakar di Amerika!

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah rencana pembakaran Al Quran di Amerika dibatalkan, masyarakat Islam sedunia sempat lega, khususnya di Indonesia karena dilaporkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyurati Presiden Barack Obama. Menurut laporan Tennessean.com, pembakaran kitab suci Islam itu tetap dilakukan, Sabtu lalu di kediaman salah seorang pendeta AS. Dilaporkan bahwa dua pendukung pendeta Terry Jones melakukan aksi […]

expand_less