Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode

Waspadai Calo Mengatasnamakan PLN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
  • print Cetak


ADINA- Kepala PLN Ranting Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengingatkan seluruh masyarakat, terutama pelanggan PLN untuk tidak percaya calo yang mengatasnamakan PLN dalam bentuk apapun.

“Hal ini mengingat banyaknya oknum yang mengatasnamakan pegawai atau karyawan PLN untuk membuat sambungan baru atau hal lainnya,” ujar Kepala PLN Ranting Panyabungan, Pardomuan Nasution, kepada METRO, Jumat (12/11).

Menurut Pardomuan, akhir-akhir ini banyak oknum yang mengatasnamakan karyawan PLN untuk membantu pelanggan dalam penanganan segala bentuk pelayanan PLN dan oknum yang tanpa legalisasi dari pihak PLN tersebut, merayu calon pelanggan yang ingin memasang sambungan baru dan mengambil keuntungan dari tindakan tersebut. Padahal tindakan seperti itu di luar wewenang dan tanggung jawab dari PT PLN sendiri.

Pardomuan menambahkan, setiap pembayaran pemasangan sambungan baru listrik, pihaknya selalu menunjukkan kuitansi yang berlisensi atau legal. “Kita tak pernah menandatangani kuitansi yang tak resmi kecuali kuitansi bertanda TUL I-06 yang telah memiliki R/C. Artinya dengan kuitansi tersebut sebagai bukti setoran dari bank dan masuk ke rekening PT PLN,” terang Pardomuan.

Hal ini dilakukan PT PLN, sambungnya, agar masyarakat tak terkendala dengan pelayanan yang diberikan dan terhindar dari oknum yang mengatasnamakan karyawan PT PLN. Dan apabila ada hal seperti ini terjadi, Pardomuan mengimbau masyarakat untuk melaporkannya kepada PT PLN terdekat supaya ditindaklanjuti.

“Untuk selanjutnya, masyarakat yang curiga kepada oknum-oknum tersebut, tolong segera beritahukan kepada kantor PLN perwakilan terdekat dan jangan percaya kepada oknum yang tak ada kartu pengenal PLN. Sebab, itu di luar tanggung jawab PLN sendiri. Dan apabila oknum tersebut memberikan kuitansi yang tak resmi segera laporkan supaya bisa ditindaklanjuti kepada pihak yang berwajib atau bisa menghubungi kami,” tegasnya seraya menunjukkan nomor telepon yang bisa dihubungi yakni 0636-20139.

Ia juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan jasa pelayanan dari PLN supaya langsung datang atau menghubungi kantor PLN dan jangan melalui calo atau oknum yang memanfaatkan situasi tersebut. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengungsi Rohingya Berterimakasih Kepada Masyarakat Madina

    Pengungsi Rohingya Berterimakasih Kepada Masyarakat Madina

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LANGSA, ACEH (Mandailing Online) –  "Terima kasih dan mohon sampaikan salam kami kepada masyarakat Madina" ujar Moehammed Turmuzy, salah seorang  perwakilan pengungsi muslim Rohingya, sebagaimana dikutip Ketua Karang Taruna Madina Al-Hasan Nasution, yang disampaikan kepada Mandailing Online via SMS, Minggu (14/6). Para pengungsi Rohingya yang terdampar dan ditampung di Kuala Langsa, Aceh merasa terharu […]

  • Kolam BBI di Tapsel “Ditelantarkan”

    Kolam BBI di Tapsel “Ditelantarkan”

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel (Mandailing Online) – Proyek pembangunan kolam Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) milik Dinas Perikanan Dan Kelautan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan terkesan ditelantarkan dan pembangunannya diduga asal jadi. Dugaan tersebut diungkapkan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Sentral Informasi Gerakan Masyarakat (LSM-SIGMA) Tabagsel, Bambang (29),saat diwawancarai MedanBisnis, Rabu […]

  • Daftar ke KPU, Dahlan-Aswin Busana Adat

    Daftar ke KPU, Dahlan-Aswin Busana Adat

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Dahlan-Aswin memakai busana adat Mandailing menuju kantor KPU Madina untuk mendaftar, Minggu (6/9/2020). Pasangan ini diiringi rombongan sekira 1.600 orang konvoi berkendara mobil dan beca bermotor dari Sipolu-polu menuju gedung KPU Madina. Sebelumnya Dahlan-Aswin berangkat dari Sopo Godang Kotasiantar menuju Sipolu-polu. Pasangan Dahlan Hasan Nasution-Aswin Parinduri didaftarkan sebagai bakal calon […]

  • Bupati Madina Tempuh 7,2 Km Bawa Bantuan untuk Warga

    Bupati Madina Tempuh 7,2 Km Bawa Bantuan untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Desa-desa terisolir yang terdampak bencana alam tergolong sulit dijangkau pejabat pemerintah untuk melihat langsung kondisi di sana. Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution bersama rombongan harus menempuh jalan terjal sepanjang 7,2 Km untuk mencapai Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, Senin (8/12/2025). Kedatangan bupati bersama perwakilan BNPB Herman, Kepala Laksana BPBD Mukhsin […]

  • Plasma Sawit Untuk Desa Bintuas Tak Jelas

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekdaprovsu Surati BPN Pencabutan HGU PT.RMM PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Nurdin Lubis, SH.MM melayangkan surat kepada Kakanwil BPN Sumut untuk pencabutan izin HGU perkebunan sawit PT. Rimba Mujur Mahkota di Mandailing Natal (Madina). Surat Sekda Pemprovsu itu bernomor 593.4/3778 tanggal 6 Mei 2013. Sikap Pemprovsu ini terkait maslah plasma untuk […]

  • BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 2 selesai)

    BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 2 selesai)

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : ASKOLANI NASUTION Budayawan   TATA BAHASA MANDAILING Pada tahun 1861, HN Van Der Tuuk, ahli tata bahasa Belanda, menulis buku “Stukken in het Mandailingsch”, tulisan ilmiah pertama tentang bahasa Mandailing yang terbit di Amsterdam. Melalui buku itu, bahasa Mandailing  dikenal secara luas. Bahasa Mandailing memiliki banyak perbedaan dengan bahasa daerah lainnya di […]

expand_less