Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Nov 2016
  • print Cetak

massa muslim dalam kegiatan tausiah di Panyabungan 4 November 2016 berharap pemerintah RI serius mengadili Ahok

massa muslim dalam kegiatan tausiah di Panyabungan 4 November 2016 berharap pemerintah RI serius mengadili Ahok (foto: Latif Lubis)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.000 massa kaum muslim melakukan zikir akbar dan istighostah di lapangan Jl.Abri, Panyabungan, Mandailing Natal dalam mendukung aksi demo Bela Islam Jilid II hari ini 4 November 2016 di Jakarta.

Ummat Muslim berkumpul di lapangan itu usai solat Jum’at yang berdatangan dari berbagai penjuru Panyabungan serta luar Panyabungan.

Untuk menghindari kemacetan di kota Panyabungan, pihak keamanan mengalihkan arus lalulintas dari Jl. Willem Iskander ke Jalur Lingkar Timur Panyabungan. Pengalihan mulai dari titik persimpangan Ladang Sari hingga persimpangan Pasar Baru.

Selain pelaksanaan istoghostah dan zikir akbar, juga dilakukan tausiah oleh berbagai tokoh Islam dan tokoh pemuda.

Ustad Ridwan dari Pesantren Mustofawiyah Purba Baru dalam tausiahnya menyatakan bahwa Umat Islam tidak ingin akidah Islam diinjak-injak seorang pejabat.

“Kita duduk di sini bukan untuk politik, namun menuntut penista Al Qur’an supaya diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini. Kita juga seperjuangan dengan  ummat Islam yang ada di Jakarta. Kita datang ke sini untuk panggilan jihad. Untuk itu bagi pejabat, baik ia politikus maupun yang lainnya agar hati-hati dalam mengucap,” katanya.

Sementara Ustazd Martua Nasution mantan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) menyatakan massa Muslim  yang berkumpul itu bukan untuk kepentingan kelompok ataupun seseorang, namun murni untuk membela Agama islam karena sudah dilecehkan oleh Ahok.

“Ketika ummat Islam dinodai diinjak-injak maka kita akan bersatu untuk membelanya supaya penista agama tersebut diadili seadil-adilnya,” katanya.

Ketua Karang Taruna Madina Al Hasan Nasution dalam tausiahnya menyatakan bahwa  umat Muslim tidak memecah NKRI, hanya menuntut keadilan.

“Kita tidak mau agama kita dilecehkan. Kalau pemerintah diam tidak memproses Ahok, maka dikwatirkan kejadian yang besar akan terjadi. Ahok wajib diadili, kalau tidak diadili ummat Islam siap utk mengusir ahok dari negara ini. Kita khawatir orang luar mengobok-obok negara kita ini. indonesia akan menjadi bulan-bulanan,” ujarnya.

 Tokoh masyarakat H. Ismail Hakim Lubis atau Oji Atas juga turut memberikan tausiah. Dikatakannya, membela Al-Qur’an adalah jihad. Umat Islam siap berjuang untuk agama apabila ada yang menghina Islam. Apabila pemerintah tidak serius menegakkan hukum maka umat Islam siap untuk berjihad.

 

Peliput  : Maradotang Pulungan

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika dan Simpul Ekonomi Rakyat

    Atika dan Simpul Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution kian eksis menunjukkan jati diri sebagai kandidat pemimpin yang fokus pada penguatan ekonomi rakyat. Dia memperlihatkan suatu kekuatan daya dorong dari jiwa yang paling dalam untuk mengurai dilema sektor ril. Atika masuk ke sendi sendi dilema rakyat, menerobos fakta fakta kehidupan pelaku UKM dan petani. Mencari […]

  • HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlan Batubara   Saya teringat seorang teman etnis Tionghoa di Medan tahun 1993. Dia masih berusia 23 tahun. Bersama pamannya mendirikan pabrik bolu di belakang rumah sang paman, rumah kecil berdinding tepas. Mereka berdua yang mendirikan pabrik itu dan hanya mereka dua saja pekerjanya merangkap pimpinan pabrik. Maklum, pabrik itu masih kecil, hanya […]

  • Mabes TNI AU Terima Bintara AU 2011

    Mabes TNI AU Terima Bintara AU 2011

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) membuka kesempatan kepada pemuda/pemudi Indonesia untuk menjadi Bintara TNI Angkatan Udara. Pendaftaran dimulai sejak tanggal 1 Februari sampai 4 Maret 2011. Tempat pendaftaran di Dinas Personel Pangkalan TNI AU Medan Jl Imam Bonjol no 43 Medan. Sesuai dengan berita pers Komando Operasi TNI AU […]

  • Mulai Surut

    Mulai Surut

    • calendar_month Minggu, 4 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banjir yang melanda desa di Kab. Mandailing Natal, Sumatra Utara, hingga Ahad (4/11), terlihat sudah mulai surut. Banjir menerjang lima desa saat hujan deras turun mengguyur pada Sabtu (3/11) tengah malam. Kelima desa itu yaitu Gunung Manaon, Pagaran Tonga, Saba Jambu, dan Gunung Tua, Hutagodang Muda Kec. Siabu. Ketinggian banjir mencapai lutut orang dewasa. Tak […]

  • Pemkab Madina Lantik 73 Pejabat Eselon III dan IV

    Pemkab Madina Lantik 73 Pejabat Eselon III dan IV

    • calendar_month Jumat, 20 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekda Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Safe’i Lubis melantik 73 pejabat eselon III dan IV Pemkab Madina. Pelantikan berlangsung di aula kantor Bupati Madina, Jum’at (20/7/2018). Pelantikan itu berdasar Keputusan Bupati Madina Nomor 821.2/0675/K/2018 tanggal 19 Juli 2018. Dari 73 pejabat yang dilantik antara lain : Dr.M.Daud Batubara, M.Si dilantik untuk […]

  • Islamophobia Perempuan dan Hijab

    Islamophobia Perempuan dan Hijab

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sumiati Tinggal di Sibanggor, Madina, Sumut   Pendahuluan Media asal Jerman Deutch Welle (DW) membuat video kontroversial yang menggiring pada sentimen Islamphobia. Konten video ini dibagikan melalui akun Twitternya, @dw_indonesia pada Jumat 25 September 2020. “Apakah anak-anak yang dipakaikan jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ingin ia kenakan?,” tulis DW Indonesia. DW […]

expand_less