Senin, 2 Mar 2026
light_mode

200-an Warga Bulumario Protes Pembalakan Hutan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
  • print Cetak

SIPIROK-Sekitar 200-an warga Desa Bulumario, Sipirok, Tapsel melakukan aksi atas penebangan kayu di Hutan Napa Jae tepatnya di Perbatasan Kecamatan Sipirok dengan Kecamatan Marancar tepatnya di Aek (Sungai) Sirabun Tapsel, Senin (20/2). Aksi protes meraka lakukan atas aktivitas sebuah perusahaan di hutan tersebut, berlangsung tertib dan damai di bawah pengawalan Polsek Sipirok bersama Koramil Sipirok, Polsek Batang Toru dan Koramil Batang Toru.
Pantauan METRO Senin (20/2), 200-an warga Desa Bulumario berjalan hingga 2 jam menuju ke lokasi di Sungai Sirabun. Di saana mereka memagari jalan dan membentangkan spanduk protes di badan jalan yang diduga menjadi jalur pengangkutan kayu menuju pengolahaan. Sementara di seberang sungai yang merupakan base camp perusahaan dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI dari Sipirok dan Batang Toru.
Setelah selesai memagari, warga berorasi dengan pegeras suara agar perusahaan yang beraktivitas di Hutan Napa Jae tidak mengulangi kembali kegiatannnya, karena lokasi tersebut merupakan tanah adat Desa Bulumario.
“Kami minta pihak perusahaan agar menghentikan aktivitas penebangan kayu, karena hutan ini merupakan tanah adat desa secara turun-temurun (wariskan) dari opung (kakek). Kami datang dengan damai dan hanya untuk memagari apa yang menjadi milik kami, dan kiranya jangan diganggu lagi,” kata mereka disambut dengan teriakan.
Setelah selesai menggelar aksi, warga pun membubarkan diri dan pulang, sementara beberapa karyawan perusahaan yang berada di lakosi menghentikan aktivitasnya. Bahkan, sebelum kedatangan warga Desa Bulkumario beberapa alat berat dipindahkan untuk mengantisipasi hal yang diluar dugaan.
Camat Marancar Baginda Siregar AP ketika dimintai keterangannya pada METRO Senin (20/2) di base camp perusahaan penebangan kayu tersebut mengatakan, perusahaan itu memiliki izin untuk menebang kayu yang dikeluarkan oleh pemkab.
“Setahu saya mereka memiliki izin yang diterbitkan oleh satu pintu,” katanya.
Ketika disinggung apakah memang aek (Sungai) Sirabun merupakan tapal batas resmi Kecamatan Marancar dengan Kecamatan Sipirok, Baginda mengatakan belum mengetahui secara pasti, namun akan segera mencari kepastian tentang hal itu.
“Kalau mengenai letak secara pasti tapal batas antara Kecamatan Sipirok dan Kecamatan Marancar belum saya ketahaui, karena itu memerlukan penelitian lebih dahulu.” katanya.
Dalam megamankan aksi protes tersebut Kapolsek Sipirok AKP Heru S beserta personilnya, Dan Ramil Sipirok Kapten Inf J Aritonang serta personelnya, Kapolsek Batangtoru AKP Gunawan Pane serta personelnya serta Dan Ramil Batang Toru Kapten Inf Saridi beserta beberapa personelnya. (ran/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenazah Hasanuddin Ditemukan Bersimbah Darah

    Jenazah Hasanuddin Ditemukan Bersimbah Darah

    • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Kelurahan Kota Siantar, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara dikejutkan penemuan jenzah pria bersimbah darah, Sabtu dini hari (18/11/2017). Korban diketahui bernama Hasanuddin (40), warga Kelurahan Kota Siantar. Istri korban, Halimah Lubis (35) yang didampingi putrinya yang masih duduk di bangku SD menangis histeris begitu melihat jenazah korban. Kasat Reskrim […]

  • Ketua KPU Madina : Gaji KPPS Tidak Dibebani Pajak

    Ketua KPU Madina : Gaji KPPS Tidak Dibebani Pajak

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Adanya Oknum Ketua KPPS di Kabupaten Mandailing Natal menyunat gaji KPPS dengan dalih pajak, Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) dengan tegas mengatakan, anggota KPPS yang menerima gaji tidak dibebani pajak. Kalaupun ada Ketua KPPS yang memotong gaji anggota KPPS, itu diluar perintah KPU. […]

  • Jeratan Pinjol Kian Mencemaskan, Bagaimana Menyikapinya?

    Jeratan Pinjol Kian Mencemaskan, Bagaimana Menyikapinya?

    • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Tren pinjaman online (pinjol) kian mencemaskan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja outstanding pembiayaan fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjol, terus naik. Tercatat pada Mei 2023 sebesar Rp51,46 triliun atau tumbuh sebesar 28,11% dari tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sebesar 38,39% disalurkan kepada pelaku UMKM dengan penyaluran pelaku usaha perseorangan Rp15,63 […]

  • SKB 3 Menteri Digugat, Seharusnya Diapresiasi dan Didukung?

    SKB 3 Menteri Digugat, Seharusnya Diapresiasi dan Didukung?

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Sebanyak 300 pengacara disiapkan untuk menggugat Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang seragam sekolah yang terbit setelah kasus jilbab nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat. Mantan wali kota Padang Fauzi Bahar, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), tokoh adat, tokoh agama dan organisasi […]

  • Nasdem Usul Syarat Baru Pengajuan Capres

    Nasdem Usul Syarat Baru Pengajuan Capres

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, – Partai Nasdem menyumbang perspektif baru dalam perkembangan pembahasan revisi UU Pemilihan Presiden (Pilpres) yang kini sedang berproses di parlemen. Terkait dengan syarat pengusulan pasangan capres-cawapres, partai yang akan mengikuti pemilu kali pertama pada 2014 itu mengusulkan agar penentuan tidak lagi didasarkan pada persentase perolehan suara atau kursi. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai […]

  • Antri Beli BBM

    Antri Beli BBM

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Belum stabilnya bensin dan mahalnya bensin eceran di Mandailing Natal mengakibatkan antrean para pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kota Panyabungan. Yang mengantri ini didominasi pemilik kendaraan roda dua, becak motor, dan angkutan umum lainnya. (metro)

expand_less