Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Diimingi Jadi PNS, Rp200 Juta Lenyap

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN, – J Siregar (43), warga Desa Ujung Gading Baru, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) ditangkap petugas Polres Psp atas pengaduan L Hasibuan (49), warga Jalan Lintas Desa Palopat Maria, Psp Hutaimbaru, Selasa (17/9).

Pelaku yang mengaku sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini, mengimingi korban dapat memasukan anaknya sebagai PNS di salah satu dinas di Paluta.

Kapolres Kota Psp AKBP Budi Harianto melalui KBO Reskrim Iptu CJ Panjaitan menerangkan, pihaknya menerima laporan dari L Hasibuan (49) yang mengaku telah ditipu oknum PNS Paluta. Kejadian itu terjadi akhir tahun 2010 sampai September 2011 lalu. Akibatnya, korban mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta.

“Mulanya kita menerima laporan dari warga yang melaporkan tentang kasus penipuan. Perbuatan tersebut dilakukan oknum PNS yang bertugas di daerah Paluta. Akibat perbuatan pelaku, korban mengaku mengalami kerugian Rp200 juta,” terang Panjaitan.

Panjaitan menambahkan, menurut hasil laporan, Desember 2010 pelaku datang ke rumah korban dan meyakinkannya dapat memasukkan anaknya sebagai PNS di Paluta. Saat itu sebagai tanda jadi, pelaku menyerahkan Rp130 juta kepada korban lengkap dengan tanda terimanya (kuitansi, red).

Kemudian, Sepetember 2011 korban kembali menyerahkan uang sebanyak dua kali penyerahan yang masing-masing Rp40 juta dan Rp30 juta, juga beserta tanda terima disertai materai dan ditanda tangani oleh pelaku.

“Setelah itu, korban yang mengaku sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) di Panobasan Paluta, menghilang. Namun, korban terus berusaha mencari keberadaan korban selama satu tahun ini,” terang Panjaitan.

Dan, sekitar Maret lalu, korban bertemu dengan pelaku di daerah Gunung Tua Paluta. Saat itu, pelaku tidak mau mengembalikan uang milik korban. Selanjutnya, Selasa (17/9), korban memancing pelaku agar datang ke rumahnya dengan iming-iming ada yang mau masuk PNS lagi. Ternyata, undangan korban disetujui pelaku. Saat Pelaku datang ke rumah korban, petugas Polres Kota Psp langsung membekuknya.

“Jadi pelaku kita tangkap di rumah korbannya. Begitu pelaku datang, kita langsung mengamankannya. Untuk sementara kita masih melakukan penyelidikan kepada pelaku untuk mengetahui apa ada korban lainnya,” tukas Panjaitan.

Sementara itu, J Siregar (43), mengaku memang telah melakukan penipuan tersebut. Itu dilakukannya akibat terbelit utang. Perbuatannya tersebut murni dilakukan sendiri tanpa ada pihak ketiga yang ada di belakangnya.

“Mulanya saya tawarkan, kalau saya bisa mengurus anaknya (korban) masuk PNS di Paluta. Waktu itu saya tawarkan di Dinas Kesehatan, saya bilang nanti ada penyisipan tanpa harus mengikuti ujian seleksi. Dan ia menyetujuinya, kemudian diberikannya Rp130 juta.

Dan, itu saya berikan kuitansinya. Tahun berikutnya (2011), saya minta lagi sebanyak Rp70 juta, dengan dua kuitansi pembayaran, masing-masing Rp30 juta dan Rp40 juta,” akunya sambil menutup wajah. (metro).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana ADD Madina Tahun Ini 24 Milayar Untuk 377 Desa

    Dana ADD Madina Tahun Ini 24 Milayar Untuk 377 Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Total dana untuk Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2014 sebesar 16 milyar rupiah untuk 377 desa di Mandailing Natal (Madina). “Dari total anggaran tersebut dialokasikan untuk membayar honor kepala desa, sekretaris desa non PNS, 4 orang perangkat desa, untuk rutin atau ATK di desa. Sisanya untuk pembangunan atau pembinaan masyarakat,” ungkap […]

  • Guru bukan lagi panggilan jiwa

    Guru bukan lagi panggilan jiwa

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. “Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini. Dia menilai guru yang mengajar […]

  • NAPOSO NAULI BULUNG PIDOLI LOMBANG

    NAPOSO NAULI BULUNG PIDOLI LOMBANG

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Model Pemberdayaan Masyarakat P4GN)   Desa boleh belajar dari Pidoli Lombang tentang kearifan lokal. Persfektif Mandailing Natal, Pidoli Lombang masuk dalam wilayah ibukota kabupaten. Dalam pergeseran transisi peradaban desa menuju kota kecil pasti sudah banyak dipengaruhi karakteristik kota. Tapi sesuatu yang membanggakan, ternyata masyarakatnya masih sangat melek dengan kearifan yang dimilikinya. Tak ayallah, memang desa […]

  • Golkar Harus Menghadirkan Politik yang Beradab

    Golkar Harus Menghadirkan Politik yang Beradab

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usia Partai Golkar yang sudah mencapai 57 tahun harus bisa menjadi pelopor hadirnya politik beradab. Politik yang mementingkan kemaslahatan masyarakat daripada pribadi. Hal itu disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H. Aswin Parinduri saat memberikan sambutan pada acara Tasyakuran HUT ke-57 Partai Golkar, Sabtu (30/10). Aswin mengungkapkan […]

  • SKPD Pemkab Madina Dirampingkan Jadi 12

    SKPD Pemkab Madina Dirampingkan Jadi 12

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Reformasi birokrasi terus digulirkan Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara. Rancangan peraturan daerah (Rapnerda) tentang penciutan jumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama rancangan peraturan tentang retribusi daerah diajukan pada rapat paripurna DPRD Madina, Kamis (11/11/2010). Jumlah dinas daerah yang selama ini 18 unit akan dikurangi menjadi 12 unit saja dengan cara […]

  • Meski Sudah jadi Kades. Erwinsyah Tetap Terima Gaji dari Statusnya Sebagai Pegawai Honor

    Meski Sudah jadi Kades. Erwinsyah Tetap Terima Gaji dari Statusnya Sebagai Pegawai Honor

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Erwinsyah Pasaribu Kades Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Madina mengakui tetap menerima gaji dari statusnya sebagai pegawai honor di Kantor Camat Panyabungan Utara sejak tahun 2023 ahir sampai tahun 2024. ” kalau tahun 2023 sejak dilantik jadi Kepala Desa saya terima 1 bulan saja dan di tahun 2024 nerima gaji […]

expand_less