Rabu, 12 Agu 2026
light_mode

57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
  • print Cetak

 

Oleh: Dr. Adian Husaini

(dikutip dari hidayatullah.com)

 

Komunisme, umpamanya, mempunyai konsep “perikemanusiaan” yang berlainan dengan kita. Di dalam Negara yang mereka cita-citakan, adanya hak milik dianggap melanggar asas-asas kemanusiaan. Bagi kita, adanya hak milik adalah syarat untuk perikemanusiaan, karena sesuai dengan fitrah manusia.

Sekulerisme, la-diiniyah, tanpa agama, Saudara ketua, tidak bisa memberi keputusan jika ada pertentangan pikiran berkenaan dengan konsepsi masyarakat, hidup sempurna dan sebagainya. Pertentangan tentang konsep kemanusiaan ini tidak mungkin diselesaikan dengan paham sekulerisme yang pada hekekatnya merelatifkan semua pandangan-pandangan hidup. Paham agama adalah sebaliknya.

Ia memberikan dasar yang terlepas dari relativisme. Inilah sebabnya mengapa konsepsi “humanity” yang berdasarkan agama, lebih logis, lebih meliputi, dan lebih memuaskan. Paham agama memberikan dasar yang tetap, yang tidak berubah. Segala yang bergerak dan berubah harus mempunyai dasar yang tetap, harus mempunyai apa yang dinamakan point of refrence , titik tempat memulangkan segala sesuatu. Jika tidak ada dasar yang tetap, maka niscaya krisis dan bencana akan timbul…

Agama memberi kepada pemeluknya lebih banyak kemungkinan untuk mencari ilmu pengetahuan dan kebenaran. Segala filsafat yang sekuler mengakui sebagaimana juga dasar berpikir, yaitu empirisme (mahalul tajribah), rasionalisme (mahalul-aqly), dan intuitionisme (mahalul-ilhami). Dasar wahyu, revelation atau pun openbaring tidak diakuinya. Agama lebih daripada itu. Ia mengakui semuanya itu dan memberikan ketentuan yang tegas dimana daerah berlakunya masing-masing. Karena itu, agama lebih luas dan lebih dalam daripada paham sekuler.

Paham agama meliputi seluruh bagian hidup. Seorang yang menderita oleh karena ditinggal mati oleh seorang yang dikasihi, dapat suatu tafsiran atau pun penjelasan daripada agama. Matinya seseorang ini ada artinya di dalam rencana hidup yang dibentangkan oleh agama. Begitu juga penderitaan yang ditinggalkannya. Segala sesuatu kejadian itu ada hubungannya dengan yang menguasai alam ini.

Perasaan yang diderita oleh yang ditinggalkan tidak dibiarkan begitu saja. Di dalam keadaan yang demikian agama memberi pandangan hidup yang harus diikuti. Pendeknya di dalam segala lapangan hidup, pikiran, perasaan, tindakan dan lain-lain, agama memberi pimpinan. Tidak demikian halnya dengan paham sekuler. Seorang Marx atau seorang Darwin tidak memberi tempat dalam filsafat hidupnya kepad pergolakan yang terjadi dalam jiwa manusia. Semuanya ditinjau dari sudut proses alam atau alamiah semata-mata. Yang dipentingkannya adalah manusia sebagai group (collectivity).

Kembali pada soal perpaduan antara ide perasaan tadi. Agama tidak hanya menguatkan percaya dengan beberapa ajaran-ajaran tertentu. Agama, karena beberapa sifatnya yang khusus, mempunyai kesanggupan untuk menggerakkan jiwa manusia, dalam hal ini berlainan pengaruhnya dari filsafat…

Seorang ahli filsafat dan ilmu jiwa ternama, William James membandingkan pengaruh kepercayaan atas orang Nasrani pada permulaan timbulnya agama Kristen dengan pengaruh ide-ide humanism atas pengikut Stoa. Mereka keduanya percaya adanya Tuhan. Hanya yang satu agama, yang satu lagi filsafat. Perasaan dan tenaga batin yang digerakkan oleh agamanya bagi seorang Nasrani berlainan daripada pengaruhnya humanisme atas seorang pengikut Stoa, sesungguhnya pokok-pokok kepercayaan masing-masing banyak yang sesuai. Gerakan batin yang khusus ini merupakan kelebihan dari agama karena pengaruhnya itu sangat mendalam sehingga meninggalkan bekas. Gerakan batin ini, sebagaimana kita telah kemukakan, menguatkan perasaan hidup manusia lebih dari filsafat, karena memang agama lebih cocok dengan fitrah manusia…

Inilah penutup pidato Mohammad Natsir:

Dalam menghadapi pekerjaan kita yang menentukan perkembangan bangsa kita selanjutnya turun-temurun, kita sesungguhnya tak dapat melepaskan diri dari pokok persoalan yang dihadapi oleh manusia dalam bad ke-20 ini. Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan industrialisasi yang luar biasa telah memberikan taraf kehidupan materi paling tinggi dalam sejarah manusia. Dalam kegiatan menaklukkan materi yang ada di sekelilingnya, manusia lupa kepada dirinya sendiri sebagai makhluk Tuhan.

Maka disamping segala hasil kemajuan materi yang melimpah-limpah itu, disertai oleh berpalingnya manusia dari tuntunan Ilahi, ternyatalah segala sesuatunya mengakibatkan pula kehilangan pegangan dan keseimbangan hidup. Kehilangan keseimbangan hidup yang amat berbahaya itu justru makin kelihatan gejala-gejalanya dalam kalangan mereka yang paling maju dalam sekulerisme yang hanya pandai merusakkan nilai-nilai hidup beragama tetapi sama sekali tidak mampu memberi pegangan hidup yang teguh sebagai penggantinya.

Dengan kemampuannya untuk menguasai dan mempergunakan kekuatan alam sekitarnya, dengan maksud untuk mencapai taraf hidup yang lebih terkurung di dalam lingkaran kekhawatiran dan ketakutan, mengingatkan bencana yang akan menimpa menghancurleburkan umat manusia, disebabkan oleh hasil ilmu dan buatan tangannya sendiri. “Telah merajalela kerusakan di darat dan di laut, yang diperbuat oleh tangan manusia, supaya dirasakan oleh mereka sebagian dari apa yang diperbuat oleh mereka, agar mereka sadar kembali.” (Ar-Rum:41).
Mereka yang mulai sadar akan bencana yang mengancam itu, mulailah mencari-cari jalan kembali, untuk memperoleh pegangan hidup dan keseimbangan hidup. Pada akhirnya pokok persoalan kembali kepada pilihan sebagai orang di persimpangan jalan, apakah akan meneruskan sekulerisme dengan segala akibatnya, ataukah akan kembali kepada tuntunan Ilahi, sehingga akan terbuktilah firman Ilahi: “Akan kami perlihatkan kepada mereka bukti-bukti kebenaran Kami di seluruh jagad dan dalam hati mereka sendiri, sehingga menjadi teranglah bagi mereka apa yang dari Kami itu. Itulah yang haq dan benar.” (al-Fushilat:53).
“Maka, Saudara Ketua, dengan penuh tanggung jawab kami ingin mengajak bangsa kita, bangsa Indonesia yang kita cintai itu, untuk siap siaga menyelamatkan diri dan keturunannya dari arus sekulerisme itu, dan mengajak dengan sungguh-sungguh supaya dengan hati yang teguh, merintis jalannya memberikan dasar hidup yang kukuh kuat sesuai dengan fitrah manusia, agar akal kita dan kalbunya, seimbang kecerdasan dengan akhlak budi pekertinya, yang hanya dapat dengan kembali kepada tuntunan Ilahi.”

*****

Itulah cuplikan pidato Mohammad Natsir tentang Islam dan sekularisme, yang mengajak agar para pemimpin dan tokoh bangsa Indonesia, meninggalkan paham sekularisme dan bersedia menerima bimbingan Allah SWT dalam menjalani kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amin. (*Pidato lengkap M. Natsir ini juga dimuat dalam buku, M. Natsir, Agama dan Negara dalam Perspektif Islam, Jakarta: DDII, 2001, hlm. 195-230).*

Penulis adalah Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan (CAP) hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR sahkan UU Ormas

    DPR sahkan UU Ormas

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Rapat paripurna DPR akhirnya mengesahkan RUU Ormas menjadi Undang-undang pada Selasa (02/07) siang, yang ditandai dukungan mayoritas fraksi-fraksi di DPR, kecuali F-PAN, Gerindra dan Hanura. “Enam fraksi, termasuk Demokrat, Golkar dan PDI-P, mendukung, tetapi tiga fraksi yakni F-PAN, Gerindra dan Hanura menolak,” kata wartawan BBC Indonesia, Arti Ekawati, yang melaporkan dari Gedung DPR, Selasa siang. […]

  • Aneh! Ruang Baca Perpustakaan Pemkab Madina Full Musik

    Aneh! Ruang Baca Perpustakaan Pemkab Madina Full Musik

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – bagai mana pengunjung mau konsentrasi baca kalau ruang perpustakaan sendiri kerap diisi dengan suara musik. Ini lah yang terjadi di perpustakaan Madina yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Berdasarkan penelusuran Mandailing Online Kondisi perpustakaan sendiri sepi. Tak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Bahkan ada ditemukan hal aneh seperti […]

  • Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertambangan rakyat dinilai lebih potensial dalam menunjang kesejahteraan masyarakat dibandingkan tambang yang dikelola oleh perusahaan raksasa. Penilaian itu disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Mandailing Natal (Madina) Akhmad Arjun Nasution pada Sabtu (1/1) malam di Panyabungan. “Pertambangan emas yang dikelola rakyat ini lebih potensial dan bermanfaat ketimbang perusahaan raksasa yang mengeruk habis […]

  • Runway Bandara Bukit Malintang 2,5 Km

    Runway Bandara Bukit Malintang 2,5 Km

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Foto lokasi bandara Mandailing Natal di Bukit Malintang dalam tahap konstruksi lahan. Bandara ini direncanakan memiliki runway sepanjang 2,5 kilometer. Total lahan bandara seluas 100,49 hektar, terdiri dari hibah lahan dari Pemprov  Sumut seluas 24,87 hektare, sedangkan sisanya merupakan lahan masyarakat, yaitu 75,62 hektar yang kini masih tahap proses pembebasan. Foto ini diproduksi dari udara […]

  • Pemkab Madina Diminta Segerakan Program Hutan Sosial

    Pemkab Madina Diminta Segerakan Program Hutan Sosial

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina didesak mempercepat program pembangunan hutan sosial yang telah dicanangkan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir. Sebab, pembangunan hutan sosial ini dipastikan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat pedesaan. “Kita hanya ingin agar program ini segera terlaksana,” ujar pamerhati ekonomi kerakyatan, Ali Musa “Manto” Lubis, kepada wartawan di panyabungan, Senin […]

  • Hari Ini Calhaj Asal Madina Kolter 3 Bertolak Menuju Asrama Haji Medan

    Hari Ini Calhaj Asal Madina Kolter 3 Bertolak Menuju Asrama Haji Medan

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – 1 ( satu ) dari 359 Calon Jemaah Haji 1445 / Tahun 2024 kloter 3 asal Mandailing Natal yang berangkat hari ini Senin 13/5/2024 menuju asrama haji medan gagal berangkat karena sakit. Dilaporkan panitia pemberangkatan bahwa Calhaj asal Madina ini akan beemalam beaok di asrama haji medan dan akan terbang tanggal […]

expand_less