Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Disambar Petir Saat Ngaji, Pengantin Baru Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
  • print Cetak


LUBUK PAKAM-
Baru empat bulan menikah, Zulham Efendi (23) dan Rusti Sinuhaji (23) meninggal tragis. Keduanya menghembuskan nafas terakhir di kubangan Lumpur di dekat rumahnya di Dusun V Desa Talapeta, Ke camatan STM Hilir, Deli Serdang, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (2/3) lalu. Setelah gelaran acara adat Karo, jenazah keduanya disalatkan di rumah duka. Setelah itu, jenazah pasutri itu diboyong ke TPU Cinta Kasih di desa itu. Keduanya dikubur di liang lahat yang berdampingan.

Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, sekitar pukul 19.30 WIB, Zulham sedang mengajari istrinya yang mualaf untuk mengaji di ruang tamu. Malam itu, hujan deras turun disertai petir. Keduanya tidak terganggu, tetap mengaji di rumah semi permanen tanpa plafond berukuran 5X6 meter dengan satu kamar yang baru selesai dibangun.

“Zulham saat itu sedang mengajari ngaji kepada istrinya,” bilang Anto, paman Zulham.
Tiba-tiba, petir menyambar pohon pisang di depan rumah dan tumbang. Daunnya menyentuh atap seng dan entah bagaimana, keduanya ikut tersambar petir.

Zulham dan Rusti seketika pingsan, sementara dinding yag terbuat dari triplek terlepas dan plaster dinding batu terkelupas.

Di saat yang bersamaan, Paimin (24) tetangga mereka yang sedang memperbaiki talang seng rumahnya ikut tersambar. Paimin mengalami luka bakar mulai dari tangan hingga dada dan perut. Pria itu kemudian dipangku ibunya Ponijem (67), sebelum warga datang menolong.

“Suarnya keras, seperti suara bom. Aku terlempar 1 meter. Untung istri melihat dan menjerit minta tolong,” bilang Paimin saat ditemui di ruang melati Puskesmas Talun Kenas, kemarin.

Dia pun mengetahui hal itu setelah diceritakan kembali oleh ibunya.
Mendengar jeritan istri Paimin dan mengetahui ketiganya tersambar petir, warga langsung memberi pertolongan. Zulham, Rusti dan Paimin dikubur separuh badan di sebuah liang yang rencananya dijadikan septikteng samping rumah.

“Untuk memberikan pertolongan pertama ketiga korban langsung dikubur di lubang yang direncanakan dijadikan septikteng,” kata kata Zamiat Subari SPdI, tetangga korban.

Tak juga sadar, warga membawa keduanya ke persawahan milik warga yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Meski telah dikubur hampir tiga jam lamannya, Zulham dan Rusti malah mengehmbuskan nafas terakhirnya dalam kondisi terkubur di lumpur. Keduanya kemudian dikebumikan di pemakaman di kampung tersebut.

Sedangkan Paimin memperlihatkan perkembangan yang baik dan sudah sadarkan. Ia kemudian dirujuk ke Puskemas Talun Kenas dan hingg atadi malam masih menjalani perawatan intensif.

Menurut, Kepala Puskemas Talun Kenas, drg Susan br Hutapea, tindakan warga menolong dengan cara mengubur korban ke lumpur sudah tepat. “Pertama, suhu tubuh korban diturunkan. Pasalnya akibat sambaran petir suhu tubuh korban tinggi. Lumpur cepat meresap panas. Cara itu efektif untuk menghilangkan aliran listrik didalam tubuhnya,” ujar Susan.(btr)
sumber ; sumutpos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Butuh Pelayanan Maksimal.

    Butuh Pelayanan Maksimal.

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayan Pemerintah Kecamatan Panyabungan Timur didalam memudahkan masyarakat Kelurahan Gunung Baringin untuk urusan administrasi sangat diharapkan, terutama dalam penempatan lurah pada kelurahan itu, dimana sudah 2 tahun kelurahan tersebut tidak mempunyai lurah.(MOL)

  • Malaria Serang Tabuyung, Seorang Warga Meninggal

    Malaria Serang Tabuyung, Seorang Warga Meninggal

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terserang penyakit malaria dan telah menewaskan salah seorang warga. Denip (35) salah seorang warga Tabuyung yang terserang Malaria hingga dirawat di RS Permata Madina, Panyabungan, Selasa (26/04/2011) mengungkapkan, sejumlah warga khususnya pekerja di salah satu perusahaan di Tabuyung diduga terjangkit malaria dalam […]

  • Polisi Kehilangan Jejak Pelaku Penusukan & Penembakan

    Polisi Kehilangan Jejak Pelaku Penusukan & Penembakan

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Hingga kemarin, Polres Madina masih belum menemukan keberadaan pelaku penusukan terhadap dua warga Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, dan pelaku penembakan terhadap seorang warga. Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe menyebutkan, pihaknya terus melakukan pencarian dan penyisiran serta melakukan penyelidikan. Pelaku penusukan dan penembakan itu diperkirakan bersembunyi di hutan sekitar pemukiman warga. “Anggota […]

  • Kepala Desa 7 Bulan Belum Digaji

    Kepala Desa 7 Bulan Belum Digaji

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para kepala desa di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum menerima gaji dalam 7 bulan terakhir. “Sejak bulan Januari hingga bulan Juli ini,” ungkap Kepala Desa Gunung Tua Panggorengan, Enda Timbul Nasution, Jum’at (12/7/2013) didampingi kepala desa Panyabungan Jae, Darussalam, Gunungtua Tonga dan Desa Siobon. Ketiadaan gaji selama 7 bulan […]

  • Batu Cincin Madina Mulai Diincar Kolektor Luar

    Batu Cincin Madina Mulai Diincar Kolektor Luar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bahan baku batu cincin dari kawasan Mandailing Natal (Madina) saat ini menjadi incaran kolektor dari Medan dan Sumatra Barat. “Karena yang tercatat saat ini daerah kita memiliki 17 macam jenis batu mulia,” Sarman Amir Nasution MA menjawab wartawan di acara pameran batu cincin di Panyabungan, Minggu (8/2/2015). “Hanya saja batu […]

  • 24 ball ganja nyaris lolos, digagalkan di Simpang Empat Panyabungan

    24 ball ganja nyaris lolos, digagalkan di Simpang Empat Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online- Siapa sangka. Wajah bersih dan tubuh atletis ternyata menutupi pekerjaan lain. MRH, 25, yang sehari-hari dikenal sebagai trainer gym di Sumbar, ditangkap polisi di Mandailing Natal. Bukan karena fitness, tapi karena membawa 19,2 kilogram ganja. Aksi dramastis terjadi Jumat malam (7/8) di Panyabungan. Berawal dari patroli BNN di Padang Laru. Petugas […]

expand_less