Rabu, 19 Agu 2026
light_mode

Kasus Pejabat Keuangan Pemkab Madina Tembak Warga, Saksi Mata : Suara Tembakan Terdengar Keras

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 21 Feb 2017
  • print Cetak

Warung kopi milik Adi di Desa Hutanamale, lokasi peristiwa

LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jenis senjata dalam kasus penembakan terhadap warga Desa Hutanamale oleh pejabat Dinas Keuangan Pemkab Madina, Gong Matua Nasution berdeda dengan pengakuan saksi mata dan saksi korban.

Sejumlah saksi mata yang dijumpai Mandailing Online di Desa Hunamale, Kamis (16/2/2017) lalu menyebutkan bahwa suara tembakan itu terdengar keras, kekuatan suara ledakan sama kerasnya dengan suara mancis yang meledak. Hanya saja mereka tak mengatahui apakah jenis pistol api atau jenis softgun, karena mereka awam tentang itu.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari (12/2/2017) di satu warung kopi di desa yang terletak di Kecamatan Lembah Sorik Marapi kabupaten Mandailing Natal.

Adi, pemilik warung kopi tempat kejadian penembakan dan Bakri penduduk setempat saat ditanya Mandailing Online serta media lainnya, Kamis (16/2/2017) menyatakan berada di warung itu ketika kejadian penembakan terjadi.

Keduanya menyatakan suara tembakan itu terdengar keras, sekeras suara ledakan mancis gas yang meledak.

Hasbi Nasutioan warga Desa Hutanamale selaku saksi korban juga menyatakan bahwa suara tembakan dari senjata itu terdengar keras sehingga dia terloncat.

Sementara itu, Gong Matua Nasution dalam keterangannya yang dilansir media Sindo Trijaya Mandailing Natal edisi Senin 20 Pebruari 2017 menyatakan bahwa senjata yang digunakannya bukan senjata melainkan mancis berbentuk pistol.

Di media Sindo Trijaya Mandailing Natal itu Gong Matua menyatakan bahwa dia tidak mengarahkan mancis pistol itu ke arah Hasbi. Dia hanya menyalakan rokok dengan mancis pistol itu dan meletakkannya di atas meja.

Sindo “Minggu (19/2), dalam keterangan yang saya berikan kepada kepolisian, semua tudingan yang diarahkan kepada saya itu tidak benar. Pistol yang dikatakan si pelapor itu adalah mancis " bunyi pernyataan Gong Matua Nasution sebagaimana dikutip Sindo Trijaya. 

Pernyataan Gong Matua ini berbeda dengan saksi mata dan saksi korban yang menyatakan bahwa justru Gong Matua menembakkan senjata ke antara kedua paha Hasbi yang saat sedang berdiri di dekat pintu warung.

Jarak antara tempat Gong Matua duduk dengan lokasi berdiri Hasbi hanya sekitar 1,5 meter ketika senjata ditembakkan ke arah Hasbi. Saat itu Hasbi berada di dekat pintu warung saat hendak beranjak keluar dari warung kopi itu.

Sedangkan tempat duduk Bakri berada di bangku panjang sekitar 2,5 meter dari bangku tempat Gong Matua duduk. Sementara Adi saat itu sedang memasak mie instan, sekitar 4 meter dari tempat duduk Gong Matua.

Kedua saksi itu menyatakan, saat itu, Gong Matua meletakkan benda menyerupai pistol ke atas meja dengan hentakan keras. Hasbi yang hendak beranjak dari warung bertanya kepada Gong, “Mancis dei sanga pistol?” (mancis kah itu atau pistol?).

Lalu Gong Matua menjawab “mancis dope temu” sambil menembakkan benda menyerupai pistol itu ke arah Hasbi.    

Adi dan Bakri berkeyakinan sama bahwa pistol yang digunakan Gong Matua itu bukan mancis pistol. Sebab menurut keduanya, suara mancis hanya terdengar bunyi “tek” pada gesekan magnit di dalam ornamen mancis sebagai pemicu agar gas mancis menyala.

Tetapi, menurut keduanya, suara yang keluar bukan suara “tek” melainkan suara “paakk” seperti suara mancis yang meledak. Apalagi, di saat peristiwa itu suara televisi di warung itu masih dikalahkan oleh suara dari pistol yang ditembakkan Gong Matua.

Sejauh ini, tak diketahui apa penyebab peristwa itu, sebab Hasbi sendiri menyatakan bahwa dia dan Gong tidak memiliki permasalahan pribadi. Bahkan Hasbi dan Gong masih memiliki hubungan kekerabatan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Hendro Sutarno kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/2) menyatakan telah menyita barang bukti.

"Kita sudah menyita yang diduga senjata tersebut, namun kenyataannya itu hanya mancis, walaupun begitu mancis tersebut sudah kita amankan sebagai bukti,” ujarnya.

 

Peliput : Dahlan Batubara/Maradotang Pulungan/Agussalim Hasibuan/Dedi Hasibuan

Sumber tambahan : Sindo Trijaya

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Bupati Madina Kemungkinan Disidangkan di Medan

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA – Tiga tersangka kasus suap terkait proyek pembangunan di Mandailing Natal (Madina) yang bersumber dari Bantuan Dana Bawahan (BDB) Provinsi Sumatera Utara, kemungkinan besar nantinya akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan. Demikian dikemukakan Juru Bicara KPK, Johan Budi, kepada JPNN di Jakarta, Selasa (21/5). Menurutnya, kemungkinan tersebut sangat terbuka, mengingat di […]

  • Direksi Telkomsel Segera Diganti

    Direksi Telkomsel Segera Diganti

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA: Sebanyak lima nama bersaing menduduki jabatan Direktur Utama PT Telkomsel pada perombakan susunan direksi perusahaan yang akan diumumkan pekan ini. “Ke-lima kandidat berasal dari internal Telkomsel maupun dari TelkomGrup,” kata seorang sumber di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 20 September 2011. Perombakan susunan direksi Telkomsel bagian dari reorganisasi perusahaan yang memutuskan penambahan jumlah direksi dari […]

  • Taktik Kotor Tutupi Kesalahan, Kades Jambur Baru Batangnatal Suruh Warga Tandatangan Persetujuan Perusakan Aset Daerah

    Taktik Kotor Tutupi Kesalahan, Kades Jambur Baru Batangnatal Suruh Warga Tandatangan Persetujuan Perusakan Aset Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal|| Mandailing Online- Kepala Desa Jambur Baru, Riswan Haedy, diduga melakukan taktik kotor untuk menutupi kesalahannya. Setelah merusak aset daerah, ia kini mengutus orang-orangnya untuk mendatangi rumah-rumah warga dan membuat surat pernyataan bahwa masyarakat setuju dengan perbuatannya. Sebagian masyarakat sudah menandatangani karena terpaksa. “Warga dibujuk dan ditekan untuk menandatangani surat itu. Mereka menggunakan orang-orang PKK […]

  • Garda Bangsa Deklarasi “Perang Transparansi”, Tagih Pemkab Madina Buka Data APBD 2025

    Garda Bangsa Deklarasi “Perang Transparansi”, Tagih Pemkab Madina Buka Data APBD 2025

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Garda Bangsa Mandailing Natal resmi menyatakan “Perang Transparansi” ke Pemkab Madina. Pemicunya portal resmi Pemkab kosong melompong soal realisasi APBD 2025 dan capaian 1 tahun pemerintahan. “Perang yang kami maksud adalah perang data, perang argumen, dan perang akuntabilitas di ruang publik. Bukan kekerasan, bukan fitnah,” tegas Ketua Plt Bidang Advokasi Garda Bangsa Madina, […]

  • Konflik Internal DPRD Madina  Sebaiknya Tempuh Jalur Hukum

    Konflik Internal DPRD Madina Sebaiknya Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Gerakan Kelompok 18 DPRD Madina diharapkan tidak terperangkap pada bentuk gerakan provokatif yang dikhawatirkan dapat mengganggu perjalanan agenda-agenda pembangunan daerah. Kita menghimbau agar Kelompok 18 bisa merubah pola gerakan ke arah yang lebih bijaksana agar tidak menggangu agenda pembangunan daerah. Di sisi lain, Ketua DPRD Madina selaku pimpinan tertinggi diharap juga untuk lebih sinergis mendorong […]

  • Naskah Deklarasi “Batang Pungkut Green Conservation”

    Naskah Deklarasi “Batang Pungkut Green Conservation”

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bismillahirrahmanirrahim Sesungguhnya kami menyadari bahwa lingkungan hidup adalah warisan yang paling berharga untuk generasi yang akan datang, oleh karena itu kami berkomitmen untuk menjaganya. Kami menyadari bahwa dampak negatif pertambangan lebih besar dari pada dampak positifnya terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, oleh karena itu kami menolak pertambangan khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Kami menghormati […]

expand_less