Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Kasus Pejabat Keuangan Pemkab Madina Tembak Warga, Saksi Mata : Suara Tembakan Terdengar Keras

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 21 Feb 2017
  • print Cetak

Warung kopi milik Adi di Desa Hutanamale, lokasi peristiwa

LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jenis senjata dalam kasus penembakan terhadap warga Desa Hutanamale oleh pejabat Dinas Keuangan Pemkab Madina, Gong Matua Nasution berdeda dengan pengakuan saksi mata dan saksi korban.

Sejumlah saksi mata yang dijumpai Mandailing Online di Desa Hunamale, Kamis (16/2/2017) lalu menyebutkan bahwa suara tembakan itu terdengar keras, kekuatan suara ledakan sama kerasnya dengan suara mancis yang meledak. Hanya saja mereka tak mengatahui apakah jenis pistol api atau jenis softgun, karena mereka awam tentang itu.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari (12/2/2017) di satu warung kopi di desa yang terletak di Kecamatan Lembah Sorik Marapi kabupaten Mandailing Natal.

Adi, pemilik warung kopi tempat kejadian penembakan dan Bakri penduduk setempat saat ditanya Mandailing Online serta media lainnya, Kamis (16/2/2017) menyatakan berada di warung itu ketika kejadian penembakan terjadi.

Keduanya menyatakan suara tembakan itu terdengar keras, sekeras suara ledakan mancis gas yang meledak.

Hasbi Nasutioan warga Desa Hutanamale selaku saksi korban juga menyatakan bahwa suara tembakan dari senjata itu terdengar keras sehingga dia terloncat.

Sementara itu, Gong Matua Nasution dalam keterangannya yang dilansir media Sindo Trijaya Mandailing Natal edisi Senin 20 Pebruari 2017 menyatakan bahwa senjata yang digunakannya bukan senjata melainkan mancis berbentuk pistol.

Di media Sindo Trijaya Mandailing Natal itu Gong Matua menyatakan bahwa dia tidak mengarahkan mancis pistol itu ke arah Hasbi. Dia hanya menyalakan rokok dengan mancis pistol itu dan meletakkannya di atas meja.

Sindo “Minggu (19/2), dalam keterangan yang saya berikan kepada kepolisian, semua tudingan yang diarahkan kepada saya itu tidak benar. Pistol yang dikatakan si pelapor itu adalah mancis " bunyi pernyataan Gong Matua Nasution sebagaimana dikutip Sindo Trijaya. 

Pernyataan Gong Matua ini berbeda dengan saksi mata dan saksi korban yang menyatakan bahwa justru Gong Matua menembakkan senjata ke antara kedua paha Hasbi yang saat sedang berdiri di dekat pintu warung.

Jarak antara tempat Gong Matua duduk dengan lokasi berdiri Hasbi hanya sekitar 1,5 meter ketika senjata ditembakkan ke arah Hasbi. Saat itu Hasbi berada di dekat pintu warung saat hendak beranjak keluar dari warung kopi itu.

Sedangkan tempat duduk Bakri berada di bangku panjang sekitar 2,5 meter dari bangku tempat Gong Matua duduk. Sementara Adi saat itu sedang memasak mie instan, sekitar 4 meter dari tempat duduk Gong Matua.

Kedua saksi itu menyatakan, saat itu, Gong Matua meletakkan benda menyerupai pistol ke atas meja dengan hentakan keras. Hasbi yang hendak beranjak dari warung bertanya kepada Gong, “Mancis dei sanga pistol?” (mancis kah itu atau pistol?).

Lalu Gong Matua menjawab “mancis dope temu” sambil menembakkan benda menyerupai pistol itu ke arah Hasbi.    

Adi dan Bakri berkeyakinan sama bahwa pistol yang digunakan Gong Matua itu bukan mancis pistol. Sebab menurut keduanya, suara mancis hanya terdengar bunyi “tek” pada gesekan magnit di dalam ornamen mancis sebagai pemicu agar gas mancis menyala.

Tetapi, menurut keduanya, suara yang keluar bukan suara “tek” melainkan suara “paakk” seperti suara mancis yang meledak. Apalagi, di saat peristiwa itu suara televisi di warung itu masih dikalahkan oleh suara dari pistol yang ditembakkan Gong Matua.

Sejauh ini, tak diketahui apa penyebab peristwa itu, sebab Hasbi sendiri menyatakan bahwa dia dan Gong tidak memiliki permasalahan pribadi. Bahkan Hasbi dan Gong masih memiliki hubungan kekerabatan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Hendro Sutarno kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/2) menyatakan telah menyita barang bukti.

"Kita sudah menyita yang diduga senjata tersebut, namun kenyataannya itu hanya mancis, walaupun begitu mancis tersebut sudah kita amankan sebagai bukti,” ujarnya.

 

Peliput : Dahlan Batubara/Maradotang Pulungan/Agussalim Hasibuan/Dedi Hasibuan

Sumber tambahan : Sindo Trijaya

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun Jalan, Tapsel & Psp Dijatah Rp65 M

    Bangun Jalan, Tapsel & Psp Dijatah Rp65 M

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    SIDIMPUAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengalokasikan dana sebesar Rp1,1 triliun untuk pembangunan sarana jalan di seluruh Sumut. Untuk Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan mendapat jatah Rp65,57 miliar. “Dana APBD 2014 PU dialokasi Rp1,1 triliun khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan. Di antaranya Rp65,57 miliar untuk Tapsel dan Psp,” kata Gubernur Sumatera Utara Gatot […]

  • Pembobol BRI Padangsidimpuan Ditangkap

    Pembobol BRI Padangsidimpuan Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PadangSidimpuan, (MO)-Kepolisian Resor (Polres) Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut) menangkap pelaku utama pembobol brankas Bank BRI Rp 970 juta. Turut diamankan lima tersangka lain yang menikmati uang tersebut. Keterangan yang diberikan Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Andi Syahriful Taufik kepada wartawan, Rabu (1/8) menyebutkan, penangkapan itu bermula dari pengembangan kasus sebelumnya. “Ini pengembangan penyelidikan setelah satu tersangka pelaku […]

  • Hak Peten Kopi Mandailing Menunggu Masa Sanggah

    Hak Peten Kopi Mandailing Menunggu Masa Sanggah

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tak lama lagi pemerintah Indonesia akan menerbitkan hak paten bagi komoditi Kopi Mandailing. Hak paten ini diberikan hanya kepada kopi varietas Arabika saja, tidak termasuk untuk varietas Robusta. Sehingga kelak yang tersebit di hak paten itu bernama Kopi Arabika Mandailing. Penerbitan hak paten ini mengacu pada hak indikasi georafis dari […]

  • Harkitnas 2022: Ajakan Bangkit dari Pandemi

    Harkitnas 2022: Ajakan Bangkit dari Pandemi

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2022 yang mengusung tema “Ayo Bangkit Bersama” merupakan ajakan untuk bersama-sama bangkit dari pandemi Covid-19. “Ayo Bangkit Bersama menjadi tema peringatan hari kebangkitan nasional sebagai bentuk seruan agar kita bisa bangkit bersama dari pandemi Covid-19 yang sudah melanda 2 tahun terakhir,” kata Bupati Mandailing Natal […]

  • Minyak Tanah Langka di Panyabungan Timur

    Minyak Tanah Langka di Panyabungan Timur

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Masyarakat di Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini banyak yang terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk keperluan masak memasak akibat minyak tanah yang masih langka. Sementara, program konversi gas elpiji 3 kg di daerah ini belum berjalan. “Minyak tanah hingga kini masih langka di Panyabungan, warga pun kini banyak yang kembali menggunakan […]

  • Dana PSKS Se-Tabagsel Cair Hari Ini

    Dana PSKS Se-Tabagsel Cair Hari Ini

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

     P Sidimpuan – Mulai hari ini, Senin (24/11), sebanyak 82.359 Rumah Tangga Sasaran (RTS) untuk wilayah Tabagsel (Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapsel, Palas, Paluta dan Madina), sudah bisa mencairkan dana kompensasi pasca kenaikan harga BBM yang disebut Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos setempat. Kepala Kantor Pos Besar Kota Padangsidimpuan Rachmady Sirait didampingi Ketua […]

expand_less