Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,
PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang akan melaksanakan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta melaksanakan sosialisasi secara terbuka terhadap masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution kepada Tim Sosialisasi Pembangunan Sorik Marapi Geothermal saat pelaksanaan sosialisasi geothermal oleh PT SMGP terhadap masyarakat Sibanggor Julu di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Jumat (25/03/2011).

Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Hukum ini mengaku sangat kecewa dengan pelaksanaan sosialisasi sebelumnya, dimana pada saat itu berdasarkan informasi dari masyarakat peserta sosialisasi dibatasi oleh oknum Camat dengan cara mengundang beberapa orang saja dari setiap desa.

“Pelaksanaan sosialisasi seperti itu tentunya sangat tidak efektif dan terkesan ada yang ditutup-tutupi. Kita sangat mengapresiasi sosialisasi yang dilaksanakan hari ini, dimana pesertanya bebas datang siapa saja tanpa ada pembatasan, sosialisasi seperti ini kita harapkan terus dilanjutkan ke setiap desa yang bersentuhan langsung dengan proyek geothermal yang akan dibangun,” ujar Agussalam.

Agussalam juga meminta supaya dalam materi sosialisasi yang disampaikan jangan hanya yang baik-baiknya saja, dampak negatif dari kehadiran geothermal itu juga harus disampaikan kepada masyarakat.

“Saya melihat bahwa dalam sosialisasi ini pihak SMGP hanya menyampaikan hal-hal yang tidak begitu urgen dan kurang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seyogianya materi yang disampaikan itu adalah hal-hal yang menyangkut dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat dan alam sekitar, seperti bagaimana dampak lingkungannya, dampak sosial dan ekonominya, bagaimana nantinya proses ganti rugi lahan, rekrutmen ketengakerjaan, dampak ekologinya dan dampak-dampak lain yang ditimbulkan oleh geothermal tersebut,” ujarnya.

Ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Karena masyarakat masih awam, jadi harus dijelaskan kepada mereka oleh pihak SMGP. Agussalam melihat penyampaian mengenai materi dampak ekologi dan lingkunagn ini terkesan dihindari oleh tim sosialisator, padahal nanti yang akan merasakan dampak dari semua ini adalah masyarakat yang bermukim di sekitar proyek geothermal.

Agussalam yang pernah menjadi penyuluh lingkungan pada Yayasan Hayati Indonesia (YHI) ini juga meminta supaya pihak SMGP jangan hanya beralasan bahwa kajian Amdal mengenai Geothermal Sorik Marapi ini belum usai.

“Ini tahapan sosialisai, dampak negatif dari geothermal pada tahap sosialisai ini juga harus disampaikan,” tegas Agussalam. (BS-028)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Kedua PTMT di Panyabungan Sukses

    Hari Kedua PTMT di Panyabungan Sukses

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hari kedua Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SD dan SMP wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tetap lancar. Pantauan di SD Negeri 401 Panyabungan, Kamis (2/9/2021) tidak ditemukan adanya kejanggalan, semua berjalan lancar sesuai dengan prokes (protokol kesehatan) anjuran pemerintah. Di sekolah tersebut proses pembelajaran berjalan lancar, meski beberapa orang tua […]

  • Ditemukan Lagi Ladang Ganja

    Ditemukan Lagi Ladang Ganja

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madina untuk ke sekian kalinya berhasil memusnahkan ladang ganja. Kemarin, sekitar 600 batang ganja siap panen dari ladang seluas dua hektare di gunung Desa Huta Tinggi, Panyabungan Timur, yang dimusnahkan. Selain itu, pihaknya juga mengamankan ganja kering siap edar sebanyak 100 kilogram. Hujan yang mengguyur Rabu (14/9) dini hari, tidak menyurutkan langkah 150 personel gabungan […]

  • Warga Yang Hanyut di Aek Sinakakok Batang Natal Ditemukan Meninggal Dunia

    Warga Yang Hanyut di Aek Sinakakok Batang Natal Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online ): Rahuddin Harahap lansia diperkirakan 73 hingga 80 tahun yang merupakan Warga Desa Aek Garingging Kecamatan Linggabayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hanyut Kamis (7/3/24) malam sekira pukul 22.00 wib ditemukan meninggal dunia. Korban meninggal akibat terbawa luapan aek Sinakakok yang bermuara ke sungai batang natal ditemukan pukul 09.00 Wib Jum’at […]

  • CPNS tak Lulus Lapor Kapoldasu

    CPNS tak Lulus Lapor Kapoldasu

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rahudman: Silakan Tempuh Jalur Hukum MEDAN- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, tetap konsisten terhadap niatnya untuk mengungkap adanya indikasi permainan penerimaan CPNS Pemko Medan. Kekonsistenan LBH Medan itu kembali ditunjukan dengan mengajukan surat permohonan kepada Kapoldasu, Jumat (7/1), dengan nomor 012/LBH/S/I/2011 dengan hal mohon untuk diamankan lembar jawaban komputer (LJK) peserta ujian seleksi penerimaan CPNSD […]

  • Meski Harga Naik, Pasar Beras Murah di Panyabungan Tetap Diserbu Pembeli

    Meski Harga Naik, Pasar Beras Murah di Panyabungan Tetap Diserbu Pembeli

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Untuk membantu masyarakat ditengah tengah naiknya harga beras premium, Dinas Ketahanan Pangan Mandailing Natal ( Madina ) kembali gelar pasar beras murah. Kamis 21/9/2023. Meski harga naik, namun pasar beras ini tetap diserbu pembelu. Pasar lama panyabungan tempat dimana pasar murah berlangsung sejak pukul 7.30 wib pagi, sudah di padati warga […]

  • Merdekakan Hati

    Merdekakan Hati

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ada sebuah pepatah Arab yang sarat motivasi, “Tidak ada yang paling berharga dalam hidup ini selain kemerdekaan.” Kemerdekaan memang sangat mahal dan bernilai karena untuk meraihnya dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan, baik harta maupun nyawa. Musuh abadi kemerdekaan adalah penjajahan, baik itu penjajahan fisik, mental, kedaulatan negara, maupun hati. Penjajahan hati oleh hawa nafsu dan […]

expand_less