Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Titik Api Kebakaran Hutan di Madina Berkurang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan. Titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berkurang drastis akibat daerah itu diguyur hujan sejak Minggu (24/10) malam hingga Senin (25/10) dini hari.
Sebelumnya, dalam beberapa minggu terakhir, pembukaan lahan dengan cara membakar marak di daerah ini menimbulkan belasan titik api, namun pada Senin jauh berkurang.

Hujan deras pada Minggu malam hingga Senin dini hari diperkirakan cukup efektif memadamkan belasan titik api pembakaran lahan yang terjadi di kabupaten tersebut. Sebelumnya, udah hampir tiga minggu hujan tidak turun di Madina dan cuaca sangat panas. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk membakar hutan atau lahan untuk perluasan lahan perkebunan.

Meski melanggar karena berdampak pada kabut asap, cara ini tetap dilakukan masyarakat karena dianggap lebih efisien dan murah.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal, sudah jauh-jauh hari memberi peringatan kepada masyarakat baik melalui pengumuman atau lisan namun tidak diindahkan.

Bahkan saat ini pembukaan lahan baru dengan cara membakar tidak saja terjadi dikawasan hutan produksi, namun sudah mulai merambah kawasan hutan lindung.

Kepala Bidang Bina Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Mandailing Natal, Amirullah, mengakui pembakaran lahan dan hutan marak di daerah ini namun akibat minimnya tenaga dinas kehutanan tidak bisa mengawasi seluruh hutan di Mandailing Natal.

“Kita sudah jauh-jauh hari memberi sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar dan kawasan hutan supaya tidak melakukan pembakaran baik melalui camat maupun kepala desa namun sejauh ini tidak berhasil,” ucapnya.

“Untuk pengawasan langsung kita tidak bisa karena untuk mengawasi hutan seluas 500 ribu hektar ini tenaga polisi kehutanannya hanya tujuh orang. Sarana penunjang seperti kenderaan bermotor juga tidak tersedia,” tuturnya lagi.

Pihaknya juga tidak bisa menindak tegas para warga yang membangkang karena tidak memiliki penyidik pegawai negeri sipil.

Selama ini pembukaan lahan dengan cara membakar sering terjadi di Mandailing Natal, namun tidak pernah ditindak tegas. Selain alasan keterbatasan personil juga karena masalah sosial masyarakat. ( ant)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS

    Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEKANBARU  – Pada 5 Februari 2014, Panitia Pusat akan mengumumkan kelulusan hasil seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori dua (K2). Namun, sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Riau belum menentukan sikap untuk tenaga honorer K2 yang nantinya tidak lulus alias gagal menjadi CPNS. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Surya Maulana kepada Riau […]

  • Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

    Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK – Satu persatu budidaya dan home industri hasil karya putra-putri Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menemukan pangsa pasar di luar negeri. Setelah kain songket, kini giliran kopi “ateng” asal Kecamatan Sipirok diminati Malaysia dan Singapura. Salah seorang petani kopi asal Desa Sigiring-giring Dolok, Kecamatan Sipirok, Chaidir Hasibuan, mengatakan kopi itu sangat disukai, karena […]

  • Negara, Judi Online, dan Kolonialisasi Kesadaran

    Negara, Judi Online, dan Kolonialisasi Kesadaran

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ketika yang Dipertaruhkan Bukan Lagi Uang, Tetapi Manusia Itu Sendiri Di permukaan, judi online tampak seperti sekadar kriminalitas digital: situs ilegal, transaksi gelap, promosi vulgar, dan ledakan korban ekonomi rumah tangga. Negara pun terlihat sibuk. Situs diblokir. Rekening dibekukan. Konferensi pers digelar hampir setiap pekan. Tetapi semakin dalam fenomena […]

  • LARAS Sumut Bakal Gelar Seminar

    LARAS Sumut Bakal Gelar Seminar

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Bahaya Narkoba MADINA-METRO; Laskar Anak Bangsa (Laras) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar seminar tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba, di Mandailing Natal (Madina), pada 22-27 Oktober mendatang, di Pondok Pesantren (Pontren) Subulussalam, Kotanopan. Ketua LARAS Sumut, M Suhery Lubis SF Fil, didampingi Sekretaris, Nopri Diansyah saat kunjungannya ke Panyabungan, mengatakan, sasaran seminar tersebut adalah […]

  • Untuk Industri Tapioka, Nagajuang Siapkan 14 Ha Lahan Ubi Kayu

    Untuk Industri Tapioka, Nagajuang Siapkan 14 Ha Lahan Ubi Kayu

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NAGAJUANG (Mandailing Online) – Kecamatan Nagajuang diproyeksikan menyiapkan 14 hektar lahan budidaya ubi kayu untuk kebutuhan bahan baku industri tepung tapioka di Mandailing Natal (Madina). Dari 14 hektar itu, seluas 7 hektar diproyeksikan akan disediakan semua pemerintah desa yang ada di kecamatan itu. Sedangkan 7 hektar lainnya akan disediakan pihak pemerintah Kecamatan Nagajuang dengan […]

  • Pemkab Madina Pawai Obor Sambut 1 Muharram 

    Pemkab Madina Pawai Obor Sambut 1 Muharram 

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1447 Hijriah dengan menyelenggarakan pawai obor dari Masjid Hj Zuliyani Lubis, Aek Lapan sampai ke pusat Kota Panyabungan. Pawai yang berlangsung pada Kamis malam, 26 Juni 2025, ini dipimpin oleh Pj. Skeretaris Daerah Drs. M. Sahnan Pasaribu dengan mengusung […]

expand_less