Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Titik Api Kebakaran Hutan di Madina Berkurang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan. Titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berkurang drastis akibat daerah itu diguyur hujan sejak Minggu (24/10) malam hingga Senin (25/10) dini hari.
Sebelumnya, dalam beberapa minggu terakhir, pembukaan lahan dengan cara membakar marak di daerah ini menimbulkan belasan titik api, namun pada Senin jauh berkurang.

Hujan deras pada Minggu malam hingga Senin dini hari diperkirakan cukup efektif memadamkan belasan titik api pembakaran lahan yang terjadi di kabupaten tersebut. Sebelumnya, udah hampir tiga minggu hujan tidak turun di Madina dan cuaca sangat panas. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk membakar hutan atau lahan untuk perluasan lahan perkebunan.

Meski melanggar karena berdampak pada kabut asap, cara ini tetap dilakukan masyarakat karena dianggap lebih efisien dan murah.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal, sudah jauh-jauh hari memberi peringatan kepada masyarakat baik melalui pengumuman atau lisan namun tidak diindahkan.

Bahkan saat ini pembukaan lahan baru dengan cara membakar tidak saja terjadi dikawasan hutan produksi, namun sudah mulai merambah kawasan hutan lindung.

Kepala Bidang Bina Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Mandailing Natal, Amirullah, mengakui pembakaran lahan dan hutan marak di daerah ini namun akibat minimnya tenaga dinas kehutanan tidak bisa mengawasi seluruh hutan di Mandailing Natal.

“Kita sudah jauh-jauh hari memberi sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar dan kawasan hutan supaya tidak melakukan pembakaran baik melalui camat maupun kepala desa namun sejauh ini tidak berhasil,” ucapnya.

“Untuk pengawasan langsung kita tidak bisa karena untuk mengawasi hutan seluas 500 ribu hektar ini tenaga polisi kehutanannya hanya tujuh orang. Sarana penunjang seperti kenderaan bermotor juga tidak tersedia,” tuturnya lagi.

Pihaknya juga tidak bisa menindak tegas para warga yang membangkang karena tidak memiliki penyidik pegawai negeri sipil.

Selama ini pembukaan lahan dengan cara membakar sering terjadi di Mandailing Natal, namun tidak pernah ditindak tegas. Selain alasan keterbatasan personil juga karena masalah sosial masyarakat. ( ant)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelabuhan Laut Di Madina Mulai Dibangun

    Pelabuhan Laut Di Madina Mulai Dibangun

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akan Menguras Biaya 183 M Panyabungan (MO) – Pelabuhan laut di Mandailing Natal mulai dibangun tahun ini. Bernama Pelabuhan Palimbungan, berlokasi di Kecamatan Batahan. Depertemen Perhubungan RI sudah menyiapkan anggaran Rp. 138 Milyar secara multi years, dari tahun anggaran 2012 hingga 2016. Pelabuhan ini ditarget mulai beroperasi di 2017. Dana pembangunan bersumebr dari APBN, sementara […]

  • Desa Aek Nabara Panyabungan Timur jadi DPT Terkecil, Sipolu Polu Terbesar di Pilkada Madina

    Desa Aek Nabara Panyabungan Timur jadi DPT Terkecil, Sipolu Polu Terbesar di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari data Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Desa Aek Nabara di Kecamatan Panyabungan Timur menjadi desa paling sedikit daftar pemilih tetap ( DPT ) pada Pilkada tahun 2024 ini. Tercatat hanya 39 pemilih saja. Sementara untuk Kelurahan, daftar pemilih terbanyak ada di Kelurahan Sipolu […]

  • Pergantian Kepsek MAN Kase Raorao Salah Fatal

    Pergantian Kepsek MAN Kase Raorao Salah Fatal

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Pemerhati Pendidikan Batang Natal, Marahalim Nasution menilai keputusan Kanwil Kemenag Sumut mengganti kepala sekolah MAN Kase Raorao merupakan kesalahan fatal. Itu dikatakan Marahalim, Kamis (30/6/2016) terkait penempatan kepala sekolah yang baru di MAN Kase Raorao, Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal menggantikan H. Irfansyah, SPd, MA. “Saya katakan bahwa keputusan Kanwil […]

  • Rakornas Produk Hukum Daerah Dihadiri Bupati Madina

    Rakornas Produk Hukum Daerah Dihadiri Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KENDARI (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Seluruh kepal daerah turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari, 26-28 Agustus 2025, Bupati Saipullah hadir bersama Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Sekretaris Dewan Afrizal Nasution, […]

  • Rp.448.034.000 Anggaran Baju Dinas Untuk Anggota DPRD Madina Terpilih

    Rp.448.034.000 Anggaran Baju Dinas Untuk Anggota DPRD Madina Terpilih

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Sekretariat DPRD Madina mengajukan anggaran baju dinas Rp.448.034.000 bagi 40 anggota DPRD Madina terpilih periode 2024 – 2029. Hal itu dibenarkan Sekretaris DPRD Madina Afrizal Nasution pada Mandailing Online Rabu 18/7. “Ya benar anggaran baju dinas 40 anggota DPRD Madina terpilih sudah disediakan, namun belum terealisasi, ” Kata Rizal. Sejauh ini jelasnya, usulan […]

  • Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Secara empiris semua perusahaan tambang pasti akan merusak lingkungan, terutama tambang emas, batubara dan timah, karena bahan tambangnya ada di perut bumi yang harus dibor atau digali baik secara manual maupun secara modern. “ kibatnya kontruksi tanah pegunungan dan lingkungan hidup lainnya akan rusak baik hutan, batuan dan sumber daya alam hayati, flora dan […]

expand_less