Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Titik Api Kebakaran Hutan di Madina Berkurang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan. Titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berkurang drastis akibat daerah itu diguyur hujan sejak Minggu (24/10) malam hingga Senin (25/10) dini hari.
Sebelumnya, dalam beberapa minggu terakhir, pembukaan lahan dengan cara membakar marak di daerah ini menimbulkan belasan titik api, namun pada Senin jauh berkurang.

Hujan deras pada Minggu malam hingga Senin dini hari diperkirakan cukup efektif memadamkan belasan titik api pembakaran lahan yang terjadi di kabupaten tersebut. Sebelumnya, udah hampir tiga minggu hujan tidak turun di Madina dan cuaca sangat panas. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk membakar hutan atau lahan untuk perluasan lahan perkebunan.

Meski melanggar karena berdampak pada kabut asap, cara ini tetap dilakukan masyarakat karena dianggap lebih efisien dan murah.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal, sudah jauh-jauh hari memberi peringatan kepada masyarakat baik melalui pengumuman atau lisan namun tidak diindahkan.

Bahkan saat ini pembukaan lahan baru dengan cara membakar tidak saja terjadi dikawasan hutan produksi, namun sudah mulai merambah kawasan hutan lindung.

Kepala Bidang Bina Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Mandailing Natal, Amirullah, mengakui pembakaran lahan dan hutan marak di daerah ini namun akibat minimnya tenaga dinas kehutanan tidak bisa mengawasi seluruh hutan di Mandailing Natal.

“Kita sudah jauh-jauh hari memberi sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar dan kawasan hutan supaya tidak melakukan pembakaran baik melalui camat maupun kepala desa namun sejauh ini tidak berhasil,” ucapnya.

“Untuk pengawasan langsung kita tidak bisa karena untuk mengawasi hutan seluas 500 ribu hektar ini tenaga polisi kehutanannya hanya tujuh orang. Sarana penunjang seperti kenderaan bermotor juga tidak tersedia,” tuturnya lagi.

Pihaknya juga tidak bisa menindak tegas para warga yang membangkang karena tidak memiliki penyidik pegawai negeri sipil.

Selama ini pembukaan lahan dengan cara membakar sering terjadi di Mandailing Natal, namun tidak pernah ditindak tegas. Selain alasan keterbatasan personil juga karena masalah sosial masyarakat. ( ant)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Takut Lagi ke Polisi, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi

    Tak Takut Lagi ke Polisi, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN – (Mandailing Online) – senin malam (05/05) redaksi Mandailing Online dapat kiriman photo aktivitas tambang emas ilegal di desa jambur tarutung, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal ( Madina ). Aktifitas tambang emas menggunakan alat berat jenis excavator itu kembali meraung raung dikeheningan malam seolah dibiarkan aparat kepolisian dan kantir koramil setempat. Padahal jarak aktifitas […]

  • Harimau Sumatera Ditangkap di Palas

    Harimau Sumatera Ditangkap di Palas

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SOSOPAN (Mandailing Online) – Setelah lama meresahkan warga, akhirnya seekor harimau sumatera tertangkap di Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara. Pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama prajurit TNI dari Koramil 07/Sosopan Kodim 0212/TS dibantu warga berhasil menangkap harimau itu hiduphidup, Selasa (16/7/2019). Harimau jantan itu tertangkap dengan perangkap yang dipasang di […]

  • Bupati Ditagih Mendirikan Remeling

    Bupati Ditagih Mendirikan Remeling

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Janji Hidayat Batubara mendirikan cram rubber atau remeling pengolahan karet, mulai menuai tagihan. Organisasi LIRa mendesak Hidayat Batubara yang kini telah menjadi bupati Madina merealisasikan remeling itu. “Hidayat Batubara telah menjadi bupati, kini saatnya kita mendesak agar remeling didirikan. Saat pilkada dulu, dia berjanji mendirikan remeling sebagai salah satu issu kampanye,” sebut […]

  • Demi Rasa Keadilan, Bupati Madina Disarankan Surati Mendikbudristek Untuk Batalkan Hasil Ujian SKTT PPPK Madina

    Demi Rasa Keadilan, Bupati Madina Disarankan Surati Mendikbudristek Untuk Batalkan Hasil Ujian SKTT PPPK Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN -( Mandailing Online ): Gelombang protes atas pengumuman hasil seleksi PPPK ( Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ) di Kabupaten Mandailing Natal bermunculan dari peserta yang menganggap dirinya terzolimi. Paranpelamar PPPK itu menganggap, hasil pengumuman janggal, mulai dari diumumkan saat menjelang libur natal diduga untuk menghindari gelombang protes sampai pada peserta menganggap pengurangan nilai […]

  • 39 Anggota Polres Tebingtinggi Naik Pangkat

    39 Anggota Polres Tebingtinggi Naik Pangkat

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tebingtinggi. Sebanyak 39 anggota Polresta Tebingtinggi naik pangkat, masing-masing tiga orang menjadi perwira dan 36 selebihnya dari pangkat Brigadir, Sabtu (31/12). Pengambilan sumpah tugas dilakukan langsung oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi SIK didampingi oleh Waka Polres Tebingtinggi Kompol Safwan Khayat MHum, di Halaman Mapolres Tebingtinggi. Tiga personel perwira yang naik pangkat adalah Iptu […]

  • Ranto Panjang Minta Rambin Diganti Jembatan

    Ranto Panjang Minta Rambin Diganti Jembatan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    Manisak (Mandailing Online) – Warga Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta rambin yang ada di desa ditu diganti dengan jembatan besi. Kondisi jembatan rambin yang menghungkan Desa Ranto Panjang dengan dengan Desa Tandike dan Desa Sampuran ini sangat rawan terjadi kecelakaan, karena sudah rapuh dan sering anak-anak sekolah yang melintas […]

expand_less