Kamis, 21 Mei 2026
light_mode

Titik Api Kebakaran Hutan di Madina Berkurang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan. Titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berkurang drastis akibat daerah itu diguyur hujan sejak Minggu (24/10) malam hingga Senin (25/10) dini hari.
Sebelumnya, dalam beberapa minggu terakhir, pembukaan lahan dengan cara membakar marak di daerah ini menimbulkan belasan titik api, namun pada Senin jauh berkurang.

Hujan deras pada Minggu malam hingga Senin dini hari diperkirakan cukup efektif memadamkan belasan titik api pembakaran lahan yang terjadi di kabupaten tersebut. Sebelumnya, udah hampir tiga minggu hujan tidak turun di Madina dan cuaca sangat panas. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk membakar hutan atau lahan untuk perluasan lahan perkebunan.

Meski melanggar karena berdampak pada kabut asap, cara ini tetap dilakukan masyarakat karena dianggap lebih efisien dan murah.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal, sudah jauh-jauh hari memberi peringatan kepada masyarakat baik melalui pengumuman atau lisan namun tidak diindahkan.

Bahkan saat ini pembukaan lahan baru dengan cara membakar tidak saja terjadi dikawasan hutan produksi, namun sudah mulai merambah kawasan hutan lindung.

Kepala Bidang Bina Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Mandailing Natal, Amirullah, mengakui pembakaran lahan dan hutan marak di daerah ini namun akibat minimnya tenaga dinas kehutanan tidak bisa mengawasi seluruh hutan di Mandailing Natal.

“Kita sudah jauh-jauh hari memberi sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar dan kawasan hutan supaya tidak melakukan pembakaran baik melalui camat maupun kepala desa namun sejauh ini tidak berhasil,” ucapnya.

“Untuk pengawasan langsung kita tidak bisa karena untuk mengawasi hutan seluas 500 ribu hektar ini tenaga polisi kehutanannya hanya tujuh orang. Sarana penunjang seperti kenderaan bermotor juga tidak tersedia,” tuturnya lagi.

Pihaknya juga tidak bisa menindak tegas para warga yang membangkang karena tidak memiliki penyidik pegawai negeri sipil.

Selama ini pembukaan lahan dengan cara membakar sering terjadi di Mandailing Natal, namun tidak pernah ditindak tegas. Selain alasan keterbatasan personil juga karena masalah sosial masyarakat. ( ant)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumur Bor Panas Bumi Sarulla Meledak

    Sumur Bor Panas Bumi Sarulla Meledak

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPUT – Uji coba sumur bor panas bumi Sol Sarulla Operations Ltd di Sil I Desa Silangkitang, Kecamatan Pahaejae, Taput berujung ledakan, Rabu (11/12) sekira pukul 10.00 WIB. Puluhan warga sekitar panik mendengar dentuman keras dan kepulan asap tebal, beberapa di antaranya sempat pingsan karena ketakutan. Informasi dihimpun dari lokasi, setelah ledakan yang mengguncang kawasan sekitar, […]

  • RAPBN 2016 Makin Liberal

    RAPBN 2016 Makin Liberal

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Target Pajak Digenjot, Beban Rakyat Ditambah) Presiden Jokowi telah menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2016 kepada DPR. RAPBN 2016 disusun berdasarkan asumsi makro: pertumbuhan 2016 5,5-6%; inflasi 4% plus-minus 1%; nilai tukar dolar AS Rp 13.000-13.400; suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 4-6%; angka pengangguran 5,2-5,5%; angka kemiskinan 9-10%; rasio gini 0,39 […]

  • Kesbanglinmas Bina Generasi Muda Anti Narkoba di Panyabungan Timur

    Kesbanglinmas Bina Generasi Muda Anti Narkoba di Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kantor Kesbanglinmas Mandailing Natal (Madina) melakukan sosialisasi pembinaan dan penguatan generasi muda anti narkoba di sejumlah desa Kecamatan Panyabungan Timur, dimuai sejak Rabu (10/12). Pihak Kesbanglinmas menyatakan sosialisasi ini akan dilakukan di beberapa desa seama 5 hari, mulai dari Kelurahan Gunung baringin, Desa Parmompang, Desa Tanjung, Desa Hutaimbaru dan Desa Padang […]

  • Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kondisi Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran Mandailing Online, Panyabungan. Kondisi di Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran di desa Gunungtua Jae Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Photo :EF/Emily Fynn.

  • Kejari Panyabungan Tahan Mantan Kadis Perindag Madina

    Kejari Panyabungan Tahan Mantan Kadis Perindag Madina

    • calendar_month Selasa, 22 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Kejaksaan Negeri Panyabungan menahan mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Drs H Yan Syahrial Nasution tersangka korupsi pengadaan minyak goreng yang bersumber dari dana APBN Tahun 2008 senilai kurang lebih Rp250 juta. “Setelah Polda Sumut melimpahkan kasus ini kepada kita, kita langsung melakukan penahanan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri […]

  • Kinerja Kabupaten/Kota di Sumut, Psp Peringkat 66, Tapsel 205

    Kinerja Kabupaten/Kota di Sumut, Psp Peringkat 66, Tapsel 205

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kinerja kabupaten/kota di wilayah Sumut mengecewakan. Untuk tingkat kabupaten misalnya, dari 344 kabupaten se-Indonesia, tidak satu pun kabupaten di Sumut yang masuk 10 besar. Terbaik di Sumut adalah Kabupaten Tapanuli Utara yang menduduki peringkat 48 dengan skor 2,5876. Menyusul kemudian Serdang Bedagai 63 (2,5639), Langkat 103 (2,4669), Samosir peringkat 107 (skor 2,4592), Deli Serdang […]

expand_less