Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Harga Komoditas Naik, Rakyat Makin Tercekik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh: Ummu Taqiyya
Aktivis Dakwah, Mompreneur

 

Kenaikan harga bahan pokok seakan sudah menjadi hal biasa, apalagi saat menjelang hari-hari besar ummat beragama. Harga komoditas pangan akan terus merangkak naik hingga Januari 2022.

Dwi Andreas menyatakan bahwa kenaikan harga komoditas seperti cabai, minyak goreng dan telur mengalami kenaikan dan telah melewati batas psikologis, tapi ini tidak perlu dikhawatirkan. (liputan6.com, 26/12/21)

Ketua Komisi 2 DRPD Tana Tidung, Jamhor juga menyoroti kenaikan bahan  pokok ini dan meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Tana Tidung untuk memantau harga di pasar sehingga bisa dapat diantisipasi.

Beliau juga mengatakan bahwa ada saja pengepul-pengepul yang nakal menjual sembako dengan harga tinggi. (kaltim.tribunnew.com, 10/12/21).

Kenaikan harga ini seakan menjadikan komoditas pokok sebagai barang mahal, sehingga rakyat beropini dengan mengganggap bahan pokok tersebut ibarat perhiasan yang tak mudah untuk didapatkan. Opini tersebut dimuat dalam suatu gambar karikaturis yang menggambarkan seorang ibu yang memakai perhiasan dari cabai, telor, dan minyak goreng, kemudian ibu yang lain melihat dan mengatakan perhiasan yang dipakai ibu tadi barang mahal semua, sehingga dia sajapun tidak memilikinya.

Mengapa harga komoditas bisa naik?

Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi harga kebutuhan pokok itu, yakni (1) tingkat permintaan, (2) ketersediaan stok domestik maupun impor, (3) kelancaran distribusi hingga ke retail.

Apa yang menyebabkan faktor tersebut tidak bisa diantisipasi?

Faktor ini tidak lepas dari konsep perekonomian yang diterapkan saat ini yaitu kapitalisme liberal yang menjadikan peran negara tunduk di bawah kuasa korporasi. Kepemilikan lahan, penguasaan rantai produksi, distribusi barang hingga kendali harga pangan semua dikuasai korporasi sehingga sulit bagi pemerintah menstabilkan harga sebab tak dapat menguasai 100% produksi pangan.

Rakyat tercekik jika komoditas naik di saat perekonomian juga masih sulit, sehingga kemiskinanpun kian meningkat. Padahal jika saja negara mau serius memberikan pelayanan kepada rakyat, tentu hal-hal seperti ini bisa diantisipasi dan tidak akan terulang lagi.

Berbeda halnya saat negara menerapkan sistem islam dalam Daulah Khilafah yang menjadikan Khalifah (pemimpin) sebagai pengurus rakyat dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Kebijakan yang akan diambil negara untuk menjaga stabilitas harga sebagai berikut:

(1) Menjaga ketersediaan stok pangan supaya permintaan dan penawaran menjadi stabil. Kebijakan ini diwujudkan dengan menjamin produksi dalam negeri berjalan maksimal, mengimplementasikan hasil riset dan inovasi intelektual untuk mengejar produktivitas pertanian.

Jika cuaca yang kurang bersahabat, maka diantisipasi lebih awal dengan menerapkan teknologi terkait prediksi cuaca maupun iklim.

Negara sepenuhnya menguasai stok pangan dalam negeri sehingga dengan mudah mendistribusikan pangan dari daerah yang surplus ke daerah yang mengalami kelangkaan.

Jika ketersediaan stok pangan dalam negeri tidak memadai, maka negara mengambil kebijakan impor sementara waktu, tidak berkepanjangan untuk menstabilkan harga sehingga tidak menjadi ketergantungan.

(2) Menjaga rantai tata niaga dengan mencegah dan menghilangkan distorsi pasar seperti melarang praktik tengkulak, kartel, penimbunan, dan aktivitas riba.

Dalam Khilafah, terdapat qadhi hisbah yang akan melakukan pengawasan tataniaga di pasar, menjaga agar bahan makan yang beredar halal dan thayyib sekaligus menghukum siapapun yang melanggar ketetapan syariah dalam muamalah tanpa padang bulu.

Jika khilafah perlu melakukan operasi pasar, kebijakan ini sepenuhnya dilakukan untuk pelayanan bukan untuk dibisniskan. Sasaran operasi pasar adalah para pedagang dengan menyediakan stok pangan yang cukup sehingga mereka bisa membeli dengan harga yang murah dan bisa dijual kembali dengan harga yang bisa dijangkau oleh konsumen.

Meskipun demikian, Khilafah tidak akan mengambil kebijakan penetapan harga ataupun intervensi terhadap harga-harga kaum muslimin karena hal ini dilarang dalam islam.

Maka dari itu sudah seharusnya kita kembali ke tatanan negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam sistem perekenomian, sehingga rakyat tidak lagi tercekik karena harga komoditas naik.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ical Mengaku Didatangi Banyak Tokoh

    Ical Mengaku Didatangi Banyak Tokoh

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Untuk Melamar Jadi Cawapres JAKARTA (Mandailing Online) – Calon presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie, tampaknya, masih menutup rapat-rapat sosok calon wakil presiden Partai Golkar. Ical -sapaan akrab Aburizal Bakrie- tidak risau dengan sosok cawapres. Alasannya, para tokoh yang akan menjadi pendamping dirinya dalam pemilu presiden itu sudah datang dengan […]

  • Sedang Nyari Emas, Dua Warga Lubuk Sibegu Tewas Tertimbun Material Tanah

    Sedang Nyari Emas, Dua Warga Lubuk Sibegu Tewas Tertimbun Material Tanah

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Dua Pria asal Lubuk Sibegu kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal (Madina) tewas tertimbun material tanah saat sedang mencari emas di pinggiran sungai batang gadis. Kejadiannya sekitar pukul 17:00, senin sore 8/7/2024. Kata Warga yang minta identitasnya dirahasiakan. Lokasi kejadian Memang selain tempat pengambilan pasir dan batu, juga dibuat tempat mencari […]

  • Pengangguran Meningkat di Indonesia, Ulah Siapa?

    Pengangguran Meningkat di Indonesia, Ulah Siapa?

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Sebanyak 248 perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan diduga tidak tertib dalam melaporkan lowongan pekerjaan ke Disnakertrans Kabupaten Kutai Barat. Dari jumlah tersebut, hanya 20 perusahaan yang melapor, itu pun tidak secara rinci jumlah tenaga kerja yang bekerja di sana (kaltimpost.id). Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten […]

  • MARSIDAO-DAO (3)

    MARSIDAO-DAO (3)

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Si Poso ma alai nagodangna. Naitadohon nia goarna Si Pikek. Ngada Si Pikek goar napetona, pio-pioan nia dei. Rofikoh Jannah Pulungan do goar sapetona. Pupu Pikoh ning amang nia tu sia najolo, kasidunganna ona pio Si Pikek. Sannari ma kalas 3 Sikola Dasar ia, sasikola dohot Si Poso. Si […]

  • Status Lahan Masih Kendala Bandara Madina

    Status Lahan Masih Kendala Bandara Madina

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Direncakan Beroperasi Tahun 2015 Panyabungan (MO) – Dirjen Perhubungan RI sudah memerintahkan Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk menuntaskan beberapa hal yang masih menjadi kendala, agar bandar udara di Kecamatan Bukit Malintang bisa beroperasi pada tahun 2015. Kepala Dinas Perhubungan Madina, Harlan Batubara, Kamis (16/2) menyatakan, kendala yang sedang dituntaskan meliputi status lahan […]

  • Pj Bupati Madina Harus Jeli

    Pj Bupati Madina Harus Jeli

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca pengesahan perda tentang perampingan SKPD, tersiar kabar bakal diadakan mutasi besar-besaran oleh Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara. Sejumlah tanggapan yang dihimpun wartawan dari lingkungan Pemkab Madina, mengharapkan mutasi dilaksanakan setelah pencairan dana anggaran triwulan IV tahun ini selesai. Sebab, apabila mutasi dilakukan sebelum pencairan anggaran triwulan IV selesai, dikhawatirkan akan […]

expand_less