Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

7 kabupaten kembangkan kopi arabika

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2012
  • print Cetak

MEDAN – Sejumlah tujuh kabupaten di Sumatera Utara mengembangkan kopi arabika karena komoditas tersebut laku keras di pasar nasional dan internasional.

“Petani memilih untuk membudiyakan kopi arabika karena prospeknya bagus,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Aspan Sofian di Medan, hari ini.

Tujuh sentra produksi yang terus mengembangkan tanaman kopi arabika itu, menurut dia, adalah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Ketujuh kabupaten itu, selama ini merupakan andalan bagi Sumut dalam menghasilkan kopi arabika yang benar-benar berkualitas,” kata Aspan.

Dia mengatakan, memang selama ini, kopi arabika yang dihasilkan petani Sumut, telah lama dikenal di pasaran Jakarta, Surabaya, Makassar dan daerah lainnya di Tanah Air.

“Kualitas kopi arabika Sumut belum bisa disaingi kopi-kopi dari daerah lainnya.Ini harus tetap dipertahankan dan jangan sampai menurun,”ucap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, petani di Sumut lebih banyak menanam dan mengembangkan kopi arabika dari pada kopi robusta. Karena, jelasnya, kopi arabika ini memiliki citra rasa yang khas dan tidak terdapat pada jenis kopi robusta.

“Petani kopi arabika di Sumut, dalam setiap tahun terus meningkatkan produksi mereka,” ucap mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tapanuli Selatan itu.

Ketika ditanya berapa luas areal tanaman kopi di Sumut, Aspan mengatakan, kopi arabika seluas 57.141,89 hektare dengan tingkat produktivitas sebanyak 1.153,75 kilogram per hektare/tahun dan kopi robusta seluas 23.103,10 hektare dengan tingkat produktivitas sebanyak 649,39 kilogram per hektare/tahun.

“Tanaman kopi di Sumut, banyak dikelola oleh petani maupun kebun milik masyarakat.Dinas Perkebunan Sumut terus mendorong petani agar terus meningkatkan produksi dan menjaga tanaman kopi yang mereka kelola tersebut,” kata Aspan.

Data yang diperoleh menyebutkan, kopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi produk ekspor unggulan di Indonesia.

Harga kopi arabika lebih mahal dibandingkan dengan kopi robusta karena adanya cita rasa khas. Untuk kualitas ekspor saat ini harga kopi arabika berkisar antara 3-4 dolar AS per kg sedangkan kopi robusta 1,4-2 dolar per kg. Kemudian tanaman kopi arabika di Kabupaten Dairi mencapai seluas 10.339 hektare dengan produksi 10.733,20 ton pertahun.

Lokasi kecamatan yang terdapat menanam kopi tersebut, Kecamatan Sidikalang, Sitinjo, Berampu, Perbualuan, Sumbul, Silima, Punga-punga, Lae Parira, Siempat Nempu, Siempat Nempu Hulu dan Kecamatan Pegagan Hilir.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Reses Anggota DPRD, Warga Longat Minta Perbaikan Jalan dan Bangunan Bronjong

    Saat Reses Anggota DPRD, Warga Longat Minta Perbaikan Jalan dan Bangunan Bronjong

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ada 6 (Enam) aspirasi dan usulan masyarakat Kelurahan Longat di Kecamatan Panyabungan Barat saat Anggota DPRD Madina Hatta Usman Rangkuti laksanakan reses ke III dimasa sidang 2024-2025. Diantaranya meminta perbaikan jalan dan pembangunan bronjong. “Ada sekitar 6 yang hari ini disampaikan warga kelurahan longat di Reses ke III ini. Diantaranya jalan […]

  • Film “Senandung Willem” Bernuansa Tahun 1800-an

    Film “Senandung Willem” Bernuansa Tahun 1800-an

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Bersama Gubernur Hindia Belanda– Salah satu adegan film Senandung Willem yang digarap Tympanum Novem Film. Film yang merupakan proyek Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Mandailing Natal ini, dipercayakan digarap oleh Tympanum Novem. Film ini mengisahkan tokoh Willem Iskander yang punya andil besar dalam pendidikan di Mandailing pada tahun 1800-an. (hol)

  • Asisten III Bantah Jual Proyek Pemerintah

    Asisten III Bantah Jual Proyek Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selama ini para kontraktor mengabarkan bahwa salah satu oknum yang terlibat menjual proyek pemerintah daerah adalah Asisten III Pemkab Mandailing Natal (Madina), Samad Lubis, SE. Selain Samad Lubis, ada juga onum anggota DPRD Madina berinisial JS yang disebut-sebut orang dekat bupati terlibat dalam bisnis kongkalikong penjualan proyek tersebut. Ketika persoalan pengarahan […]

  • Pengalangan Dana Untuk Rohingya, Karang Taruna Madina Kumpul 11 Juta

    Pengalangan Dana Untuk Rohingya, Karang Taruna Madina Kumpul 11 Juta

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan penggalangan dana yang dilakukan Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk membantu para pengungsi Rohingya, hingga Jum’at (5/6) sudah mengumpulkan uang tunai sekitar 11.760.000 rupiah. Selain berbentuk, bantuan yang terkumpul juga meliputi 18 goni pakain bekas, 20 sak beras, 50 kardus mie instan, 50 kotak air mineral. “Sumbangan yang […]

  • Sekitar 430 Ha Sawah di Panyabungan Kekeringan

    Sekitar 430 Ha Sawah di Panyabungan Kekeringan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sedikitnya 430 hektar persawahan di kawasan Saba Palas, Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) mengalami kekeringan akibat kekurangan air. Kondisi tanah di persawahan saat sudah retak akibat kekeringan retak – retak dan terancam gagal panen. Kekurangan suplai air ke kawasan persawahan itu berlansung sejak masa persemaian. Hingga sekarang […]

  • Konflik Pemuda Desa Tabuyung dan Bintuas, Ketua Pemuda Pancasila: Kekerasan Tidak Menyelesaikan Masalah

    Konflik Pemuda Desa Tabuyung dan Bintuas, Ketua Pemuda Pancasila: Kekerasan Tidak Menyelesaikan Masalah

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Konflik antar pemuda Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) dan Desa Bintuas, Kecamatan Natal yang bermula pada sekitar 2 bulan berujung pembakaran gudang ikan dan gudang minyak warga Bintuas pada Sabtu (29/1) malam. Akibatnya sebagian warga Bintuas dikabarkan terpaksa mengevakuasi diri ke tempat yang aman. Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Majelis […]

expand_less