Senin, 2 Mar 2026
light_mode

TNI dan Polri Razia Tambang Ilegal di Naga Juang Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Prajurit TNI dari Kompi Senapan B Mangga II bekerjasama dengan Polisi Militer (PM) dan Polsek Siabu melakukan razia ke lokasi tambang ilegal di Tor Sihayo Desa Humbang I, Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (24/01/2012).

Razia dilakukan akibat maraknya tambang liar yang menjadi pemicu tumbuh suburnya pengoperasian galundung (mesin pemisah emas dari batu emas) di wilayah Naga Juang. Saat ini galundung tidak saja di pinggir Sungai Muara Batang Gadis, tapi sudah mulai merambah ke wilayah pemukiman penduduk.

Berdasarkan pantauan, sebagian personil TNI maupun Polsek Siabu berada di pintu (pos) masuk lokasi tambang yang didirikan masyarakat setempat sebagai tempat pemungutan restribusi penambang. Sementara sebagian lagi petugas naik ke lokasi tambang rakyat.

Razia tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah dalam mengamankan aset negara. Sekaligus untuk mencegah makin maraknya akttifitas tambang liar yang sangat berbahaya bagi manusia dan ancaman terhadap lingkungan.

Kapolsek Siabu AKP Syahril Daulay yang dikonfirmasi wartawan usai meninjau lokasi tambang, membantah bahwa pihaknya melakukan razia illegal mining.

Katanya, mereka hanya meninjau lokasi tambang saja bukan razia. Sedangkan jumlah lubang tambang di Naga Juang berdasarkan hasil peninjauan petugas berkisar lebih kurang 60 lubang galian tambang.

Kapolsek juga mengakui bahwa kondisi hutan di kawasan tersebut sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak lagi dijadikan areal pertanian.

Camat Siabu Edy Sahlan yang dikonfirmasi via seluler mengaku tidak tahu tentang adanya razia.

Informasi yang dihimpun, tidak ada masyarakat atau penambang liar yang diamankan petugas saat razia dilakukan. Namun demikian, banyak penambang utamanya yang berasal dari luar Madina (Pulau Jawa) langsung bergegas meninggalkan wilayah Naga Juang.

Bahkan 4 orang diduga penambang liar berlogat bahasa Sunda yang kebetulan satu warung dengan wartawan, tiba-tiba bergegas pergi meninggalkan minuman kopi yang mereka pesan. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontraktor Mulai Kerjakan Peningkatan Jalan Simpang Siobon-Aek Mata dan Aek Godang -Hutabargot

    Kontraktor Mulai Kerjakan Peningkatan Jalan Simpang Siobon-Aek Mata dan Aek Godang -Hutabargot

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Madina lewat pemenang tender proyek mulai mengerjakan Pembangunan ruas jalan simpang Siobon – Aek Mata Kecamatan Panyabungan. Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Madina Rajab Asri mengatakan Pembangunan jalan tersebut dikerjakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024.” Ruas Jalan tersebut dibangun secara bertahap, tahun […]

  • Gawat! Kadis Pertamanan Berani ‘Marahi’ Sekda Medan

    Gawat! Kadis Pertamanan Berani ‘Marahi’ Sekda Medan

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Walikota Medan Rahudman Harahap memimpin rapat koordinasi persiapan Kelurahan Percontohan Kota Medan untuk ikut Lomba Kelurahan/Desa Percontohan Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Senin (25/04/2011) malam di pendopo rumah dinas Walikota Medan, Jalan Sudirman, Medan. Tiga kelurahan yang ditetapkan menjadi percontohan adalah Kelurahan Besar Medan Labuhan sebagai Percontohan Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluaraga sehat […]

  • Makmurkan Masjid Sebagai Basis Membangun Peradaban

    Makmurkan Masjid Sebagai Basis Membangun Peradaban

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan H. Daulay Pecinta Masjid sebagai basis membangun peradaban Islam Apa saja aktivitas boleh dilakukan di lingkungan masjid, kecuali melakukan kemaksiatan kepada Allah, bahkan di seputaran masjid harus dijadikan tempat membangun peradaban islami, baik itu kegiatan ibadah maupun muamalah. Rasulullah semasa hidupnya selalu menjadikan masjid sebagai basis atau markas perjuangan, baik perjuangan politik, ekonomi, sosial, […]

  • Komisi B DPRD Sumut : PTPN 4 Wajib Kembalikan Lahan Rakyat di Batahan

    Komisi B DPRD Sumut : PTPN 4 Wajib Kembalikan Lahan Rakyat di Batahan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Komisi B DPRD Sumut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (13/7/2020) membahas konflik lahan 1.200 Ha milik KUD Pasar Baru Batahan. Lahan di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) itu diduga dicaplok PTPN 4 dalam kurun 12 tahun. Komisi B DPR Sumut akhirnya merekomendasikan 2 hasil RDP itu. Diantaranya, pertama, meminta PTPN 4 mengembalikan izin lokasi seluas 1.200 Ha […]

  • Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

    Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Sudah lama masyarakat Batahan menuntut pengembalian tanah yang diserobot oleh PT. Palmaris, sudah lama masyarakat Batahan berjuang, sudah lama masyarakat merasa dizolimi, sudah lama masyarakat Batahan menuntut keadilan, ternyata sudah lama pula pemerintah daerah lemah tak bertindak, bahkan sejak pemerintahan bupati Amru Daulay. Hingga pemerintahan daerah dipimpin Pl. Bupati Aspan Sopyan Batubara […]

  • DPRD Madina dan Pemerintah Daerah Harus evaluasi Bidan PTT

    DPRD Madina dan Pemerintah Daerah Harus evaluasi Bidan PTT

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan Bidan Tidak Tetap/Bidan desa, PTT di Penjuru wilayah Daerah Kabupaten Mandailing Natal diharapkan pengevaluasian kinerja, kehadiran, dari wakil Rakyat dan Pemerintah Daerah mengingat, peranan dan sumber dana dari berbagai macam kegiatan penunjang program pemerintah melalaui beberapa Program sangat banyak menyedot keuangan Negara. (MOL)

expand_less